Suami Tampanku Yang Sederhana

Suami Tampanku Yang Sederhana
Bab. 39


__ADS_3

Sedangkan Sebastian,ia mulai ikut berdiri dari duduknya dengan tetap menampilkan wajah dan tatapan kesalnya yang tertuju untuk Ayahnya.


"Kalau begitu,Ayah akan bertanya satu hal lagi padamu..." lanjut Ayah lagi,dengan wajah yang terlihat sedang berpikir.


"Memangnya apa yang ingin Ayah tanyakan lagi,selain pertanyaan-pertanyaan yang tidak penting tadi?" tanya Sebastian dengan wajah kesal yang sudah berubah menjadi geli dan juga malas,saat ia melihat ekspresi wajah Ayahnya yang seperti sedang berpikir keras saja.


"Apa kamu benar-benar tidak mencintai wanita yang bernama Jennifer itu?" tanya Ayah dengan wajah yang tersenyum menggoda,sambil menelisik wajah malasnya Sebastian yang sudah kembali menjadi kesal.


"Ayah..." panggil Sebastian dengan nada yang mengeram kesal,sambil menatap kesal kearah Ayah yang masih saja menampilkan senyum menggodanya.


"Baiklah,baiklah...Kalau begitu,Ayah akan pergi tidur saja.Selamat malam,nak" jawab Ayah dengan wajah yang tertawa kecil,lalu ia langsung berjalan kearah kamar miliknya dengan langkah lebarnya dan gerakan pelannya.Dan meninggalkan Sebastian yang masih saja menampilkan wajah kesalnya.


"Kenapa aku harus memiliki Ayah sepertinya,bukannya membantu tapi malah...Ya sudahlah...Lagi pula, orang tua memang tidak pernah salah kan...Mungkin walaupun salah,mereka pasti tidak akan mau disalahkan..." gumam Sebastian dengan nada kesalnya dan wajah pasrahnya,karena ia memang tidak bisa berbuat apa-apa kalau sudah berhadapan sama Ayahnya.


Baru saja ia berniat ingin melangkah menuju kekamarnya tapi ia urungkan,karena kedua matanya malah menangkap sesuatu diatas meja tersebut...


"Ternyata,pria tua menyebalkan itu memiliki hati yang baik juga..." gumam Sebastian dengan nada pelannya dan wajah yang tersenyum senang,sambil mengambil segelas coklat hangat yang ada diatas meja tersebut.


Ternyata tadi Ayahnya telah menyiapkan segelas coklat panas untuknya,tapi ia tidak begitu memerhatikannya tadi.


Setelah ia menghabiskan segelas coklat hangat tersebut,ia langsung meletakkan gelasnya dan sekalian milik Ayahnya tadi ketempat cuci piring.Lalu ia langsung berjalan menuju kekamarnya untuk membersihkan diri dan juga mengistirahatkan tubuh lelahnya ini.


***


1 tahun kemudian...


Disebuah danau kecil yang terletak di pinggiran kota sana,seorang pria tampan yang memiliki wajah yang sempurna,wajah yang berkharisma,rahang yang tegas,bermata indah yang berwarna hanzel itu sedang duduk disebuah kursi panjang yang sudah lengkap dengan meja kayunya.


Pria tampan tersebut sudah membuat 1 set meja kayu tersebut dari setahun yang lalu,ia akan kesini untuk menikmati angin malam tersebut,kalau dirinya sedang tidak bisa tidur.Mungkin.Bisa dikatakan kalau dirinya hampir setiap malam duduk dikursi kayu tersebut dengan selalu membawa sebuah gitar miliknya,kecuali kalau dirinya sedang memiliki masalah yang mendesak saja.


Dan ia memang selalu membawa gitar miliknya,karena saat ia berada didanau tersebut,ia akan selalu memainkan gitarnya dan bernyanyi.Tapi ada yang aneh,karena setiap malam pasti ia akan bernyanyi,tapi hanya 2 judul lagu saja yang akan terus ia nyanyikan berulang-ulang.


