Suami Tampanku Yang Sederhana

Suami Tampanku Yang Sederhana
Bab. 65


__ADS_3

Berbeda dengan Jennifer yang sedang merasa kesal,dan juga Sebastian yang sedang merasa bingung dan terus memikirkan Jennifer selama ia beristirahat.


Sedangkan dikamar yang lainnya,sepasang suami istri paruh baya masih sedang sibuk mengobrol dengan ekspresi wajahnya sang istri yang terus berubah-ubah.Karena sedari sepasang manusia muda itu pergi tadi,sang suami sudah mengajak sang istri untuk mengobrol didalam kamar mereka saja.


Sekarang sang istri terus saja menampilkan ekspresi bingung,kaget,marah dan kesal diwajahnya saat ia mendengarkan semua cerita dari suaminya saat ini,dari awal hingga akhir.


Hingga tentang putri sulungnya yang masih saja sibuk mengejar pria yang ia anggap tidak mampu melindungi putrinya itu,tapi saat ia mendengar keseluruhan cerita suaminya,semua itu mampu menggantikan semua ekspresi wajahnya tadi menjadi tersenyum lega tapi tetap saja masih tersisa sedikit rasa kesalnya karena suaminya yang tidak terbuka padanya sedari awal.


"Apa masih ada yang tidak kamu ceritakan,sayang? " tanya Mommynya Jennifer dengan tersenyum kesal,setelah suaminya sudah selesai bercerita.


"Sudah sayang,aku sudah menceritakan semuanya tanpa ada yang terlewati sedikitpun..." jawab Daddynya Jennifer dengan jujur dan wajah seriusnya,sambil memeluk istrinya dengan sayang dari samping.


Sepertinya ia harus mengeluarkan salah satu jurus membujuknya,supaya rasa kesal istrinya tidak akan bertahan lama dan menghilang dengan cepat.


"Benarkah?" tanya Mommy dengan kedua nata yang sedang menelisik tajam,sambil bersedekap dada,mana tahu saja suaminya ini masih menyimpan beberapa rahasia dengannya.


"Benar sayang,cup..." jawab Daddy dengan wajah yang tersenyum manis sambil mengecup sekilas pipi istri tercintanya ini.


"Apa kamu tidak menganggapku sebagai istrimu,sayang?" tanya Mommy dengan wajah yang memberengut kesal tanpa menatap kearah suaminya,ia bahkan mengabaikan kecupan manis dari suaminya,kecupan manis yang biasanya selalu ia sukai.


"Kenapa kamu malah berkata seperti itu,hm?" tanya Daddy balik,dengan nada tidak sukanya,sambil menelisik wajah kesal istrinya.


"Ya,lihat saja...Kamu telah menyembunyikan hal sebanyak itu dariku,untuk 1 tahun lamanya... Sekarang kamu katakan,apa kamu masih memikirkan diriku yang berstatus sebagai istrimu ini?" jawab Mommy dan sekalian bertanya kembali,ia bahkan tidak ingin menatap wajah suaminya karena semua rasa kesalnya.


"Sayang,bukan begitu maksudku...Sebenarnya,aku juga ingin memberitahumu dari awal,tapi aku masih ingin menunggu,apakah pria itu benar-benar pantas menjadi menantu dikeluarga kita ini...Dan kamu lihat sendiri kan,betapa pantasnya dia..." jawab Daddy dengan wajah seriusnya,sambil mengenggam dan mengelus-elus pelan tangan istrinya dengan posisi kedua tangan yang masih memeluk istrinya.


"Dan penyebab utamanya aku tidak memberitahumu sampai sekarang,karena diawal kalian bertemu,kamu tidak menyukainya...Makanya aku berpikir,untuk memberitahumu jika pria itu benar-benar bisa kita percayai.Dan mungkin saja pandanganmu terhadap dia juga akan langsung berubah dan kamu juga akan menyukainya,kalau saja pria itu benar-benar bisa menjadi lebih hebat dan mampu melindungi Jennifer dari bahaya apapun..." lanjut Daddy dengan dengan nada pelannya.


