Suami Tampanku Yang Sederhana

Suami Tampanku Yang Sederhana
Bab. 63


__ADS_3

Kemudian Sebastianpun menghela napas pelan,sebelum ia mulai berbicara panjang lebar dengan orang-orang yang menurutnya tidak penting itu.Karena sebenarnya ia sendiri juga merasa sangat marah dan juga kesal dengan kalimat-kalimat rendahan yang mereka katakan untuk Jennifer sedari tadi.


Apa lagi,saat ia melihat Jennifer yang hanya diam saja.Dan ia langsung mengerti dengan kode bantuan dari matanya Jennifer tadi,tanpa sadar atau tidak,ia berpikir kalau dirinya memang harus membalas kalimat-kalimat mereka dengan lebih pedas lagi.


"Pertama,calon mertuaku tidak akan berpikir ulang untuk mengakui diriku,karena diriku sudah sesuai dengan apa yang ia inginkan..." lanjut Sebastian dengan nada menyindirnya yang ia tujukan untuk Daddynya Jennifer yang langsung tersenyum kesal,dan Mommy yang masih sibuk mencerna.


Lagi pula,terlihat jelas kalau Tuan Arka memberinya hak penuh untuk berbicara saat ini,terbukti dengan tidak adanya ekspresi marah sedikitpun diwajah Daddynya Jennifer sedari dirinya mulai berbicara tadi.


Dan mungkin saja,perkataan yang dari tebakannya itu memamg benar.Karena ia bisa melihat jelas senyuman kesal diwajah Daddynya Jennifer,yang mampu membenarkan tebakannya tadi.


Berbeda dengan sisanya yang menampilkan wajah kesal mereka,Jennifer malah langsung tersenyum senang saat ia mendengar kalimatnya Sebastian barusan yang terdengar kalau Sebastian sama sekali tidak masalah dengan kata calon menantu dari Daddy tadi.Bahkan,senyum senangnya lebih terlihat jelas dari yang tadi.


Sedangkan Sylvia yang hanya terus menampilkan wajah kesalnya sedari kedatangan keluarga ular tersebut,ditambah dengan kejadian tidak terlihat didalam mobil tadi.Tapi sekarang ia sudah mulai terus tersenyum senang,karena sikap tegas dan perkataannya calon kakak iparnya ini.


Ia bahkan sama sekali tidak merasa kaget saat Sebastian berbicara dengan nada tinggi tadi ,ia malah menjadi semakin menyukai calon kakak iparnya itu.


"Kedua,aku tidak perlu menjelaskan apapun tentang apa yang sedang kami lakukan didalam mobil tadi,karena tadi itu kami hanya sedang saling menyalurkan rasa cinta kami saja.Terlebih lagi,kalian bukan siapa-siapanya kami.Jadi,aku tidak perlu terlalu menjelaskan tentang kemesraan kami pada kalian..." lanjut Sebastian lagi,dengan wajah datar yang menahan sedikit malu,sambil mengelus-elus pelan punggung tangannya Jennifer.


Sebenarnya,ia bahkan sama sekali tidak perlu mengatakan puluhan katapun,karena ia hanya perlu mengatakan beberapa kata saja dan mengeluarkan pistol kesayangannya.Karena memang seperti itulah dirinya,kalau sedang mengalami masalah yang rewel menurutnya karena dirinya lebih suka mempersingkat setiap masalah yang sedang ia alami.


Tapi kali ini,ia sengaja ingin membuat Daddynya Jennifer merasa kesal,karena sudah berani-berani membuat dirinya terjebak dalam keluarga mereka,walaupun dirinya juga merasa marah dengan kalimat-kalimat dari Brennan tadi,yang hampir membuat dirinya mengeluarkan amarahnya itu.


'Katanya tidak perlu menjelaskan apapun,tapi apa yang telah ia katakan itu sudah terlalu banyak...' batin Jennifer dengan wajah tenang yang sedang menahan segala rasa kesal dan malunya,bahkan ia harus berpura-pura tersenyum bahagia saat Sebastian mengatakan panjang lebar tadi.


