
Sedangkan Sebastian dan wanita tersebut,mereka berduapun langsung berbalik badan saat mereka berdua mendengar dehemam seorang wanita dari belakang mereka.
Berbeda dengan wanita tersebut yang hanya menampilkan wajah bingungnya saja,Sebastian malah langsung merasa kaget,tapi hanya dalam beberapa detik saja karena ia mampu mengendalikan wajah kagetnya kewajah datarnya kembali,sambil melirik sekilas kearah Billy yang sedang melangkah lebar kearah mereka ber 3.
"Nona,apa maksudmu dengan bersenang-senang?" tanya wanita tersebut dengan nada bingungnya,sambil menelisik wanita cantik yang sedang berdiri dihadapannya itu dari ujung kaki hingga keujung rambut dengan gerakan perlahan.
Bahkan ia harus sedikit mendongak karena tubuh wanita cantik tersebut yang lebih tinggi dari dirinya yang hanya setinggi 155 cm saja.Dan ia sudah langsung menilai didalam hatinya,kalau wanita cantik tersebut memang sangat cantik,hanya saja ia tidak mengenalinya.
"Maksudku,apa kamu sudah cukup bersenang-senangnya, bersama kekasihku ini?" tanya Jennifer dengan nada kesalnya ,sambil ikut menelisik tubuh wanita tersebut yang lebih pendek darinya,walaupun wajahnya termasuk yang cantik juga.
"What? Kekasih?" tanya wanita tersebut dengan wajah kagetnya dan juga tidak percaya,sambil menatap secara bergantian kearah wanita cantik tersebut dan Sebastian yang masih berwajah datar dengan kedua mata yang terus menatap tenang kearah wanita cantik tersebut.
'Wanita ini...' Sebastian hanya mampu menggerutu kesal didalam hatinya,ntah sejak kapan mereka berdua mulai menjalin hubungan.Walaupun pernyataannya Jennifer barusan tidak benar,tapi ia tidak berniat ingin menjelaskannya.
Sedangkan Billy yang baru saja sampai dibelakangnya Jennifer itu,ia langsung membubarkan semua pengunjung berserta pemilik Toko Butik tersebut dengan wajah tegas dan gerakan cepatnya,ia juga sekalian menutup pintu dengan serapat-rapatnya lalu ia kembali berdiri disamping Nona Mudanya tanpa berani menegakkan kepalanya sedikitpun.
"Iya,pria br*ngs*k ini adalah kekasihku.Apa kamu sudah lupa sama tanda kepemilikan yang telah aku berikan padamu saat 1 tahun yang lalu itu,Honey?" jawab Jennifer dan sekalian bertanya pada Sebastian yang masih berwajah datar saja,dengan tatapan tajamnya kearah Sebastian,untuk mengingatkan c**m*n mereka pada 1 tahun yang lalu itu,sambil menahan rasa malunya.
"What?" lagi-lagi wanita tersebut kembali dibuat kaget dan juga tidak percaya,sambil menelisik wajah datarnya Sebastian dengan sangat hati-hati karena ekspresi wajahnya Sebastian sangat sulit untuk ditebak,ya seperti sekarang ini...
Ia sama sekali tidak bisa mengerti,ntah bagaimana perasaannya Sebastian saat ini.
"Nona Muda,apa lebih baik bicarakan nanti saja?" tanya Billy dengan mengangkat kepalanya,ia mencoba untuk memberi saran pada Nona Mudanya secara tidak langsung.
"Apa kamu tidak bisa,untuk tidak ikut campur dalam masalahku?" tanya Jennifer balik dengan nada kesalnya,tanpa menatap Billy.
"Baik,Nona Muda" jawab Billy dengan nada pasrahnya,sambil kembali menundukkan kepalanya.
"Apa maksudmu dengan tanda kepemilikan saat 1 tahun yang lalu itu,Nona?" tanya wanita tersebut dengan wajah yang masih bingung saat ia tidak juga mendapatkan jawaban apapun dari wajah datarnya Sebastian,sambil mengalihkan tatapannya kearah wanita cantik tersebut.
"Tentu saja........ " jawabannya Jennifer yang belum sempat diselesaikan itupun langsung disela oleh Sebastian.
