Suami Tampanku Yang Sederhana

Suami Tampanku Yang Sederhana
Bab. 42


__ADS_3

"Apa kamu mengenal pria itu?" tanya Jennifer dengan wajah penasarannya,sambil memerhatikan mobil Rolls-Royce Cullinan Klassen tadi yang sedang melewati mobilnya begitu saja,bahkan jendela mobil mereka juga sudah kembali mulai menutup rapat.


"Maafkan aku,Nona Muda.Tapi aku benar-benar tidak mengenalnya,aku bahkan belum sempat melihat wajahnya,Nona Muda" jawab Billy dengan asal dan wajah serius yang dibuat-buat.


"Lalu,buat apa kamu minta maaf?" tanya Jennifer dengan nada kesalnya,saat ia mendengar jawaban menyebalkan dari Billy barusan,karena terdengar kalau kesalahan tersebut seperti ada pada dirinya saja.


Untung saja,Billy adalah salah satu pengawal terbaik milik pamannya.Jika tidak,mungkin ia akan segera memecatnya,karena hanya Billy saja satu-satunya pengawal dari semua pengawal yang paling berani menjawab sesuka hati padanya.


"Baik,Nona Muda" jawab Billy yang sudah bingung mau menjawab apa lagi.


"Baik apanya,aku bahkan belum memerintahmu untuk melakukan apapun" ucap Jennifer dengan nada yang semakin kesal saja,saat ia mulai menyadari kalau Billy pasti sudah mengetahui sesuatu tapi tidak mau memberitahunya.


Lalu iapun kembali memerhatikan 2 mobil yang sudah menjadi abu dan punggung mobilnya pria yang telah mampu membuat dirinya menjadi penasaran itu secara bergantian,dengan wajah pasrahnya.


Dirinya memang cerdas dan bisa sedikit bela diri dan juga menembak.Tapi kalau sesuatu tersebut memang sengaja disembunyikan oleh pihak pamannya ataupun Daddynya,sudah dipastikan kalau ia akan membuang-buang waktunya saja nanti.


"Kenapa kamu malah diam saja? Apakah mulutmu sudah tidak mampu terbuka tutup lagi?" tanya Jennifer dengan nada kesal dan wajah yang sudah memberengut kesal,sambil berusaha menetralkan rasa kesalnya yang akan semakin menjadi-jadi saja,kalau ia biarkan.


Billy yang mendengar perkataan kesal dan melihat wajah kesal Nona Mudanya itupun hanya mampu menghela napas pelan dan juga menahan senyum,karena selalu seperti ini kalau apa yang ingin Nona Mudanya ketahui tidak bisa didapatkan.


"Apa kamu menginginkan mobil BMW X5 VR6 ? Aku bisa langsung memberikannya padamu sekarang juga... " tanya Jennifer dengan nada seriusnya,sambil menatap punggung kepalanya Billy yang masih saja tetap pada tempatnya.


"Terima kasih Nona Muda,tapi aku masih sanggup membeli sendiri dnegan uang pribadiku" jawab Billy dengan wajah yang terus saja menahan senyum,saat ia mendengar sogokan dari Nona Mudanya yang ntah sudah keberapa kalinya,sedari ia mulai mendampingi Nona Mudanya ini,kecuali saat ia sedang memiliki perkerjaan yang lainnya lagi.


"Ya sudahlah,kalau begitu aku mau tidur saja.Jangan mengangguku dan jangan sampai lupa untuk membangunkanku,kalau sudah sampai nanti" pesan Jennifer yang akhirnya menyerah juga,setelah sogokannya barusan tidak berhasil,sambil menyandarkan tubuh malasnya kebelakang.


Padahal harga Mobil yang ia sebutkan tadi,harganya tidak main-main,karena mobil tersebut berharga sekitar 1,5 Miliar saat ini.Jenniferpun hanya mampu menghela napas beratnya,ia juga segera memejamkan kedua matanya dan tidur,untuk menghilangkan rasa lelahnya karena perjalanan dipesawat tadi dan sekalian rasa kesalnya.


"Baik,Nona Muda" jawab Billy yang terus tersenyum didalam hatinya sedari tadi,walaupun Nona Mudanya ini kadang-kadang suka bertingkah lucu dan agak menyebalkan.Hingga mampu selalu membuat dirinya menjadi serba salah,diam salah dan bicara juga salah.


