
Bukannya ia bermaksud ingin berniat jahat pada kakak iparnya sendiri,tapi untuk menghadapi kakaknya yang cerdas itu,mereka memang harus sedikit lebih cerdas dari pada kakaknya.Dan ia yakin 101 %,kalau kakaknya pasti akan terjebak dengan kebohongan mereka itu,dan ia juga yakin kalau kak Elvan tidak mungkin akan ingin merebut miliknya orang lain.Apa lagi,milik sahabatnya sendiri.
"Sepertinya,itu bukan saran yang buruk juga... Bagaimana menurut Ibu?" tanya Jennifer pada Ibu,dengan wajah yang tersenyum senang karena ia telah mendapatkan pria yang tepat untuk melancarkan misinya dari ide1 Ibu mertuanya tadi.
"Iya,menurut Ibu tidak buruk juga.Tapi kamu harus mengatakan yang sebenarnya terlebih dahulu kepada nak Elvan,supaya nak Elvan tidak akan salah paham terhadap sikap anehmu nanti... Bisa-bisa,nanti nak Elvan malah jatuh cinta padamu,kan bisa bahaya nanti...Dan akhirnya,pasti tidak akan baik untuk kita semua...Apa kamu mengerti,maksudnya Ibu?" jawab Ibu dengan panjang lebar,dan sekalian bertanya dengan wajah seriusnya.
Ia tidak mau kalau ide yang menurutnya kecil tadi,malah menjadi masalah besar,hingga merusak persahabatan mereka,dan malah membuat keadaan yang sekarang masih tidak seberapa menjadi semakin rumit.
"Iya,aku mengerti,Ibu memang benar.Ibu tenang saja,aku pasti akan memberitahu semuanya... Bukan,maksudku aku pasti akan memberitahu inti dari masalahnya,dan meminta bantuan padanya..." jawab Jennifer dengan nada dan wajah yang tersenyum semangat dan tersenyum malu dipertengahan kalimatnya,dengan Stella yang langsung tersenyum lucu dan juga mengangguk-nganggukkan pelan kepalanya, menandakan kalau ia juga setuju dengan perkataan panjang lebarnya Ibu tadi.
"Iya,begitu sudah benar.Dan kamu harus mengingatnya dengan baik,jangan pernah mengatakan hal pribadimu kepada sembarangan orang,kamu bisa mengatakannya pada keluargamu saja.Walaupun orang itu sahabatmu,kamu juga harus berpikir berkali-kali,karena hal itu kadang-kadang memang tidak perlu dikatakan, kecuali jika kamu memang tidak sudah nemiliki sandaran untuk mencurahkan semua keluh kesahmu seperti tadi. Apalagi,tentang ranjang kalian tadi...Apa kamu mengerti maksudnya Ibu?" ucap Ibu dengan panjang lebarnya lagi,disertai nasihat-nasihat baiknya.
Karena ia telah menyayangi Jennifer seperti putri kandungnya sendiri,jadi ia ingin kalau Jennifer akan sampai ceplas-ceplos seperti tadi lagi,dan hal itu akan memalukan dirinya Jennifer sendiri,jika sampai terdengar hingga ketelinganya orang lain yang memang suka bergosip dan juga iri hati.
"Iya,aku mengerti Ibu..." jawab Jennifer dengan wajah yang tersenyum malu,ia merasa sangat beruntung dan bersyukur karena telah mendapatkan Ibu mertua yang baik,tulus,perhatian dan juga pengertian seperti Ibu mertuanya tersebut.
Karena ia tahu kalau didunia ini sangat susah untuk mendapatkan Ibu mertua yang seperti ini,yang mampu menganggap menantunya seperti putri kandungnya sendiri dan tidak hanya menilai kekurangan saja,dan juga membanding-bandingkan kelebihan menantunya dengan menantu yang lainnya.
Lalu merekapun lanjut membahas lanjutannya, disertai dengan sedikit candaan dan tawa mereka.Sedangkan Ayah,ia hanya mampu mengeluh malas didalam hatinya saja,saat ia mendengar ide konyol dari istrinya tersebut,tapi ia juga merasa penasaran dengan reaksinya Sebastian nanti.
