Suami Tampanku Yang Sederhana

Suami Tampanku Yang Sederhana
Bab. 46


__ADS_3

Seminggu kemudian...


Didalam sebuah mobil yang sedang melaju sedang,terlihat Jennifer yang sedang duduk sambil terus menampilkan wajah kesalnya sedari masuk kedalam mobil tadi,dan seperti biasanya,dengan Billy yang menjadi pengemudinya.


Sudah seminggu ini ia mencari keberadaannya Sebastian dan memerintahkan semua anak buahnya untuk langsung memeriksa kedalam Perusahaan tersebut satu persatu,dengan dirinya yang menunggu diluar Perusahaan.


Tapi ada beberapa Perusahaan yang ia anggap janggal saja yang akan dirinya masuk kedalam Perusahaan tersebut,sisanya hanya anak buahnya saja yang masuk kedalam untuk memeriksa,dan dirinya akan menunggu diluar Perusahaan seperti biasa yang ia lakukan selama seminggu ini.


Ia juga sudah beberapa kali mencari ke 3 sahabatnya Sebastian,tapi malah kembali membuat dirinya hilang semangat karena hasilnya tetap saja membuatnya kecewa.


Ingin sekali rasanya,ia langsung pergi berkunjung kerumahnya Sebastian saja,tapi ia merasa malu dan juga bingung tentang bagaimana caranya saat ia berhadapan sama kedua orang tuanya Sebastian nanti.Tidak mungkin ia mengatakan kalau dirinya yang sedang mencari atau mengejar Sebastian kan,mau letak dimana wajah tebalnya nanti.


Dan karena isi kepalanya hanya fokus memikirkan keberadaannya Sebastian saja,ia sampai tidak menyadari kalau Billy telah sengaja melewatkan 1 nama Perusahaan atas perintah dari Tuan Mudanya yaitu Perusahaan Sacdev J Group milik Tuan Mudanya sendiri.


Sedangkan Daddy,ia hanya mampu menggeleng-gelengkan kepalanya karena merasa tidak percaya kalau putrinya bisa senekad itu untuk bisa menemui Sebastian.Padahal biasanya para pria yang selalu mengejar putrinya,tapi kali ini,ia bingung ingin berkata apa lagi tentang tingkah aneh putrinya selama seminggu ini.


Sebastian bukan hanya mampu membuat putri mereka hilang nafsu makan,kesulitan tidur,mood yang suka berubah-ubah,bahkan Jennifer tidak bersemangat dalam memegang kendali Perusahaan yang telah jadi kesepakatan antara dirinya sama Jennifer sebelum Jennifer kuliah dulu.


Karena ia meminta Jennifer untuk menjadi presdir di Perusahaan besar yang sudah ia dirikan sedari ia muda dulu,dengan 1 permintaan dari Jennifer yang harus ia kabulkan sebagai pengganti syaratnya tersebut.Tapi permintaan tersebut masih belum Jennifer bicarakan sama dirinya lagi,hingga mampu membuat dirinya menjadi penasaran sama apa permintaannya Jennifer tersebut.


Dan untung saja,ia menyukai Sebastian.Lagi pula,mungkin saja tanpa Sebastian,hidup putrinya pasti akan menjadi kacau dan mungkin saja akan lebih parah dari yang ini.Lihat saja,padahal baru saja seminggu,tapi tingkah putri mereka sudah mulai tidak terkendali.


Berbeda dengan Daddynya yang lebih santai,dan Sylvia yang tidak mau tahu karena ia hanya ingin kalau Sebastian akan segera menjadi kakak iparnya saja.Tapi Mommynya malah selalu menjadi kesal,mengeluh,dan mengomeli Jennifer selama seminggu ini.


(Kembali ke Jennifer.)


"Apa kamu masih belum berhasil menemukannya?" tanya Jennifer dengan nada herannya sambil menelisik wajah tenangnya Billy melalui kaca depannya Billy,ia mulai mencurigai kalau Billy sengaja memperlambatkan hasilnya,atau mungkin saja Billy memiliki maksud yang lainnya.


Karena tidak mungkin Billy masih belum bisa berhasil menemukan pria pujaan hatinya itu,padahal sudah seminggu,dan setahu dirinya Billy selalu bisa diandalkan dan menyelesaikan setiap masalah dengan cepat.


