Suami Tampanku Yang Sederhana

Suami Tampanku Yang Sederhana
Bab. 19


__ADS_3

"Prok prok prok prok prok"


Setelah Sebastian sudah selesai menyanyi,kembali terdengar tepukan meriah dari para tamu dan yang lainnya.


Padahal wajahnya Sebastian hanya terus datar saja sepanjang dirinya bernyanyi,berbeda dengan Jennifer yang terus tersenyum senang,dan sekali-kali Sebastian melirik sekilas ke arah wajah tersenyum senangnya Jennifer.


Tapi mereka semua benar-benar merasa kagum pada sepasang manusia tersebut karena suara mereka berdua yang memang sama-sama terdengar sangat merdu.Tapi ada sedikit rasa patah hati pada puluhan pria dan juga wanita yang ada di sana,karena sepertinya pujaan hati mereka sudah ada pendampingnya.


Sebastian yang merasa sudah tidak ada keperluan lagi di atas panggung,iapun berniat ingin pergi dari sana untuk mengejar ke 3 sahabatnya yang sudah mulai berlari ntah kemana,ia juga ingin sekalian melepaskan diri dari Jennifer dan menetralkan detakan jantungnya yang masih belum normal karena Jennifer tidak juga melepaskan lengannya.


Tapi baru saja ia mau mengangkat sebelah kakinya,suara dan tangannya Jennifer sudah lebih dulu menahan langkahnya.


"Eits,tunggu dulu.Kamu harus bertanggung jawab dengan apa yang telah kamu lakukan tadi.Apakah kamu ingin meninggalkanku begitu saja,dan mempermalukan harga diriku?" tanya Jennifer dengan nada kesalnya,sambil memeluk lengannya Sebastian lebih erat lagi.


Untung saja ia cepat tersadar dari terlenanya karena suara merdunya Sebastian tadi.Jika tidak,mungkin saja ia akan di tinggal begitu saja.Ia tidak mau merasa malu karena di tinggal sendirian di atas panggung,walaupun ia tahu kalau Sebastian sedang di jebak oleh sahabatnya sendiri.


Karena terlalu sibuk memikirkan dirinya yang akan merasa malu nanti,ia sampai tidak menyadari kalau saat ini kedua gunung kembarnya yang empuk itu sedang menyatu dengan lengannya Sebastian tanpa celah sedikitpun,dan juga sedikit menyembul akibat pelukan eratnya itu.


Sedangkan Sebastian,ia yang ingin menjawabpun segera menatap ke depan kembali saat ia tidak sengaja melihat permandangan indah tersebut.


Akhirnya iapun hanya mampu terdiam dan terus berusaha menetralkan detakan jantungnya yang sudah berdetak semakin tidak menentu,sambil mencari keberadaan ke 3 sahabatnya yang ntah sudah menghilang kemana.


"Ayo" ajak Jennifer dengan wajah kesalnya yang sudah mengurang,sambil menarik lengannya Sebastian dengan pelan.


Sedangkan Sebastian,ia hanya mampu mengikuti langkahnya Jennifer dalam diam sambil menahan segala rasa kesalnya dan detakan jantungnya yang tidak normal itu.


"Nona,Tuan,tunggu dulu.Masih ada 1 pertanyaan yang terus menganjal di hati kami semua..." ucap MC tersebut dengan cepat,sambil menghadang Sebastian dan Jennifer dengan microphone yang terus berada di dekat bibirnya.


Hingga mampu membuat langkah sepasang manusia tersebut langsung terhenti dan merasa kaget dengan hadangan tiba-tiba dan suara tingginya MC tersebut.


"Tuan,apakah kamu tidak bisa,kalau tidak membuat orang kaget?" tanya Jennifer dengan nada kesalnya,tanpa melepaskan lengannya Sebastian.Karena lagi-lagi MC tersebut kembali membuat dirinya merasa kaget,hingga mampu membuat rasa kesalnya kembali full lagi.


"Maaf,maaf,Nona..." jawab MC tersebut dengan wajah bersalahnya,sambil sedikit menundukkan kepalanya ke arah Jennifer.


Sedangkan Sebastian,ia hanya bisa menahan senyum di balik wajah datarnya saat ia melihat MC tersebut juga terkena imbas dari rasa kesalnya Jennifer.