***
Besok paginya,seperti biasanya,Sebastian sudah bangun pagi-pagi sekali dan bersiap-siap untuk berangkat kekantor,tapi kali ini Jennifer berhasil ikut bangun pagi-pagi seperti Sebastian, malahan Jennifer bangun lebih duluan dari pada suami menyebalkannya itu.
Sebastian bahkan sampai tidak menyadari kalau istri cantiknya itu sudah terbangun,padahal setiap bangun tidur,ia pasti akan memerhatikan wajah lelapnya Jennifer selama 10 menit terlebih dahulu, baru ia akan bersiap-siap dan pergi berkerja begitu saja.
Jennifer segera menyangga kepalanya dengan sebelah tangannya dan dengan posisi tubuhnya yang berbaring miring kearah pintu kamar mandi mereka.
"Ntah apa saja yang akan dilakukan olehnya disana,dengan berangkat pagi-pagi seperti ini... Dasar menyebalkan,,,apa waktu bersamaku tidak jauh lebih penting dengan lebih banyak berada dikantor..." gumam Jennifer dengan nada pelannya, sambil menunggu suaminya selesai bersiap-siap dari kamar mandi mereka.
Beberapa detik kemudian...
"Honey..." panggil Jennifer dengan nada manjanya,
saat ia melihat pintu kamar mandi yang sudah terbuka pelan,dan suaminya yang langsung terlihat sedang berjalan keluar dari sana dengan langkah santainya.
"Ya,Tuhan..." pekik Sebastian yang langsung terlonjak kaget,sambil mengelus-elus dadanya, karena rasa kagetnya tersebut.
__ADS_1
Lalu tatapan kagetnya tadi langsung menjadi kesal, saat ia melihat kalau ternyata istrinyalah yang telah mengagetkan dirinya dipagi-pagi buta seperti ini.
Untung saja,tadi ia langsung memakai pakaiannya diruang gantinya melalui kamar mandi mereka, karena ia sudah mulai terbiasa dengan aktivitas bedanya setelah siap mandinya yang memang harus ia rubah itu.
"Apa kamu tidak berniat ingin mengucapkan ucapan selamat pagi, pada istri cantikmu ini, Honey?" tanya Jennifer dengan nada dan wajah menggodanya,ia sengaja melakukannya untuk melampiaskan segala rasa kesalnya,karena baru pagi ini ia berhasil bangun lebih duluan dari pada suaminya.
"Apa aku yang salah lihat tadi..." gumam Sebastian dengan nada pelannya dan kening yang mengernyit heran,ia juga mengabaikan pertanyaan istrinya barusan,sambil menatap secara bergantian kearah jam dinding dan istrinya yang sedang bergaya dengan posisi yang menggelikan dimatanya,tapi juga mampu membuat imannya terganggu.
Lihatlah posisi istrinya itu,ditambah dengan dress tidur yang hanya sebatas atas pahanya saja dan bahkan tanpa selimut yang menutupi paha mulusnya itu.Permandangan indah yang mampu membuat pria manapun,akan segera berpikir mesum,mungkin pikiran mereka akan langsung berlayar ntah kemana-mana.
Ia sendiri bahkan harus terus berusaha,untuk mempertahankan wajah tenangnya dan menyembunyikan derita batinnya.Ia sangat yakin,kalau saja pria lain yang berada diposisinya saat ini,sudah dipastikan kalau istrinya itu akan dilahap habis-habisan oleh pria tersebut.-
"Honey,atau,,,apa kamu ingin memberiku kecupan selamat pagi?" tanya Jennifer lagi,dengan nada lambatnya dan wajah yang terus tersenyum menggoda.
Ia semakin sengaja ingin menggoda suaminya yang menyebalkan itu,saat ia melihat wajah herannya Sebastian tersebut.Setidaknya,rasa kesalnya selama 2 minggu ini,bisa sedikit mengurang,dengan melihat ekspresi berbeda-beda suaminya,walaupun hanya selama waktu sebentar itu saja.
"Cih..." Sebastian hanya mampu berdecih kesal saja sambil berjalan kearah nakas yang ada disamping tempat tidur mereka,saat ia melihat Jennifer yang malah sengaja menggodanya sedari tadi.