"Jangan mempercayai kata-katanya,wanita ini hanya sedang berbohong saja.Ayo,kita pulang saja" sela Sebastian dengan cepat,sambil merangkul pundak wanita tersebut dengan sekalian membawanya pergi dari sana setelah ia menatap tajam sebentar kearah Billy yang hanya mampu terus menunduk saja,dan juga sebelum Jennifer berhasil membuat dirinya semakin malu nanti.
'What? Apa mereka berdua sudah tinggal bersama dalam 1 rumah,atau mungkin saja mereka berdua sudah menikah' batin Jennifer dengan wajah kagetnya dan prasangka-prasangka buruknya,tapi kemudian ia segera menepisnya jauh-jauh saat ia mengingat kembali cerita dari Erik,Elisa dan Elvan,kalau Sebastian masih belum memiliki kekasih.
"Sebastian Sachdev Rendra,berhenti atau aku akan mengulangi adegan mesra kita pada 1 tahun yang lalu itu kembali" ancam Jennifer dengan nada kesalnya dan sedikit berteriak saat ia baru tersadar dari rasa kagetnya,dan ia malah melihat kalau Sebastian sudah hampir mendekati pintu keluar Toko Butik tersebut.
"Apa kamu tidak bisa berhenti mengangguku,Nona?" tanya Sebastian dengan nada kesalnya,sambil berbalik arah dan melepaskan rangkulannya pada wanita tersebut dengan pelan.
__ADS_1
"Tidak,aku akan berhenti sampai kamu bisa merasakan apa yang telah aku rasakan saat ini" jawab Jennifer dengan wajah kesalnya sambil berjalan tegas kearah Sebastian dan wanita tersebut berada,wajah tenangnya tadipun sudah tidak bisa bertahan lagi karena rangkulan mesra yang dilakukan oleh Sebastian tadi.
Sedangkan wanita tersebut,ia yang awalnya kembali merasa kaget saat wanita cantik tersebut mengetahui nama lengkapnya Sebastian itupun langsung tersenyum penuh arti sambil menelisik wajah Sebastian yang sedang menghela napas pelan,saat ia sudah mulai bisa menebak apa yang telah terjadi antara Sebastian dan wanita cantik tersebut.
Karena ia belum pernah melihat Sebastian rela menahan rasa kesalnya hanya untuk wanita,dan ini untuk pertama kalinya dalam 1 tahun ini.
"Sayang,aku sudah tidak memiliki mood lagi untuk berbelanja,karena wanita ini.Padahal,aku berniat ingin membeli beberapa perhiasan lagi untuk acara pertunangan kita nanti" timpal wanita tersebut dengan nada manjanya,sambil memeluk lengan kekarnya Sebastian dengan gerakan manjanya juga,ia sengaja ingin membuat wanita cantik tersebut menjadi semakin kesal.
Kali ini Sebastian yang tidak mampu mempertahankan wajah datarnya lagi,ia langsung menatap dengan wajah kesal dan kening yang mengernyit heran kearah wanita tersebut yang sedang bergelayut manja dilengannya.
Begitu juga dengan Billy yang langsung mendongakkan kepalanya kembali,p untuk melihat sikap manjanya wanita tersebut,karena ia merasa kaget dengan pernyataan barusannya wanita tersebut.
'Apa dia sudah gil*?" batin Sebastian.
'Apa wanita ini sudah gil*?' batin Billy.
mereka berduapun langsung membatin secara bersamaan,karena melihat perilaku menyebalkan wanita tersebut.
"What? Bertunangan? Apa aku tidak salah dengar? Bastian,bukankah kamu sudah berjanji padaku,kalau kamu tidak akan mencari wanita lain,kenapa sekarang kamu malah berpaling dariku?" tanya Jennifer dengan wajah tidak percayanya,sambil terus menatap kecewa kearah Sebastian yang sudah kembali menatap kearahnya.
'Ntah sejak kapan aku pernah berkata seperti itu...' batin Sebastian lagi,dengan perasaan kesalnya.
"Kamu..." geram Jennifer dengan semua perasaan kecewa dan kesalnya,sambil mengalihkan tatapan kesalnya kearah Sebastian dengan berganti tatapan kecewanya.
