Suami Tampanku Yang Sederhana

Suami Tampanku Yang Sederhana
Bab. 33


__ADS_3

"Tidak,hubungan kami baik-baik saja.Hanya saja,dengan statusku sebagai mafia ini,tidak baik untuk Jennifer" jawab Pak tua dengan wajah seriusnya,sambil menyimpan HPnya kedalam saku kembali,lalu ia segera menatap kearah Jennifer yang sudah masuk kedalam,setelah memberinya beberapa lambaian saja karena tidak mau sampai para musuh kakaknya tahu kalau mereka memiliki hubungan.


Sedangkan Sebastian,ia hanya diam saja dan bersabar untuk menunggu lanjutan dari Pak tua lagi,sambil mengikuti arah pandangnya Pak tua tersebut.


"Jennifer dan adiknya sudah selalu dalam bahaya sedari kecil,karena mereka berdua selalu menjadi incaran dari musuh-musuh kakakku.Kalau aku mendekatinya,keponakanku pasti akan lebih dalam bahaya lagi.Karena musuh-musuh milikku dan kakakku pasti akan bergabung untuk melawan kami" lanjut Pak tua lagi.


"Maksudnya paman,Daddynya Jennifer?" tanya Sebastian sambil terus menatap punggung langsingnya Jennifer yang sudah menghilang dibalik kerumunan disana.Ia hanya ingin memastikan saja,kakak yang dimaksudkan,Daddy atau Mommynya Jennifer.


"Iya.Coba kamu lihat sana,disana dan disana..." jawab Pak tua tersebut,sambil menunjuk kearah tempat keberadaan beberapa pria yang berpakaian rapi, yang sedang berdiri mencurigakan dibeberapa tempat.


"Siapa mereka?" tanya Sebastian,setelah ia berhasil melihat keberadaan orang-orang yang dimaksudkan oleh Pak tua barusan.


"Mereka adalah musuh-musuhnya kakakku.Bisa kamu bayangkan,bagaimana kalau mereka semua bergabung?" tanya Pak tua tersebut,sambil menatap santai kearah wajah tenangnya Sebastian.


"Mungkin apa yang kamu lakukan saat ini,memang sudah benar" jawab Sebastian setelah ia berpikir untuk beberapa detik saat ia mengingat Pak tua yang hanya sibuk balas membalas chat tadi,sambil duduk dengan santai kembali dan menatap kedepan.


'Ternyata rumit juga ya,hidup sebagai seorang mafia' lanjut Sebastian lagi,didalam hatinya.


Sedangkan Asistennya Pak tua tersebut,ia langsung melajukan mobil dengan kecepatan sedang,saat ia melihat isyarat tangan dari Tuannya.


"Tapi itu semua tidak akan mampu menghentikan mereka untuk tidak mengejar keponakanku.Apa lagi,dengan posisi Daddynya Jennifer yang memang selalu didamba-dambakan oleh orang-orang,dan terlebih lagi dengan statusku yang sebagai seorang mafia.Pasti cepat atau lambat,Jennifer dan yang lainnya akan mendapatkan masalah dan juga akan berada dalam bahaya" lanjut Sebastian lagi,dengan wajah seriusnya.


Ntah kenapa,didalam lubuk hatinya yang paling dalam,ia jadi mengkhawatirkan keselamatannya Jennifer.Apa lagi,saat ia memikirkan apa yang baru saja ia lihat tadi.Bukan hanya beberapa,tapi kalau mau dihitung seluruhnya,yang tadi itu sudah terhitung belasan.Belum lagi,ditambah dengan musuh-musuhnya Pak tua ini.


"Maka dari itu,aku membutuhkan seseorang yang bisa kami andalkan untuk menjaga Jennifer dan adiknya" ucap Pak tua dengan wajah seriusnya juga,ia sudah memikirkan hal ini sedari sebulan yang lalu,dan pilihannya tetap saja jatuh pada Sebastian.


Walaupun Sebastian tidak begitu ahli dalam bela diri,tapi sikap baik, tegas,dan beraninya Sebastian mampu membuat dirinya yakin akan keputusannya ini.


