
"Dad..." panggil Sylvia dengan nada manjanya,ia berharap kalau Daddynya akan berada di pihaknya seperti sebelum-sebelumnya.
"Akan Daddy pikirkan nanti...Lagi pula,kakakmu harus menyelesaikan kuliahnya terlebih dahulu" jawab Daddy dengan nada tenangnya,sambil terus menelisik wajah pria tampan tersebut yang sudah berdiri di samping putri pertamanya itu.
"Baiklah,Dad" ucap Sylvia dengan wajah tidak bersemangatnya,sambil mengikuti arah pandangnya Daddy.
Walaupun ia jadi tidak begitu bersemangat saat mendengar jawaban dari Daddy,tapi ia juga merasa senang.Karena biasanya Daddy akan langsung menjawab tidak kalau Daddy tidak menyukainya,tapi jawaban Daddy tadi terdengar ada 80,90% harapan di nada bicaranya Daddy.Jadi,itu berarti kemungkinan besar cepat lambat pria tampan itu akan segera menjadi kakak iparnya.
Sedangkan Mommy,ia hanya mampu mendengkus kesal saja,saat ia mendengar jawaban yang tidak biasa dari suaminya tadi.Karena jika sudah bertentangan sama pendapat suaminya,sudah di pastikan dirinya tidak akan bisa menang dari putri-putrinya itu.
(Kembali ke atas panggung).
"Owh,jadi ternyata namamu Sebastian Sachdev Rendra?" tanya Jennifer dengan nada pelannya,setelah Pria aneh tersebut sudah berada di sampingnya dan yang baru saja ia ketahui namanya itu.Karena ia juga ingin segera menghilangkan rasa penasarannya tadi.
Sebenarnya dari awal ia bisa saja memerintahkan anak buahnya untuk mencari latar belakang atau nama pria aneh tersebut,tapi ia takut kalau akan ketahuan sama Daddynya,karena semua anak buahnya lebih setia pada Daddynya dari pada dirinya.
Dan ia juga bisa meminta bantuan pada pamannya,tapi kenyataannya pamannya itu sama saja dengan Daddynya kalau sudah menyangkut tentang pria.
"Bukan urusanmu" jawab Sebastian dengan nada pelannya juga dan wajah yang tetap datar,tanpa menatap ke arah Jennifer.
"Dasar pria menyebalkan" umpat Jennifer dengan nada kesalnya,karena selalu itu saja jawabannya Sebastian kalau ia sedang bertanya.
"Kenapa kamu ada di sini?" tanya Sebastian dan mengabaikan umpatan kecilnya Jennifer barusan,sambil menatap penasaran ke arah wajah herannya Jennifer.
'Apa pria aneh ini tidak tahu kalau aku sedang merayakan hari ulang tahunku di sini?' tanya Jennifer pada dirinya sendiri di dalam hatinya,sambil menahan rasa kesalnya.
"Kamu sendiri kenapa bisa ada di sini?" tanya Jennifer balik tanpa menjawab pertanyaannya Sebastian,masih dengan wajah herannya.
"Aku? Tentu saja aku berada di sini" jawab Sebastian dengan nada kesalnya,padahal ia yang bertanya,kenapa sekarang malah ia yang harus menjawab.
"Karena aku adalah Manager di Restoran ini,apa kamu sudah mengerti sekarang?" lanjut Sebastian lagi dengan nada tenangnya kembali,tanpa mengalihkan tatapannya dari wajah herannya Jennifer yang langsung menjadi kesal.
"Oh,jadi kamu adalah seorang Manager di Restoran ini.Tapi kenapa kamu malah tidak tahu apa alasannya aku bisa berada di sini malam ini?" tanya Jennifer dengan wajah yang memberengut kesal,sambil menatap kesal ke arah Sebastian.
"Apa maksudmu?" tanya Sebastian dengan wajah bingungnya.
"Jika kamu ingin tahu maksudku apa,berbalik badanlah sekarang,dan baca baik-baik tulisan yang ada di belakangmu itu..." jawab Jennifer,masih dengan wajah yang memberengut kesal.
Sebastian yang sedang bingungpun segera berbalik badan dengan perlahan-lahan,dan di ikuti oleh Jennifer dengan wajah kesalnya.
