Suami Tampanku Yang Sederhana

Suami Tampanku Yang Sederhana
Bab. 44


__ADS_3

"Kalau begitu,siapa yang sedang kamu cari,Nona?" tanya Erik dengan kening yang sedang mengernyit heran,saat ia melihat pria yang tadi ikut bersama Nona cantik tersebut , malah sibuk menata HPnya disuatu tempat.Bahkan HP tersebut terlihat seperti sedang menyala,dan kalau menurut tebakannya,pria tersebut pasti sedang merekam dirinya bersama Nona cantik tersebut.


Dan yang lebih membuatnya merasa heran dan juga penasaran,karena pria tersebut ternyata adalah Asistennya Sebastian yang memang selalu mengikuti Sebastian kemana-mana.Hanya saja ia tidak jadi mempertanyakannya,saat ia melihat kode mata yang sedang diberikan oleh Billy untuknya.


"Dimana Sebastian,sahabatmu itu?" tanya Jennifer tanpa basa basi lagi, sambil terus menelisik isi dalam Restoran tersebut.


"Sebastian?" tanya Erik dengan wajah yang semakin penasaran,sambil terus mengingat-ngingat wanita tersebut yang memang seperti pernah ia lihat,dan mengabaikan tingkah anehnya pria tersebut.


"Iya,dimana Sebastian Sachdev Rendra?" Jenniferpun kembali mengulang pertanyaannya dengan nama lengkapnya Sebastian sekalian.


"Owh,aku baru mengingatnya.Bukankah kamu, wanita yang pernah datang kesini dan yang berulang tahun pada tahun lalu itu?" tanya Erik tanpa menjawab pertanyaannya Jennifer,saat ia baru saja mengingat tentang Jennifer.


"Iya,baru 1 tahun saja kamu sudah lupa..." jawab Jennifer dengan wajah yang sudah mulai kesal karena pertanyaan yang ia tanya sedari tadi tidak juga dijawab-jawab oleh Erik,tapi malah balik bertanya padanya.


"Iya,maafkan aku Nona...Tapi penampilan Nona pada 1 tahun yang lalu dan saat ini sangat berbeda jauh" jawab Erik dengan wajah yang tersenyum santai,karena memang benar,Jennifer menjadi semakin cantik dari 1 tahun yang lalu,hanya saja ia tidak pandai memuji wanita lain selain kekasihnya saja kecuali untuk buat bahan candanya.


"Itu tidak jadi masalah buatku,Tuan.Tapi masalahnya, sedari tadi kamu masih belum menjawab pertanyaanku tadi,Tuan?" jawab Jennifer dengan nada santainya sambil menahan rasa kesalnya pada Erik.


Lagi pula,ia tidak terlalu perduli sama tanggapan orang lain,ia hanya memperdulikan tanggapan dari pria pujaannya tersebut,.Tapi sayangnya,pria pujaannya malah tidak terlihat ada dimana-mana sampai saat ini.


"Sekali lagi maaf,Nona.Tapi dengan menyesal,aku akan mengatakan ini padamu,Nona..." jawab Erik dengan wajah seriusnya,sambil melirik sekilas kearah Elisa dan Elvan yang sudah mulai berjalan mendekat kearahnya.


"Apa maksudmu sebenarnya?" tanya Jennifer dengan wajah bingungnya,sambil terus menelisik wajah seriusnya Erik.


"Dengan berat hati,aku akan mengatakan padamu Nona,kalau Sebastian sudah tidak berkerja disini lagi" jawab Erik dengan nada pelannya,ia tidak menyangka kalau Jennifer yang ia tahu adalah wanita yang sedang mencintai Sebastian dari tatapan cintanya ditahun lalu itu,akan mencari Sebastian sekarang.


"What? Apa kamu sedang bercanda?" tanya Jennifer dengan wajah kaget,sambil menatap tidak percaya kearah ke 3 sahabatnya Sebastian yang pernah mendukung dirinya dulu itu.Bahkan ia sampai tidak menyadari apa yang sedang diperbuat oleh pengawal pribadi sementaranya itu, karena terlalu sibuk memikirkan tentang Sebastian.


"Aku bicara jujur,Nona.Sebastian sudah berhenti dari perkerjaan ini,pada 1 tahun yang lalu.Tepat seminggu setelah pertemuan kalian pada hari itu" jawab Erik yang langsung menjelaskannya dengan singkat tapi lebih detail dari yang sebelumnya,sambil kembali melirik sekilas kearah kekasihnya dan juga Elvan,lalu kembali kewajah cantiknya Jennifer yang sudah berubah ekspresi.


