
Bahkan ia melakukan hal yang tidak pernah ia lakukan ataupun tidak terduga seperti ini.Pikirkan saja,padahal malam ini dirinya yang sedang ulang tahun tapi dirinya pula yang mempersembahkan sebuah lagu untuk seorang pria.Untung saja,tadi Daddynya tidak mempermasalahkannya.
"Ehm ehm ehm...Baiklah,semoga kalian semua akan menyukainya" lanjut Jennifer lagi,dengan berdehem dan nada lembutnya,sambil menetralkan rasa gugupnya dan memberi isyarat pada pemain musik tersebut agar segera memulai musiknya.
Baru saja ia memulai bernyanyi,Jennifer langsung tersenyum senang dan bercampur sedikit gugup saat ia melihat pria aneh tersebut sedang menolehkan kepalanya ke arahnya dengan perlahan-lahan.
'Love Me Like You Do' - Ellie Goulding
You're the light, you're the night
Kaulah cahaya, kaulah malam gulita
You're the color of my blood
Kaulah warna darahku
You're the cure, you're the pain,
Kaulah obat, kaulah rasa sakit
You're the only thing I wanna touch
Kaulah satu-satunya hal yang ingin kusentuh
Never knew that it could mean so much
Tak pernah kutahu ini bisa begitu berarti
So much
Teramat sangat
You're the fear, I don't care
Kaulah rasa takut, aku tak peduli
'Cause I've never been so high
Karena aku tak pernah begitu senang
Follow me through the dark
Ikuti aku di dalam gelap
Let me take you pass outside the lights
Biar aku membawamu keluar dari cahaya
Even see the world you brought to life
Bahkan melihat dunia yang kau hidupkan
To life
Hidupkan
So love me like you do
Maka cintailah aku seakan kau benar-benar mencintaiku
Lo-lo-love me like you do
Cin-cin-cintai aku seakan kau benar-benar mencintaiku
Love me like you do
Cintai aku seakan kau benar-benar mencintaiku
Lo-lo-love me like you do
Cin-cin-cintai aku seakan kau benar-benar mencintaiku
Touch me like you do
Sentuhlah aku seakan kau benar-benar menyentuhku
To-to-touch me like you do
Sen-sen-sentuhlah aku seakan kau benar-benar menyentuhku
What are you waiting for?
Apa yang kau tunggu?
__ADS_1
Fading in, fading out
Muncul, menghilang
On the edge of paradise
Di tepi surga
Every inch of your skin
Setiap inci kulitmu
Is a holy grail I've got to find
Adalah cawan suci yang harus kutemukan
Only you can set my heart on fire
Hanya dirimu yang bisa menggelorakan hatiku
On fire
Menggelorakan
Yeah, I let you set the pace
Yeah, kubiarkan kau mengatur langkah
'Cause I'm not thinking straight
Karena pikiranku sedang tak jernih
My head's spinning around
Kepalaku berputar-putar
I can't see clear no more
Aku tak bisa lagi melihat dengan jelas
What are you waiting for?
Apa yang kau tunggu?
Kan kubiarkan kau mengatur langkah
'Cause I'm not thinking straight
Karena pikiranku sedang tak jernih
My head's spinning around
Kepalaku berputar-putar
I can't see clear no more
Aku tak bisa lagi melihat dengan jelas
What are you waiting for?
Apa yang kau tunggu?
"Prok prok prok prok prok"
Langsung terdengar tepukan meriah dari para tamu karena mereka semua mendengar suara merdunya Nona Muda tersebut,setelah Jennifer sudah menyelesaikan lagunya.Terlihat ekspresi kagum di wajah mereka semua,karena suara Jennifer yang memang terdengar sangat merdu.
'Apa yang sedang di lakukan oleh wanita menyebalkan itu di sini?' batin Sebastian dengan rasa penasaran di balik wajah datarnya,sambil terus menatap ke arah wanita tersebut yang mengucapkan terima kasih dan sedikit menundukkan kepalanya ke arah para tamu.