Tapi didalam hatinya,ia merasa heran dan juga penasaran dengan tingkah anehnya Jennifer yang mendadak itu,tiba-tiba saja bangun pagi-pagi sekali,hari ini.Apa lagi, dengan gaya bicara dan posisi yang seperti itu.
"Apa kamu benar-benar tidak mau memberiku, ucapan ataupun kecupan selamat pagi,hm?" tanya Jennifer lagi,dengan nada manjanya sambil menarik-narik pelan Jasnya Sebastian,dengan gaya manjanya.
"Dasar suami yang sangat menyebalkan... Sebenarnya ada apa denganmu? Kenapa kamu tidak bisa bersikap seperti suami yang lainnya, mereka pasti tidak akan bersikap seperti ini padaku.Didiamin dan diabaikan sepetti ini..." lanjut Jennifer lagi,dengan nada dan wajah yang memberengut kesalnya,sambil duduk dengan gerakan kesalnya.
"Ada angin apa? Sampai kamu tiba-tiba saja, bangun sepagi ini,hm?" tanya Sebastian balik, dengan nada santainya,sambil menahan rasa kesalnya,ntah kenapa ia tidak suka mendengar perkataannya Jennifer barusan.
"Hanya lagi ingin saja,memangnya tidak boleh? Aku hanya ingin tahu apa rasanya,bangun pagi-pagi seperti ini,seperti yang lainnya..." jawab Jennifer dengan nada menyindirnya,sambil menatap kesal kearah Sebastian yang juga sedang menatap santai kearahnya.
"Tentu saja,boleh...Jadi,apa yang kamu rasakan sekarang,setelah kamu mencobanya,hm?" tanya Sebastian dengan nada dan wajah malasnya, alasan apa yang ia dengarkan barusan,istrinya ini ada-ada saja.
"Ternyata sangat menyenangkan,tidak buruk juga...Dan mungkin saja,mulai sekarang,aku akan belajar untuk terus bangun pagi-pagi seperti ini..." jawab Jennifer dengan nada dan wajah yakinnya, sambil berlagak santai.
Padahal sekarang saja,ia sedang menahan rasa ngantuknya karena tadi ia bangun lebih dulu dari Sebastian,dan iapun terus menahannya karena takut kalau ia tidak akan sempat menggoda suaminya seperti tadi.
Sedangkan Sebastian,ia langsung menelisik wajah ngantuknya Jennifer,saat ia baru saja selesai memakai jam tangan dan menyimpan yang ia perlukan nanti.
"Apa kamu masih tidur,dan sedang bermimpi sekarang? Belajar bangun pagi-pagi apanya? Yang ada, kamu hanya akan terus memperlihatkan wajah ngantukmu itu pada yang lainnya.Mungkin saja, setelah ini kamu akan tidur kembali...." ucap Sebastian dengan panjang lebar dan nada malasnya dan juga kesal,ia bukannya tidak tahu kalau Jennifer bukan wanita yang begitu mampu kekurangan tidur.
__ADS_1
"Jadi kamu tidak percaya,hm?...Aku pasti akan membuktikannya padamu nanti,supaya mulut menyebalkanmu itu tidak akan bisa berkata apa-apa lagi..." ucap Jennifer dengan nada dan wajah kesalnya,walaupun perkataannya Sebastian memang benar adanya,tapi ia tidak akan mengaku kalah begitu saja.
Apa lagi,saat ia melihat anggukkan pelannya Sebastian yang menandakan tidak percaya barusan.Ya,namanya juga wanita...
Sedangkan Sebastian,ia langsung berjalan untuk mengambil tas kerjanya yang sudah ia persiapkan tadi malam,lalu lanjut berjalan keluar kamar,dan mengabaikan perkataan sombongnya Jennifer barusan.
"Aku akan bertanya sekali lagi...Apa kamu benar-benar tidak mau memberiku........." belum sempat Jennifer menyelesaikan pertanyaan ulangnya tersebut,Sebastian langsung menyela, karena sudah tahu apa isi lanjutannya.
"Tidak...." sela Sebastian dengan cepat dan nada tegasnya,tanpa menghentikan langkahnya.
"Baiklah...Kalau begitu,aku akan mencari seorang pria yang bisa memberi perhatian, yang cukup untukku..." ancam Jennifer dengan nada dan wajah seriusnya,padahal ia sedang bersusah payah untuk mempertahankan wajah seriusnya.