"Ya sudah.Kalau begitu,apa yang ingin kamu tanyakan?" tanya Jennifer dengan nada pelannya,sambil berusaha menormalkan rasa kesalnya.


"Nona,apa lagu yang Nona persembahkan tadi,untuk Tuan ini?" tanya MC tersebut dengan nada hati-hati ,takut-takut kalau ia akan kembali membuat Nona Jennifer merasa kesal.


Ia sudah sangat penasaran dari tadi,begitu juga dengan para tamu yang sedang sangat antusias ingin mendengar jawaban dari Nona Muda tersebut.


"What?Apa maksudmu?" sebelum Jennifer sempat menjawab,Sebastian sudah terlebih dahulu bertanya dengan wajah kaget yang bercampur bingung,sambil menatap ke arah MC dan jennifer secara bergantian.

__ADS_1


"Iya,maksudku,tadi Nona Jennifer mengatakan kalau.........." MC tersebutpun langsung menceritakan apa saja yang di katakan oleh Jennifer mulai dari saat Jennifer berada di atas panggung tadi.


'Apa? Membuatnya kesal dan membuatnya kesulitan tidur.Yang benar saja wanita ini,kami saja hanya bertemu beberapa kali saja.Tapi tunggu dulu,apa benar kalau seseorang itu adalah aku' batin Sebastian dengan wajah tidak percayanya,sambil terus menatap ke arah wajahnya Jennifer yang sedang menunduk malu di lengannya.


"Iya.Seseorang yang aku katakan tadi adalah pria ini" Jawab Jennifer dengan tiba-tiba dan cepat,sambil menegakkan kepalanya dan berusaha menampilkan wajah santainya.


Ternyata Jennifer masih saja melupakan keberadaan Daddynya yang sedang duduk di kejauhan sana,mungkin karena terlalu senang dapat berdekatan dengan Sebastian hingga mampu membuat dirinya melupakan semuanya.


Mc tersebutpun langsung tersenyum senang, karena ia ikut senang untuk Sebastian dan menurutnya sepasang manusia yang ada di hadapannya ini terlihat sangat serasi.


Berbeda dengan Sebastian yang semakin merasa tidak percaya dan juga kesal,saat ia mendengar jawabannya Jennifer barusan.Tapi tanpa sadar ia juga tersenyum di dalam hatinya,saat ia mengingat kembali suara merdunya Jennifer dan makna lagu yang di nyanyikan oleh Jennifer tadi.


"Tuan,apa kami sudah boleh pergi sekarang?" tanya Jennifer dengan nada kesalnya,sambil tersenyum paksa ke arah MC tersebut.Ia merasa kesal sama MC tersebut karena telah membuatnya merasa malu,tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa karena mereka sedang berada di keramaian saat ini.Dan ia ingin segera turun dari atas panggung ini,supaya dirinya tidak menjadi semakin malu.


"Tentu saja boleh, Nona.Silakan Nona..." jawab MC tersebut dengan wajah yang tersenyum ramah,sambil menyingkir dari hadapannya Sebastian dan Jennifer.


Jennifer yang sudah merasa kesal dan sedang menahan malu itupun langsung berjalan melewati MC tersebut,sambil menarik lengannya Sebastian dengan pelan.


 "Bro,semangat..." ucap MC tersebut dengan nada pelan sambil memberi isyarat semangat pada Sebastian,saat Sebastian berjalan melewatinya.


Sedangkan Sebastian,ia hanya mampu mendengkus kesal saja saat ia mendengar ucapan pelan dari MC tersebut.Padahal ia sendiri juga tidak mengerti dan bingung dengan apa yang sedang terjadi padanya saat ini.Kenapa ia dan Jennifer harus terlihat seperti sepasang kekasih,padahal kenyataannya mereka bukan sepasang kekasih.


"Apa kamu sedang menganggap aku sebagai nyamuk atau yang lainnya,sampai aku bisa terus membuatmu kesal dan membuatmu kesulitan tidur?" tanya Sebastian dengan nada kesalnya setelah mereka berdua berada di bawah panggung,sambil terus melangkah pelan mengikuti langkah kecilnya Jennifer.


Bahkan ia tidak menyadari kalau saat ini ia sedang membawa Sebastian ke arah meja keluarganya.


"Menyebalkan" ucap Sebastian dengan nada kesalnya,sambil melirik sekilas wajah malunya Jennifer.


