Suami Tampanku Yang Sederhana

Suami Tampanku Yang Sederhana
Bab. 52


__ADS_3

Sedangkan Sebastian ,ia sibuk memikirkan tentang semua yang dikatakan oleh Stella padanya barusan,sambil terus fokus menyetir.


Ia bukan mau cuek ataupun menolak Jennifer,hanya saja ia takut kalau dirinya akan disakiti lagi seperti dulu.Apa lagi,Jennifer putri dari pria yang sangat kaya dan lebih darinya,walaupun Jennifer memang terlihat seperti wanita yang baik dan tidak sombong.


Walaupun sebenarnya ia juga mulai merasakan kalau sudah ada namanya Jennifer yang telah mengisi hatinya,hanya saja ia terus menyangkalnya dan tetap dengan pertahanan diawalnya.


Ntahlah,ia sendiri juga merasa bingung sama perasaannya.Ingin menolak Jennifer secara terang-terangan tapi didalam lubuk hatinya yang paling dalam,ia merasa tidak rela untuk menolak ataupun melepaskan Jennifer.Dan ingin menerima cintanya Jennifer yang secara tidak langsung itupun,ia malah masih belum yakin sama perasaannya sendiri.


Malam harinya...


Malam ini Sebastian kembali duduk ditepi sebuah danau favoritnya,ia sudah duduk selama 1 jam disana dan ntah apa saja yang sedang ia pikirkan selama itu,hanya dirinya sendiri sajalah yang tahu.


Iapun kembali memangkukan gitar miliknya karena merasa bosan untuk menunggu Billy yang sedari tadi sudah ia panggil tapi sampai sekarang masih belum muncul dihadapannya lagi.


Sedangkan beberapa anak buahnya Sebastian,hanya terus berjaga-jaga disekitar Tuan Muda mereka,sambil memerhatikan Tuan Mudanya sekali-kali.


Perlahan tapi pasti,Sebastian mulai mengayunkan jari-jari lihainya ke senar-senar gitar tersebut dengan pelan,dan mulailah terdengar alunan lagu yang sesuai dengan suasana hatinya saat ini tanpa ia sadari.


Sedangkan Billy yang baru saja sampai itupun,ia segera berlari kearah Tuan Mudanya dengan langkah lebarnya.


Tapi larinya langsung melambat dengan wajah kesalnya,saat ia melihat Tuan Mudanya yang ternyata begitu menikmati kesunyian yang ada didanau tersebut dengan nyanyiannya.


Dan lucunya ia harus mengejar waktu yang ada dengan napas tidak stabilnya karena ia harus berusaha keras mengubah waktu 1 jam menjadi 40 menit untuk sampai kesini,dan bahkan tepat dijam 12 tengah malam seperti ini.


'Tuan muda,kamu memang benar-benar" gumam Billy dengan gumaman kesalnya,sambil melangkah malas kearahTuan Mudanya yang sudah akan mulai bernyanyi.


"Katakan saja pada Nona Muda kalau kamu juga mencintainya,Tuan Muda.Kenapa kamu harus menyulitkan dirimu sendiri,Tuan Muda.Dan kamu juga berhasil menyulitkan diriku,Tuan Muda" gumam Billy lagi,dengan nada herannya dan juga kesalnya,saat ia mendengar judul alunan lagu tersebut yang tidak sesuai dengan ekspresi cuek Tuan Mudanya pada Nona Mudanya.


Ia merasa heran dan juga bingung dengan sikap Tuan Mudanya saat ini,karena Tuan Mudanya selalu saja hebat didalam segala hal,kecuali tentang yang 1 ini.Ya,walaupun sudah ada perubahan dengan tanggapan dari Tuan Mudanya pada Nona Mudanya disiang tadi.


-Nothing's Gonna Change My Love For You - (Westlife...)


