
"Dan sebenarnya kamu ingin membawa aku kemana?" tanya Sebastian dengan wajah penasarannya,sambil terus menatap wajah cantiknya Jennifer yang hanya berjarak 10 cm itu karena tubuh mereka yang hampir tidak berjarak.
Ia juga bingung pada dirinya sendiri,kenapa pula ia mau mengikuti kemana saja Jennifer membawanya.Padahal ia hanya tidak mau membuat Jennifer menjadi malu saat berada di atas panggung tadi saja.
"Ya Tuhan" ucap Jennifer dengan wajah kesalnya yang langsung berubah menjadi khawatir,sambil mencari keberadaan keluarganya.
"Dad,Mom" panggil Jennifer dengan wajah kagetnya,saat ia melihat Daddy dan Mommynya yang sedang berdiri di hadapannya dan juga Sebastian.
'Dad,Mom' batin Sebastian dengan wajah bingungnya,sambil mengikuti kemana arah pandangannya Jennifer.
"Dad,Mom" panggil Jennifer lagi,dengan wajah khawatirnya,sambil sedikit menjauhkan tubuhnya dari Sebastian dan menatap ke arah Daddy dan Mommynya yang terus menatap mereka berdua dengan ekspresi yang berbeda.
"Ternyata kamu masih mengenal kami...Mommy sangka,kamu sudah menganggap dunia ini hanya milik kalian berdua saja dan melupakan kami" jawab Mommy dengan nada kesalnya dan juga menyindir,sambil terus bersedekap dada sedari tadi.
Jennifer yang sudah merasa khawatir kalau dirinya akan kena ceramah ataupun kena marah sama Daddy dan Mommynya itupun,hanya mampu menundukkan sedikit kepalanya sambil menggaruk-garukkan tengkuk lehernya yang tidak gatal itu.
Lebih tepatnya ia khawatir bukan karena takut tapi lebih kepada karena malas berdebat dan mendengar ceramah dari kedua orang tuanya itu.
Sedangkan Sebastian yang tadi langsung menjadi bingung karena melihat perubahan sikapnya Jennifer itupun,hanya mampu berdiam diri dan mendengarkan saja dengan wajah bingungnya yang sudah mulai mengurang sambil menatap wajah khawatirnya Jennifer yang sedang sedikit menunduk,saat ia sudah tahu ternyata kedua orang tua yang ada di hadapan mereka adalah kedua orang tuanya Jennifer.
"Dan apa kamu sadar dengan apa yang sedang kamu lakukan tadi?" tanya Mommy dengan nada kesalnya,saat ia mengingat kembali saat sedari awal putrinya bernyanyi bersama pria yang tidak ia kenal ini.Bahkan mereka berdua berjalan dengan bergandengan tangan seperti hanya mereka berdua saja yang berada di Restoran tersebut.
"Kamu ini benar-benar..." lanjut Mommy lagi,dengan nada kesalnya saat ia melihat anggukan pelan kepalanya Jennifer yang menandakan kalau putrinya itu memang melakukannya dalan keadaan sadar.
Ia tidak habis pikir dengan jalan pikiran putrinya itu,padahal baru saja pulang dari Australia tapi sudah berani mempersembahkan lagu untuk seorang pria dan juga mengandeng pria tersebut dengan mesra.
"Siapa namamu?" tanya Mommy akhirnya setelah diam selama sekitar hampir 1 menit,sambil menatap penasaran ke arah pria yang tidak ia kenal itu.
Rasanya ia ingin sekali mengomeli putrinya itu lebih panjang lebar lagi,tapi saat mengingat tempat mereka berada saat ini,iapun harus berpikir 2 kali.
"Aku?" tanya Sebastian dengan wajah bingungnya sambil menunjuk dirinya sendiri dan menatap ke arah Mommynya Jennifer saat ia mendengar pertanyaan yang terdengar seperti tertuju untuknya.
"Memangnya siapa lagi yang harus aku tanya,kalau bukan dirimu?" tanya Mommy dengan wajah kesalnya,sambil terus menatap wajah bingungnya Sebastian.
"Sebastian Sachdev Rendra,Nyonya" jawab Sebastian dengan nada sopannya setelah ia melihat wajah kesal Mommynya Jennifer.Ia berpikir,lebih baik ia jawab saja,dari pada berdebat sama orang tua.