"Tapi yang aku lihat,kamu yang suka mengangguku dan membuat aku kesal" lanjut Sebastian lagi,dengan nada yang sudah santai kembali.


'Dasar pria menyebalkan...Jika saja kamu bukan pria pilihan hatiku,aku pasti akan menyuruh Daddy memukul atau membunuhmu saat ini juga' batin Jennifer dengan wajah malu yang sudah bercampur kesal.


Ia baru mengetahui sisi lainya pria aneh yang bernama Sebastian ini.Ia mengira kalau tadi Sebastian akan langsung mengerti tapi ternyata tidak sesuai dengan apa yang ia pikirkan.Dan satu lagi,Sebastian yang saat ini ternyata lebih cerewet dari pada yang sebelum-sebelumnya.


"Hanya saja,kamu tidak sampai membuat aku kesulitan tidur" lanjut Sebastian lagi,sambil menatap ke arah wajah Jennifer yang sedang memberengut kesal.


Tapi memang benar apa yang di katakan oleh Sebastian,karena setelah beberapa minggu berlalu,rasa sakit di hatinya karena patah hati sudah mulai sembuh,hanya saja masih belum sembuh sepenuhnya.Tapi sudah mampu membuat tidurnya agak nyenyak.


'Ternyata pria aneh ini belum cukup pengalaman tentang cinta,dan akhirnya selama hidupku sampai di usia yang ke 21 tahunku ini,malam ini untuk pertama kalinya perasaan cintaku bertepuk sebelah tangan.Kenapa aku begitu bodoh,bisa jatuh cinta pada pria yang menyebalkan ini' batin Jennifer dengan panjang lebar,ia hanya mampu diam saja karena tidak tahu harus mengatakan apa lagi untuk menghilangkan rasa malunya.


Padahal ia baru saja menyadari perasaannya terhadap Sebastian saat tadi Sebastian sedikit menunduk dan mendekat ke wajahnya,dan saat itu juga ia merasakan detakan jantungnya yang tidak seperti biasanya.


Ia sangat tahu kalau itu artinya apa,karena ia memang selalu belajar memahami tentang jatuh cinta yang sesungguhnya,untuk mengetahui apakah ia jatuh cinta pada setiap pria yang sedang mencoba untuk mendekatinya selama ini.

__ADS_1


Dan saat ini Sebastianlah pria yang mampu membuat detakan jantungnya berdetak lebih kencang dari biasanya.Tapi sekarang,sepertinya ia harus banyak bersabar karena benih cinta di hatinya yang baru saja tumbuh itu,harus menerima kenyataan kalau cintanya sedang bertepuk sebelah tangan saat ini.


"Apa kamu tidak bisa sedikit menjauh dari lenganku?" tanya Sebastian dengan nada tegasnya,sambil mengalihkan tatapannya ke depan dengan gerakan cepat karena ia kembali tidak sengaja melihat dua gunung kembar empuk tersebut yang masih saja menyembul.


"Memangnya,apa masalahnya? Jangan katakan,kalau kamu tidak pernah seperti ini sama wanita lain?" tanya Jennifer balik tanpa memperdulikan permintaannya Sebastian barusan.Karena ia ingin sekalian mengetahui lebih banyak tentang Sebastian.Lagi pula,di Australia sana,gandengan lengan seperti ini sudah biasa ia lihat,hanya saja baru ini kali pertamanya ia mempraktekkannya.


'Pernah,tapi detakan jantungku tidak sampai berdetak sekencang ini' Sebastian hanya bisa menjawabnya di dalam hatinya saja saat ia mengingat kembali pada Siska,karena tidak mungkin juga ia menjawab jujur pada wanita yang baru saja ia kenal.Itupun Siska pernah memeluk lengannya hanya beberapa kali saja,dan cukup dengan 5 jarinya untuk menghitung hal tersebut.


"Kamu diam,berarti kamu sudah pernah seperti ini sama wanita lain.Kalau begitu,kenapa kamu harus mempermasalahkannya saat ini?" tanya Jennifer lagi,dengan nada kecewanya karena ia berpikir kalau Sebastian sok suci dan ia kira hanya dirinya saja wanita satu-satunya yang pernah sedekat ini sama Sebastian.


