Suami Tampanku Yang Sederhana

Suami Tampanku Yang Sederhana
Bab. 126


__ADS_3

Kemudian Sebastian menghela napas berat dengan panjang,sambil terus memerhatikan wajah terlelap pulas istri cantiknya itu,setelah ia sudah menjauhkan pelan tangannya tersebut.


Selama sebulan ini,ia merasa kalau bukan hanya Jennifer saja yang sedang menjauhinya,tapi bahkan keluarganya juga ikut-ikutan menjauhinya.


Karena selama sebulan ini,ia terus saja mendapatkan tatapan kesal, tidak suka dan reaksi cuek dari Ayah,Ibu dan juga Stella,mereka bahkan terlihat tidak ingin bicara dengan dirinya sedikitpun. Kecuali,jika ada hal yang sangat penting saja.


Padahal karena kesibukannya itulah yang telah membuat mereka semua menjauh darinya.Hanya saja,jika tentang keluarganya,biasanya mereka juga tidak akan masalah.Tapi kenapa pada tahun atau bulan ini mereka semua berubah,ditambah lagi dengan istrinya yang telah berhasil membuatnya menjadi tidak begitu fokus berkerja.


"Sebenarnya,ada apa dengan mereka semua?" tanya Sebastian pada dirinya sendiri,sambil melepaskan jam tangannya dan mengeluarkan HPnya,lalu ia letakkan diatas nakas samping kasur mereka dengan gerakan tidak bersemangat dan juga disertai dengan helaan napas beratnya karena merasa lelah sekaligus pusing berkat mereka semua.


Tapi ia tidak mengetahui kalau mereka semua berubah seperti itu karena melihat wajah lembab dan kedua mata bengkaknya Jennifer pada hari itu,karena Ayah,Ibu,dan Stella sama sekali tidak mengatakan kekesalan mereka padanya.


Walaupun pada hari itu,Jennifer tidak menjelaskan pada mereka secara detail,hanya mengatakan kalau ia merajuk karena Sebastian lebih mementingkan perkerjaannya dari pada dirinya.


Tapi mereka semua tidak menanggapinya dengan sesederhana itu saja,jadi mereka semuapun memilih untuk mengabaikan sebastian,supaya bisa melampiaskan semua rasa kesal mereka dan Sebastian juga bisa sekalian belajar untuk menghargai seseorang atau siapapun yang mereka sayangi.


"Sebaiknya,aku harus membersihkan diriku dulu..." gumam Sebastian lagi,dengan nada pelannya sambil menatap sebentar kearah Jennifer,lalu iapun segera berdiri dari duduknya dan berjalan kearah kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Lihatlah,ia bahkan terlihat sedang sedikit menggerak-gerakkan punggung dan kepalanya untuk mengurangi rasa lelahnya yang ternyata masih belum berkurang juga, sebelum ia benar-benar masuk kedalam kamar mandi, karena seluruh tubuhnya memang baru terasa sangat lelah selama 2 minggu ini.


15 menit kemudian...


"Ceklek..." terdengar suara pintu kamar mandi yang terbuka dari dalam,dan terlihat Sebastian yang sedang berjalan keluar dari sana,dengan tubuh yang sudah berpakaian sepasang baju tidur, rambut yang juga sudah selesai dilap kering dan sudah disisir kembali.


Sejujurnya didalam hatinya,ia sangat ingin bercinta dengan istri cantiknya itu.Tapi sayangnya keberuntungan tidak selalu berpihak padanya, karena Jennifer selalu saja sudah tertidur saat ia telah berada didalam rumah.


Dan ia paling tidak suka memaksa kalau Istrinya sedang terlelap karena ia merasa tidak tega dan begitulah prinsipnya,hingga hal tersebutpun mampu membuat dirinya harus terus menahan diri selama sebulan ini.


Bukan hanya untuk memuaskan nafsunya saja,tapi ia juga ingin melepaskan rasa rindunya terhadap Jennifer.Rasa rindu yang sedari hari itu hingga sekarang,yang masih ia anggap hanya karena mereka berdua memiliki ikatan suami saja. Terkadang ia juga merasa lucu,mereka berdua tinggal 1 rumah,tapi ntah kenapa ia merasa kalau perasaannya perlahan-lahan semakin lama semakin tidak tenang saja.


