
Hanya saja,bedanya mereka berdua,Sylvia lebih manja dari Jennifer yang hampir tidak pernah menampilkan sikap manjanya pada siapapun ataupun pada mereka ber 3.
"Sayang,kamu lihatlah sikap keras kepalanya putrimu yang satu ini" ucap Mommy dengan nada yang semakin kesal,sambil menatap wajah datar suaminya dan Jennifer secara bergantian.
"Sayang,bagaimana dengan kuliahnya nanti kalau sekarang saja sibuk dengan rasa cintanya yang masih belum jelas itu? tanya Mommy lagi,dengan wajah yang masih memberengut kesal saat ia melihat wajah suaminya yang hanya diam saja,dan dengan itu saja sudah bisa menandakan kalau suaminya sedang berpihak pada Jennifer saat ini.
"Soal itu,besok saja baru kita bicara kan sayang.Sekarang sudah malam,sebentar lagi kita akan pulang.Lebih baik kita menikmati makanan yang sudah di hidangkan oleh mereka tadi" jawab Daddy dengan wajah tenangnya,sambil menyantap sisa makanan penutupnya tadi.
Sedangkan Jennifer,ia langsung tersenyum senang di dalam hati saat ia melihat Daddynya yang terlihat seperti mendukung keputusan tidak terucapnya tadi.Begitu juga dengan Sylvia yang ikut tersenyum senang untuk kakaknya.
"Kak,apa cincin yang tadi itu dari calon kakak iparku tadi?" tanya Sylvia dengan wajah yang tersenyum menggoda dan juga kedua alis yang naik turun ke arah Jennifer.
"Cincin? Kakak ipar?" tanya Jennifer sambil menatap bingung ke arah Sylvia yang masih saja menaik turunkan kedua alisnya.
"Ya Tuhan" lanjut Jennifer lagi,dengan nada yang agak sedikit tinggi dan wajah paniknya,sambil memegang erat tas kecilnya dan juga berdiri dari duduknya dengan cepat.
"Dad,Mom,aku pergi sebentar ya.Kalian tenang saja,aku akan kembali lagi dengan cepat" lanjut Jennifer lagi dengan cepat,lalu ia langsung berjalan pergi dari sana dengan sedikit berlari ntah kemana,dan meninggalkan Daddy,Mommy dan adiknya yang langsung menjadi bingung dengan tingkah anehnya itu.
"Dad,kenapa aku seperti tidak mengenal kakak lagi?" tanya Sylvia dengan nada kesalnya,padahal tadinya ia berniat menggoda kakaknya dan sekalian menuntaskan rasa penasarannya yang masih dalam tebak-tebakan itu.Tapi ia bisa menebak, kalau kakaknya itu pasti pergi mencari calon kakak iparnya tadi.
"Ntahlah...Daddy hanya merasa penasaran saja,dari mana kakakmu itu mengenal pria yang tadi,padahal kakakmu kan baru pulang dan baru berada di sini beberapa minggu saja" jawab Daddy dengan wajah penasarannya,sambil melanjutkan makannya tadi setelah punggung putri sulungnya itu sudah mulai tidak terlihat lagi.
Walaupun ia memang selalu mendapatkan laporan dari anak buahnya,tapi ia tidak percaya kalau pria yang di laporkan oleh anak buahnya itu terlihat tidak begitu tertarik sama putrinya itu.Hingga mampu membuat dirinya menjadi semakin penasaran tentang pria yang bernama Sebastian tersebut.
Tidak lupa juga Daddy mengisyaratkan pada anak buahnya untuk mengikuti dan menjaga putrinya itu.
"Bukan kamu saja,Mommy juga menjadi tidak mengenal kakakmu lagi" timpal Mommy dengan wajah yang masih saja kesal,sambil mengikuti apa yang di lakukan oleh suaminya.
"Mom,kemana senyuman di wajah cantikmu?" tanya Sylvia dengan wajah yang tertawa kecil sambil menutup pelan mulutnya,dan di tanggapi dengan dengkusan kesal oleh Mommynya.Rasa kesalnya tadi langsung saja menghilang begitu saja,saat ia melihat wajah kesal Mommynya yang lebih parah dari wajah kesalnya.