Beberapa menit kemudian,pria tampan tersebut perlahan-lahan memangkukan gitar miliknya yang baru ia beli dari 1 tahun yang lalu,setelah ia merasakan kalau didalam dirinya seperti ada yang menghilang tapi anehnya ia tidak tahu dan bahkan ia tidak mengerti tentang apa yang telah menghilang dari dalam dirinya.


Dan biasanya, setelah ia sudah selesai menyanyikan lagu tersebut,perasaan kacaunya akan sedikit mengurang,walaupun tidak menghilang sepenuhnya.Sampai sekarang,ia masih terus saja bingung sama perasaannya,ntah itu adalah perasaan rindu atau hanya semata ingin melihatnya saja.


Pria tampan tersebutpun mulai memetik senar-senar gitar miliknya dengan pelan,hingga mulai terdengar suara merdu miliknya pria tampan tersebut dan alunan musik yang terdapat dari getaran atau petikan senar gitar miliknya pria tampan tersebut karena pergerakan jari-jarinya.


Lewis Capaldi - "Someone You Loved".


I'm going under and this time I fear there's no one to save me


(Aku akan merana dan kali ini aku takut tak ada yang menyelamatkanku.)


This "all or nothing" really got a way of driving me crazy


(Cara pikir "Semua atau tak sama sekali" ini benar-benar membuatku gila.)


I need somebody to heal


(Aku butuh seseorang untuk memulihkanku)


Somebody to know


(Seseorang untuk mengerti)


Somebody to have


(Seseorang untuk dimiliki)


Somebody to hold


(Seseorang untuk didekap)


It's easy to say


(Itu mudah untuk dikatakan)


But it's never the same


(Namun itu tak pernah sama)


I guess I kinda liked the way you numbed all the pain


(Kurasa aku agak suka caramu menghilangkan semua rasa sakit)


Now the day bleeds


(Sekarang hari yang menyakitkan)


Into nightfall


(Sampai malam hari)


And you're not here


(Dan kau tak di sini)


To get me through it all


(Untuk menemaniku lalui itu semua)


I let my guard down


(Aku lengah)

__ADS_1


(Dan kemudian kau tiba-tiba menghilang)


I was getting kinda used to being someone you loved


(Aku mulai terbiasa menjadi seseorang yang pernah kau cintai)


I'm going under and this time I fear there's no one to turn to


(Aku akan merana dan kali ini aku takut tak ada orang yang bisa kutuju)


This "All or nothing" way of loving got me sleeping without you


(Cara mencintai "Semua atau tak sama sekali" cara cinta membuatku tidur tanpamu)


Now, I need somebody to know


(Sekarang, aku butuh seseorang untuk mengerti)


Somebody to heal


(Seseorang untuk memulihkan)


Somebody to have


(Seseorang untuk dimiliki)


Just to know how it feels


(Hanya untuk mengetahui bagaimana rasanya)


It's easy to say but it's never the same


(Itu mudah untuk mengatakannya namun tak pernah sama)


I guess I kinda liked the way you help me escape


(Kurasa aku agak suka caramu membantuku melarikan diri)


Now the day bleeds


(Sekarang hari yang menyakitkan)


Into nightfall


(Sampai malam hari)


And you're not here


(Dan kau tak di sini)


To get me through it all


(Untuk menemaniku lalui itu semua)


I let my guard down


(Aku lengah)


(Dan kemudian kau tiba-tiba menghilang)


I was getting kinda used to being someone you loved


(Aku mulai terbiasa menjadi seseorang yang pernah kau cintai)


And I tend to close my eyes when it hurts sometimes


(Dan aku cenderung memejamkan mata saat terkadang terasa sakit)


I fall into your arms


(Aku jatuh ke genggamanmu)


I'll be safe in your sound till I come back around


(Aku akan baik-baik saja dalam suaramu sampai aku kembali)


For now the day bleeds


(Untuk sekarang hari yang menyakitkan)