Ia yang tadi sedang sibuk merenung nasib cintanya,lamunannya itupun langsung sirna begitu saja saat ia mendengar suara merdu tersebut.Dan ternyata suara merdu tersebut adalah miliknya wanita yang selalu membuatnya kesal ketika bertemu itu.
Bahkan suara merdu dan arti lagu tersebut hampir saja akan membuat dirinya terlena karena tadi ia terlalu menghayatinya,tapi saat ia melihat tatapannya wanita tersebut yang terus menatap ke arahnya,iapun segera mengontrol dirinya agar tidak sampai terlena.
"Nona,tunggu dulu" ucap MC tersebut sambil menghadang langkahnya Jennifer dengan cepat, saat ia melihat Jennifer yang sedang ingin berjalan turun dari atas panggung tersebut.
"Apa ada yang lainnya lagi?" tanya Jennifer dengan nada tegasnya,sambil menetralkan rasa kagetnya karena di hadang secara tiba-tiba dan menatap penasaran ke arah MC tersebut.
"Tidak ada,Nona.Maaf karena telah membuat Nona kaget" jawab MC tersebut dengan wajah bersalahnya,karena tadi ia sibuk mendengarkan suara merdunya Nona Jennifer sampai terlena,hingga mampu membuat ia hampir saja lupa dengan pesannya Asisten Manager dari Restoran tersebut.
"Bisakah Nona jangan turun dulu.Karena masih ada seorang pria yang ingin mempersembahkan sebuah lagu untuk Nona...Jadi kami harap,Nona masih mau menunggu sebentar lagi di atas sini" lanjut MC tersebut lagi,dengan wajah khawatirnya karena ia takut kalau Nona Jennifer akan menolak tawarannya barusan.
'Seorang pria' batin Jennifer dengan wajah bingungnya sambil menatap sebentar ke arah pria aneh tersebut,karena setahu dirinya jarang ada pria yang berani mempersembahkan sebuah lagu atau apapun padanya karena takut di bunuh oleh Daddynya.
"Baiklah" jawab Jennifer akhirnya dengan wajah penasarannya, setelah ia berpikir untuk beberapa detik,sambil berjalan kembali ke depan panggung.
__ADS_1
Lagi pula ia juga tidak mau mempermalukan MC tersebut,karena MC tersebut berbicara memakai microphone hingga membuat semua orang mendengarnya dengan jelas,termasuk pria aneh tersebut.
Sedangkan MC tersebut,ia langsung tersenyum lega saat ia mendengar jawabannya Nona Jennifer tadi.
"Para hadirin semuanya,sekali lagi kami minta maaf kalau kami telah menganggu waktu kalian semua lagi.Karena saat ini akan ada seorang pria yang akan mempersembahkan sebuah lagu untuk Nona Jennifer Amora Naava" ucap MC tersebut dengan nada candanya dan semangatnya karena ia,Erik dan juga yang lainnya sudah sangat akrab,dan ia sangat tahu kalau Sebastian memang memiliki salah satu bakat tersembunyi yaitu menyanyi.
"Tapi kalian tenang saja,yang kali ini juga tidak akan mengecewakan kalian semua.Itu janjiku pada kalian semua" lanjut MC tersebut lagi,masih dengan nada candanya yang bercampur serius dan juga tersenyum senang,lalu semua para tamu yang mendengarnyapun langsung tersenyum dan ada juga yang tertawa kecil.
"Dan ini dia...Ayo kita sambut,Sebastian Sachdev Rendra,silakan naik ke atas panggung..." lanjut MC tersebut lagi,ia segera mempersilakan Sebastian untuk naik ke atas panggung.
Sebastian yang dari tadi masih sedang sibuk menatap penasaran ke arah Jenniferpun,langsung menampilkan wajah kagetnya saat ia mendengar MC tersebut memanggil namanya.