Bahkan Daddypun jadi tersenyum karena tawa kecil putri bungsunya itu,merekapun makan sambil mengobrol tanpa Jennifer.Dan mereka juga sibuk mendengar cerita dari Sylvia tentang cincin yang Sylvia sebut tadi.
***
Berbeda dengan Jennifer yang sedang sibuk mencari keberadaannya sebastian,Sebastian malah sedang sibuk mencari keberadaan ke 3 sahabatnya itu.
"Di mana Erik dan yang lainnya?" tanya Sebastian pada salah satu karyawan yang berada di sekitar dapur sana,karena ia sedang berada di sana saat ini setelah selesai menormalkan detakan jantungnya yang tidak beraturan tadi.
"Erik dan yang lainnya sudah pulang sedari 10 menit yang lalu,Pak" jawab karyawan tersebut dengan wajah bingungnya,tidak biasanya Sebastian bertanya padanya tentang ke 3 orang tersebut.
__ADS_1
"****" umpat Sebastian dengan nada pelan dan wajah kesalnya,sambil menggusar rambutnya dengan gerakan kesal.
Lalu iapun langsung berjalan pergi dari area dapur tersebut menuju ke arah meja bar,dan meninggalkan karyawan tersebut yang hanya mampu menatap bingung ke arah punggungnya.
"Tolong berikan aku sedikit wine" pinta Sebastian dengan nada lemah semangatnya pada karyawan yang sedang berjaga di meja bar tersebut,setelah ia sudah sampai dan duduk di kursi yang ada di meja bar tersebut.
"Baik Pak" jawab karyawan tersebut dengan cepat,dan segera mengambilkan sedikit wine untuk Sebastian.
1 menit kemudian...
Sebastianpun langsung mengambil gelas yang berisi wine tersebut,gelas yang baru saja di letakkan di hadapannya oleh karyawan tersebut.
Tapi baru saja ia menyesapnya,tiba-tiba saja terdengar suara wanita yang selama 1 tahun ini telah menipu dirinya itu dari sampingnya...
"Sayang,lihatlah pria miskin ini.Dia terlihat sangat kacau.Aku rasa dia sedang di tinggalkan oleh kekasihnya lagi saat ini" ucap wanita tersebut yang ternyata adalah Siska,sambil tersenyum mengejek dan menelisik rambutnya Sebastian yang tidak lagi rapi seperti tadi.
Ia sedang berdiri tidak jauh dari sampingnya Sebastian saat ini,dan bersama seorang pria atau kekasihnya yang sedang memeluknya dari samping.
Sedangkan Sebastian,ia yang memang sangat mengenali suara wanita tersebut,langsung menoleh ke samping dengan perlahan-lahan.
Ia semakin yakin kalau Siska memang telah menipunya selama ini saat ia melihat wajah tidak bersalah dan kata-kata menghina dari Siska untuknya barusan,tapi ia hanya diam saja dengan wajah yang datar sambil menahan rasa kecewa yang bercampur dengan rasa emosi.Lagi pula,ia masih ingin mendengar lanjutan dari Siska lagi.
"Maka dari itu,kamu harus berkaca pada cermin terlebih dahulu.Apakah kamu itu pantas atau tidak pantas hidup berdampingan sama wanita kaya..."lanjut Siska lagi,masih dengan wajah yang tersenyum mengejek,saat ia melihat Sebastian yang hanya diam saja.
Tanpa mereka ber 3 sadari kalau sudah ada seorang wanita cantik yang sedang berdiri sekitar 6 langkah dari tempat mereka berada,dan sedang memerhatikan dan juga mendengarkan perkataan mereka dalam diam sambil memegang sebuah kotak cincin.
"Apakah ini pria tadi yang sedang bermimpi ingin menikahi wanita kaya,sayang?" tanya pria yang sedang memeluk Siska tersebut,sambil tersenyum sinis ke arah pria yang ia tahu bernama Sebastian itu.
Pria tersebut dan Siska sudah dari tadi memperhatikan Sebastian dan Jennifer,sedari mereka berdua bernyanyi di atas panggung tadi.