'Dasar pria kurang ajar ini,kenapa dia sangat tidak tahu malu...' batin Kedua orang tuanya Jennifer secara bersamaan,dengan Sylvia yang sedang menahan tawa didalam hatinya.


Sedangkan Brennan,lagi-lagi dirinya harus merasa kesal dan menutup mulutnya kembali saat ia ingin kembali menyela,karena Sebastian kembali mengangkat tangan dan menatap tajam kearahnya.


"Ke 3,apa tadi kamu mengatakan kalau putramu ini akan mampu melakukan yang lebih baik dari Jennifer? Yang benar saja,Tuan Brennan...Untuk menjaga dirinya sendiri saja,dia tidak becus.Tuan Byron,apa perlu aku menyerahkan bukti-bukti kalau kamu itu pengguna narkoba dan juga semua perilaku burukmu kekantor polisi?" lanjut Sebastian lagi,dengan wajah tegasnya,sambil menatap serius kearah wajah Byron yang awalnya kesal,malah langsung menjadi kaget dan juga takut.


'****,siapa pria ini sebenarnya? Kenapa pria ini bisa tahu semua tentang diriku? Dia juga tahu namaku,padahal aku sama sekali tidak mengenalnya...' Byron hanya mampu membatin didalam hatinya,sambil berusaha untuk tetap tenang.


'Ternyata, pria ini hebat juga ya...' batin Mommy yang sudah mulai menyukai Sebastian,beda dengan Daddy yang memang sudah tahu kemampuannya Sebastian,dari Billy selama 1 tahun ini.

__ADS_1


"Dasar pria tidak tahu diri,kamu jangan sembarangan bicara,putraku tidak pernah melakukan semua hal yang telah kamu katakan tadi...Aku rasa,aku yang akan duluan memenjarakan kamu sekarang..." ucap Brennan dengan wajah emosinya sambil berdiri dari duduknya,walaupun ia tahu apa yang dikatakan oleh pria tersebut memang benar adanya.


"Jika kalian tidak percaya atau ingin mencobanya,aku akan menelepon polisi sekarang juga.Dan kita lihat, dalam 20 menit saja.Aku yakin kalau mereka akan segera berada disini dengan cepat,sebelum waktu 20 menit itu berakhir..." ucap Sebastian dengan nada santainya,sambil mengeluarkan HPnya dan mencari nama kontak seorang polisi yang selalu ia andalkan itu,lalu langsung menekan tombol call disana tanpa keraguan sedikitpun.


"Dad..." panggil Byron yang sudah merasa ketakutan, bahkan dirinya sudah ikut berdiri dengan kening yang mulai berkeringat.


"Kakak,kakak ipar,kenapa kalian berdua hanya diam saja,apa kalian tidak ingin membantu putraku untuk mencari kebenaran?" tanya Brennan yang sudah bingung,sambil menatap kesal kearah kedua kakak dan kakak ipar sepupunya yang hanya duduk tenang dan diam saja.


"Kakak,kakak ipar,kalian jangan mempercayai pria ini.Putra kami bersih dari perbuatan buruk apapun,sama sekali tidak melakukan hal kotor sedikitpun..." timpal Carmilla dengan rasa khawatir dibalik wajah seriusnya,sambil berdiri dan memeluk lengan suaminya.


Sedangkan Cecilia,ia hanya terus duduk dengan ekspresi wajah yang terus saja berubah-ubah karena sikapnya Sebastian.Tapi tatapannya terus saja tertuju pada Sebastian,bahkan didalam hatinya ia merasa kagum dan juga terpesona dengan semua tentang pria tampan tersebut, walaupun dirinya juga sedikit ikut merasa khawatir untuk kakaknya tersebut.


"Kamu,cepat hentikan itu...Kami minta maaf tentang yang tadi,kami juga tidak akan mengatakan apa-apa tentang kalian lagi..." pinta Brennan dengan wajah memohon sambil menahan rasa kesalnya,saat ia mendengar HPnya pria tersebut yang sedang berdering,menandakan kalau panggilan tersebut sudah tersambung.


Sedangkan Sebastian,iapun langsung mematikan HPnya,dan kembali menatap tajam kearah mereka ber 4 satu persatu,sambil menyimpan HPnya.