Kalimat panjangnya Jennifer barusanpun,langsung mampu menghentikan langkah tegasnya Sebastian itu.
"Apa tadi malam,kamu memakan obat tidur,hm?" tanya Sebastian dengan kening yang mengernyit heran sampai kedua alisnya menukik tajam karena merasa begitu heran dengan sikapnya Jennifer pagi ini,sambil berbalik badan kearah istrinya itu.
Mana tahu saja,istrinya itu terlalu memikirkan atau merindukan dirinya,sampai kesulitan ingin tidur, hingga membuat istrinya memilih untuk meminum obat tidur saja,tapi malah membuatnya bermimpi dalam tidur seperti ini.
Padahal ia sangat tahu kalau Jennifer tidak memiliki riwayat penyakit yang seperti itu,dan wajah ngantuk dan cara bicaranya Jennifer juga tidak terlihat seperti orang yang sedang bermimpi.
Hanya saja,setahunya selama ini Jennifer sangat tergila-gila dengannya,jadi tidak mungkin Jennifer malah tiba-tiba saja berubah dengan begitu cepat,pernikahan mereka berdua,bahkan baru saja berumur 2 minggu.
"Jika kamu tidak percaya,aku akan memperkenalkan pria itu padamu,setelah aku sudah menemukannya nanti..." jawab Jennifer dengan nada dan wajah yang tetap terlihat serius,ia juga harus menahan rasa kesalnya karena perkataan suaminya tersebut.
"Silakan saja...Asalkan,kamu tidak boleh memperlihatkan tubuhmu itu pada pria manapun..." jawab Sebastian akhirnya,setelah ia terdiam selama beberapa detik dan sudah menelisik wajahnya Jennifer yang benar-benar terlihat serius itu,dengan perasaan kesal dibalik nada santainya,sambil berbalik badan kembali.
Apa lagi,ia harus menjaga kedua matanya dari jangkauan paha dan tubuh indahnya Jennifer, karena dress tidurnya Jennifer yang terus saja tersingkap karena pergerakannya Jennifer yang terus berubah-ubah sedari tadi.Hingga mampu membuat bayangan-bayangan indah yang sangat ingin ia usir itu kembali melintasi kepalanya tanpa bisa ia cegah.
"Dasar tidak waras..." lanjut Sebastian dengan gumaman pelannya,bahkan Jennifer tidak bisa mendengarnya karena gumamannya terlalu pelan,sambil melanjutkan langkahnya tadi.
Ia berpikir,mungkin saja,Jennifer hanya sedang merasa kesal saja,karena telah ia abaikan selama 2 minggu ini.
"Dasar suami tidak punya hati...Awas kamu ya..." umpat Jennifer dengan nada dan wajah kesalnya, sambil melempar bantal kearah pintu yang memang ia tahu akan tertutup kembali,setelah Sebastian sudah keluar dari dalam kamar.
"Jika nanti,kamu memang benar- benar tetap mengabaikan diriku juga,dan tidak menginginkan diriku...Aku akan mencari yang lain saja,biar kamu tahu rasanya bagaimana begitu kesepiannya aku, padahal sudah memiliki suami.Tapi suamiku malah,,,ya sudahlah..." Jennifer kembali melanjutkan gerutuan kesalnya, sambil mengambil selimut untuk menutupi tubuhnya dan iapun kembali berbaring,tidak ada gunanya juga ia menggerutu panjang lebar.
"Lebih baik aku tidur saja,dan mengumpulkan tenagaku untuk melakukan misi pentingku nanti, dari pada aku terus saja memikirkan suami yang tidak punya hati itu.Lihat saja nanti,aku pasti akan berhasil membuatmu menyatakan cintamu padaku...." lanjut Jennifer lagi,dengan wajah yang masih saja memberengut kesal,lalu ia segera memejamkan kedua matanya karena rasa ngantuk yang ternyata masih mendera kepalanya itu.
__ADS_1
Ternyata benar apa katanya Sebastian tadi,jika saja ketahuan sama Sebastian,Sebastian pasti akan langsung tertawa.Lagi pula,masih sangat pagi untuknya, karena masih jam 5 pagi lewat 30 menit saat ini,jadi Jennifer ingin tidur sekitar 1 jam lagi.
***