Into nightfall


(Sampai malam hari)


And you're not here


(Dan kau tak di sini)


To get me through it all


(Untuk menemaniku lalui itu semua)


I let my guard down


(Aku lengah)

__ADS_1


(Dan kemudian kau tiba-tiba menghilang)


I was getting kinda used to being someone you loved


(Aku mulai terbiasa menjadi seseorang yang pernah kau cintai)


But now the day bleeds


(Tapi sekarang hari yang menyakitkan)


Into nightfall


(Sampai malam hari)


And you're not here


(Dan kau tak di sini)


To get me through it all


(Untuk menemaniku lalui itu semua)


I let my guard down


(Aku lengah)


(Dan kemudian kau tiba-tiba menghilang)


I was getting kinda used to being someone you loved


(Aku mulai terbiasa menjadi seseorang yang pernah kau cintai)


I let my guard down


(Aku lengah)


(Dan kemudian kau tiba-tiba menghilang)


I was getting kinda used to being someone you loved


(Aku mulai terbiasa menjadi seseorang yang pernah kau cintai)


 ---


Setelah ia selesai menyanyikan lagu tersebut dengan penuh perasaan,sudah seperti pria yang sedang ditinggalkan oleh kekasihnya saja.Dan iapun kembali meletakkan gitar miliknya kesamping duduknya dengan pelan,sambil menghela napas pelan untuk beberapa kali.


Lalu ia mengambil air botol yang memang selalu ia bawa,jika ia datang kesini.Dan ia meminumnya dengan pelan,untuk beberapa tegukan.


Sedangkan semua anak buahnya pria tampan tersebut,mereka semua hanya mampu terus menatap kagum kearah Tuan Muda mereka.


Karena Tuan Muda mereka sangat menjaga kesehatannya,terlihat dari air botol tersebut yang selalu ia bawa,hanya sekali-kali Tuan Muda mereka membawa wine ataupun minuman keras lainnya,itupun hanya sedikit saja yang akan Tuan Muda mereka minum.


"Tuan Muda..." panggil salah satu pria dari pria-pria tegap lainnya yang sudah resmi menjadi anak buahnya pria tampan tersebut sedari 6 bulan yang lalu.Walaupun merasa agak takut,tapi ia tetap memberanikan diri untuk memanggil Tuan Muda mereka,karena saat ini sudah larut malam


"Hm..." jawab pria tampan yang memiliki kedua mata berwarna hanzel tersebut dengan singkat,sambil terus menatap kearah danau yang isi airnya hanya segitu-gitu saja tanpa mengurang ataupun bertambah.Awalnya ia merasa sangat risih,tapi sekarang ia sudah mulai terbiasa dengan panggilan Tuan Muda dari anak buahnya tersebut.


Ya,pria tampan tersebut adalah Sebastian yang sudah menjelma menjadi pria yang berwajah datar,selalu bertindak lebih tegas,jarang tersenyum,lebih cerdik dan tentunya sudah lebih kaya dari sebelumnya.Dan yang paling utamanya, sekarang ia sudah lebih ahli dalam bela diri,walaupun kekayaannya masih belum bisa menandingi kekayaan orang tuanya Jennifer.


Berkat ketekunan dan kercerdasannya tentang bisnis Retail,dalam setahun ini ia sudah berhasil mendirikan sebuah Perusahaan Retail dengan berbagai macam produk,dan ia juga berhasil membangun sebuah mall besar dengan berkerja sama dengan Daddynya Jennifer,karena Daddynya Jennifer memang memiliki Perusahaan tentang proyek-proyek bangunan.


Bahkan baru-baru ini ia sudah mulai memperkembangkan Perusahaannya,melalui beberapa anak cabang yang baru saja ia buka dibeberapa tempat yang ada dikota tersebut.


Dan semua hal itu,telah berhasil membuat namanya dikenal dimana-mana,tapi sangat sedikit ornag yang bisa melihat wajah aslinya.Karena Sebastian jarang sekali bertemu secara langsung sama rekan-rekan bisnisnya dan selalu berkerja dibelakang layar,ia hanya terus menunjukkan Asistennya sebagai penggantinya.