If I had to live my life without you near me


(Jika aku harus menjalani hidupku tanpa dirimu didekatku)


The days would all be empty


(Hari-hari akan terasa begitu sepi)


The nights would seem so long


(Malam akan terasa begitu panjang)


With you I see forever,oh, so clearly.


(Denganmu aku melihat selamanya,oh, sangat jelas)


I might have been in love before


(Aku mungkin pernah jatuh cinta sebelumnya)


But it never felt this strong


(Tapi tak pernah terasa sekuat ini)


Our dreams are young and we both know


(Mimpi-mimpi kita yang masih belia dan kita berdua mengetahuinya)


They'll take us where we want to go


(Mereka akan membawa kita kemana kita ingin pergi)


Hold me now


(Genggamlah aku sekarang)


Touch me now


(Sentuhlah aku sekarang)


I don't want to live without you


(Aku tak ingin menjalani hidup tanpamu)


Nothing's gonna change my love for you


(Tak ada yang mampu mengubah rasa cintaku padamu)


You ought to know by now how much I love you


(Kamu seharusnya tahu sekarang betapa aku sangat mencintaimu)


One thing you can be sure of


(Satu hal yang pasti bisa kau yakini)


I'll never ask for more than your love


(Aku tidak akan pernah meminta yang lebih dari cintamu)


Nothing's gonna change my love for you


(Takkan ada yang mampu mengubah rasa cintaku padamu)

__ADS_1


You ought to know by know how much I love you


(Kamu seharusnya tahu sekarang betapa aku sangat mencintaimu )


The world may change my whole life through but


(Dunia mungkin mengubah seluruh hidupku tapi)


Nothing's gonna change my love for you


(Tidak akan ada yang mampu mengubah rasa cintaku padamau)


If the road ahead is not so easy


(Jika jalan yang akan kita hadapi tidak mudah)


Our love will lead the way for us


(Cinta kita akan menuntun kita)


Like a guiding star


(Seperti bintang penunjuk)


I'll be there for you if you should need me


(Aku akan selalu ada untukmu jika kamu membutuhkanku)


You don't have to change a thing


(Kamu tidak perlu mengubah suatu hal)


I love you just the way you are


(Aku mencintaimu apa adanya dirimu)


So come with me and share the view


(Jadi ikutlah bersamaku dan saling berbagi pandangan)


I'll help you see forever too


(Aku juga akan membantumu melihat selamanya)


Hold me now


(Genggamlah aku sekarang)


Touch me now


(Sentuhlah aku sekarang)


I don't want to live without you


Nothing's gonna change my love for you


(Tidak akan ada yang mampu mengubah rasa cintaku padamu)


You ought to know by now how much I love you


(Kamu seharusnya tahu sekarang betapa aku sangat mencintaimu)


One thing you can be sure of


(Satu hal yang pasti bisa kau yakini)


I'll never ask for more than your love


(Aku tidak akan pernah meminta yang lebih dari cintamu)


Nothing's gonna change my love for you


(Tidak akan ada yang mampu mengubah rasa cintaku padamu)


You ought to know by know how much I love you


(Kamu seharusnya tahu sekarang betapa aku sangat mencintaimu)


The world may change my whole life through but


(Dunia mungkin mengubah seluruh hidupku tapi)


Nothing's gonna change my love for you


(Tidak akan ada yang mampu mengubah rasa cintaku padamu)


Nothing's gonna change my love for you


(Tidak akan ada yang mampu mengubah rasa cintaku padamu)


You ought to know by know how much I love you


(Kamu seharusnya tahu sekarang betapa aku sangat mencintaimu)


The world may change my whole life through but

__ADS_1


(Dunia mungkin mengubah seluruh hidupku tapi)


Nothing's gonna change my love for you


(Tidak akan ada yang mampu mengubah rasa cintaku padamu)


Nothing's gonna change my love for you


(Tidak akan ada yang mampu mengubah rasa cintaku padamu)


You ought to know by know how much I love you


(Kamu seharusnya tahu sekarang betapa aku sangat mencintaimu)