"Maaf Nona Muda,aku dan yang lainnya masih sedang berusaha.Aku mohon,Nona Muda bisa bersabar untuk beberapa hari lagi..." jawab Billy dengan nada seriusnya,dan wajah yang berpura-pura terlihat seperti memang sedang kesulitan karena mencari pria yang diinginkan oleh Nona Mudanya itu.


"Apa kamu tidak sedang bermain rahasia-rahasiaan lagi denganku? Kamu tahu kan,apa akibatnya kalau kamu sedang membohongiku tentang yang satu ini?" tanya Jennifer dengan nada kesalnya,tanpa mengalihkan tatapan curiganya.


"Tentu saja tidak,Nona Muda.Sebenarnya karena Nona Muda tidak memiliki nama Perusahaannya,jadi kami agak sedikit kesulitan untuk mencarinya.Perusahaannya Tuan Sebastian pasti ada di salah satu dari beberapa Perusahaan yang masih belum kami periksa itu,Nona Muda..." jawab Billy dengan akting yang masih sama,padahal hanya Perusahaan Tuan Mudanya saja yang belum ia periksa.Memangnya siapa yang berani memeriksa Perusahaan tersebut tanpa izin dari Tuan Muda mereka,bisa-bisa kepala mereka akan melayang duluan sebelum mereka berhasil masuk kedalam ruang kerja Tuan Muda mereka.


Sedangkan Jennifer,ia terdiam untuk beberapa detik sambil berusaha mengendalikan rasa kesalnya dan terus menelisik wajah seriusnya Billy tapi anehnya ia malah tidak menemukan ekspresi kegugupan disana,bahkan nadanya Billy saat berbicarapun tidak terdengar gugup sama sekali.

__ADS_1


"Baiklah.Jika setelah beberapa Perusahaan itu,kamu tidak juga berhasil menemukannya.Aku pasti akan membuatmu tidak bisa berbicara lagi,karena pada saat itu tiba,lidahmu pasti sudah tidak berada ditempatnya lagi" ucap Jennifer dengan nada kesalnya,ia harus banyak bersabar kalau sedang berhadapan dengan satu-satunya pengawal yang suka menjawabnya ini.


Tapi tetap saja ia masih merasa curiga dan juga bingung,karena sudah hampir semua Perusahaan yang ada dikota tersebut yang sudah diperiksa oleh dirinya berserta anak buahnya,tapi semua hasilnya terus saja kembali membuat dirinya kecewa.


"Baik,Nona Muda.Nona Muda tenang saja,aku pasti akan berhasil menemukan Tuan Sebastian diantara beberapa Perusahaan itu." jawab Billy dengan nada yakinnya,padahal didalam hatinya ia merasa ragu dengan perkataannya barusan,bahkan ia mulai merasa khawatir dengan lidahnya saat ini.


Jenniferpun langsung mendengkus kesal,saat ia mendengar janji palsunya Billy barusan,karena janji tersebut sudah yang ke 6 kalinya Billy melontarkan padanya.


"Sekarang kita ke Mall ******* saja" perintah Jennifer dengan nada tidak bersemangatnya,ia sendiri bingung mau kemana untuk menghibur dirinya yang sudah selama seminggu ini sedang memiliki mood yang buruk.


Dan karena hari ini,hari minggu,jadi ia berniat ingin mengelilingi Mall untuk menghilangkan rasa kesal,sedih dan patah semangatnya tersebut.Padahal ia sudah bersabar selama 1 tahun di Australia sana,tapi sepertinya sekarang ia masih harus bersabar lagi untuk bisa bertemu sama pria yang sedangsl sangat ia rindukan tersebut.


"Baik,Nona Muda" jawab Billy dengan nada pelannya,sambil tersenyum lega didalam hatinya karena Nona Mudanya sudah tidak bertanya lagi.


Ķarena tingkah aneh yang berbeda dari sepasang manusia tersebut,membuat ia terpaksa menganggu banyak Pemilik Perusahaan karena ingin memeriksa keberadaan Tuan Mudanya,atas perintah dari Nona Mudanya ini.


Untung saja Nona Mudanya adalah putrinya Tuan Arka Septian Naava,jadi tidak ada yang akan berani memberinya kesulitan apapun dalam memeriksa semua Perusahaan tersebut.