"Apakah hanya aku saja yang selalu memikirkan hal yang menyebalkan itu?" tanya Sebastian pada dirinya sendiri,sambil menggeleng-gelengkan heran kepalanya kearah Jennifer yang benar-benar sama sekali tidak terlihat ingin menyambut ataupun menunggu dirinya pulang dari berkerja terlebih dahulu.


Lihatlah,bahkan karena tidur terlalu pulas,Jennifer bahkan tidak menyadari kalau dirinya saat ini sedang tidur dengan terusan baju tidur yang telah tersingkap keatas dan posisi yang lumayan mampu menggoda imannya itu.


Tapi seperti yang ia lakukan disetiap malamnya,ia tidak suka dan tidak akan bercinta,jika Jennifer sedang terlelap seperti ini.


Kemudian Sebastianpun langsung memperbaiki posisi menggodanya Jennifer tersebut dengan posisi yang lebih aman baginya,dan menaikkan kembali selimut yang telah ditendang oleh Jennifer hingga kesudut kasur itu hingga batas dadanya Jennifer.

__ADS_1


Sebastian juga tidak lupa mengeluarkan sebentar cincin miliknya Jennifer,untuk memasang sesuatu dibalik permata cincin tersebut,karena ia merasa kalau Jennifer sangat memerlukan itu untuk saat ini.Sesuatu yang baru saja ia pesan dan sampai,dan baru ia bawa pulang dengan menyimpannya digantungan kunci mobilnya


Ntah kenapa,firasatnya mengatakan kalau akan terjadi sesuatu yang buruk setelah ini.Tapi sejauh ini ia sudah berusaha untuk mengurangi aktivitasnya Jennifer diluar rumah sebanyak mungkin,dan ia juga selalu memperingati anak buahnya untuk lebih waspada lagi.


Setelah selesai,lalu iapun segera ikut naik keatas kasur dan berbaring disana,dengan memeluk Jennifer dari belakang.


Ia sudah berpindah tempat tidur dan tidur diatas kasur bersama Jennifer selama 3 minggu ini, karena rasa rindunya yang tidak ia sadari itu mendorongnya untuk melakukan hal tersebut. Walaupun ia tidak sempat untuk berdebat atau menatap wajah cantik istrinya lama-lama,tapi setidaknya ia masih bisa memeluknya disaat ia sedang ingin tidur seperti ini.


Dan ia merasa sangat nyaman dengan salah satu kegiatan barunya,yang baru selama 3 minggu ini.Tapi sayangnya,Jennifer sama sekali tidak menyadari semua itu karena ia memang benar-benar sudah tertidur sedari jam 9 malam tadi.


'Apa kamu benar-benar tidak memikirkanku atau merindukanku,hm?' tanya Sebastian didalam hatinya,sambil menghirup aroma wangi yang ada dirambut atau punggung kepalanya Jennifer.


' Apa yang telah terjadi padamu sebenarnya,dan juga dengan yang lainnya? Kenapa kamu tidak seperti biasanya,yang akan selalu mengangguku? Dan juga baru kali ini pertamanya Ayah,Ibu dan Stella bersikap cuek padaku,sampai seperti ini. Apakah aku telah melakukan kesalahan pada kalian semua,tanpa aku sadari? Tapi kalau memang benar begitu,bukankah kalian semua bisa langsung mengatakannya padaku...' batin Sebastian dengan perasaan heran yang telah bercampur bingung itu,ia bahkan tidak berhenti menghirup aroma yang ada dikepala dan rambutnya Jennifer itu dengan kedua mata yang mulai terpejam rapat.


Walaupun kegiatan barunya yang selama 3 minggu ini sangat nyaman dan sangat ia sukai,tapi saat ini perasaannya sedang gundah gulana karena terus memikirkan tentang perubahan sikap-sikapnya Jennifer terhadapnya selama 1 bulan ini,hal tersebut bahkan semakin lama semakin terasa dihatinya.


Apa lagi,selama 1 bulan ini Jennifer juga tidak pernah lagi meneleponnya ataupun mengiriminya pesan singkat seperti biasanya.Dan yang satu, benar-benar berhasil membuatnya menyadari sesuatu yang belum bisa ia pastikan.