"Dan sekarang,bukankah kamu sudah bisa melihatnya dengan baik,bagaimana cara dan sikap dia mengatasi sebuah masalah...Aku rasa,kamu pasti juga menginginkan pria yang seperti itu...Dan yang pastinya, aku menyukainya...Bagaimana menurutmu sayang?" lanjut Daddy lagi,sambil memalingkan pelan wajah kesal istrinya kearahnya dengan tangannya.


Dirinya memang tidak pernah menyembunyikan apa-apa dari istrinya,walaupun hal tersebut sekecil apapun,mereka berdua selalu saling terbuka.Hanya saja,tentang Sebastian kali ini,ia menyembunyikannya karena sudah dipastikan istrinya akan terus membicarakannya hingga Sebastian menjadi sehebat saat ini.


Dan ia sangat tidak menyukai hal itu...Jadi seperti apa yang ia katakan pada istrinya tadi,dan tadi juga bertepatan saat ia sudah selesai menguji Sebastian,saat ketahuan sama istrinya tadi,walaupun masih belum sepenuhnya ia selesai menguji Sebastian.

__ADS_1


"Apakah kamu tidak merasa bersalah sedikitpun, padaku?" tanya Mommy balik setelah ia sudah selesai menghela napas pelan,sambil menetralkan segala rasa kesalnya.


"Tentu ada sayang,tapi situasinya memang benar-benar tidak memberiku izin untuk memberitahumu...Sayang,maafkan aku ya..." jawab Daddy dengan jujur,nada lembutnya dan wajah bersalahnya,tanpa melepaskan pegangan pelan tangannya pada pipi istrinya tadi.


Ntah sudah berapa kali Mommy menghela napas pelan,karena semua rasa kesalnya terhadap suaminya.Walaupun semua perkataan suaminya memang benar adanya,tapi ia masih saja merasa kesal karena ternyata dirinya jadi orang terakhir yang mengetahuinya dengan Sylvia yang memang tidak begitu perduli dengan semua itu.


Tapi mau bagaimana lagi,kalau suaminya yang sudah mengatur semuanya seperti itu.Dan ditambah lagi,dengan wajah bersalah yang tulus dan nada lembut suaminya saat ini,sepertinya ia memang harus bisa mengerti dan tidak perlu terlalu begitu mempermasalahkannya bukan...


"Memangnya apa yang harus aku katakan lagi,kalau suami tampanku ini sudah meminta maaf dan merasa bersalah sampai seperti ini...Lagi pula,aku juga tidak akan tega untuk tidak memaafkanmu ,sayang..." jawab Mommy dengan wajah yang tersenyum senang,sambil menelisik wajah bersalah suaminya yang masih terlihat jelas.


Sebenarnya ia bukan mencari yang kaya atau apapun,suaminya saja sudah lebih kaya dan melebihi apapun dari orang lain,jadi ia tidak perlu memikirkan atau memasukkan hal-hal tersebut kedalam daftar syarat-syaratnya untuk menjadi menantu mereka.


Karena dirinya hanya mencari pria yang benar-benar tulus mencintai Jennifer,dan mampu melindungi Jennifer dalam keadaan dan bahaya apapun.


Dan seperti yang ia lihat tadi,sepertinya Sebastian memang pria yang mampu ia harapkan,hanya cintanya Sebastian untuk Jennifer masih belum terlihat.


"Sayang,apakah kamu tahu? Inilah salah satu sikapmu yang mampu membuat diriku terus saja ingin mencintaimu,dan semakin mencintaimu, hingga tidak ada celah sedikitpun dihatiku untuk wanita yang lainnya lagi..." ucap Daddy dengan jujur dan wajah yang tersenyum lega karena memang benar kalau istrinya selalu saja membuang semua rasa egonya untuk dirinya, sambil memeluk istrinya dengan rasa sayang dan juga cinta yang tidak terkira seberapa banyaknya.


"Dasar tukang gombal..." jawab Mommy dengan wajah yang tersenyum malu sambil menyembunyikan wajah malunya kedada suaminya yang masih terasa kekar itu.


"Aku mengatakan yang sebenarnya, sayang. Cuppp..." ucap Daddy dengan wajah yang tersenyum lebar,sambil mengecup sayang pucuk kepala istrinya.