Setelah 30 menit kemudian...


Jennifer terus saja berjalan kedalam Mall tersebut dengan langkah tidak semangatnya tanpa menunggu Billy lagi,sambil melihat-lihat disekitar dalam Mall tersebut dengan tatapan malasnya.


Tapi baru saja ia mengelilingi isi Mall tersebut selama 20 menit,wajah malasnya Jennifer malah mulai menjadi kaget, kesal dan juga kecewa,saat ia melihat seorang pria yang sedang ia rindu tersebut malah sedang berjalan m*sra bersama seorang wanita muda.


"Apa kedua mataku sedang bermasalah saat ini?" tanya Jennifer pada dirinya sendiri,dengan nada pelannya.Ia segera bersembunyi disalah satu tiang tembok yang ada didalam Mall tersebut dengan tatapan kesal yang terus saja tertuju kearah sepasang manusia tersebut,setelah ia sudah selesai sedikit mengucek kedua matanya barusan.


"Nona Muda,apa yang sedang kamu lakukan disini?" tanya Billy dengan nada yang sedikit tinggi dan wajah bingungnya,saat ia melihat Nona Mudanya yang seperti orang yang sedang bersembunyi dari sesuatu dengan tatapan yang ntah kemana,dan juga ntah bersembunyi dari apa.


Ia baru saja selesai memarkirkan mobil,dan langsung mencari keberadaan Nona Mudanya.Untung saja HP miliknya memiliki aplikasi yang sangat mudah untuk menemukan dimana titik lokasi Nona Mudanya saat ini.


"Arhgg,kamu,dasar...Kenapa kamu malah mengagetkanku..." jawab Jennifer dengan wajah kagetnya yang langsung berubah menjadi kesal,saat ia melihat kalau ternyata Billylah yang telah mengagetkan dirinya.


"Maafkan aku,Nona Muda" Billypun langsung meminta maaf dengan wajah bersalahnya sambil sedikit menunduk kearah Nona Mudanya,saat ia baru menyadari kalau Nona Mudanya memang benar-benar dibuat kaget oleh dirinya barusan.


"Tapi,apa yang Nona Muda lakukan disini? Apa ada orang yang sedang mengejar Nona Muda? Atau menganggu Nona Muda ? " tanya Billy dengan nada pelannya,saat ia melihat Nona Mudanya yang kembali melihat kedepan sana,tanpa berniat ingin menanggapi permintaan maafnya tadi.


"Lihatlah,pria br*ngs*k itu...Ternyata dia sibuk berm*sraan bersama wanita lain,pantasan saja dia berniat ingin menjauh dariku dengan berhenti berkerja di Restoran tersebut.Padahal,aku sudah seperti orang g*l*,mencarinya kesana-kesini.Tapi dirinya malah enak-enakan bersama wanita lain didalam Mall ini" jawab Jennifer dengan ump*tannya,panjang lebar,nada kesalnya dan wajah marah yang berapi-api,tanpa mengalihkan tatapan kesalnya dari sepasang manusia yang ia anggap sebagai sepasang kekasih tersebut.

__ADS_1


Atau lebih tepatnya,dirinya seperti sedang merasakan diselingkuhi saat ini,padahal mereka berdua masih belum menjalin hubungan sama sekali.


"Memangnya siapa yang sudah berani membuat Nona Muda merasa kesal seperti ini? Apa pria itu sudah tidak mau...Ya,Tuhan..." tanya Billy dengan wajah penasarannya dan nada marahnya,sambil mengikuti arah tatapan Nona Mudanya dengan gerakan pelannya.Dan tiba-tiba saja tenggorokannya terasa seperti tercekat saat ia sudah melihat siapa pria br*ngs*k yang sedang dimaksudkan oleh Nona Mudanya itu.


Ternyata pria yang sedang dikatakan br*ngs*k oleh Nona Mudanya adalah Tuan Mudanya yang sedang bersama seorang wanita muda yang sangat ia kenal itu.


Tuan Mudanya sekali-kali memang akan pergi ke Mall bersama wanita tersebut kalau sedang hari weekend,dan ia lupa kalau hari ini adalah hari minggu.Bahkan ia juga lupa untuk melaporkan tentang Nona Mudanya yang akan datang ke Mall ini pada Tuan Mudanya karena ia terlalu sibuk memikirkan banyak hal,termasuk tentang keselamatan lidahnya.