Dan ke 3 sahabatnya Sebastian itupun langsung menjadi bingung mau bagaimana caranya menghibur atau membantu Jennifer,saat mereka ber 3 melihat ekspresi kecewa diwajah cantiknya Jennifer.


"Apa kalian benar-benar tidak sedang membohongiku?" tanya Jennifer dengan perasaan yang masih tidak percaya,setelah ia terdiam untuk 1 menit.


"Iya Nona,apa yang dikatakan oleh kekasihku barusan memang benar.Bahkan Sebastian tidak mau mengatakan tentang apa alasannya berhenti dari perkerjaan ini" jawab Elisa dengan nada kesalnya,saat ia mengingat kembali tentang Sebastian yang telah mengatakan kalau mereka ber 3 akan tahu pada saatnya tiba,tapi nyatanya sampai sekarang mereka ber 3 masih tetap saja tidak mendapatkan jawaban atau penjelasan apa-apa dari Sebastian.


"Iya,bahkan sikapnya Sebastian terus berubah semenjak kalian bertemu hari itu" timpal Elvan dengan wajah seriusnya yang juga bercampur nada kesalnya,karena ia tidak begitu menyukai perubahan sikap drastisnya Sebastian tersebut.Tapi walaupun begitu ia tetap menyayangi sahabatnya itu,begitu juga dengan Elisa dan juga Erik.

__ADS_1


"Benarkah?" tanya Jennifer dengan nada bingung dan ekspresi tidak percaya yang semakin bertambah diwajahnya saat ini dengan perasaan yang masih kecewa.


Jennifer berpikir kalau Sebastian pasti sengaja berhenti berkerja untuk menghindarinya,karena sikap memaksanya pada 1 tahun yang lalu itu.


"Iya,tapi Sebastian sudah sukses sekarang.Saat ini ia sudah memiliki......." jawabannya Erikpun langsung disela oleh Billy dengan cepat.


"Nona Muda,apakah kita tidak pulang saja" tanya Billy dengan nada pelannya,sambil berjalan mendekat dan menunduk hormat kearah Nona Mudanya,setelah ia sudah selesai memberi kode mata kepada ke 3 sahabatnya Sebastian supaya tidak membocorkan tentang kesuksesan Sebastian untuk saat ini.


"Tidak.Jika kamu ingin pulang duluan,pulang saja sendiri" jawab Jennifer dengan nada kesalnya tanpa menatap kearah Billy,wajahnya yang begitu semangat tadipun juga sudah mulai layu karena apa yang ingin ia cari ternyata tidak ada disana.


"Dan ia sudah memiliki apa?" tanya Jennifer dengan nada penasarannya,isi kepalanya sudah mulai terarah pada hal-hal yang sedikit negatif tentang Sebastian.


"Apa Sebastian sudah memiliki kekasih?" tanya Jennifer dengan nada kesalnya, dan menyembunyikan rasa sedihnya,sambil duduk di salah satu kursi kosong yang ada didekatnya dengan gerakan tidak semangatnya.


'Apakah Sebastian telah melupakan pesan darinya dulu,atau bahkan telah melupakan dirinya,dan mungkin lebih parahnya lagi,Sebastian mencari wanita lain dan benar-benar sudah memiliki kekasih saat ini' pikir Jennifer dengan perasaan sedihnya.


Pertanyaan keduanya Jenniferpun mampu membuat Elisa,Elvan,Erik dan juga Billy langsung tersenyum lucu.


"Nona,jangan bersedih.Apa Nona pikir, kalau pria berwajah datar itu akan begitu mudah memiliki seorang kekasih?" tanya Elisa dengan nada seriusnya saat ia bisa merasakan rasa kecewa dan rasa sedihnya Jennifer saat ini,sambil berjalan mendekat kearah Jennifer yang masih saja menampilkan wajah kesalnya,dan juga diikuti oleh Billy,Elvan dan juga Erik dari belakangnya Elisa.