"Iya,iya,aku percaya.Tapi kenapa sekarang aku malah merasakan,kalau kamu itu lebih menyayangi Jennifer dari pada aku..." ucap Mommy dengan wajah yang berpura-pura kesal,sambil memainkan dada kekar suaminya dengan sentuhan pelannya.


"Aku rasa,kamu juga tahu apa jawabanku.Sayang,ingat,jangan pernah meragukan rasa sayang dan cintaku terhadapmu.Teruslah percaya padaku,kalau perasaanku untukmu tidak akan pernah berakhir,hingga napas terakhirku..." jawab Daddy dengan nada seriusnya,sambil meletakkan pelan dagunya kepucuk kepala istrinya yang masih tetap bersandar didadanya.


"Iya,ternyata aku benar-benar harus merasa beruntung sekarang,karena aku mendapatkan suami yang begitu mencintaiku sedalam ini..." ucap Mommy dengan jujur dan wajah yang tersenyum bahagia, tanpa memghentikan gerakan tangannya.


"Iya,benar.Kamu memang pantas mendapatkannya,sayang..." ucap Daddy dengan wajah yang ikut tersenyum bahagia,sambil menahan rasa gairahnya karena gerakan tangan istrinya tersebut,dan juga mengelus-elus sayang punggung istrinya.


"Sudah,hentikan gombalanmu itu.Sekarang katakan padaku,kenapa kamu tidak melarang putrimu untuk tidak melakukan hal memalukan itu? Yang benar saja,putri kita harus mengejar cinta pria itu terlebih dahulu.Apa kata orang tentang keluarga kita nanti..." tanya Mommy dengan nada kesalnya kembali,sambil mendongakkan kepalanya,tepat dihadapan wajah suaminya.


"Aku tidak melarangnya karena putrimu itu keras kepala sepertimu...Lagi pula,tingkah-tingkahnya tidak melewati batas dan masih berada didalam kendaliku,kamu sendiri juga tahu kan,bagaimana tingkahnya kalau kita melarang apa yang ingin ia lakukan...Dan bukankah kamu juga pernah melakukan hal yang sama seperti Jennifer,pada 23 tahun yang lalu?" jawab Daddy dan sekalian bertanya dengan nada menggoda,lalu langsung tersenyum lucu saat ia melihat wajah malu istrinya yang semakin memerah.

__ADS_1


Ia masih ingat dengan jelas tingkah istrinya dulu saat mengejar cintanya,dan semua tingkah dan keras kepalanya istrinya itu sangat sama dengan tingkah putrinya saat ini.Tapi walaupun begitu, sikap tegas dan kejamnya kedua putri mereka,tetap lebih sama dengan dirinya, hanya saja hal tersebut akan terlihat disaat-saat tertentu saja.


"Tapi kamu bisa melihatnya sendiri bukan,kalau Sebastian tidak mencintai Jennifer.Aku takut,kalau nanti putri nakal kita itu akan merasa malu dan menjadi bahan cerita orang-orang karena tingkah-tingkahnya yang sia-sia dan tidak mendapatkan hasil itu..." jawab Mommy dengan nada malu dan juga khawatir,karena memang sudah sedari tadi ia menelisik sikapnya Sebastian, yang ada Sebastian malah merasa risih sama putri nakalnya itu.


"Bukan tidak,sayang.Tapi hanya belum saja,percayalah pada putrimu,dan kita hanya perlu menunggu untuk mendengar kabar baik dari putri kita saja.Bagaimana? Atau perlu,kita bisa membantunya..." jawab Daddy dengan wajah yakinnya,sambil menelisik wajah istrinya yang masih terlihat cantik dimatanya sampai saat ini,dan tatapan menelisiknya pun pelan-pelan turun kebibir merah istrinya.


"Tapi......" belum sempat Mommy menyelesaikam kalimatnya,jari telunjuk suaminya sudah lebih dulu mendarat dibibirnya dengan cepat.


"Sayang,masalah itu,biar Jennifer saja yang mengatasinya ya...Sekarang,kita hanya perlu mengatasi masalah kita saja,dan men*km*t*nya bersama-sama..." sela Daddy dengan suara beratnya,karena ia sudah menahan rasa gairahnya sedari istrinya meraba-raba dadanya tadi,tanpa istrinya menyadari hal tersebut.