Ia bahkan sudah mulai menahan air mata yang mungkin saja,sebentar lagi akan terjun bebas karena ia bisa melihat jelas kalau Sebastian terlihat begitu menjaga dan menyayangi wanita tersebut.
Sedangkan Sebastian,ia hanya mampu terus diam dan menelisik wajah cantiknya Jennifer yang sudah berubah seperti wanita yang sedang patah hati.Ia bingung harus mengatakan apa,karena merasa serba salah dan juga tidak tega sama tatapan kecewanya Jennifer yang sudah tergenang oleh air mata itu.
'Kenapa Tuan Muda malah memang benar-benar seperti ketahuan sedang selingkuh saja' batin Billy dengan menahan tawanya sambil kembali menundukkan kepalanya,saat ia melihat Tuan Mudanya yang tidak mampu membela diri walau sedikitpun.
Jennifer yang sudah tidak bisa menahan semua perasaan kacaunya itupun langsung mendorong wanita tersebut dengan gerakan kesalnya,hingga mampu membuat pelukan lengannya terlepas begitu saja dan hampir saja membuatnya terjatuh, jika saja Sebastian tidak segera menyambutnya.
"Apa kamu tidak apa-apa?" tanya Sebastian dengan nada khawatirnya,walaupun ia merasa kesal sama wanita tersebut tapi tetap saja ia sangat menyayangi wanita tersebut.
"Tidak apa-apa,aku baik-baik saja" jawab wanita tersebut dengan nada pelannya karena masih merasa kaget dengan apa yang terjadi padanya barusan,sambil berdiri dengan bantuannya Sebastian.
"Kamu jangan merasa menang dulu,karena Sebastian memilihmu saat ini.Karena biasanya,pria yang pernah berselingkuh,pasti akan melakukannya untuk ke 2 dan ke 3 kalinya lagi,atau mungkin untuk seterusnya lagi" ucap Jennifer dengan wajah dan perasaan yang semakin bercampuk aduk sambil berjalan pelan untuk mendekati Sebastian dan wanita tersebut yang sudah berdiri kembali.
Apa lagi,saat ia bisa melihat jelas tatapan khawatir dan sayangnya Sebastian terhadap wanita tersebut,hingga mampu membuat hatinya langsung hancur berkeping-keping.
__ADS_1
"Apa kamu tidak bisa bersikap lembut seperti wanita lain atau bersikap normal seperti wanita kaya saja,saat bertemu denganku?" tanya Sebastian dengan nada kesalnya,kenapa wanita menyebalkan ini selalu saja membuat dirinya kesulitan untuk bersikap tegas dan juga menjadi serba salah seperti sekarang ini.
'Wanita lembut? ' batin Jennifer dengan hati yang semakin hancur,saat ia kembali mendengarkan pertanyaan menyebalkan dari Sebastian.
Jennifer yang memang sedang dalam mood buruk dan ditambah lagi dengan perasaan kecewa,kesal dan sedihnya itupun langsung berniat ingin menampar wanita tersebut.
Tapi tangan yang sudah terangkat tersebut malah berhenti diudara saat ia memikirkan nasihat-nasihat tentang menjaga sikap dari Daddynya,dan bertepatan dengan Sebastian yang segera berdiri dihadapannya wanita tersebut.
Pancaran kecewa dikedua matanya Jenniferpun terlihat semakin jelas dan tidak bisa terbendung lagi,dengan air mata yang mulai turun perlahan-lahan tanpa menurunkan tangannya yang masih mengudara tersebut.Karena ia kembali melihat Sebastian yang terlihat begitu melindungi wanita tersebut,hingga rela menggantikan pipinya wanita tersebut dengan pipinya sendiri.
Sedangkan wanita tersebut dan Billy,tiba-tiba saja mereka berdua menjadi bingung dan hanya mampu menampilkan wajah khawatir mereka saja,saat mereka melihat wajah marahnya Jennifer yang terlihat agak kacau karena sudah dibasahi air mata dikedua pipinya,walaupun air matanya tidak begitu deras kali.
Beberapa detik kemudian...