"Tentu saja,yang kekasihku maksudkan itu adalah Sebastian Nona.Hanya dalam 1 tahun saja,sikap dan ekspresi wajahnya langsung berubah 180 derajat.Sedari 1 tahun yang lalu,sikap dan ekspresi wajahnya terus saja berubah,hingga sekarang hanya terlihat wajah datarnya saja.Dan,ya,senyumnya hanya terlihat disaat-saat tertentu saja" jawab Erik dengan wajah malasya dan panjang lebar.


"Dan selama 1 tahun ini,kami baru hanya 8 kali pernah melihatnya senyum dihadapan kami ber 3.Itupun,hanya senyum kecilnya saja" timpal Elvan dengan nada santainya,sambil menyangga bok*ngnya kesisi meja tersebut.


'Sepertinya hanya aku seorang saja yang sering melihat pria berwajah datar itu tersenyum' batin Billy dengan rasa senang dibalik wajah tenangnya,saat ia mengingat setiap senyuman yang diperlihatkan oleh Tuan Mudanya yang ntah untuk siapa itu,disetiap malam saat ia bersama Tuan Mudanya didanau favorit Tuan Mudanya tersebut.


"Lalu apa kaitannya dengan memiliki seorang kekasih?" tanya Jennifer dengan wajah penasarannya,sambil menelisik pelan satu persatu,wajah ke 3 sahabatnya Sebastian tersebut.


"Tentu saja ada kaitannya,Nona. Karena berkat wajah-wajah datarnya itu,sudah banyak wanita yang selalu merasa takut dan menghindar terlebih dahulu,sebelum mereka semua sempat mendekati Sebastian.Apa lagi,saat Sebastian memberi tatapan tajamnya pada wanita-wanita tersebut" jawab Elisa dengan wajah yang tersenyum lucu saat ia jadi mengingat tentang ekspresi-ekspresi takut diwajah semua wanita tersebut.


"Banyak juga wanita yang terlalu percaya diri,dan dengan berani mencoba untuk mendekat dan menggoda Sebastian.Tapi belum sempat semua wanita itu berhasil mendekatinya,mereka semua pasti sudah akan ditampar duluan oleh Sebastian,atau Sebastian akan dengan mudah memenjarakan semua wanita tersebut tanpa mengalami kesulitan sedikitpun.


"What? Apakah kalian ber 3 serius dengan apa yang telah kalian bicarakan sedari tadi?" tanya Jennifer dengan wajahnya yang kembali kaget,sambil menatap tidak percaya kearah ke 3 sahabatnya Sebastian tersebut.


Tapi didalam hatinya,ia merasa sangat senang karena Sebastian telah menjauhi dan menolak banyak wanita.Dan ia memang benar-benar berharap,kalau Sebastian melakukan semua itu untuk dirinya.


"Nona,percayalah pada kami.Kalau priamu itu masih belum memiliki kekasih.Hanya saja,kemanapun dia pergi,pasti selalu saja dikelilingi oleh wanita-wanita cantik" jawab Elisa dengan wajah seriusnya,sambil mengenggam tangannya Jennifer untuk meyakinkannya.

__ADS_1


"Baiklah,untuk saat ini,aku akan mempercayai perkataan kalian ber 3" ucap Jennifer dengan nada senangnya,walaupun ia juga merasa malu dengan kata "priamu" dari sahabatnya Sebastian tersebut.


"Tapi Nona,sepertinya akan sulit untukmu.Karena sekarang,Sebastian sudah menjadi pria yang sangat sulit untuk didekati lagi" ucap Elisa dengan wajah yang tersenyum seriusnya,sambil menelisik wajahnya Jennifer yang sudah kembali bersemangat.


"Tidak masalah,kalian tidak perlu memikirkan hal itu,karena aku sangat yakin kalau aku pasti mampu mengatasinya dan akan mendapatkan hatinya" jawab Jennifer dengan wajah yang tersenyum yakinnya,sambil berdiri dari duduknya dengan semangat.


"Baiklah.Aku akan selalu mendoakan keberhasilanmu dan mendukungmu,Nona." ucap Elisa dengan nada tulusnya,sambil ikut berdiri dari duduknya dan tersenyum senang karena ternyata Sebastian sahabatnya memiliki calon kekasih yang tidak sombong sedikitpun dan juga sangat cantik.


"Aku juga akan mendukungmu,Nona.Selamat berjuang,Nona" timpal Erik dengan nada tulusnya juga,sambil tersenyum lebar sambil memberi tanda semangat dengan tangannya,ia sangat berharap kalau wajah datar atau dingin tersebut akan segera mencair dengan adanya Jennifer.