One thing you can be sure of


(Satu hal yang pasti bisa kau yakini)


I'll never ask for more than your love


(Aku tidak akan pernah meminta yang lebih dari cintamu)


Nothing's gonna change my love for you


(Tidak akan ada yang mampu mengubah rasa cintaku padamu)


You ought to know by know how much I love you


(Kamu seharusnya tahu sekarang betapa aku sangat mencintaimu)


The world may change my whole life through but


(Dunia mungkin mengubah seluruh hidupku tapi)


Nothing's gonna change my love for you


(Tidak akan ada yang mampu mengubah rasa cintaku padamu)


Nothing's gonna change my love for you


(Tidak akan ada yang mampu mengubah rasa cintaku padamu)


You ought to know by know how much I love you


(Kamu seharusnya tahu sekarang betapa aku sangat mencintaimu)


………


Beberapa detik kemudian...


"Bagaimana?" tanya Sebastian dengan nada pelannya,sambil meletakkan gitar kesampingnya dengan gerakan santai.


Ia sudah sedari tadi menyadari kedatangannya Billy,hanya saja ia ingin menyelesaikan lagunya terlebih dahulu,sebelum ia akan mendengar laporan dari Billy.


"Dia Galih Naava,Tuan Muda.Paman sepupunya Nona Muda,dia berniat ingin membunuh Nona Muda,supaya putra mereka bisa mengambil alih Perusahaannya Tuan Besar" jawab Billy dengan cepat,sambil memerhatikan wajah tenang Tuan Mudanya yang sudah bersandar dikursi tersebut.


"Paman sepupu?" tanya Sebastian dengan nada penasarannya,sambil menelisik wajah lelahnya Billy


"Ayahnya Tuan Besar sama Ayahnya Galih Naava adik beradik kandung,Tuan Muda.Galih Naava dulu memang tinggal bersama Tuan Besar,tanpa membantu apapun.Dan akhirnya karena dia terlalu banyak menuntut,jadi Tuan Besar mengusirnya dari Mansion tersebut" jawab Billy dengan cerita singkatnya,tapi ia tahu kalau Tuan Mudanya pasti bisa mengerti.


"Jadi,apakah setelah berhasil membunuh Nona Muda kalian,dia akan membunuh Tuan Besar kalian?" tanya Sebastian dengan tebakannya barusan,sambil mengalihkan tatapannya kearah depan.


"Mungkin saja,Tuan Muda.Karena Tuan Besar tidak akan pernah mau menyerahkan Perusahaan yang sudah didirikan sendiri dengan kedua tangannya, kepada Galih Naava" jawab Billy dengan nada seriusnya,sambil menahan rasa ngantuknya.


Ia harus bangun lebih pagi dari biasanya,untuk melakukan 2 tugas sekaligus,yaitu untuk Tuan Mudanya dan juga Nona Mudanya.Belum lagi,ditambah dengan tugas tambahan yang seperti ini,karena ia harus bolak balik.


"Apa yang harus aku lakukan,Tuan Muda?" tanya Billy dengan nada penasarannya,saat ia melihat Tuan Mudanya yang sudah diam selama 10 menit tanpa bicara sepatah katapun.


"Perketatkan saja penjagaannya Nona Muda kalian,tambahkan 20 pria lagi yang sudah terlatih disekitar Mansion tersebut.Dan awasi dia dengan baik,jangan sampai kalian lengah,dan tidak memperhatikan apa saja yang akan direncanakan oleh dia" jawab Sebastian dengan nada tegasnya dan wajah seriusnya,setelah ia sudah selesai menghela napas berat barusan.


Bukan hanya paman sepupunya Jennifer saja yang harus ia waspadai,tapi pria yang bernama Satria,pria yang masih mengharapkan Jennifer itu masih mengintai Jennifer sampai saat ini.