Tapi ia sudah menganggap Jennifer seperti adik perempuan kandungnya sendiri karena umurnya yang sudah 30 tahun dan lebih tua dari Jennifer,dan ia juga sangat mengagumi sikap Jennifer yang murah hati dan juga tidak sombong,terbukti dari Jennifer yang sangat suka berderma dan lebih sering menaiki pesawat umum dari pada milik pribadi keluarganya,kecuali jika Jennifer sedang mengalami hal mendesak,seperti hari ulang tahunnya pada 1 tahun yang lalu.


1 jam kemudian...


Perjalanan yang butuh waktu selama 1 jam dan hanya disertai suara deru mobil dan suara angin saja itupun akhirnya sampai juga di Mansionnya Tuan Arka Septian Naava...


"Nona Muda..." panggil Billy dengan nada pelannya,setelah ia sudah keluar dari dalam mobil,dan ia juga segera membuka pintu mobil,tempat dimana Nona Mudanya yang masih sedang bersandar dan terlelap.


"Hm,hoamm..." jawab jennifer dengan cepat dan nada pelannya sambil menguap dan sedikit mengucek kedua matanya akibat panggilan pelannya Billy barusan,karena dirinya yang memang mudah terbangun.

__ADS_1


"Nona Muda,kita sudah sampai" jawab Billy dengan nada santainya,sambil menatap heran kearah Nona Mudanya yang seperti wanita yang sedang kurang tidur saja.


"Baiklah,aku akan melanjutkan tidurku didalam kamar tidurku saja nanti" ucap Jennifer dengan nada santainya,sambil keluar dari dalam mobilnya dengan gerakan pelan.


"Jangan terus menatapku seperti itu,belakangan ini aku selalu tidur larut malam,makanya aku jadi mudah ngantuk" lanjut Jennifer dengan nada kesalnya,saat ia melihat ekspresi heran diwajahnya Billy yang bertambah semakin bertambah.


"Baik,Nona Muda" jawab Billy dengan cepat dan nada pelannya,sambil sedikit menundukkan kepalanya dengan cepat.


'Ternyata Nona Muda juga sama seperti Tuan Muda yang selalu tidak bisa tidur dimalam hari.Mereka berdua sama-sama mengalami setiap malam hari yang sulit,memang takdir yang aneh' batin Billy dengan wajah yang sedang menahan perasaan bahagianya untuk takdirnya Tuan muda dan Nona Mudanya.


"Sepertinya,aku harus memasukkanmu kedalam les kursus untuk meningkatkan cara bicaramu supaya kamu tidak akan terus saja,mengatakan hal yang sama padaku setiap hari" ucap Jennifer dengan nada kesal candanya yang sudah bercampur rasa kesalnya karena ia memang merasa sudah bosan dengan perkataan "Baik,Nona Muda" tersebut,sambil langsung berjalan masuk kedalam Mansion tanpa menunggu jawaban dari Billy lagi.


Sedangkan Billy,ia hanya tersenyum kecil saja,sambil mengikuti langkah Nona Mudanya,dan sudah terlihat kedua orang tua Nona mudanya yang sudah menyambut kepulangan Nona Mudanya dengan wajah yang tersenyum lebar,dipintu utama sana.


"Mom..." panggil Jennifer dengan wajah yang tersenyum senangnya,sambil memeluk Mommynya yang langsung membalas pelukan tersebut dengan cepat dan tersenyum lega dan juga senang,begitu juga dengan Daddy,saat mereka melihat kalau tidak terjadi apa-apa sama putri mereka,tentang kejadian yang telah dilaporkan oleh anak buahnya tadi.


"Sayang mama,akhirnya kamu sampai juga.Syukurlah,kamu tidak kenapa-kenapa.Cup cup cup..." jawab Mommynya Jennifer dengan nada senangnya,sambil mengecup wajah cantik putrinya berkali-kali.Tadinya ia ingin pergi menjemput putrinya tapi Jennifer malah melarangnya,jadi mau tidak mau,iapun menunggu putrinya di Mansion saja.