Hanya saja ke 3 sahabatnya itu selalu saja merasa kesal karena perubahan sikap dan ekspresi wajahnya yang telah berubah 180 derajat itu,tapi walaupun begitu,mereka ber 3 juga merasa sangat bahagia karena Sebastian bisa sukses dengan waktu yang sangat singkat.


"Tuan Muda,sudah jam 1 dini lewat 20 menit..." jawab Pria tegap tersebut yang bertugas sebagai Asisten pribadinya Sebastian,pria yang ia pilih dari pria-pria yang terbaik miliknya Pak tua.


Sebastian yang mendengar jawaban dari Asisten tersebutpun langsung menatap jam tangannya yang ternyata memang benar kalau sudah jam 1 dini lewat,ia memang selalu lupa diri kalau sudah berada disana,tapi hanya sekali-kali saja.


Tanpa banyak bicara lagi,iapun segera berdiri dari duduknya dengan membawa gitar,lalu ia langsung berjalan pergi dari sana dengan langkah lebarnya yang memang selalu tegas.


" Dring dring dringgg..." terdengar suara nada pesan di HP miliknya Sebastian,dan hal itu mampu menghentikan langkah lebarnya Sebastian yang baru saja berjalan beberapa langkah itu,dan juga diikuti oleh Asisten tersebut yang memang sedari tadi sudah mengikuti langkahnya.


Sebastian segera mengambil HPnya dari dalam saku celananya dengan gerakan santainya,setelah ia sudah memberikan gitar berserta air botolnya kepada Asistennya tersebut yang dengan sigap segera mengambilnya.


Terlihat isi sebuah pesan dari seseorang dilayar HPnya setelah ia membukanya,bahkan isi pesan tersebut mampu membuat dirinya langsung tersenyum tipis dibalik wajah datarnya karena merasa senang dengan isi pesan tersebut.


Sedangkan Asistennya yang bernama Billy tersebut,ia hanya mampu mengernyit heran saja,saat ia melihat sekilas senyum tipis diwajah datar Tuan mudanya tersebut.


………


(Pak tua).


"Ingat,besok adalah hari kepulangannya keponakanku.Jangan lupa untuk melindunginya,karena besok aku sedang ada urusan lain"


……


"Billy,besok Nona Muda kalian akan pulang.Jadi, kamu yang akan pergi menjemputnya dan melindunginya" perintah Sebastian dengan nada tegasnya,sambil menutup HPnya dan menyimpannya kembali.


"Tapi Tuan Muda,apa tidak sebaiknya..." bantahan Asisten tersebutpun langsung terhenti karena disela oleh Tuan Mudanya.


"Aku akan memantaunya dari jauh...Ingat,kamu harus melindunginya dengan baik.Apa kamu mengerti?" sela Sebastian dengan cepat,sambil kembali melanjutkan langkahnya tadi.


" Baik,Tuan" jawab asisten tersebut dengan cepat dan wajah yang tersenyum senang,karena ia tahu kalau Tuan lamanya (Pak tua) yang masih menjadi Tuannya sampai sekarang itu memang berniat ingin mendekatkan Tuan mudanya dengan Nona Mudanya.

__ADS_1


Ia juga langsung bisa menebak apa arti dari senyum tipis Tuan Mudanya tadi,pasti karena berita tentang kepulangan Nona Mudanya.


'Wanita menyebalkan,sebentar lagi kita akan bertemu lagi.Dan kamu harus membayar apa yang telah kamu lakukan padaku...' batin Sebastian dengan langkah lebarnya menuju kearah mobilnya,sambil terus tersenyum didalam hatinya,dan diikuti oleh Asistennya dari belakangnya.Bahkan, dirinya sendiri tidak tahu apa arti atau alasan dari senyum senangnya tersebut.


__ADS_2