"Aku juga akan mendukungmu,Nona.Aku berharap,kalau Nona benar-benar akan berhasil" timpal Elvan dengan nada tulus yang sama,dan harapan yang sama seperti Erik sambil tersenyum lebar juga.


"Terima kasih atas dukungan dan doa tulus kalian untuk saat ini dan juga untuk 1 tahun yang lalu,aku sangat menyukainya dan aku akan selalu mengingatnya.Sekarang, mari kita bersahabat..." ajak Jennifer dengan wajah yang tersenyum lebar dan juga perasaan senangnya sambil mengulurkan sebelah tangannya kearah 3 sahabat tersebut ,ia tidak menyangka kalau ke 3 sahabatnya Sebastian tersebut masih begitu mendukungnya sampai saat ini.


Dan satu lagi,sisi lain yang baru ia ketahui,yaitu mereka ber 3 sangat ramah padanya.


Sedangkan Elisa,Erik dan Elvan,mereka ber 3 langsung saling tatap dengan wajah bingung mereka.Lalu beberapa detik kemudian,mereka ber 3 langsung tersenyum senang,dan segera menyambut uluran tangannya Jennifer satu persatu,dengan tangannya Elisa yang berada diatas telapak tangannya Jennifer,berlanjut Erik lalu Elvan.


"Jangan coba-coba untuk mendekat,aku hanya menginginkan sahabat yang tidak akan menyimpan rahasia dariku,atau aku akan membuatmu tidak bisa berjalan saat ini juga..." peringat Jennifer dengan cepat,nada tegas,mengancam dan menyindirnya,sambil menatap tajam kearah Billy yang berniat ingin mendekat kearahnya dan juga berniat ingin bergabung dengan kumpulan jabatan tangan persahabatan tersebut.


"Maafkan aku,Nona Muda" jawab Billy dengan nada kesalnya,sambil kembali berjalan mundur ketempatnya tadi,padahal ia hanya ingin membuat kumpulan jabatan tangan persahabatan tersebut menjadi semakin meriah saja.


"Ya, begitu lebih baik" ucap Jennifer dengan wajah yang tersenyum puas saat ia melihat Billy yang sudah berdiri ditempatnya tadi,setidaknya ia masih bisa sedikit melampiaskan rasa kesalnya pada Billy karena ketidakjujurannya Billy tentang Tuan Muda tadi siang.


Berbeda dengan Billy yang sedang menampilkan wajah kesalnya,Elisa,Erik dan Elvan hanya mampu tertawa kecil,walaupun mereka ber 3 tidak tahu apa masalahnya antara Jennifer sama Billy.


Setelah mereka semua sudah menyelesaikan jabatan tangan persahabatan ala-ala mereka,mereka semuapun langsung duduk bersama-sama,saling bertukar no HP dan mengobrol selama 30 menit lamanya.


Mereka juga mengobrol tentang keluarga dan Perusahaan miliknya Sebastian,.Tapi sayangnya,Elisa,Erik dan Elvan lupa sama nama Perusahaan tersebut,karena mereka memang jarang membicarakan tentang hal itu.


Dan hal itupun mampu membuat Jennifer menjadi kesulitan untuk menemukan keberadaannya Sebastian.Karena tidak mungkin ia harus mencari keluarganya Sebastian,bisa- bisa ia akan merasa malu sama tanggapan keluarganya Sebastian.


Apa lagi kalau sampai Sebastian langsung menolaknya secara terang-terangan,sama seperti korban-korban yang telah dikatakan oleh Elisa,Erik dan Elvan tadi,mau letak dimana wajah tebalnya nanti.


Untung saja obrolan mereka tidak kaku,tapi malah berjalan dengan lancar dan menyenangkan.Dan bahkan Jennifer terus saja mengancam mereka ber 3 untuk memanggil namanya saja karena perkataannya tadi telah diabaikan oleh mereka ber 3.


"Kalau begitu,aku akan pulang terlebih dahulu.Terima kasih atas waktu kalian,dan mau bersahabat denganku.Lain kali,aku pasti akan datang untuk mencari kalian lagi" ucap Jennifer dengan nada tulusnya dan wajah seriusnya,sambil berdiri dari duduknya dan melihat sekilas jam tangannya yang ternyata sudah menunjukkan hampir jam 5 sore.

__ADS_1


__ADS_2