"Nama yang bagus.Dan berapa umurmu?" tanya Mommy lagi,dengan nada kesalnya yang sudah mulai mengurang,sambil menelisik tubuh tegapnya Sebastian yang sedang berpakaian rapi itu.
Sedangkan Daddy dan Sylvia yang memang sama dengan Mommy,yang memang sama-sama sudah memperhatikan Jennifer dan Sebastian sedari bernyanyi hingga Sebastian memakaikan Jas miliknya pada tubuhnya Jennifer,mereka berduapun hanya diam saja dan terus menatap dengan ekspresi mereka masing-masing.
"23 tahun,Nyonya" jawab sebastian dengan wajah yang semakin bingung karena di tanya sampai ke umur.
__ADS_1
"Lumayan muda.Lalu apa perkerjaanmu?" tanya Mommy dengan wajah seriusnya.
'Ada apa sama Nyonya ini,kenapa malah menginterogasi aku seperti ini?' batin Sebastian dengan wajah bingungnya,sambil menatap ke arah Monmynya Jennifer,Daddynya Jennifer dan Jennifer secara bergantian selama beberapa detik.
Sedangkan Jennifer,ia semakin menampilkan wajah khawatirnya yang sudah bercampur rasa kesal sambil melirik sekilas ke arah Sebastian yang sedang menatap bingung ke arahnya,saat dia mendengar pertanyaan ke 3 dari Mommynya itu.
Berbeda dengan Daddy yang sedang menahan tawa dan juga Sylvia yang sedang duduk dan langsung tersenyum kecil di belakangnya Daddy dan Mommy.
"Aku berkerja sebagai Manager Restoran ini,Nyonya" jawab Sebastian dengan jujur,sambil menatap bingung ke arah Mommynya Jennifer.
Sedangkan Daddy,ia segera mengisyaratkan pada anak buahnya untuk sedikit menjauhkan para tamu dari tempat mereka berada.Karena ia sudah tahu apa yang akan di katakan oleh istrinya untuk selanjutnya lagi.Berbeda dengan Sylvia yang langsung memijit pangkal hidungnya yang mulai merasakan pusing,karena melihat Mommynya yang akan kembali membuat ulah tentang calon kakak iparnya.
"What?" tanya Mommy dengan wajah kagetnya dan juga kecewanya.Walau memang ia akui kalau pria tersebut sangat tampan,berpakaian rapi dan terlihat seperti pria yang baik,tapi sayangnya penghasilannya sangat sedikit.
"Tidak,tidak...Jennifer,apakah kamu tahu kalau gaji dari seorang Manager itu tidak sampai 10 juta.Bagaimana kamu akan hidup bersama pria ini nanti?" tanya Mommy dengan nada kesalnya,karena ia berpikir kalau pria ini tidak akan mampu menjaga dan melindungi putrinya dengan baik,kalau hanya mengandalkan gaji perbulan yang menurutnya hanya sekecil ujung jari kelingkingnya saja,kalau ingin di bandingkan sama kekayaan suaminya saat ini.
"Sayang..." panggil Daddy dengan lembut dan tatapan tegas,sambil menahan rasa kesalnya.Ia tidak pernah mengajari putri-putrinya untuk merendahkan ataupun menghina orang lain dalam bentuk apapun,terutama pada istrinya
Ingin sekali ia memarahi istrinya,tapi sayangnya,rasa cinta dan rasa sayangnya lebih besar dari pada rasa marahnya.
"Tapi,sayang..." jawab Momny dengan suara manjanya,tapi ia kembali terdiam saat ia melihat tatapan tegas suaminya yang sudah berubah menjadi tatapan tajam.
Sebenarnya bukan tanpa alasan ia selalu banyak protes dalam menyetujui hubungan asmara putrinya,ia hanya tidak mau anaknya berada di tangannya pria yang salah dan tidak bisa melindungi putrinya dari bahaya apapun,terutama dari musuh-musuh suaminya.
Sebastian yang memang sudah mengerti dengan apa yang di maksudkan oleh Mommynya Jenniferpun,ia hanya tetap bersikap tenang saja sambil menahan rasa kesalnya karena sudah di salah pahamkan oleh Mommynya Jennifer.