Sebastian yang sudah berbalik badan sepenuhnyapun,langsung membaca namanya Jennifer yang terbuat dari rangkaian bunga tersebut dengan wajah tidak percayanya.Bahkan di sana sudah tertulis dengan jelas kalau wanita di sampingnya ini sedang berulang tahun yang ke 21 tahun.
"Apa kamu sudah mengerti sekarang? Apa perlu aku membantumu untuk membacanya? Mana tahu,tiba-tiba saja kamu jadi buta huruf..." tanya Jennifer dengan wajah yang terus memberengut kesal,sambil bersedekap dada.
"Aku merasa tidak percaya,kalau seorang Manager tidak tahu menahu tentang siapa saja nama-nama yang telah memakai jasa Restoran ini.Tapi kali ini,sepertinya aku harus memercayainya,karena buktinya sudah ada di depan mataku saat ini" lanjut Jennifer lagi,dengan nada menyindirinya dan juga wajah kesal yang tidak juga mengurang.
Ia merasa sangat kesal karena Sebastian tidak melihat namanya,padahal rangkaian namanya termasuk dalam ukuran yang besar juga.Bahkan bayangan wajah tampannya Sebastian selalu saja menganggunya belakangan ini.Tapi namanya yang sudah sebesar ini,Sebastian malah tidak melihatnya.
Sebastian yang sudah merasa malu itu,hanya mampu menyembunyikan rasa malunya di wajah datarnya,karena apa yang di katakan oleh Jennifer barusan memang benar.
'Erik,awas kamu.Dan kenapa wanita ini cerewet sekali' batin Sebastian dengan perasaan kesalnya dan wajah datarnya,sambil terus menatap Jennifer yang sedang memberengut kesal sedari tadi.
Ia memang jarang memerhatikan atau mengingat siapa saja nama-nama penyewa Restoran ini,tapi ia selalu memastikan kalau acara-acara yang berada di bawah kendalinya selalu berjalan dengan lancar dan baik.Kecuali kalau ia bertemu dengan penyewa yang kurang beretika,ia tidak akan segan-segan untuk menolak permintaan mereka.
Tapi ia tidak menyangka dan juga merasa tidak percaya kalau malam ini ia akan mendapatkan kejadian yang seperti ini,semuanya gara-gara sahabatnya Erik,ia pasti akan membuat sahabatnya itu tidak akan berani melakukannya lagi lain kali.
"Ehm ehm ehm" dehem MC tersebut karena kesabarannya sudah menipis karena menunggu obrolan pelannya sepasang manusia tersebut yang sudah selama 10 menit itu,begitu juga dengan para tamu dan yang lainnya.
Sebastian dan Jenniferpun segera berbalik badan kembali,saat mereka berdua mendengar deheman seseorang dari belakang mereka.
"Apakah sekarang kamu sudah bisa mulai bernyanyi,Tuan?" tanya MC tersebut dengan wajah yang tersenyum ramah setelah ia melihat kedua manusia tersebut yang sudah menghadap ke arahnya.
Sebastian yang tadi sedang menghela napas lega karena deheman tersebut mampu mengalihkan pembicaraan yang mampu membuat dirinya malu tadi,tapi hanya untuk beberapa detik saja.Karena ia langsung kembali menjadi kesal saat ia mendengar pertanyaannya MC tersebut,karena kembali teringat sama Erik.
"Sudah,tentu saja sudah bisa di mulai" Jennifer segera menjawab pertanyaan dari MC tersebut dengan wajah yang tersenyum senang, sebelum Sebastian sempat menjawab.
Karena terlalu sibuk berdebat sama pria aneh tersebut,ia sampai melupakan para tamu.Walaupun ia agak sedikit merasa bersalah,tapi ia tetap menampilkan wajah tersenyum senangnya.
"Baiklah,kalau begitu aku akan segera menyuruh mereka memulainya sekarang " ucap MC tersebut dengan tersenyum lega tanpa menjauhkan microphonenya,lalu ia segera berjalan pergi ke arah pemain musik sana tanpa menunggu persetujuan dari Sebastian lagi.
Sedangkan Sebastian,ia hanya mampu menahan kesal di dalam hatinya karena ulahnya Erik.Lalu ia menatap heran ke arah wajah tersenyum senangnya Jennifer.
"Kenapa kamu malah terus menatapku?" tanya Jennifer dengan nada bingungnya,saat ia langsung menyadari kalau Sebastian sedang menatapnya.