"Kenapa kalian berdua hanya diam saja,saat kalian melihat kami diperlakukan kurang ajar seperti ini,sama pria ini?" tanya Brennan lagi, dengan wajah kesalnya saat ia melihat kalau telepon tersebut sudah dimatikan, sambil mengepalkan kedua tangannya dengan kuat karena kakak dan kakak iparnya yang terlihat tidak berniat ingin membantu sedikitpun.


"Apa kalian benar-benar tidak tahu siapa pria ini?" tanya Daddy dengan wajah santainya,sambil menatap mereka ber 4 yang langsung menggeleng-gelengkan pelan kepala mereka karena memang tidak tahu,lalu beralih kearah wajah kesalnya Sebastian.


Sebenarnya ia mau mengatakan nama lengkapnya Sebastian berserta kekayaan yang sudah berada diurutan ke 2 tersebut,karena ia ingin sekalian membanggakan calon menantu pilihannya itu.Tapi sayangnya,Sebastian malah sibuk memberinya kode mata,menandakan kalau Sebastian tidak mau dirinya mengatakan semua itu.


'Apakah saat turun dari atas tadi,kepala suamiku telah terbentur oleh sesuatu tanpa diriku sadari? Kenapa sekarang,ia menjadi aneh sekali.Padahal sebelum keluarga ular ini datang tadi,suamiku masih normal-normal saja...' batin Mommy dengan wajah bingungnya,sambil terus menelisik wajah serius suaminya,dan sikap serius tersebut sudah mampu menjelaskan padanya kalau suaminya memang sangat mendukung dan juga mengenal pria tersebut.


Berbeda dengan Mommy yang hanya bingung saja,yang lainnya malah menjadi bingung,kaget dan juga takut.


'Apakah semua yang dikatakan oleh Arka,benar? Tapi selama ini,aku tidak pernah mendengar Arka bercanda...' batin Brennan dengan wajah yang tampak berpikir keras,karena ia memang tidak pernah melihat Daddynya Jennifer bercanda.


Apa lagi,saat ia melihat wajah serius Daddynya Jennifer saat ini.


"Dan satu lagi,apa kalian pikir,pria sepertiku akan selalu memikirkan apa kata orang-orang diluar sana? Tidak,aku tidak pernah memikirkan semua itu,aku bahkan tidak perduli dengan apa yang akan mereka katakan.Tapi jika ada yang menganggu orang-orang terdekatku,aku tidak akan berpikir ulang untuk membunuh mereka.Apa kalian tahu,hari ini aku sudah sangat bermurah hati untuk berbicara banyak pada orang-orang rendahan seperti kalian...Jadi,apa kalian ber 4 sudah mengerti sekarang?" ucap Sebastian dengan tatapan tajam sambil menahan rasa kesalnya pada Daddynya Jennifer karena hampir saja menambah perkerjaannya, sambil berdiri dari duduknya dengan Jennifer yang juga ikut berdiri karena genggaman tangan mereka.


"Maafkan kami,sekarang kami sudah mengerti..." jawab mereka ber 4 dengan menahan segala rasa kesal mereka dan juga dengan Cecilia yang sambil berdiri cepat dari duduknya,tapi mereka tidak mampu melakukan apa-apa karena Byron benar-benar akan dipenjarakan oleh pria tersebut. Dan belum lagi,perkataan serius Daddynya Jennifer tadi.

__ADS_1


"Tuan,Nyonya,apa aku sudah boleh membawa Jennifer keatas,untuk beristirahat? Aku takut,kalau terus dibiarkan,flunya akan semakin parah nanti..." tanya Sebastian dengan wajah yang dibuat khawatir dan serius mungkin,dan mengabaikan berbagai macam tatapan dari ke 4 orang tersebut.


'Dan jika flunya menjadi semakin parah,putrimu juga akan semakin merepotkan aku nanti...' lanjut Sebastian didalam hatinya.


"Silakan...Tapi sebelum itu,aku akan mengatakan padamu...Bagaimana kalau kamu menginap disini untuk beberapa hari?" jawab Daddy dan sekalian bertanya,dengan nada dan tatapan tegasnya.