Walaupun kata-kata Mommynya Jennifer tadi telah membuat hatinya sedikit tidak nyaman,tapi ia tidak terlalu mempermasalahkannya.Lagi pula,ia dan Jennifer memang tidak memiliki hubungan apa-apa.
Sedangkan Jennifer,ia hanya mampu menahan rasa kesalnya saja karena Mommynya telah merendahkan pria pujaan hatinya.Ia sudah menebak,kalau akan seperti ini hasilnya kalau sudah berurusan sama mulut sensi Mommynya itu.
"Maaf anak muda,aku hanya seorang Mommy yang sedang menyayangi putrinya saja.Aku harap,kamu tidak akan tersinggung dengan kata-kataku tadi" pinta Mommy dengan jujur dan wajah bersalahnya,karena ia memang tidak bermaksud ingin merendahkan pria tersebut,ia hanya terlalu menyayangi putrinya dan reflek mengatakan semua itu.
"Tidak masalah,Nyonya.Aku tidak akan tersinggung sama sekali,karena apa yang di katakan oleh Nyonya tadi memang benar adanya.Dan aku hanya ingin mengatakan pada Nyonya kalau Nyonya tidak perlu khawatir,karena aku dan Jennifer tidak memiliki hubungan apa-apa" jawab sebastian dengan wajah yang tersenyum tenang,sambil menatap wajah Mommynya Jennifer yang semakin merasa bersalah.
'Bahkan kami hanya bertemu beberapa kali saja,dan itupun aku mengetahui namanya dari orang lain.Dan sekarang kami bertemu lagi karena jebakan' batin Sebastian dengan menahan rasa kesalnya,sambil melirik sekilas ke arah Jennifer yang memang sedang menatapnya juga.
"Nyonya,Tuan,mohon maaf...Tapi sepertinya aku harus segera pergi,karena aku masih ada sedikit perkerjaan lagi" lanjut Sebastian lagi,dengan cepat dan tersenyum ramah,sambil sedikit menundukkan kepalanya ke arah Daddy dan Mommynya Jennifer.
Bahkan ia tidak menyadari kalau ada adik perempuannya Jennifer yang sedang duduk di belakang sana,dan tidak terlihat karena terlindungi oleh tubuh besarnya Daddy dan juga Mommy.
"Silakan Nyonya dan Tuan lanjutkan acaranya dan makannya lagi,semoga kalian merasa nyaman dan menikmatinya dengan baik" lanjut Sebastian lagi,dengan wajah seriusnya.
__ADS_1
"Baiklah,pergilah,dan terima kasih atas kerja keras kalian semua" kali ini Daddy yang menjawabnya karena Mommy hanya sibuk dengan rasa bersalahnya sampai bingung mau mengatakan apa.
"Baik,terima kasih juga Tuan.Kalau begitu,aku permisi dulu,Tuan,nyonya" jawab Sebastian dengan wajah yang tersenyum ramah.
"Hm" Daddy.
"Iya,anak muda" Mommy.
jawab Daddy dan Mommy secara bersamaan dengan singkat,sambil terus menelisik ekspresi wajah tampannya pria tersebut.
Sebastian yang sudah mendapatkan jawabannya itupun langsung kembali menunduk hormat pada kedua orang tuanya Jennifer,lalu ia segera berbalik badan dan berlalu dari sana dengan langkah lebarnya tanpa menatap ke arah Jennifer lagi.
'Dasar,benar-benar pria yang menyebalkan' batin Jennifer dengan wajah kesalnya dan perasaan tidak relanya karena Sebastian tidak menatapnya dan berkata apa-apa padanya, sebelum pergi dari hadapannya barusan.
Lalu Jenniferpun langsung berjalan ke meja mereka dengan wajah kesalnya,dan di ikuti oleh Mommy dari belakangnya.
'Langka,sangat langka.Sepertinya,apa yang di katakan oleh dia memang benar.Aku memang akan menyesal kalau tadi aku sampai menghalangi pria ini ' batin Daddy dengan wajah seriusnya saat ia mengingat kembali isi pesan dari kontak nama yang berinisial H tadi,sambil menatap punggung lebarnya pria tersebut.Sepertinya ia akan mempertahankan pria yang satu ini,dan seperti kata putri bungsunya tadi,cepat lambat pria ini akan ia jadikan menantunya.