Jennifer hanya terus tersenyum saja saat ia mendapatkan beberapa kecupan dari Mommynya barusan dan ia juga sangat mengerti sama perasaan khawatir Mommynya barusan,lalu tatapannya pun beralih kearah Daddynya yang sedang merentangkan kedua tangan untuknya.


"Dad..." panggil Jennifer sambil beralih memeluk Daddynya yang juga langsung memeluknya dengan penuh perasaan sayang,sama seperti Mommynya tadi.


"Nyaman Dad,semuanya berjalan sangat baik" jawab Jennifer dengan jujur,karena menurutnya setiap perjalanannya memang selalu menyenangkan,walaupun ia tahu kalau Daddynya tidak begitu menyukai kalau dirinya menaiki pesawat umum tersebut.


"Baguslah,kalau kamu memang benar-benar nyaman" ucap Daddy dengan menghela napas leganya yang ntah sudah keberapa kalinya,sambil menelisik disekitarnya dan berakhir diwajah tenangnya Billy yang sedang berada sekitar beberapa langkah dibelakangnya Jennifer.


Dibenaknya saat ini,hanya terus memikirkan tentang kejadian yang dilaporkan oleh anak buahnya tadi.Ia tidak bisa membayangkan bagaimana dengan keselamatan putrinya ini kalau saja Sebastian tidak bergerak cepat.Walaupun ia tidak pernah meragukan kemampuannya Billy dan putrinya,tapi hal-hal tidak terduga bisa saja terjadi bukan...


"Kamu memang selalu saja begitu,padahal didalam sana sangat pengap dan juga sangat berisik.Dan kejadian yang tadi itu juga karena kamu yang tidak mau didampingin dengan banyak pengawal..." ngeluh Mommy dengan nada kesal dan wajah malasnya sambil bersedekap dada,karena ia sudah malas mau menasihati putri pertamanya itu untuk menaiki pesawat pribadi dan membawa banyak pengawal,tapi selalu saja diabaikan.


"Mom,jangan berlebihan seperti itu.Bukankah tidak terjadi apa-apa sama aku,Mom " pinta Jennifer dengan wajah malasnya,sambil menatap malas kearah Mommynya yang sedang menampilkan wajah kesalnya.


Mommy hanya mampu mencoba untuk menetralkan rasa kesalnya saja,karena saat ia berniat ingin bicara lagi,tapi suaminya sudah mendahuluinya.


"Dimana pria itu?" tanya Daddy sama Billy,dengan nada tegasnya saat ia tidak melihat siapapun yang mengikuti putrinya selain Billy,karena yang ia tahu dari adiknya tadi,kalau pria yang bernama Sebastian itu yang akan mengawali Jennifer hari ini.


"I itu...Maaf Tuan Besar...Tadi Tuan Muda sedang ada urusan,jadi aku yang akan menggantikannya untuk beberapa hari kedepan" jawab Billy yang keceplosan karena merasa gugup dan juga mendadak bingung,saat ia melihat tatapan tajam Tuan besarnya tersebut.


"Tuan Muda? Siapa pria yang kamu sebut dengan Tuan Muda itu?" tanya Mommy dan Jennifer secara bersamaan setelah mereka berdua sudah selesai bertatapan mata dengan ekspresi penasaran mereka.

__ADS_1


"Maksudku,pria yang sedang diperintahkan oleh Tuan Hadden untuk Nona Muda tadi,Nona Muda" jawab Billy dengan nada bingungnya,karena ia sudah bingung mau menjawab apa akibat keceplosannya tadi.


"Tapi kenapa kamu harus memanggilnya dengan sebutan Tuan Muda?" tanya Jennifer dengan wajah penasarannya.


"I itu,itu karena Tuan Hadden telah mengangkatnya sebagai anak angkatnya Tuan Hadden,Nona Muda" jawab Billy dengan nada lambatnya,sambil terus merutuki dirinya sendiri karena dirinya yang semakin menjawab malah semakin melantur.


"What? Anak angkat? " tanya Jennifer dengan wajah tidak percayanya,sejak kapan pamannya suka mengangkat anak angkat.Sedangkan Mommy,ia hanya sibuk mencerna dengan wajah penasaran dan bingungnya sama seperti Jennifer.