"Tapi,Tuan......" belum sempat kalimat penolakannya Sebastian selesai,Daddy sudah lebih dulu menyelanya.


"Apakah kamu lupa? Aku tidak ingin mendengar penolakan atau apapun itu..." sela Daddy dengan tatapan tajamnya,sambil bersedekap dada dan juga menahan rasa kesalnya karena ternyata Sebastian berani juga menolaknya.


"Baik,Tuan..." jawab Sebastian dengan rasa kesal dibalik wajah pasrahnya,sepertinya lagi-lagi ia harus mengikuti apa kata Daddynya Jennifer.


'Lupa apanya? Aku bahkan belum pernah mendengarnya dari mulutmu langsung,Tuan Arka terhormat...' lanjut sebastian didalam hatinya dengan perasaan kesal.


"Dan satu lagi,sudah berapa kali aku mengatakannya padamu,jangan memanggilku Tuan lagi.Panggil aku paman saja,dan panggil istriku tante..." ucap Daddy dengan wajah seriusnya,sambil tertawa didalam hatinya saat ia melihat wajahnya Sebastian yang terlihat jelas sedang menahan kesal.


"Baik,paman...Sekarang,apakah aku sudah boleh mengantar Jennifer kekamarnya,untuk beristirahat..." jawab Sebastian dengan rasa kesal dibalik wajah tenangnya,dan nada penuh penekanan diakhir kalimatnya.Mana tahu saja,Daddy dan Mommynya Jennifer dan juga yang lainnya malah kembali berprasangka buruk padanya.


Dan lagi-lagi,ia hanya mampu menggerutu kesal didalam hatinya saja,karena kata berlebihan dari Daddy Jennifer tadi.Padahal dirinya baru kali ini untuk pertama kalinya berbicara dengan Daddynya Jennifer, setelah pertemuan mereka pada tahun lalu itu.


"Tentu saja,silakan...Jennifer,sekalian tunjukkan kamar tamu untuk calon suamimu..." jawab Daddy dengan wajah santainya yang terus saja sedang menahan tawa.


"Baik,Dad..." jawab Jennifer dengan wajah malunya,bahkan mereka mengabaikan keluarga ular tersebut untuk beberapa detik.


Hingga mampu membuat mereka ber 4 terus saja menahan rasa kesal mereka,terutama dengan Cecilia yang merasa lebih kesal dari mereka ber 3,dengan tatapan marah,kesal dan irinya karena melihat tangannya Jennifer dan pria tampan tersebut yang terus saja saling mengenggam.


Apa lagi,saat ia mendengar kalau pria tampan tersebut akan menginap disini untuk beberapa hari.


Sebastian yang sudah mendapat izin itupun, langsung berbalik badan dan berjalan pergi dari sana dengan membawa Jennifer,dan melewati mereka ber 4 begitu saja sambil berusaha menetralkan rasa kesalnya tadi.


"Paman,bolehkah kami juga ikut menginap disini?" tanya Cecilia tiba-tiba tanpa merasa malu sedikitpun,sambil menampilkan wajah memelasnya pada Daddy dan Mommynya Jennifer,karena ia berniat ingin menggunakan waktu menginap disini dengan menggoda pria tampan tersebut.


Sedangkan yang lainnya,mereka awalnya merasa kaget,tapi mereka kemudian langsung tersenyum licik,saat mereka mengetahui apa maksudnya Cecillia.

__ADS_1


Sebastian yang masih berjalan tidak jauh dari sanapun langsung menghentikan langkahnya dan juga berbalik badan,dengan wajah datarnya kembali.


"Apakah diantara kalian ber 4 ada yang belum pernah merasakan bagaimana n*km*tnya benda mati ini? Kalau belum,aku akan dengan senang hati membuat kalian merasakannya,satu persatu.Kecuali,jika kalian sudah sadar diri,dan segera pergi dari sini tanpa aku suruh..." tanya Sebastian dengan nada tegasnya,sambil mengeluarkan dan memperlihatkan pistol kesayangannya itu pada mereka,dengan gerakan santainya.


__ADS_2