"Tentu saja dia,pria br*ngs*k yang sudah berani membuat bunga-bunga dihatiku bermekaran,dan sekarang dia malah berani kembali membuat bunga-bunga dihatiku menjadi layu dan berantakan begitu saja" jawab Jennifer dengan nada kesal yang semakin kesal sambil menahan amarah yang sudah bersiap-siap akan meledak kapan saja,saat ia melihat wanita tersebut yang terus saja memeluk atau menarik tangannya Sebastian dengan manja sedari tadi.


Tapi ia melupakan 1 hal,sedikitpun Sebastian masih belum membalas cinta tidak langsung darinya pada tahun lalu itu.


"Dasar pria m*r*h*n..." ump*t Jennifer lagi,dengan kedua tangan yang sudah mengepal kuat karena sedang sibuk menahan semua amarahnya yang saat ini sudah menyatu dengan sempurna.


'Ya,Tuhan...Aku harus bagaimana ini?' batin Billy dengan wajah khawatir yang sudah bercampur bingung,sambil menatap secara bergantian kearah Nona Mudanya dan Tuan Mudanya yang masih belum menyadari keberadaan mereka berdua karena sibuk diminta pendapat tentang dress yang ingin dibeli oleh wanita yang sedang bersama Tuan Mudanya tersebut.


Rasanya ia ingin tertawa karena kata-kata kesal dari Nona Mudanya barusan,yang menurutnya sangat lebay itu,tapi sekarang bukan waktunya untuk ia bisa tertawa,karena masih ada hal yang perlu untuk ia khawatirkan sekarang.


'Tuan Muda,kenapa kamu malah datang kesini disaat seperti ini.Lihatlah,aku harus melakukan apa sekarang?' batin Billy lagi dengan ekspresi wajah yang sudah bercampur aduk,ia sudah menjadi serba salah saat ini.


Apa lagi,saat ia bisa merasakan amarah yang sudah berkobar-kobar didalam diri Nona Mudanya saat ini.


Jika ia harus berbicara jujur pada Nona Mudanya,bisa-bisa dirinya pasti akan dikurung dibawah tanah milik Tuannya sana.Dan jika ia berniat untuk memberitahu Tuan Mudanya,bisa-bisa dirinya tetap akan mendapatkan amukan dari Nona Mudanya karena kemungkinan besar akan ketahuan.


Lagi pula,semuanya sudah terlambat karena sudah terlanjur dilihat oleh Nona Mudanya tadi.


"Lihat saja,aku akan memberi pelajaran pada pria br*ngs*k itu..." lanjut Jennifer lagi,dengan tatapan yang bercampur aduk sambil berjalan cepat untuk mendekati Sebastian yang memang hanya berjarak sekitar 10 langkah tidak jauh didekatnya.


Ekspresi kesal,kecewa,sedih dan marah yang sudah bercampur menjadi satu tersebut sudah memenuhi wajah cantiknya Jennifer.


"Nona Muda,jangan pergi kesana" seru Billy dengan cepat,tapi sayangnya,tetap saja terlambat karena Nona Mudanya sudah melangkah cepat kearah Tuan Mudanya dan wanita tersebut yang masih saja sibuk memilih dress-dressnya.


"Nona Muda,kamu hanya akan mempermalukan dirimu saja nanti.Tuan muda,bijaksanalah dalam menghadapi masalah ini.Aku harap,masalah kalian tidak akan berbalik kearah diriku.Ya Tuhan,tolong selamatkan diriku yang malang ini" gumam Billy dengan nada pelannya dan wajah pasrahnya,sambil terus berdoa dan mengikuti langkah Nona Mudanya yang sudah berjalan masuk kedalam toko butik tersebut dengan cepat.


Keduanya memang selalu saja membuat dirinya berada disituasi yang sulit,tapi yang kali ini,lebih sulit dari yang sebelum-sebelumnya.


"Ehm ehm ehm,apa kalian berdua sudah selesai bersenang-senangnya?" tanya Jennifer dengan berusaha untuk bersikap tenang sambil bersedekap dada,setelah ia sudah berada dibelakangnya Sebastian dan juga wanita tersebut.

__ADS_1


__ADS_2