'Apa paman ini sudah pikun atau bagaimana...Kalau memang begitu,buat apa dengan membawaku kesini,bukannya membawa seseorang yang dia maksudkan barusan' batin Sebastian dengan wajah herannya,sambil menyandarkan kepalanya kebelakang dan mengabaikan perkataannya Pak tua tersebut,karena merasa tidak ada kaitannya sama dirinya sama sekali.


"Dan seseorang itu adalah kamu,nak" lanjut Pak tua lagi,saat ia melihat Sebastian yang hanya diam saja.


"Apa kamu sedang ber...Apa kamu serius? Bukan,maksudku,apa yang sedang kamu katakan barusan,paman?" tanya Sebastian dengan wajah kagetnya,bahkan kepalanya yang baru saja bersandar tadi langsung terangkat kembali karena perkataannya Pak tua barusan yang mampu membuat dirinya menjadi semakin bingung.


"Maksudku,kamulah seseorang yang aku maksudkan tadi,pria yang ingin aku andalkan dan aku harapkan untuk menjaga Jennifer dan adiknya" jawab Pak tua tersebut,sambil menatap perubahan ekspresi diwajahnya Sebastian yang terus berubah.


Sedangkan Sebastian,ia mencoba mencerna jawabannya Pak tua dengan ekspresi bingungnya sambil berpikir keras,lalu berubah menjadi tersenyum lucu,dan terakhir tersenyum tidak percaya.


"Apa paman...Bukan,ternyata kalian berdua benar-benar memang sama-sama sedang bermasalah" ucap Sebastian setelah ia berpikir untuk beberapa menit,sambil menatap tidak percaya kearah Pak tua tersebut yang memang sedari tadi terus menatapnya.


"Kalian? " tanya Pak tua tersebut dengan kening yang mengernyit heran,saat ia mendengar kata kalian dari mulutnya Sebastian barusan.

__ADS_1


"Iya kalian,kamu dan keponakanmu itu sama-sama menyebalkan" jawab Sebastian dengan nada kesalnya,ia sudah tidak peduli,mau ia terdengar kurang ajar atau tidak,dan Pak tua tersebut akan marah atau tidak.


Semalam keponakannya yang menganggunya,sekarang malah Pak tua tersebut yang sudah mulai berbicara aneh padanya.


"Apa ini yang menjadi alasan utamanya paman membawaku kebandara tadi?" tanya Sebastian,sambil menatap kesal kearah Pak tua tersebut.


"Apakah kamu berniat ingin membayar aku untuk melindungi keponakanmu itu?" tanya Sebastian lagi.


"Kalau memang benar begitu...Sebaiknya batalkan saja niat baikmu itu,karena aku tidak akan mampu melindunginya" lanjut Sebastian lagi.


'Bisa diandalkan? Yang benar saja...Untuk melindungi diriku sendiri saja,mungkin saja aku tidak akan sanggup.Apakah Pak tua ini sedang membuat sebuah lelucon untukku?' lanjut Sebastian lagi,didalam hatinya,saat ia mengingat apa yang dikatakan oleh Pak tua tadi.


"Apa kamu sudah selesai bicara?" tanya Pak tua tersebut,masih dengan nada santainya.


"Sudah" jawab Sebastian dengan nada kesalnya,sambil menyandarkan kepalanya kebelakang dengan kasar karena rasa kesalnya,lalu ia langsung memejamkan kedua matanya untuk menenangkan rasa kesal dan rasa tidak percayanya.


"Tenang saja...Tentang ilmu bela dirimu,mulai sekarang aku akan mengajarimu sampai Jennifer pulang nanti" ucap Pak tua tersebut dengan nada seriusnya,sambil menatap kedepan jalan.


"Dan aku akan mengatakan yang sejujurnya padamu,kalau masih ada kakak sepupu dari Mommynya Jennifer yang selalu tergila-gila sama hartanya kakakku.Dan aku hanya khawatir kalau mereka akan nekad menganggu,atau mungkin saja mereka akan membunuh Jennifer,jika mereka memiliki kesempatan" lanjut Pak tua tersebut.


"Jadi,aku memintamu untuk berlatih bersama aku selama 1 tahun kedepan.Aku percaya,kalau setelah 1 tahun nanti,kamu akan mampu melindungi keponakanku" lanjut Pak tua tersebut lagi.


Pak tua langsung menghela napas pelan,saat ia melihat Sebastian yang seperti tidak mau menerima tawarannya tadi,terlihat dengan kedua matanya Sebastian yang masih tetap terpejam rapat.