"Ya sudah,itu nanti saja.Ayo kita semua masuk kedalam.Kamu pasti sudah lapar kan....Biarkan Billy beristirahat terlebih dahulu..." ucap Daddy yang ingin membantu Billy karena ia sudah mengerti dengan kesulitan yang sedang dialami oleh Billy saat ini,sambil berjalan pelan dan merangkul istri dan putrinya disamping kiri dan kanannya dengan lembut.


"Baiklah,Dad...Tapi Billy,kamu jangan kemana-mana,karena jam 3 sore nanti kamu harus mengantarku kesuatu tempat..." perintah Jennifer dengan nada seriusnya dan wajah pasrahnya karena rasa penasarannya masih belum hilang,sambil mengikuti langkah pelan Daddynya dan menoleh sebentar kearah Billy yang sedang berada dibelakangnya.


Walaupun ia masih merasa tidak percaya dan juga penasaran,tapi sepertinya itu urusan pamannya,tapi ia tidak bisa terlalu maksa diri untuk ikut campur dalam hal tersebut.


"Baik,Nona Muda" jawab Billy dengan cepat,sambil menunduk hormat,dan juga menghela napas lega sambil kembali berjalan kearah mobil tadi.


"Memangnya, kamu mau kemana jam 3 sore nanti?" tanya Mommy dengan wajah penasarannya,tentang Tuan Muda tadipun ia sudah langsung melupakannya karena ia merasa kalau hal tersebut bukan urusannya.


"Seperti biasanya Mom,aku hanya ingin mengelilingi kota ini saja" jawab Jennifer dengan nada santainya sambil terus berjalan pelan,padahal didalam kepalanya sedang memikirkan seorang pria yang sudah sangat ia rindukan selama 1 tahun ini.


Sedangkan Daddy yang sudah tahu apa isi dalam kepala putrinya itu,hanya terus menahan senyum saja dibalik wajah tenangnya itu.


Ia semakin yakin dengan menjadikan Sebastian sebagai menantunya dimasa depan nanti,terbukti dengan hasil yang memuaskan dari kejadian yang dialami oleh putrinya tadi.Memang benar kata adiknya hari itu,kalau dirinya pasti akan menyesal kalau sempat menolak Sebastian.


"Owh,tapi nanti kamu harus bersama Billy.Mommy tadi mendengar,kalau Billy sangat hebat karena dijalan tadi telah berhasil meyelamatkanmu dari serangan musuh" ucap Mommy dengan wajah seriusnya,saat ia mengingat kembali apa yang diceritakan oleh suaminya tadi.


"Baik Mom.Billy memang sangat hebat,jadi Mommy tenang saja dan tidak perlu khawatir lagi ya...Aku juga pasti akan terus berhati-hati..." jawab Jennifer dengan wajah yang menahan senyum sambil melirik sekilas kearah Daddynya,karena ia sudah bisa menebak kalau Daddynya yang maha tahu itu pasti tidak menceritakan semuanya pada Mommynya.


"Iya,iya,Momny tidak akan merasa khawatir lagi,tapi kamu harus keluar bersama Billy.Sekarang ayo kita makan siang,tadi Mommy sudah memasak banyak makanan kesukaan kamu..." ucap Mommy dengan nada semangatnya dan perasaan khawatir yang sudah mulai berkurang,karena sekarang memang sudah waktunya makan siang.


"Oke Mom,perutku menjadi semakin lapar saja.Apa lagi,saat aku menc**m bau wangi masakannya Mommy yang semerbak ini" ucap Jennifer dengan nada semangatnya juga dan ekspresi lapar diwajahnya karena Mommynya memang sangat pandai memasak,hingga mampu membuat bau harum dari masakan tersebut langsung terc**m sampai keruang tengah,dan bahkan kadang sampai kepintu utama.


Dan tentang seorang pria yang sedang ada didalam kepalanya tadipun harus ia tepikan terlebih dahulu,karena ia harus mengisi perut laparnya dan juga beristirahat sebentar.


Sedangkan untuk adiknya Sylvia,mungkin sedang sekolah,dan masih belum pulang.


Diluar Mansion...


"Dring dring dring..." terdengar suara nada pesan diHP miliknya Billy yang sudah duduk santai didalam mobil milik Tuan Besarnya tadi.

__ADS_1


__ADS_2