"Aku hanya heran,kenapa kamu terlihat begitu senang?" tanya Sebastian dengan nada santainya,tanpa mengalihkan tatapannya dari wajahnya Jennifer.
Dan alunan musikpun mulai terdengar saat mereka berdua masih saja sibuk berdebat.
'Yang benar saja...Erik,kamu benar-benar...' batin Sebastian sambil menahan rasa kesalnya,saat ia mendengar judul lagu dari alunan musik tersebut.
Salah satu lagu yang selalu ia nyanyikan,tapi bukan itu yang jadi masalahnya saat ini,karena yang jadi masalahnya adalah arti dari lagu tersebut.Apa lagi,ia harus terjebak dengan menyanyikan lagu tersebut untuk di persembahkan pada Jennifer.
"Tentu saja aku merasa senang karena kamu akan menyanyikan lagu untukku" jawab Jennifer dengan wajah yang tersenyum senangnya yang bercampur sedikit ekspresi malunya.Ia tidak menyangka kalau malam ini pria aneh tersebut akan mempersembahkan lagu untuknya.
"Sepertinya aku harus mengatakannya dengan jujur padamu..." ucap Sebastian dengan nada kesalnya saat ia melihat sekilas senyum malunya Jennifer,ia tidak mau kalau sampai Jennifer akan salah paham pada dirinya nanti.
Sedangkan Jennifer,ia hanya bisa menampilkan wajah bingungnya dan menunggu lanjutan dari Sebastian,sambil mengingat-ngingat apa judul musik yang sedang di putar oleh pemain musik tersebut.
"Dan kamu harus tahu,kalau ini semua bukan kemauanku.Karena ini semua adalah ulahnya sahabatku,dan dia sedang menjebakku saat ini" lanjut Sebastian lagi,sambil mengambil microphone yang sedang di sodorkan oleh MC tersebut.
Lalu ia segera sedikit menunduk ke arah wajahnya Jennifer karena Jennifer yang jarak 20 cm dengan dirinya yang setinggi 185 cm,dan menunjuk ke arah di mana tempat Erik,Elisa dan Elvan berada.
Sedangkan Jennifer yang awalnya merasa kesal dan juga kecewa saat ia mendengar perkataannya Sebastian yang tidak sesuai dengan apa yang ia pikirkan tadi ,langsung merasa semangat dan senang kembali saat ia melihat isyarat semangat dari ke 3 manusia yang barusan di tunjuk oleh Sebastian itu.
Dan ia bisa melihat dari ekspresi tulus dari mereka ber 3 kalau sahabat-sahabatnya Sebastian sangat mendukungnya.
"Tidak masalah" jawab Jennifer dengan nada santainya,sambil memeluk lengannya Sebastian dengan pelan dan mesra saat ia sudah mengingat apa judul lagu tersebut.Bahkan ia sampai lupa kalau ada keluarganya yang sedari tadi terus menatap mereka berdua,terutama sang Daddy.
Sebastian yang lengannya di peluk secara tiba-tibapun langsung menjadi kaget,tapi ia tidak mampu berbuat apa-apa karena di tonton oleh banyak orang.Apa lagi,ia sudah harus mulai bernyanyi saat ini karena alunan musiknya sudah mengharuskan dirinya untuk bernyanyi.
Dan tidak mungkin juga ia berbuat kasar sama Jennifer yang notabene merupakan putri dari orang terkaya no 1 di kota ini,lalu nama baik Restoran ini pasti akan tercemar gara-gara perbuatannya.Iapun hanya mampu bernyanyi sambil terus merutuki ke 3 sahabatnya di dalam hatinya.
Mau tidak mau,iapun harus bernyanyi sambil menahan rasa gugupnya karena tiba-tiba saja detakan jantungnya tidak mau berkerja sama,dan terus berdetak semakin lama semakin kencang karena pelukan tersebut.
__ADS_1
Tanpa Jennifer dan Sebastian sadari kalau ada sepasang manusia yang berada di sudut sana,sedang menatap dengan wajah tidak senang mereka.
'I'm Yours' - Jason Mraz.