Sedangkan Jennifer dan para tamu,termasuk Mommy dan adiknya Jennifer langsung sibuk mencari pria yang di panggil oleh MC tersebut karena sudah beberapa menit berlalu tapi masih belum ada satupun pria yang berjalan ke atas panggung.
Kecuali Daddy yang memang sudah memperhatikan Sebastian,sedari ia menemukan keberadaannya tadi.
"Apa-apaan ini?" gumam Sebastian dengan nada pelannya,masih tetap dengan wajah kagetnya dan posisi duduknya,sambil menoleh ke sampingnya untuk mencari para sahabatnya.
"Di mana mereka?" lanjut Sebastian lagi,dengan wajah bingungnya karena ternyata di sampingnya sudah tidak ada siapa-siapa lagi selain hanya dirinya saja,dan hanya ada beberapa peminum di seberang meja sana dengan seorang karyawan yang sedang melayani mereka.
Iapun langsung bisa menebak dan menatap tajam ke arah 3 sahabatnya yang sudah ia temui keberadaannya mereka ber 3.
Terlihat Erik,Elisa dan juga Elvan sedang berdiri di sudut sana,di antara para tamu,dengan posisi Erik yang sedang berdiri di antara Elisa dan Elvan.
Elisa dan Elvanpun langsung bersembunyi di belakangnya Erik dengan wajah khawatir mereka saat mereka melihat tatapan tajam dari Sebastian untuk mereka ber 3,lalu mereka berdua segera mengeluarkan sedikit kepala mereka ke samping wajah kiri kanannya Erik dan menunjuk Erik dengan menggunakan jari telunjuk mereka secara serentak.
Sedangkan Erik,ia hanya mampu tersenyum cenges-ngesan sambil menggaruk-garukkan tengkuknya yang tidak gatal.
Sebastian yang rasa kesalnya sudah berada di tingkat tinggi itupun langsung mengeluarkan HPnya dan segera menekan no kontaknya Erik dengan gerakan cepat.
"Hal hallo" jawab Erik dengan nada gugupnya dan wajah khawatirnya karena tiba-tiba saja ia menjadi bingung,saat ia melihat tatapan tajamnya Sebastian yang masih belum juga mengurang sedikitpun.
"Apa kamu sudah bosan hidup?" tanya Sebastian dengan nada kesalnya,tanpa mengalihkan tatapan tajamnya dari Erik.
"Bro,jangan marah-marah dulu.Aku hanya ingin menolongmu saja,mana tahu setelah ini kamu akan bisa hidup dengan bahagia" jawab Erik dengan nada pelannya,sambil terus tersenyum cenges-ngesan.Karena ia sudah bingung mau bicara apa,tapi kata-katanya barusan jujur dari dalam hatinya.
"Hentikan kata-kata konyolmu itu.Sekarang aku tidak mau tahu,kamu harus cepat selesaikan yang sedang terjadi saat ini tanpa harus aku yang naik ke atas sana"
"Tut tut tut..."
Baru saja Sebastian menyelesaikan kalimatnya,panggilan mereka sudah terputus karena di matikan oleh Erik secara sepihak.
"****" umpat Sebastian dengan nada pelannya,sambil menatap HPnya yang sudah di matikan oleh Erik secara sepihak.
Kemudian ia segera menelepon Erik kembali,sambil menatap Erik yang sudah berpindah tempat ke belekangnya Elisa dan Elvan.
Sedangkan Elisa dan Elvan,mereka berdua hanya mampu tersenyum cenges-ngesan saja saat mereka melihat tatapan tajamnya Sebastian yang kembali terarah pada mereka.
"****...Apa dia benar-benar sudah bosan hidup?" lagi-lagi Sebastian hanya mampu kembali mengumpat,saat telepon yang ke 3 kalinya tidak juga di angkat oleh Erik.
Hingga...
"Sebastian Sachdev Rendra,silakan naik ke atas panggung" panggil MC tersebut lagi,untuk ke 3 kalinya dengan wajah bingungnya karena dari tadi Sebastian tidak juga naik ke atas panggung.