Awalnya pria tersebut dan Siska sama seperti Mommynya Jennifer tadi,mereka mengira kalau Sebastian dan Jennifer sedang menjalin hubungan kekasih,merekapun sudah memikirkan berbagai rencana untuk memisahkan mereka.
Tapi saat mereka melihat dari jauh,ekspresi kesalnya Sebastian setelah selesai mengobrol bersama keluarganya Jennifer tadi.
Merekapun yakin pada ansumsi mereka sendiri,tanpa tahu apa yang sebenarnya telah terjadi.Mereka mengira kalau Sebastian telah di usir atau di tolak mentah-mentah oleh keluarganya Jennifer atau Jennifer sendiri.
Sedangkan Sebastian,ia langsung mengernyitkan keningnya dengan perasaan bingung di balik wajah datarnya,karena ia tidak mengerti dengan apa yang Siska dan pria tersebut katakan.
'Di tinggalkan kekasih,bermimpi ingin menikahi wanita kaya,yang benar saja,padahal ia hanya sedang kesal saja sama ke 3 sahabatnya yang mungkin saja sudah memeluk bantal guling di kamar mereka masing-masing.Dan tuduhan mereka berdua yang tanpa alasan itu,jelas-jelas bukan hal-hal yang sedang ia alami saat ini' pikir Sebastian.
__ADS_1
"Benar sayang,pria ini juga yang suka mengejarku dulu" jawab Siska dengan ekspresi percaya dirinya,sambil terus tersenyum mengejek ke arah Sebastian.
"Pertama-tama,aku ingin berterima kasih dulu pada kalian berdua karena telah baik hati memerhatikan aku"ucap Sebastian yang sedari tadi hanya diam saja dan mengabaikan rasa bingungnya tadi,lalu ia segera berdiri dari duduknya dengan gerakan santai dan menatap datar ke arah Siska.
Berbeda dengan kekasihnya Siska yang masih tetap santai saja,Siska malah langsung menjadi kaget tapi hanya untuk beberapa detik saja, saat ia melihat wajah dan nada bicaranya Sebastian yang biasanya selalu lemah lembut padanya,tapi sekarang sudah berbeda jauh dari yang sebelumnya.Terlihat dari tatapan datar dan juga terdengar nada berserta wajah tenang tanpa rasa sakit atau kecewa sedikitpun dari Sebastian.
"Dan untuk kamu,aku akan menganggap kalau kamu sedang memiliki penyakit amnesia,Nona Siska" lanjut Sebastian lagi,dengan tersenyum lucu di dalam hatinya,karena ternyata ia benar-benar buta soal cinta sampai mudah di tipu oleh Siska begitu saja.
"Kamu,,...." ucapan kesalnya Siskapun langsung di sela oleh Sebastian dengan cepat.
"Oh,jadi ini dia pria selingkuhanmu itu? Maaf kalau aku salah bicara.Tapi mungkin lebih tepatnya,kamu dan kekasihmu ini telah berkomplot untuk menguras uangku yang tidak seberapa itu..." sela Sebastian dengan nada tenangnya yang bercampur sedikit nada menyindir,sambil menyembunyikan semua rasa emosi dan rasa kesalnya di balik wajah datarnya.
"Kami tidak pernah berkomplot,tapi aku hanya mendukung apa saja yang kekasihku ingin lakukan.Bukankah begitu,sayang ? " jawab pria tersebut dengan nada santainya,sambil tersenyum senang ke arah siska.Lalu ia kembali tersenyum sinis ke arah Sebastian.
"Benar sekali sayang.Lagi pula,kamu saja yang terlalu bodoh karena mau mempercayai kata-kataku" jawab Siska dengan wajah yang kembali tersenyum mengejek ke arah Sebastian
Sebastian yang sudah tidak bisa menahan rasa kesal dan emosinya itupun ingin segera berbicara kembali,tapi belum sempat Sebastian membalas perkataannya Siska,tiba-tiba saja terdengar suara manjanya seorang wanita dari sampingnya Sebastian.