Baru kali ini,kali pertamanya ia melihat pria yang tidak terlalu ingin menatap putrinya,bahkan sedikit kata gombalpun tidak terdengar dari mulutnya pria tersebut.
Dan yang ia lihat saat pria tersebut memberikan Jas kerjanya pada putrinya tadi,hanyalah perhatian tulus dan sikap apa adanya pria tersebut saja.
"Apa yang telah membuat putriku ini sampai harus menampilkan wajah yang memberengut kesal seperti itu,hm?" tanya Daddy dengan nada santainya,sambil berjalan mengikuti istrinya dan duduk di kursinya kembali.Begitu juga dengan Jennifer dan istrinya yang sudah duduk duluan.
Sedangkan para anak buahnya,mereka semuapun mulai melangkah ke posisi mereka semula,saat mereka semua melihat kalau sidang tanya jawab yang sedang berlangsung tadi sudah selesai.
"Apa karena pria itu?" tanya Mommy dengan nada kesalnya,sambil terus memperhatikan wajah memberengut kesal putrinya itu sedari tadi.
"Masih ada banyak pria yang lainnya lagi yang masih bisa kamu pilih,sayang...Kenapa harus pria itu? Apa isi kepalamu ini sudah tidak ada pada tempatnya atau waktu kamu datang ke sini tadi,kepalamu terbentur oleh sesuatu?" tanya Mommy lagi aat ia melihat Jennifer yang hanya diam saja,dengan nada menyindirnya dan wajah herannya,sambil menatap wajah kesal putrinya yang masih belum berkurang sedikitpun.
Ia merasa heran karena selama beberapa tahun ke belakang ini sudah hitung puluhan pria yang mencoba mendekati putrinya ini,termasuk pria-pria pilihannya.Tapi belum ada satupun pria yang di pilih atau yang di respon oleh Jennifer.Bahkan sampai pria-pria itu di pukul sama anak buah suaminya karena atas perintah suaminya sendiri,Jennifer tetap saja cuek.
Tapi kali ini agak berbeda karena malah terlihat seperti putrinya yang sedang mengejar pria tersebut,bahkan ia bisa melihat dengan jelas kalau tidak ada tatapan cinta di kedua mata pria tersebut,dan perhatian kecil tadi yang menurutnya hanya hal biasa tapi malah di anggap berlebihan sama putrinya ini.
'Pria memang banyak,tapi hanya pria itu yang mampu membuat jantungku berdegup kencang' Jennifer hanya mampu membatin di dalam hatinya dengan wajah kesalnya,karena malas mau berdebat sama Mommynya.
"Nak,kamu jangan terlalu berharap sama pria itu.Apa kamu tidak lihat,kalau pria itu tidak menganggapmu lebih dari hanya sebatas kenalan baru saja" timpal Daddy dengan wajah seriusnya supaya putrinya mau berbicara,dan ia sangat mengenal siapa saja orang atau pria yang berkaitan sama putri sulungnya itu.Dan ia bisa menebak dengan benar kalau pria yang tadi pasti masih kenalan pria yang masih baru.
Dan ia juga baru menyadari kalau pria tersebut adalah pria yang pernah beberapa kali bertemu sama putrinya secara tidak sengaja,saat ia mengingat kembali laporan-laporan dari anak buahnya hari itu.Bahkan anak buahnya sempat memberinya foto pria tersebut.
"Dad,Mom,kalian berdua sangat tahu kan? Bagaimana diriku?" tanya Jennifer dengan wajah seriusnya dan menetralkan rasa kesalnya,sambil menatap serius ke arah Mommynya dan beralih ke arah Daddynya.
__ADS_1
'Ini baru putriku,penerus keluarganya Naava' batin Daddy dengan wajah datarnya dan tersenyum puas.Putri-putrinya ini memang lebih banyak menuruni sikapnya dan Jennifer memang agak sedikit berbeda sama putri bungsunya, kalau hal tersebut sudah mereka putuskan,mereka pasti akan mendapatkannya dengan cara apapun,walaupun mereka harus belajar sabar.Dan mereka tidak akan menyerah sampai mereka mendapatkan hasil yang lebih baik lagi.