"Awas kamu,aku akan membunuhmu setelah acara ini selesai" gumam Sebastian dengan nada pelannya sambil menghela napas dengan berat dan menyimpan HPnya kembali.
Lalu mau tidak mau iapun terpaksa berdiri dari duduknya dan berjalan dengan langkah tegasnya ke arah panggung,sambil menahan rasa gugupnya karena biasanya ia hanya menyanyi bersama keluarganya atau rekan-rekan kerjanya saja di waktu santai,tapi ia belum pernah menyanyi di atas panggung,apa lagi harus di tonton oleh banyak orang seperti ini.
Jennifer yang masih sibuk mencari sosok pria yang bernama Sebastian itupun langsung menampilkan wajah tidak percayanya yang bercampur kaget,saat ia melihat pria aneh tersebut sedang berjalan ke arahnya.
'Apakah pria aneh itu yang bernama Sebastian Sachdev Naava?' batin Jennifer dengan wajah penasarannya setelah ekspresi tidak percaya dan kagetnya tadi sudah berangsur-angsur menghilang,sambil terus menatap wajah tegasnya pria aneh tersebut.
(Di meja keluarganya Naava).
Daddy yang baru saja ingin berdiri dari duduknya untuk menghadang pria yang sedang berjalan ke arah panggung tersebut,karena ia memang tidak suka kalau ada pria yang mencoba untuk mendekati putrinya.
Tapi ia terpaksa mengurungkan niatnya itu,karena ada suara nada pesan yang masuk di HPnya.Iapun segera mengeluarkan HPnya dan membuka pesan tersebut dengan gerakan kesal.
"Anak muda itu pria yang baik,aku sudah memeriksanya,dan aku yakin kalau anak muda itu sangat cocok dengan Jennifer.Jangan terburu-buru,kamu akan menyesal kalau tidak mau mendengarkan aku" isi pesan tersebut yang tertera nama inisial H di nama kontak pengirimnya.
'Dia selalu saja ikut campur kalau menyangkut urusan putri-putri kami' batin Daddy dengan wajah kesalnya,lalu ia kembali menyimpan HPnya dengan gerakan pelan.
"Sayang,lihatlah pria itu..." panggil Mommy dengan nada kesalnya,karena ia paling tidak suka kalau ada sembarangan pria yang akan mendekati putrinya.Tapi ia juga tidak bisa terlalu banyak bicara,karena suaminya pasti akan memberinya hukuman.Apa lagi,tadi suaminya sudah memberi peringatan padanya.
Dan ia tidak mau kalau sampai uang bonus perbulannya di hilangkan oleh suaminya,hanya gara-gara ia suka mempermasalahkan pria tersebut.Tidak,itu tidak boleh terjadi.
"Kita lihat saja bagaimana kelanjutannya,nanti akan kita bicarakan di rumah saja" jawab Daddy dengan nada santainya,sambil terus menatap ke arah panggung.
Mommy yang mendengar jawaban dari suaminyapun hanya mampu menatap pasrah ke arah panggung.
"Kakak,ternyata pria pilihanmu seperti pangeran yang datang dari istana kerajaan.Ah tampannya calon kakak iparku..." ucap Sylvia dengan nada senangnya dan wajah yang tersenyum kagum,sambil menopang dagunya dan menatap wajah tampan pria yang baru pertama kalinya ia lihat itu.
"Auchk,Mom..." terdengar suara pekikan sakit yang tertahan dari mulutnya sylvia,saat ia merasakan ngilu di keningnya karena tiba-tiba saja di sentil oleh Mommy.
__ADS_1
"Jangan lebay dan sembarangan bicara.Dan kamu harus tahu satu hal,walaupun benar,Mommy tidak akan setuju.Bahkan kita belum tahu apa perkerjaan pria itu..." ucap Mommy dengan nada kesalnya,sambil meminum jus miliknya dengan wajah yang memberengut kesal.