'Tidak mungkin bukan,kalau cintanya terhadapku sudah memudar atau menghilang sekarang?' Sebastian kembali membatin dengan kedua mata yang terbuka kembali dan terus menatap punggung kepalanya Jennifer.


Sekarang perasaannya mulai tidak tenang dan merasakan khawatir,rasanya ia tidak ingin kalau rasa cintanya Jennifer terhadapnya akan memudar.


Ia masih belum begitu memahami tentang perasaannya yang sebenarnya sampai saat ini,tapi didalam lubuk hatinya yang paling dalam telah menyadari sesuatu,kalau dirinya tidak akan mau dan membiarkan sampai sedikitpun Jennifer menjauh darinya ataupun melupakannya sekarang.


Akhirnya iapun hanya mampu terus bertanya-tanya sendiri didalam hatinya dengan perasaan yang telah bercampur aduk,selama hampir 10 menit. Tanpa sadar,kedua matanya mulai terpejam rapat kembali dan langsung tertidur karena rasa lelahnya dan juga rasa nyamannya itu.


***


Besok sorenya...


Hari ini,Sebastian masih tetap sibuk dengan jadwal-jadwalnya yang lumayan penuh itu,tapi tetap saja pikirannya masih terus tertuju kepada Jennifer.


Seperti kebiasaannya selama 1 bulan ini,ia bangun sebelum Jennifer terbangun,dan berangkat kerja sebelum Jennifer sempat turun kebawah untuk sarapan bersama.


"Tuan Muda..." panggil Billy dengan nada pelannya,sambil memerhatikan ekspresi wajah Tuan Mudanya yang semakin lama semakin kacau, walaupun datar dan tegasnya masih terlihat jelas.


"Hm ..." jawab Sebastian dengan singkat dan nada pelannya,sambil terus memutar-mutarkan pena tulis miliknya diantara beberapa jari tangannya tersebut,tatapannya bahkan terus lurus kedepan.

__ADS_1


Sedangkan Billy,ia langsung menghela napas pelannya dengan panjang,sambil terus memerhatikan Tuan Mudanya yang masih dengan kegiatannya yang sama sedari 20 menit yang lalu,sejak mereka berdua selesai meeting tadi.


"Tuan Muda...Aku sarankan,lebih baik kamu mengikuti kata hatimu saja sekarang...Percayalah padaku,Jennifer bukan wanita yang akan berubah menjadi seperti wanita jal*ng itu..." ucap Billy dengan nada dan wajah seriusnya,sambil memikirkan tentang keras kepala Nona Mudanya pada malam semalam,dengan perasaan bingungnya.


Sedangkan Sebastian yang tadinya sedang sibuk memutar balikkan pena tulis miliknya itu,langsung menghentikan gerakan tangannya dan juga mengalihkan tatapan lurus kedepannya itu kearah Billy,dengan kening yang mengernyit heran dan lama-lama berubah menjadi kesal.


"Memangnya kapan aku berkata sepetti itu? Apakah kamu sedang mabuk lagi,hari ini?" tanya Sebastian balik,dengan anda kesalnya dna tatapan yang menelisik kearah wajah tenangnya Billy yang menurutnya malah terlihat sedang memiliki banyak beban saja.


Ia selalu menyuruh Billy untuk menjaga Jennifer disetiap waktu lebih santai sedikit,karena itulah terkadang Billy jarang berada disampingnya,jadi ia menjadi agak kesulitan untuk meninggalkan perkerjaannya tersebut.


Tapi ia sama sekali tidak mempermasalahkan hal tersebut,karena itu semua demi Jennifer. Setidaknya dengan begitu,ia bisa sedikit lebih tenang untuk mengerjakan perkerjaannya yang semakin hari semakin menumpuk itu.


Hanya saja,ia merasa heran dan juga bingung terhadap Billy.Dalam berapa hari ini,Billy selalu pergi menjaga Jennifer,dengan membawa beberapa macam minuman beralkohol.Padahal setahunya,Billy sangat jarang meminum minuman seperti itu.Dan hanya pernah 1 kali,saat dulu ia melihat jasad istri dan putranya Tuan Hadden yang telah mati terbunuh oleh musuh-musuh mereka.