Well, you done done me and you bet I felt it
(Kau menggoda aku dan kau bertaruh aku merasakannya)
I tried to be chill but you're so hot that I melted
(Aku berusaha dingin namun kau begitu panas hingga aku meleleh)
I fell right through the cracks, now I'm tryin to get back
(Aku merasa terabaikan, sekarang aku berusaha kembali)
Before the cool done run out I'll be givin it my best test
(Sebelum hal bagus itu terlewati aku kan berusaha sekuat tenaga)
And nothin's gonna stop me but divine intervention
(Dan takkan ada yang bisa menghentikanku selain campur tangan Tuhan)
I reckon it's again my turn to win some or learn some
(Kukira inilah kesempatanku untuk menang atau belajar sesuatu)
But I won't hesitate no more,
(Namun aku takkan ragu lagi)
no more
(Tak lagi)
It cannot wait
(tak bisa menunggu)
I'm yours
(Aku milikmu)
hhmmmm
Well open up your mind and see like me
(Buka pikiranmu dan lihatlah seperti diriku)
Open up your plans and damn you're free
(Bukalah rencanamu dan kau pun bebas)
(Dan lihatlah ke dalam hatimu dan kau kan temukan cinta)
Listen to the music of the moment people dance and sing
(Dengarlah musik saat orang menari dan bernyanyi)
We're just one big family
(Kita seperti satu keluarga besar)
And it's our god-forsaken right to be loved loved loved loved loved
(Dan itu adalah hak kita yang diberikan Tuhan untuk merasa di cintai)
So I won't hesitate no more,no more
It cannot wait,I'm sure
(Jadi aku takkan ragu lagi,tidak lagi
Itu tak bisa menunggu,aku yakin)
There's no need to complicate
Our time is short
(Tidak perlu untuk di perumit
Waktu kita hanya sebentar)
This is our fate,I'm yours
(Ini adalah takdir,aku milikmu)
D-d-do do you,but do you,d-d-do
But do you want to come on
(Tetapi apakah kau akan ikut)
Scooch on over closer dear
And I will nibble your ear
(Ayo mendekatlah padaku sayang
Dan aku akan menggigit telingamu)
A-soo da ba ba ba ba bum
__ADS_1
Whoa,oh oh oh
Whoa,oh oh oh oh whoa whoa whoa
Uh-huh,hmm
I've been spending way too long checking my tongue in the mirror
(Aku telah menghabiskan banyak waktu memeriksa lidahku di cermin)
And bending over backwards just to try to see it clearer
(Dan membungkuk ke belakang hanya untuk mencoba melihatnya lebih jelas)
But my breath fogged up the glass
(Tetapi nafasku membuat kaca itu berkabut)
And so I drew a new face and I laughed
(Dan jadinya aku menggambar wajah baru dan aku tertawa)
I guess what I been saying is there ain't no better reason
(Kukira apa yang kukatakan adalah tak ada alasan yang lebih baik lagi)
To rid yourself of vanity and just go with the seasons
(Untuk membebaskan dirimu dari kesombongan dan menghilang bersama musim)
It's what we aim to do
(Itulah yang harus kita lakukan)
Our name is our virtue
(Nama kita adalah kebajikan kita)
But I won't hesitate no more,no more
(Tapi aku takkan ragu lagi,tidak lagi)
It cannot wait,I'm yours
(Itu tak bisa menunggu,aku milikmu)
Well open up your mind and see like me
(Buka pikiranmu dan lihatlah seperti diriku)
Open up your plans and damn you're free
(Bukalah rencanamu dan kau pun akan bebas)
And look into your heart and you will find that the sky is yours
(Lihatlah ke dalam hatimu dan kau kan temukan bahwa langit adalah milikmu)
So please don't, please don't, please don't,
(Jadi tolonglah jangan, tolonglah jangan, tolonglah jangan)
There's no need to complicate,
(Tak perlu untuk diperumit)
Cause our time is short
(Karena waktu kita hanya sebentar)
This oh, this oh, this is our fate,
(Ini adalah takdir kita)
I'm yours
(Aku milikmu)
Brr da ba mmm da ba bo mmm day
Na ch doo doo ch doo
Doo ch doo doo mmm doo doo
(Hey,hey)
Oh,I'm yours, oh oh, I'm yours
Oh-oh-oh-oh,whoa-oh-oh-oh
(Aku milikmu,aku milikmu)
Baby,do you believe I'm yours?
You best believe,you best believe
I'm yours,hmmm
(Sayang,apakah kau percaya aku milikmu?
Kau harus percaya aku milikmu
………
__ADS_1