"Hubby,kamu kemana saja? Aku sudah mencarimu kemana-mana,ternyata kamu ada disini..." panggil wanita tersebut dengan nada manjanya,sambil berjalan mendekat ke arah Sebastian dan langsung memeluk pinggangnya Sebastian dengan manja.Dan juga dengan Jas kerjanya Sebastian yang masih melekat sempurna di tubuh langsingnya itu.
Ya,wanita tersebut ternyata adalah Jennifer yang sedari tadi sudah memerhatikan mereka ber 3,bahkan ia bisa mendengar dengan jelas semua pembicaraan mereka ber 3 tanpa mereka ber 3 sadari karena terlalu sibuk dengan obrolan panas mereka tadi.
Saat ia sudah mengerti semuanya dan tahu apa masalah yang sedang di hadapi oleh pria pujaan hatinya itu tadi,iapun langsung tersenyum senang karena ternyata Sebastian masih atau sudah jomblo.
Lalu iapun segera memakai cincin tersebut,dan langsung berjalan ke arah Sebastian setelah sudah selesai menyimpan kotak cincin yang sudah kosong itu kembali ke dalam tasnya.
'Hubby' batin Sebastian dengan wajah kagetnya,sambil menatap wajah manjanya Jennifer yang sudah berada di dalam pelukannya dengan kedua tangannya yang dalam keadaan pasrah,tidak menghindar,ataupun membalas pelukan tersebut.Karena ia sedang sibuk mengatur detakan jantungnya yang kembali mulai berdetak tidak karuan,dan malah lebih parah dari yang tadi.
"Hubby? Bukankah kalian berdua sudah......" tanya Siska dengan wajah kagetnya yang bercampur rasa bingung dan menjeda pertanyaannya karena ia mulai kurang yakin sama tebakannya bersama kekasihnya tadi,saat ia melihat pelukan erat dan manjanya Jennifer pada Sebastian saat ini.
Sedangkan kekasihnya Siska,ia langsung menjadi emosi saat ia melihat Jennifer atau wanita yang selama ini ia kejar-kejar tapi tidak berhasil,tapi malah memeluk Sebastian dengan sebegitu erat di depan matanya saat ini.
"Nona,memangnya kenapa dengan kami berdua?" tanya Jennifer pura-pura tidak mengerti,sambil menatap bingung ke arah Siska tanpa mengendurkan pelukannya dari pinggangnya Sebastian.
"Bukankah kalian sudah tidak bisa melanjutkan hubungan kalian lagi? " tanya Siska balik,sambil menatap bingung ke arah Jennifer setelah rasa kagetnya sudah mulai menghilang.
"Nona,memangnya dari mana kamu mendengar kalau hubungan kami tidak bisa di lanjutkan lagi?" tanya Jennifer balik dengan wajah tenangnya,sambil menatap wajah bingungnya wanita tersebut.Lalu beralih ke wajah emosinya pria yang ada di sampingnya wanita tersebut,pria yang pernah mengejarnya dengan berbagai cara,cara yang bersih ataupun kotor.
"Owh,apakah kalian berdua melihat sedikit kegaduhan yang ada di sana tadi? Maafkan kami,kalau hal tersebut telah menganggu kenyamanan kalian juga.Tadi itu sudah hal biasa bagi kami,karena orang kaya seperti kami memang seperti itu caranya kalau ingin menyambut calon anggota keluarga baru.Dan mungkin saja kalian tidak akan mengerti tentang cara-cara orang kaya yang seperti tadi" lanjut Jennifer lagi,dengan panjang lebar dan berpura-pura baru mengerti,dan juga terdengar sedikit nada sombongnya.Padahal dari tadi ia sudah mengerti,hanya saja ia ingin membuat sepasang manusia tersebut merasa kesal.
__ADS_1
Dan benar saja,Siska langsung menampilkan wajah kesalnya.Kekasihnya pun lebih kesal dan emosi dari Siska saat mereka berdua mendengar pernyataannya Jennifer barusan.Apa lagi saat Siska mendengar nada sombing dari Jennifer barusan,tapi ia tidak berani mencari masalah pada Jennifer yang ia tahu kalau Jennifer memiliki kekuasaan yang tinggi dan juga memiliki ilmu bela diri yang lumayan.