Suami Tampanku Yang Sederhana

Suami Tampanku Yang Sederhana
Bab. 59


__ADS_3

Karena pergerakannya Jennifer tadi,dressnya menjadi sedikit terangkat lagi,dan hal itupun mampu membuat Sebastian hampir saja menjadi salah tingkah akibat paha mulusnya Jennifer yang semakin terlihat.


Jenniferpun langsung menelisik dressnya,hingga mampu langsung membuat dirinya terpekik malu...


"Aarhgg...Apa kamu sedang berpikir mesum sekarang?" terdengar suara pekikan tertahannya Jennifer,ia juga bertanya dengan wajah kesalnya,sambil merapikan dressnya secepat mungkin dan juga turun dari atas kasur miliknya Sebastian tersebut.


Sebastian yang masih mempertahankan wajah tenangnya tadipun langsung merasa kesal,padahal tadi ia langsung mengangkat tatapannya kewajahnya Jennifer,saat tadi ia tidak sengaja melihat paha mulusnya tersebut.


"Bukankah kamu sendiri yang sedang menggodaku,hm...?" tanya Sebastian dengan menahan rasa kesalnya,sambil memerhatikan Jennifer yang mungkin saja sedang sibuk mencari tas kecilnya tadi.


Apa lagi,saat ia mengingat kalau Jennifer duluan yang menarik tangannya tadi.Sekarang,Jennifer malah mengatain dirinya yang sedang berpikir mesum.Yang benar saja..


"Memangnya aku wanita apaan,yang harus menggodamu...Atau jangan-jangan memang itu yang kamu harapkan saat ini?" jawab Jennifer dan juga bertanya balik dengan wajah yang sengaja tersenyum menggoda kearah Sebastian yang hanya berjarak 3 langkah saja dengannya.


"Jangan sembarangan menebak...Sedikitpun,aku tidak akan pernah berpikir seperti itu..." jawab Sebastian dengan nada kesalnya,sambil mengambil tas tangannya Jennifer yang ada diatas meja kecilnya dan melempar pelan kearah Jennifer yang belum siap untuk menangkapnya.


Tapi untung saja,Jennifer tetap mampu menangkapnya,walaupun dengan kedua tangannya yang terlihat buru-buru,dan hampir saja tas miliknya itu terjatuh kelantai.


"Apa kamu tidak bisa memperingatiku terlebih dahulu...Pakai lempar saja,bagaimana kalau tas kulit ini mengenai wajah cantikku ini?" tanya Jennifer dengan nada kesalnya,sambil menyandangkan tas tangannya kebahu kanannya.


"Ayo,aku antar kamu pulang..." ajak Sebastian dengan nada seriusnya dan wajah tenangnya kembali,ia juga mengabaikan gerutuan kesalnya Jennifer dan hanya tersenyum didalam hatinya,sambil berjalan keluar dari dalam ruangan tersebut dengan langkah pelannya.


"What? Apa kamu serius,mau mengantarku pulang?" tanya Jennifer dengan nada agak tingginya karena merasa tidak percaya dengan apa yang telah ia dengar barusan,sambil menatap tidak percaya kearah punggung lebarnya Sebastian yang sudah mencapai pintu.


"Jika kamu bertanya lagi,aku akan menarik kembali kata-kataku tadi..." jawab Sebastian dengan nada malasnya sambil membuka pintu tersebut,karena Jennifer terus saja merasa tidak percaya padanya sedari tadi.


"Baiklah,baiklah,aku tidak akan bertanya lagi..."ucap Jennifer dengan nada senangnya,sambil mengikuti langkahnya Sebastian dengan cepat.


'Hari ini memang benar-benar hari keberuntunganku,karena Sebastian sudah mulai brsikap baik padaku.Dan aku harap,akan terus seperti ini,dan aku harap akan semakin lebih baik dari pada yang sekarang ini..Tapi bagaimana tentang c**m*n kami tadi,apa itu nyata atau hanya mimpi saja ya...' batin Jennifer dengan wajah tersenyum senangnya sambil menyentuh bibirnya yang masih terasa bengkak,dan wajah melamun diakhir kalimatnya,hingga ia terus saja berjalan dan tidak menyadari Sebastian yang sedang berdiri didepannya setelah sudah selesai mengambil kunci mobil berserta Jas kerjanya.