Dan ancaman tersebutpun mampu membuat Sebastian langsung membuka kedua matanya dan bersuara kembali.


"Apa sekarang kamu sedang mengancamku,paman?" tanya Sebastian sambil menatap kesal kearah Pak tua.


"Iya,kalau kamu menganggapnya begitu" jawab Pak tua tersebut dengan nada santainya.


"Cih,sangat menyebalkan.Tapi maaf, aku tetap tidak mau.Dan aku tidak takut sama ancamanmu itu.Lagi pula,kenapa harus aku? Diluar sana,masih banyak pria yang......" ucapan kesalnya Sebastian langsung terhenti karena disela oleh Pak tua tersebut.


"Karena aku hanya mempercayaimu saja" sela Pak tua dengan cepat,sambil menatap serius kearah Sebastian yang hanya mampu menampilkan wajah heran, bingung dan juga merasa tidak percaya.


"Paman,kita baru saling mengenal selama beberapa minggu saja,itupun hanya 2 kali bertemu saja.Apa paman sudah berpikir ulang 2 kali,tentang apa yang telah paman katakan barusan?" tanya Sebastian balik,sambil menatap kearah Pak tua tersebut dengan perasaan yang sedikit kacau.


"Sudah.Dan bukan hanya karena aku mempercayaimu saja,tapi yang paling utamanya,karena keponakanku Jennifer mencintaimu..." lanjut Pak tua lagi,ia sengaja mengatakan hal itu karena ingin melihat reaksinya Sebastian.


Sebastian yang sudah bingung harus bicara apa,apa lagi saat ia mendengar jawabannya Pak tua barusan.Iapun terus menatap kesal kearah Pak tua untuk beberapa detik,lalu ia kembali menyandarkan kepalanya kebelakang tanpa menjawab apapun.


Malam semalam ia mencoba untuk cuek saja sama tatapan cintanya Jennifer padanya,sekarang ia malah harus diancam dan dipaksa oleh Pak tua.

__ADS_1


Dan satu lagi yang mampu membuat dirinya harus mencerna dengan sangat baik,yaitu perkataannya Pak tua tersebut yang mengatakan kalau jennifer mencintainya.


"Aku tidak berbohong tentang Jennifer yang mencintaimu.Kamu akan menyesal kalau kamu melepaskannya nanti" lanjut Pak tua lagi,sambil menatap kesal kearah Sebastian yang tidak juga menjawab.


"Bagaimana?" Tanya Pak tua tersebut dengan tidak sabaran,saat ia melihat Sebastian yang terus tetap setia dengan diamnya saja.


"Bagaimana apanya?" tanya Sebastian dengan nada malasnya,ia merasa tawaran Pak tua tersebut sangat tidak masuk akal dikepalanya.


"Apakah kamu ingin,kalau aku benar-benar akan membakar Restoran itu?" tanya Pak tua dengan nada kesalnya,saat pertanyaannya malah dijawab dengan pertanyaan balik oleh Sebastian.


"Paman,apa kamu perlu memaksa aku sampai seperti itu?" tanya Sebastian balik dengan wajah herannya,karena ia melihat kalau Pak tua tersebut sangat begitu memaksanya.Padahal anak buahnya sudah begitu banyak,bahkan dirinya saja mungkin tidak bisa menandingi mereka.


"Jadi,apa maumu? Katakan saja..." tanya Pak tua tersebut yang sudah tidak mau berbelit-belit lagi.


'Hanya pria ini satu-satunya yang berhasil meluluhkan hatinya Tuan dan membuat Tuan tidak berkutik,selain Nona Jennifer dan Nona Sylvia,pria ini benar-benar hebat.Padahal pria ini belum pernah berbuat apa-apa yang bisa menguntungkan.Ya,aku lupa,kalau pria ini pernah menyelamatkan nyawa Tuan hari itu' batin Asisten tersebut dengan wajah tidak percayanya,padahal biasanya,Tuannya itu tidak akan menerima penolakan dalam bentuk apapun,segala cara pasti akan ia lakukan.


Tapi sama Sebastian,Tuannya malah harus memujuk dan tidak mampu menggunakan cara keras apapun.Dan ia sangat tahu kalau Tuannya tidak serius tentang bakar Restoran tadi.