"Tidak,Tuan Muda... jawab Billy dengan cepat,sambil menghela napas malasnya.


'Aku sudah banyak menasihatimu,sedari 2 minggu yang lalu.Aku harap,kamu tidak akan menyalahkan aku atau siapapun nantinya...' lanjut Billy didalam hatinya,karena nasihat-nasihatnya tersebut selalu saja diabaikan oleh Sebastian begitu saja.


Sebastian memang tidak pernah berkata seperti itu,tapi setiap ia bertanya,apakah dia mencintai Jennifer sebanyak beberapa kali...Tapi jawabannya tetap sama saja,yaitu tidak.


Tapi dimatanya terlihat jelas,kalau jawabannya Sebastian tersebut,sangat berbeda jauh dengan ekspresi wajahnya Sebastian yang semakin lama semakin kacau itu.


Dan ia sangat tahu kalau sedikit banyak,Sebastian pasti masih merasa trauma atau tidak mempercayai setiap cinta yang akan atau sedang ada didekatnya saat ini.


"Apakah kamu sedang memiliki banyak masalah, saat ini? Jika iya,kenapa kamu tidak mengatakannya padaku saja? Mana tahu,aku bisa membantumu" tanya Sebastian dengan nada dan wajah seriusnya,sambil melirik jam tangannya yang baru menunjukkan jam 3 sore lewat 40 menit.


Rasanya ia sudah tidak sabar untuk pulang cepat supaya bisa melihat istri cantiknya itu,tapi nyatanya masih banyak perkerjaan yang sedang menunggunya saat ini.Apa lagi,sedari pagi tadi firasat buruknya yang semalam itu masih juga belum menghilang dari perasaan khawatirnya itu.


"Terima kasih banyak,atas niat baiknya Tuan Muda. Tapi saat ini aku sama sekali tidak memiliki masalah apapun,Tuan Muda.Hanya saja,ada sesuatu hal penting yang ingin aku katakan padamu,Tuan Muda..." jawab Billy dengan perasaan kesal dibalik nada dan wajah tenangnya itu,sambiĺ memikirkan tentang apa yang sedang ingin ia katakan saat ini.


'Bukan aku,tapi istrimu yang sedang memiliki banyak masalah saat ini...' lanjut Billy didalam hatinya,sambil menahan segala rasa kesalnya dan tetap mempertahankan ekspresi wajah tenangnya tersebut.


Malam semalam Jennifer meminta 1 permintaan yang paling sulit padanya,dan bahkan ia tidak mampu untuk menolak sedikitpun dan juga tidak diperbolehkan untuk mengatakan pada siapapun, sebelum permintaan tersebut sudah terselesaikan dengan baik nanti.Sekarang,ia harus berpikir keras untuk 1 hal tersebut,tapi semakin lama ia pikirkan, ia malah menjadi semakin serba salah,bingung sekaligus kesal.


"Sesuatu hal penting? memangnya apa yang ingin kamu katakan? Bukankah,biasanya kamu juga akan langsung mengatakannya padaku,tanpa minta izin?" tanya Sebastian balik,dengan nada dan wajah kesalnya,sambil kembali mengalihkan tatapannya kesetumpuk perkerjaannya yang ada diatas meja kerjanya tersebut.


Lagi-lagi,Billy kembali menghela napas pelan dengan panjang,sebelum ia harus mengatakan sesuatu hal yang termasuk penting tersebut.

__ADS_1


"Tuan Muda...Jam 6 sore nanti kita harus berangkat kekota B,untuk memeriksa apa yang sebenarnya,yang telah terjadi disana..." Billypun segera mengingatkan hal yang mungkin saja telah dilupakan oleh Tuan Mudanya karena sudah terlalu banyak perkerjaan yang telah dipikul oleh Tuan mudanya selama 1 bulan ini.


Beberapa hari yang lalu,ada yang mengabarkan dari kota B sana kalau banyak bahan pembangunan yang telah dicuri,dan hampir semua perkerjanya yang tiba-tiba saja sakit-sakitan.Dan bahkan beberapa pengusaha yang telah bergabung bersama mereka hari itu,mulai diteror dengan berbagai macam perbuatan yang tidak menyenangkan.


__ADS_2