Bukannya ia ingin bersikap b*d*h,hanya saja ia tidak begitu mempercayai kalau pria seperti Sebastian,pria yang selalu ingin menghindarinya malah akan menc**mnya.Bahkan c**m*n mereka tadi lebih banyak dipimpin oleh Sebastian,tidak seperti tahun lalu yang hanya dipimpin oleh dirinya saja.


Dan sikap b*d*hnya itu juga sengaja ia lakukan,untuk bisa menghindar dari rasa malunya tadi,ia juga tahu kalau Sebastian pasti akan merasa malu juga.


"Auchk...." terdengar suara pekikan sakit dari Jennifer yang keningnya terasa sakit karena terbentur dada kekarnya Sebastian yang terasa keras tersebut.


"Apa yang sedang kamu pikirkan,hm? Sampai kamu tidak mau memerhatikan jalan..." tanya Sebastian dengan wajah penasarannya,sambil menatap jari telunjuknya Jennifer yang berada dibibirnya tadi sudah sibuk mengelus-elus keningnya.

__ADS_1


"I itu,itu bukan apa-apa,aku hanya sedang lelah saja.Ayo,bukankah tadi kamu mengatakan akan mengantarku pulang..." jawab Jennifer dengan nada gugupnya,sambil memeluk lengan dan juga menarik tubuhnya Sebastian yang hanya mengikutinya dengan pasrah.


'Wanita ini,pasti sedang memikirkan c**m*n tadi...Kenapa tadi aku sampai bisa bernafsu seperti itu,saat berdekatan dengannya...' batin Sebastian dengan wajah tenang yang sedang menahan senyumnya saat ia bisa menebak apa yang sedang dipikirkan oleh Jennifer tadi.


Sepertinya,c**m*n itu akan menjadi candunya untuk kedepannya.Dan yang pasti,ia sudah mulai menyukainya.


Merekapun terus berjalan melewati para karyawan dan juga Billy dan Aldy yang langsung mengikuti mereka berdua dari belakang dalam diam,bahkan mereka berdua merasa sangat senang dengan kebersamaan Tuan Muda dan Nona Muda mereka tersebut,walaupun masih belum ada keterangan yang jelas dari mulut mereka berdua.


Sedangkan para karyawan,semuanya hanya mampu menatap kagum,tatapan mendamba dan juga tatapan iri kearah mereka berdua,terutama para karyawan wanita. Apa lagi,saat mereka melihat Jas kerja Tuan Mudanya yang belum dipakai dan masih tersampir dilengannya yang satunya lagi.


Dan tubuh kekarnya Sebastian yang sedang memakai kemeja tanpa Jas tersebutpun mampu membuat tatapan mereka semakin menjadi-jadi.


'Apa mereka memang akan seperti ini,setiap hari...' batin Jennifer dengan menahan rasa kesalnya,sambil melirik kearah semua sudut perusahaan tersebut yang sudah dipenuhi para karyawan dan tatapan mereka yang mampu membuat dirinya merasa kesal tersebut.


Dan tatapannya pun langsung menjadi semakin kesal saat lirikannya tidak sengaja terarah ketubuhnya Sebastian yang terlihat sangat kekar dibalik kemeja tersebut.


"Apa kamu sengaja memamerkan tubuh berototmu itu pada wanita-wanita yang ada disana...?" tanya Jennifer dengan nada pelan dan wajah kesalnya,sambil menghentikan langkahnya Sebastian.


"Maksudmu?" tanya Sebastian balik,dengan nada bingungnya,sambil menatap heran kearah wajah kesalnya Jennifer.


Dan hal tersebutpun mampu membuat semua para karyawan semakin menatap senang kearah mereka berdua,dan pastinya lebih banyak yang langsung merasa patah hati.Apa lagi,saat mereka semua melihat kalau Tuan Presdir mereka hanya diam saja.Dan tidak marah sedikitpun,tidak seperti sebelum-sebelumnya,saat Tuan Presdir mereka digoda sama wanita lain.


