Suami Tampanku Yang Sederhana

Suami Tampanku Yang Sederhana
Bab. 115


__ADS_3

Daddy dan Mommy terus berjalan masuk tanpa mengalihkan tatapan heran mereka dari seorang pria yang mampu membuat perhatian mereka teralihkan tadi.


Tapi yang ditatap heran malah hanya menanggapinya dengan santai saja,bahkan saat ini hanya ia seorang saja yang berani duduk disalah satu kursi miliknya karyawan tanpa menunggu sang presdir duduk terlebih dahulu.


Sedangkan Jennifer,ia hanya terus mengikuti langkah kedua orang tuanya tanpa berniat ingin melirik kearah manapun selain kearah depannya saja.Jadi sedari tadi,hanya ia seorang diri saja yang tidak tahu tentang kehadirannya pria tersebut.


Dan semua karyawan yang terhitung hampir puluhan dari ratusan yang sebagian besarnya,yang hanya mampu menunggu laporan dari luar ruangan saja,karena hanya karyawan-karyawan yang sudah memiliki jabatan-jabatan tertinggi saja yang diperbolehkan atau diharuskan untuk ikut serta.


Lagi pula jika ingin diikut sertakan semuanya,ruang meeting tersebut juga tidak akan cukup untuk mereka semua.


Dan yang ada didalam ruangan tersebut,semua orang masih saja berkeringat dingin sedari 10 menit yang lalu.Tapi walaupun begitu,mata mereka masih sempat mencuri kesempatan untuk melirik kagum kearah idola mereka masing-masing.


"Semuanya,boleh duduk kembali..." perintah Daddy dengan nada dan wajah tegasnya,sambil duduk dikursi miliknya dan Mommy yang ikut duduk dikursi yang telah disediakan oleh salah satu karyawan disampingnya Daddy.


Sedangkan Jennifer,ia langsung ikut duduk disampingnya Daddy yang satu lagi,yang juga telah disediakan sedari tadi.Wajah tegasnya masih terlihat jelas,hanya saja tatapannya hanya terarah keatas meja saja,dengan kepala yang sedikit menunduk.


Rasanya didalam hatinya masih saja merasa kesal,tentang suami tampannya yang menyebalkan itu.


"Baik,Tuan Besar..." jawab semuanya secara serentak,lalu mereka semuapun langsung duduk dikursi mereka masing-masing dengan menghela napas sedikit lega karena setidaknya mereka sudah bisa merilekskan kedua kaki mereka yang sedari tadi terasa sangat tegang dan juga kaku.

__ADS_1


"Dan kamu...Apa yang sedang kamu lakukan disini,hm?" tanya Daddy dengan nada malasnya, sambil melirik sekilas kearah Jennifer yang masih saja terlihat tetap dengan posisinya tadi,tanpa mengalihkan tatapannya dari pria tersebut sedari tadi.


"Aku? Tentu saja,aku disini untuk melihat istriku.Dan juga, untuk mengucapin selamat untuknya..." jawab pria tersebut dengan nada dan wajah santainya,sambil terus membalas tatapan malasnya Daddy dengan tatapan santainya.


Ternyata pria itu adalah Sebastian yang tadi langsung memerintahkan Billy untuk berputar arah,saat ia mendengar sebuah laporan baru dari Billy ditengah perjalanan tadi.Hingga,jadilah ia berada disini saat ini.


Sedangkan Jennifer yang sedang sedikit menundukkan kepalanya tadi,iapun langsung menegakkan kepalanya dengan cepat,saat ia mendengar suara yang sudah sangat ia hapal tanpa melihat pemiliknya terlebih dahulu itu.


"Honey? Eh bukan,maksudku kamu...Apa yang sedang kamu lakukan disini?" tanya Jennifer dengan nada dan wajah kagetnya dan juga penasaran,sambil terus menelisik wajah santainya Sebastian yang langsung terlihat sedang menahan rasa kesalnya.


"Aku tidak akan mengulangi kembali, kalimat-kalimat yang telah aku katakan tadi..." jawab Sebastian dengan perasaan kesal dibalik nada dan wajah santainya, karena Jennifer kembali meniadakan panggilan Honey untuknya itu.