"Walaupun paman akan membunuhku sekalipun...Jawabanku tetap tidak" jawab Sebastian dengan nada malasnya,sambil menyangga kepalanya kejendela mobil tersebut dengan tangannya,dan sebelah tangannya lagi sibuk memijit pangkal hidungnya karena ia mulai merasa pusing dengan pemaksaan yang dilakukan oleh Pak tua tersebut.


"Jika kamu mau belajar bela diri dan melindungi keponakanku...Aku akan memberimu kekuasaan yang tinggi untukmu,kalau perlu aku akan memberikan semua kekayaanku padamu.Bagaimana?" tanya Pak tua lagi,dengan wajah seriusnya,ia sudah habis akal untuk membujuk Sebastian.


Padahal tadi malam ia berpikir kalau Sebastian,pria yang mudah ditawar-tawarin atau mudah dibujuk,tapi nyatanya ia harus membujuk sampai seperti ini.


"Kenapa kamu terus bertanya sedari tadi,padahal kamu sudah tahu apa jawabanku.Dan mau paman memberikan seluruh dunia padaku pun, jawabanku tetap tidak.Apa kamu perlu pergi kerumah sakit,untuk memeriksa isi kepalamu,paman? Mungkin saja,ada sesuatu didalam kepalanya paman..." jawab sebastian dengan wajah malasnya yang sudah bercampur rasa kesal.


Kenapa Pak tua tersebut tidak mengerti juga dengan jawabannya yang sudah berulang-ulang itu,Ia jadi berpikir kalau sikap menyebalkannya Jennifer karena menurun dari Pak tua tersebut.


'Anak muda ini,memang benar-benar.Padahal aku sudah memohon sampai seperti ini.Memalukan... batin Pak tua tersebut,dengan wajah kesalnya setelah ia sudah menghela napas berat,ternyata membujuk Sebastian lebih sulit dari pada melakukan kegiatan sehari-harinya sendiri.


Padahal ia sudah menawarkan untuk belajar bela diri,dan yang ia tahu kalau hal itu adalah salah satu kegiatan yang sangat diminati oleh Sebastian.


Dan yang sedang ia pikirkan saat ini,ia harus berhasil mengajar bela diri pada Sebastian,supaya saat Jennifer pulang nanti,Sebastian sudah siap untuk melindungi Jennifer dari berbagai bahaya.


Yang hanya ia inginkan,hanya Sebastian seorang.Karena ia bisa melihat,kalau Sebastian sudah memiliki semua sikap moral, hanya saja Sebastian tidak memiliki kekayaan.Dan hal itu,sama sekali tidak masalah baginya.


Mereka berdua sama-sama terdiam untuk beberapa menit dengan pikiran mereka masing-masing,hingga mobil tersebut sampai di Restoran tempatnya Sebastian berkerja.


"Aku akan memberi pinjaman modal padamu untuk mendirikan sebuah Perusahaan yang besar,dan aku akan mengajarkan bela diri padamu selama setahun ini.Lalu setelah setahunnya,kamu sendiri yang akan memutuskannya,mau menerima tawaranku tadi atau tidak.Itu terserah padamu,aku tidak akan memaksamu lagi" ucap Pak tua lagi,dengan wajah seriusnya saat mobilnya sudah sampai didepan Restoran tersebut,iapun segera mencoba cara terakhirnya.


Lagi pula,ia sangat yakin kalau pesonanya Jennifer sudah berhasil memikat pria muda yang baru saja ia ketahui sangat keras kepala ini.Dan ia akan menyerahkan semuanya pada takdir,dan ia juga selalu berdoa dan berharap yang terbaik untuk keponakan cantiknya itu.

__ADS_1


Ia berbicara sambil menelisik wajah tenangnya Sebastian yang sedang bercampur sedikit kesal itu,ntah apa yang sedang dipikirkan oleh Sebastian,ia juga tidak tahu.


"Kamu pasti akan benar-benar menyesal kalau masih saja terus menolak tawaran dari ku..." lanjut Pak tua lagi,dengan nada yang sudah menjadi semakin kesal,saat ia melihat Sebastian yang hanya diam saja,malah berniat ingin membuka pintu mobilnya.


__ADS_2