Ditambah lagi,dengan berita tersembunyi yang telah diumumkan langsung oleh Tuan Billy pada mereka semua tadi siang,yang mengumumkan kalau wanita yang bernama Jennifer tersebut adalah calon istri Tuan Presdirnya mereka.


Sedangkan Billy dan Aldy,keduanya langsung tersenyum senang sambil terus memerhatikan mereka berdua.


Berbeda dengan Sebastian yang hanya tersenyum senang didalam hatinya sambil terus menatap datar kearah Jennifer yang masih sibuk mengancingkan Jas kerjanya,saat ia baru menyadari apa penyebab tingkah anehnya Jennifer tersebut.


"Nah,begini baru benar.Ayo..." ucap Jennifer dengan wajah tersenyum senangnya,sambil kembali memeluk dan juga menarik lengannya Sebastian setelah ia sudah selesai menelisik dada kekarnya Sebastian yang sudah tertutup sempurna tanpa celah sedikitpun,berkat Jas kerja tersebut.


Sedangkan Sebastian terus saja menuruti dan pasrah dengan apa yang dilakukan oleh Jennifer pada dirinya,bahkan sedikit ekspresi marah saja tidak terlihat diwajahnya.


Hingga mampu membuat rasa kagum dihatinya Billy dan juga Aldy semakin bertambah,dan mereka berdua terus berdoa bersama-sama didalam hati mereka,kalau Jennifer akan mampu selalu menciptakan senyuman diwajah datar Tuan Mudanya,dan hari-hari mereka berserta yang lainnya tidak akan terus merasa tegang dengan wajah datar Tuan Muda mereka yang tidak mampu mereka ganggu gugat itu.


Hanya tinggal beberapa langkah saja,mereka akan sampai dimobilnya Sebastian,tapi tiba-tiba saja seorang wanita datang memghadang langkah mereka berdua,hingga membuat Billy dan Aldy segera melangkah cepat kehadapan Tuan Muda dan Nona Muda mereka,untuk menjaga jaraknya wanita tersebut.


"Apakah kamu ingin mati,Nona?" tanya Aldy dengan nada kesalnya,sambil menatap tajam kearah wanita tersebut yang ternyata adalah Siska,begitu juga dengan Billy yang juga sedang menatap tajam kearah Siska.

__ADS_1


"Sayang,tolong maafkan aku,dan tolong beri aku kesempatan 1 kali lagi..." pinta Siska dengan wajah sedihnya ,sambil menatap serius kearah Sebastian yang terlihat tidak ingin melihatnya karena tatapannya sebastian hanya terus lurus kedepan saja.


Tadinya ia hanya berniat ingin menatap Sebastian dari jauh saja,selama beberapa bulan ini ia sangat sulit untuk bisa menemui Sebastian dari dekat seperti ini karena banyak pengawal yang akan menghadangnya.


Tapi saat ia melihat Sebastian yang sedang berjalan mesra dengan Jennifer,hatinya jadi memanas karena rasa marah dan juga rasa irinya.Iapun langsung mengambil kesempatan pada saat beberapa pengawal tersebut yang kebetulan sedang lengah tadi,dan memberanikan diri untuk mendekati Sebastian juga Jennifer.


"Sayang? Apa kalian berdua balikan lagi?" tanya Jennifer dengan wajah kesalnya,sambil menelisik wajah datarnya Sebastian yang langsung menjadi kesal.


"Apa kamu pikir,diriku ini semurah itu?" tanya Sebastian balik dengan nada kesalnya,sambil terus menatap lurus.


"Baguslah kalau memang benar begitu,dan aku tidak pernah berkata seperti itu..." jawab Jennifer dengan nada senang dan wajah tidak bersalahnya,sambil semakin memeluk erat lengannya Sebastian dan juga menatap tajam kearah Siska yang sedang menatap marah,kesal kearahnya.


'Kamu memang tidak berkata seperti itu,tapi pertanyaanmu tadi sudah mengartikan semuanya...' batin Sebastian.