"Dasar mesum...Sayang,apa kamu tidak tahu waktu? Sekarang masih sore,dan kita bahkan masih belum membersihkan diri..." tanya Mommy dengan wajah kesalnya,ia berniat ingin berdiri dan segera pergi dari sana sebelum suaminya menggila,tapi sayangnya kedua tangan suaminya lebih cepat dibandingkan kedua kakinya.


"Makanya,kita harus melakukannya sekarang juga.Jadi,kita bisa sekalian membersihkan diri bersama-sama setelah ini.Aku janji,kita hanya akan sebentar saja..." jawab Daddy dengan nada semangatnya,sambil menyesap pelan leher mulus istrinya yang langsung tidak mampu berkata apa-apa lagi.


'Sebentar apanya,setiap kali melakukannya,selalu saja memakan waktu hampir 2 jam lamanya...Pria tua ini,benar-benar tidak tahu malu...' Mommy hanya mampu terus saja menggerutu kesal didalam hatinya,tapi tanggapan dari tubuhnya malah berbeda dengan isi hatinya,karena terlihat jelas kalau Mommy begitu sangat men*km*t* belaian tangan,bibir dan juga lidah suaminya yang sedang mengerayangi tubuhnya saat ini.


Dan akhirnya sepasang suami istri paruh baya yang tidak sadar usia itupun kembali mengarungi lautan samudera dengan penuh semangat dan begitu men*km*t*nya tanpa lelah.


Walaupun mereka berdua sudah berumur sekitar hampir 50 tahunan,gairah mereka berdua masih sama-sama terasa begitu kuat.Jadi,sudah tidak diragukan kalau mereka berdua akan sangat men*km*t* 2 jam lamanya,sore menjelang malam hari tersebut.


………


Beberapa jam kemudian,makan malampun tiba,dan semua orang sudah bersusun rapi dimeja makan tersebut dengan rapi.Mereka semua juga segera menyelesaikan makan malam mereka tanpa keributan sedikitpun,hingga akhirnya mereka memilih untuk mengobrol diruang tamu.


Sedangkan Sebastian,ia hanya mampu menuruti saja apa yang diinginkan oleh keluarga tersebut padanya sedari ia turun tadi,ia hanya terus mengikuti langkah mereka dalam diam.Dan juga dengan wajah datarnya,ditambah dengan perasaan bingung karena sikap Mommynya Jennifer yang tiba-tiba saja berubah 180 derajat dari pada yang sebelumnya.


Bagaimana tidak? Sikap kesal dan tatapan tidak sukanya tadi,sekarang sudah berubah dengan wajah yang terus saja dipenuhi senyum ramah,bahkan sikap dan bicara Mommynya Jennifer juga sangat ramah terhadapnya sedari mereka berdua turun kebawah tadi.


Hingga mampu membuat dirinya semakin lama semakin merasa bingung,tapi ia tidak berniat ingin mencari tahu,dan hanya menelisik dalam diam, wajah tenang Daddynya Jennifer.Karena hanya Daddynya Jennifer,yang ia yakini,penyebab dari perubahan sikap Mommynya Jennifer tersebut.


Apa lagi,saat ia melihat tatapan berbeda mereka satu persatu yang lebih banyak tertuju pada penampilan barunya saat ini,terutama wanita menyebalkan tersebut.


Ya,itu semua berkat 1 pasang pakaian ganti tadi yang telah diberikan oleh Jennifer pada dirinya,dan itu sangat tidak nyaman untuk dirinya.

__ADS_1


Ia bahkan hanya mampu terus menyembunyikan rasa bingungnya dan juga rasa malasnya dibalik wajah datarnya,sambil terus menunggu apa lagi yang akan mereka lakukan,setelah ini.


"Apa tubuhnya Daddy waktu muda dulu,tidak sebesar ini?" tanya Sylvia dengan wajah bod*hnya,sambil terus memakan cemilannya dengan gerakan pelan dan juga menelisik tubuh kekar calon kakak iparnya itu.


__ADS_2