"Plak..." terdengar suara tamparan dipipinya Sebastian dari telapak tangannya Jennifer,dan tamparan tersebut lumayan kuat karena terlihat dari pipinya Sebastian yang langsung memerah,hanya saja tidak sampai membuat sudut bibirnya Sebastian terluka.
Billy dan wanita tersebut yang langsung setengah memejamkan mata mereka tadipun,langsung merasa serba salah dan juga meringis karena ikut merasakan bagaimana rasa sakitnya terkena tamparan.
"Nona Muda..." panggil Billy dengan nada bingungnya sambil menelisik wajah datar Tuan Mudanya yang masih tetap tenang, tapi tetap saja diabaikan Nona Mudanya,malahan ia harus mendapatkan tatapan tajam dari Nona Mudanya.
"Ka....." dan baru saja wanita tersebut ingin memanggil Sebastian dan menanyakan keadaan pipinya,Jennifer sudah terlebih dahulu menyela dirinya dengan cepat.
"Kamu masih bisa menyuruhku untuk bersikap lembut dan normal? Apa kamu menganggap semua perkataanku pada 1 tahun yang lalu itu hanya omong kosong belaka?" tanya Jennifer dengan nada kesal dan tersenyum puas sambil menepis beberapa tetes air mata terakhirnya dengan pelan,karena ia berhasil melampiaskan semua rasa sakit dihatinya dengan menampar pipinya Sebastian,walaupun rasa kecewanya dan rasa sakit dihatinya tidak bisa menghilang begitu cepat dan sepenuhnya.
"Sepertinya aku salah,karena telah jatuh cinta pada pria br*ngs*k sepertimu,dan ternyata benar katamu dulu kalau kedua mataku sedang bermasalah.Tapi tidak masalah,dengan begini,aku bisa melihat dengan jelas,kamu pria yang seperti apa..." lanjut Jennifer lagi,dengan nada kesalnya,sambil terus menelisik pipi memerahnya Sebastian,hingga mampu membuat dirinya merasa bersalah dan juga ikut merasakan sakitnya
Tapi karena rasa kecewanya yang lebih tinggi dari kedua rasa tersebut,ia segera menepisnya dengan cepat.
'Nona Muda,tolonglah bersikap wajar saja,tidak perlu cemburu seperti ini.Sekarang,bagaimana caranya agar aku bisa membantumu? Sepertinya mustahil,karena saat ini untuk menolong diriku saja,aku tidak mampu' batin Billy dengan wajah pasrahnya,sambil terus memerhatikan wajah datar Tuan Mudanya dan wajah kesal Nona Mudanya secara bergantian.
Sedangkan Sebastian,ia hanya terus menelisik wajah kacaunya Jennifer dengan kening yang mengernyit heran saat barusan ia mendengar kata br*ngs*k dari Jennifer.
Tapi beberapa detik kemudian ia tersenyum didalam hatinya saat ia baru menyadari kalau Jennifer sedang merasa cemburu karena dirinya yang sedang bersama wanita tersebut.Apa lagi,saat ia melihat kalau Jennifer terlihat seperti benar-benar mencintai dirinya.Tapi bagaimana dengan dirinya,ntahlah...
"Lagi pula,diluar sana masih banyak pria yang lebih baik dari dirimu..." lanjut Jennifer lagi,dengan wajah tegarnya,lalu ia segera berbalik badan dan berjalan pergi dari hadapannya Sebastian dengan langkah cepatnya sambil terus mengelap pipi basahnya.Ia sudah tidak tahan terus berada disana dengan rasa sakit dihatinya yang semakin lama semakin terasa.
"Nona Muda..." panggil Billy dengan nada pelannya,sambil mengejar langkah cepat Nona Mudanya.
"Kakak,apa kamu baik-baik saja? Apa kakak masih bisa merasakan sakit?" tanya wanita tersebut dengan nada khawatirnya,saat ia baru mengingat pipi memerah kakaknya,setelah ia melihat wanita cantik tersebut yang sudah melangkah pergi dari hadapan mereka berdua.
__ADS_1
Dan pertanyaannya wanita tersebutpun mampu membuat langkah cepatnya Jennifer tadi langsung melambat perlahan-lahan.