Sebastianpun hanya mampu menetralkan rasa kesalnya,dan kemudian menatap tajam kearah Siska yang mencoba ingin mendekatinya tapi dihalangi oleh Aldy dengan cepat.


'Kenapa mereka berdua bisa sedekat ini? Apa hubungan mereka berdua pada tahun lalu itu,memang benaran? " batin Siska dengan perasaan kesalnya,saat ia melihat kemesraan mereka berdua,bahkan Sebastian tidak merasa keberatan sama sekali.


"Bastian,percayalah,aku sekarang memang benar-benar sudah banyak berubah dan juga sangat mencintaimu.Aku juga sangat yakin,kalau kamu juga pasti masih mencintaiku kan..." ucap Siska dengan wajah tidak tahu malunya,sambil terus berusaha ingin melewati Aldy yang terus saja menghadang langkahnya.


Ini adalah kesempatannya untuk bisa balikan dengan Sebastian lagi,dan ia juga sangat yakin dnegan apa yang baru saja ia katakan tanpa ia pikir ulang lagi.


"Bastian,kita bisa memulainya dari awal lagi.Kamu pasti akan lebih bahagia,jika bersamaku dari pada wanita lain.Qpa lagi,wanita yang seperti ini..." lanjut Siska lagi,hingga mampu membuat Billy dan juga Aldy langsung menahan muntah mereka saat mereka mendengar kata-kata terlalu percaya diri dan sangat menggelikan tersebut.


"Percaya diri sekali,wanita ini...Apa kamu tidak tahu malu...Setahuku,dulu kamu sendiri yang menyia-siakan kekasihku.Sekarang kamu malah datang dengan wajah tidak tahu malumu. Benar-benar memalukan...Dan wanita sepertiku mungkin lebih baik dari pada wanita matre sepertimu" ucap Jennifer dengan nada kesalnya,sambil terus menatap kesal kearah Siska yang langsung menjadi marah dan juga kesal.


"Kekasih? Cih,raganya boleh menjadi milikmu,tapi apa kamu yakin,kalau dihatinya Sebastian akan ada kamu? Aku peringatkan padamu,dihatinya hanya akan ada aku untuk seterusnya.Karena Sebastian sangat sulit untuk jatuh cinta,tapi sekali dia jatuh cinta,dia tidak akan bisa melupakannya dengan mudah..." ucap Siska dengan wajah yakinnya dan sengaja ingin memanas-manasin Jennifer karena sudah terlanjur marah,sambil menatap sinis kearah Jennifer yang hanya terlihat santai-santai saja.


"Oh,benarkah? Apa kamu tahu,kalau aku tidak pernah mau mempercayai kata-katamu itu.Tapi kalaupun memang benar apa yang kamu katakan barusan...Aku pasti akan segera mengisi hatinya Sebastian dengan semua cintaku,supaya namamu cepat menghilang dari hatinya Sebastian tanpa kami sadari.Bukankah benar begitu,Honey?" jawab Jennifer dengan nada tenangnya,sambil meraba pelan dada kekarnya Sebastian yang hanya tetap diam saja.


"Aku harap,kamu tidak akan meragukan cintaku,Honey.Seperti cintanya wanita yang lainnya... " lanjut Jennifer rengan nada menyindirnya,sambil tersenyum mengejek kearah Siska.


'Tidak,aku tidak akan pernah meragukanmu...' jawab Sebastian didalam hatinya,tanpa menatap Jennifer.


Bagaimana caranya ia harus meragukan cintanya Jennifer,sekarang saja hati dan jantungnya terus saja berdebar dan beretak tidak beraturan,jika sudah berdekatan seperti ini.Apa lagi,sama tatapan cinta tulusnya Jennifer tersebut yang terus saja mengelilingi dirinya selama beberapa hari ini.


Bahkan kalimat-kalimatnya Siska tadi seperti angin lalu saja bagi dirinya,karena cintanya untuk Siska memang sudah lama menghilang dari dalam hatinya,dan sekarang tidak tersisa sedikitpun.

__ADS_1


__ADS_2