Sedangkan Billy yang memang selalu setia berdiri disamping Tuan Mudanya itu,ia hanya mampu mengedikkan pelan kedua bahunya saja.Ia juga sambil menggaruk-garukkan pelan tengkuknya yang tidak gatal itu,saat ia melihat kalau Daddy sedang bertanya padanya tentang apa yang telah terjadi sama Tuan Mudanya,melalui kode matanya.


Tapi sepertinya ia tahu dan bisa menebak kalau apa yang dilakukan secara tiba-tiba oleh Tuan Mudanya itu,ada kaitannya dengan apa yang telah ia laporkan tadi.


Tapi sayangnya ia bingung harus bagaimana caranya ia akan memberitahunya dengan cara kode mata ataupun tangan pada Tuan Besarnya, karena ekor mata Tuan Mudanya terus saja mengawasinya.


"Dad,Mom...Apa aku harus memerlukan izin dari kalian terlebih dahulu,untuk bisa berada disini?" lanjut Sebastian,ia bertanya dengan wajah tidak bersalahnya,sebelum Jennifer sempat membuka suara kembali.

__ADS_1


Sebenarnya bukan itu yang sedang dipermasalahkan oleh Dadddy,Mommy dan juga Jennifer.Tapi karena setahu mereka ber 3,barusan mereka melihat sendiri kalau Sebastian sudah berangkat kekantornya.


Tapi kenapa tiba-tiba saja Sebastian bisa berada disini dengan waktu yang begitu cepat,dan hal tersebut juga mampu membuat mereka merasa sedikit kesal.Kecuali,Mommy yang sama sekali tidak merasa keberatan ataupun kesal.


"Baiklah...Sekarang aku akan langsung memberitahu kalian semua,tentang apa alasannya aku menyuruh kalian semua untuk berkumpul disini" timpal Daddy dengan cepat dan perasaan yang kesal dibalik nada dan wajah tegasnya.


Daddy tidak mau kalau kedua putri dan menantunya itu sampai membuatnya akan merasa malu,dengan perdebatan konyol mereka itu nantinya.Apa lagi,didepan banyaknya karyawannya ini.Sedangkan Mommy,ia hanya mampu terus menahan senyum dan juga tetap menampilkan ekspresi wajah herannya karena melihat tingkah keduanya itu.


Berbeda dengan semua karyawan yang bahkan sama sekali tidak berani untuk menonton perdebatan antara majikan-majikan mereka yang sedang siaran langsung itu,karena mereka hanya berani duduk dengan kepala tegak lurus kedepan saja.Lebih tepatnya hanya berani fokus pada Daddy saja,karena mereka harus mendengar apa yang akan disampaikan oleh Presdir mereka.


Tapi Sebastian dan Jennifer malah terus saling bertatap mata,dengan ekspresi wajah dan tatapan mereka masing-masing.Jennifer dengan tatapan dan ekspresi wajah herannya yang bercampur perasaan penasarannya,dan Sebastian dengan tatapan dan ekspresi wajahnya yang masih saja tetap terlihat santai.


"Kalian semua,dengar baik-baik...Aku akan mengatakan pada kalian semua,dengan singkat dan jelas...." lanjut Daddy dengan menjeda perkataannya,sambil melirik sekilas kearah Sebastian dan juga Jennifer,dengan perasaan malasnya.


"Baik,Pak Presdir..." jawab semuanya dengan cepat,dan juga secara serentak.


"Mulai sekarang,putriku Jennifer Amora Naava akan menggantikan posisiku sebagai Presdir diperusahaan ini.Dan juga termasuk diperusahaan-perusahaan milikku yang lainnya..." lanjut Daddy lagi,dengan nada dan wajah tegasnya, sambil melirik satu persatu semua karyawan yang sedang mendengarnya saat sini.


Tapi mata jelinya menangkap sesuatu yang aneh dibeberapa orang yang ada diantara karyawan-karyawannya tersebut,tapi ia tetap mempertahankan wajah tenang dan tegasnya itu. Dan ia sangat tahu dan yakin,kalau Sebastian pasti duluan yang telah berpikir yang sama sepertinya saat ini.

__ADS_1


(Author menulis sedikit dulu ya,soalnya hari ini author lagi sibuk...🙏🙏🙏😘)


__ADS_2