Ia bahkan sempat beberapa melihat keberadaannya Satria disekitarnya Jennifer dalam beberapa hari ini,tapi anehnya Satria tidak berbuat apa-apa selain hanya terus menatap Jennifer dari jauh saja.


Dan hal itulah yang mampu membuat dirinya berpikir keras dan harus lebih waspada lagi,jika ia lengah sedikit saja atau salah langkah sedikit saja,Jennifer pasti akan dalam bahaya.


Ia juga sangat tahu kalau Satria pasti sedang merencanakan sesuatu untuk Jennifer,hanya saja mungkin waktunya belum tepat untuk dia berbuat lebih,karena penjagaan ketat dari dirinya.


"Baik,Tuan Muda" jawab Billy dengan cepat.


"Dan selanjutnya,kita lihat dulu,apa yang akan mereka lakukan lagi.Yang terpenting,komunikasi kalian semua jangan sampai terputus.Dan jangan sampai juga,ada yang memasuki keamanan CCTV kita.Kalian harus bisa lebih waspada dari sebelum-sebelumnya,disetiap saat.Apa kalian semua mengerti?" perintah Sebastian lagi,dengan nada tegas dan wajah seriusnya,sambil terus menatap lurus kedepan.


"Baik,Tuan Muda" jawab semua anak buahnya Sebastian yang memang sudah berada disana sedari tadi secara bersamaan,termasuk Billy juga.


'Inilah salah satu alasannya, aku suka terus bertahan disisinya Tuan Muda.Aku suka,kalau Tuan Muda sedang bersikap serius seperti ini' batin Billy dengan perasaan senangnya,sambil tersenyum kagum,saat ia melihat Tuan Mudanya yang memang selalu berhati-hati dalam mengambil tindakan dan keputusan.


"Tuan Muda,bagaimana tentang Siska?" tanya Billy dengan nada menggodanya,sambil mempertahankan wajah santainya.


"Bukankah sudah puluhan kali aku katakan padamu,kalau masalah itu terserah padamu saja" jawab Sebastian dengan nada kesalnya,sambil berdiri dari duduknya.Bahkan ia tidak berniat ingin menatap kearah Billy dan membawa gitar miliknya karena sudah ada anak buahnya yang akan membawanya.


"Baik,Tuan Muda" jawab Billy dengan wajah yang tersenyum lucu,sambil mengikuti langkah lebar Tuan Mudanya.


"Tapi kenapa aku merasa kalau kamu tidak tega untuk membunuhnya,bahkan untuk melukainya saja kamu tidak mau.Aku hanya memperingatimu saja,jangan terpengaruh sama wajah palsunya seorang wanita,jika kamu tidak ingin berakhir kacau " ucap Sebastian yang balas menggoda Billy,dengan wajah yang tersenyum puas didalam hatinya.


"Aku hanya takut,kalau kamu akan terjatuh semakin dalam kalau kamu terus menahan diri untuk tidak mau melukainya lagi" lanjut Sebastian lagi,walaupun ia tahu kalau Billy tidak akan b*d*h seperti dirinya dulu.

__ADS_1


"Baik,Tuan Muda.Aku pasti akan selalu mengingat nasehat baik dari Tuan Muda ini,hingga jasadku berada didalam tanah sekalipun" jawab Billy dengan nada kesalnya,sambil terus merutuki Tuan Mudanya didalam hatinya sepanjang jalan kemobil.


'Dasar,jika saja bukan Tuan Mudaku dan orang yang dipercayai oleh Tuan Hadden,pasti aku tidak akan mau memperdulikan apapun tentangnya lagi.Aku bukan pria kejam sepertimu,Tuan Muda. Kecuali,jika wanita j*l*ng itu telah berani menganggu hidupku.Lagi pula,aku hanya ingin memberi bagian itu pada Nona Muda saja' batin Billy dengan wajah kesalnya,dan wajah tersenyum dikalimat terakhirnya.


__ADS_2