'Wanita ini,cerewetnya sudah kambuh lagi' batin Sebastian dengan menahan rasa kesalnya,karena Jennifer bukan menuruti kata-katanya tapi malah banyak bertanya.


"Aku jadi penasaran,siapa saja wanita yang pernah dekat dengan mu? Atau apakah kamu sudah memiliki kekasih?" tanya Jennifer lagi,dengan wajah penasarannya,ia sengaja memancing Sebastian supaya Sebastian mau bercerita sedikit padanya.


"Apa kamu memang selalu suka mengurusi hidup orang lain?" tanya Sebastian dengan nada kesalnya,sambil menelisik satu persatu dari semua para tamu,mana tahu saja ke 3 sahabatnya itu sedang berada di antara mereka semua.


"Tidak.Karena hanya kamu,pria pertama yang ingin aku urus" jawab Jennifer dengan nada sungguh-sungguhnya,sambil menatap wajah kesalnya Sebastian.


Sebastian yang tadi sedang sibuk mencari keberadaan ke 3 sahabatnya itupun langsung menghentikan langkahnya dan menatap bingung ke arah Jennifer,karena ia bingung sama jawabannya Jennifer yang seperti tidak nyambung itu.


"Mak maksudku,baru ini kali pertamanya aku banyak bertanya pada orang lain selain kepada keluargaku sendiri,.Dan kamu adalah orang dan juga pria pertama yang telah aku tanya banyak" lanjut Jennifer lagi,dengan nada gugupnya karena ia baru sadar kalau tadi ia telah keceplosan mengatakan isi hatinya,saat ia melihat Sebastian yang terus menatap bingung ke arah dirinya.


Sedangkan Sebastian,ia langsung menampilkan wajah tidak percayanya untuk beberapa detik,sambil terus menatap wajah cantiknya Jennifer.Ia tidak percaya kalau wanita secantik Jennifer tidak ada satupun pria yang mendekatinya,dan tidak mungkin Jennifer tidak pernah berbicara banyak sama pria manapun.


"Bisakah kamu sedikit menjauh? Dan pakaian atasmu itu terlalu....." ucap Sebastian dengan menjedanya di akhir kalimatnya,sambil berjalan pelan kembali dan diikuti oleh Jennifer.Ia lebih memilih untuk tidak bertanya saja,dari pada ia harus terus berdebat sama Jennifer.


"Maksudmu apa?" tanya Jennifer dengan nada bingungnya,sambil terus menatap wajah tampannya Sebastian dari samping.


"Kamu pikir saja sendiri" jawab Sebastian dengan nada kesalnya sambil terus menelisik sekitar mereka berdua berada,bahkan masih saja banyak orang yang sedang menatap mereka berdua dengan berbagai ekspresi.


Sedangkan Jennifer,iapun segera melihat ke arah pakaiannya sendiri.Dan......


"Ya Tuhan,apa yang sudah aku lakukan?" gumam Jennifer dengan nada pelannya dan wajah malunya sambil memperbaiki pakaian atasnya dan sedikit menjauhkan 2 gunung kembar empuknya dari lengannya Sebastian,tapi Sebastian masih bisa mendengar gumamannya Jennifer dengan jelas.


Sebastian yang memang mendengarnya,iapun segera menghentikan langkahnya kembali.Lalu ia melepaskan tangannya Jennifer dengan pelan dari lengannya dan melepaskan Jas kerjanya.


"Pakai ini...Lain kali tidak perlu memakai yang terlalu terbuka lagi.Jika tidak,kamu akan membuat banyak pria hidung belang mendekat padamu" ucap Sebastian dengan nada seriusnya dan wajah santainya,sambil menutup dadanya Jennifer yang terlihat seksi itu dengan Jas kerjanya.


Jennifer yang mendapat perlakuan manis dari Sebastian itupun langsung tersenyum senang yang bercampur malu.


"Jangan menganggapnya berlebihan,aku hanya refleks saja dan tidak suka melihat wanita yang berpakaian terlalu terbuka" lanjut Sebastian lagi,untuk memperingati Jennifer saat ia melihat wajah tersenyum senangnya Jennifer.


Wajah tersenyum senangnya Jenniferpun langsung menghilang begitu saja dan berubah menjadi kesal,saat ia mendengar peringatan dari Sebastian barusan.

__ADS_1


__ADS_2