Suami Tampanku Yang Sederhana

Suami Tampanku Yang Sederhana
Bab. 123


__ADS_3

Selama diperjalanan yang hanya akan memakan waktu 30 menit itu,didalam mobil tersebut hanya dilanda dengan kesunyian saja,tanpa ada satupun yang berbicara sama sekali sedari mobil tersebut mulai melaju tadi.


Jennifer masih setia dengan diamnya sedari tadi, dengan terus menatap kearah luar jendela.Dan bertepatan dengan keadaan luar yang baru saja turun gerimis sedari 10 menit yang lalu,sepertinya langit juga langsung bisa memahami apa yang sedang ia rasakan saat ini.


Sedangkan Billy,sedari tadi ia terus menelisik wajah tenang Nona Mudanya itu,tapi dengan melihat tatapan Nona Mudanya itu saja,ia sudah mampu menjawab beberapa pertanyaan yang sedang bersarang dibenaknya saat ini.


Walaupun sedari tadi ekspresi Nona Mudanya terlihat tenang dan juga santai,tapi sedikit banyak ia tahu kalau Nona mudanya sedang tidak baik-baik saat ini.


Ia sudah bisa menebak dengan benar,pasti karena Tuan Mudanya,tapi ia sama sekali tidak mengerti separah apa yang sedang dirasakan oleh Nona Mudanya saat ini.Apa lagi,ia memang seorang pria jomblo sejati,jadi ya wajar saja kalau ia tidak begitu mengerti tentang hal-hal yang berbau cinta yang seperti ini.


"Ehem ehem ehem..." dehem Billy dengan nada pelannya setelah mereka berdua sudah dalam mode diam yang selama 20 menit lamanya mereka itu,sambil fokus kearah jalan dan juga melirik kearah Nona Mudanya secara bergantian.


Dan Billypun langsung menghela napas kesal dengan pelan saat ia melihat kalau dehemannya tersebut malah diabaikan,karena ia tahu pasti kalau Nona Mudanya mendengar dehemannya itu tapi sengaja mengabaikannya.


"Nona Muda..." panggil Billy dengan nada pelannya, sambil menahan rasa kesalnya dan menatap sebentar kearah wajah diamnya Jennifer,lalu ia kembali fokus kearah jalannya.


"Hm..." jawab Jennifer dengan singkat,tanpa mengalihkan tatapan hambarnya yang masih tertuju kearah keluar jendela itu.


Sedangkan Billy,ia kembali menghela napas kesal dengan pelan saat ia mendengar jawaban singkat dari Nona Mudanya barusan,Nona Mudanya bahkan tidak berniat ingin menatapnya sedikitpun.


Walaupun terkadang mulut cerewet Nona Mudanya memang selalu terdengar agak menyebalkan,tapi sejujurnya,ia lebih tidak menyukai suasana diam yang seperti ini.


"Apa kamu baik-baik saja?" tanya Billy dengan nada dan wajah seriusnya setelah ia sudah selesai menghela napas pelan sebanyak beberapa kali, untuk menetralkan rasa kesalnya tadi,karena ini baru pertama kalinya ia melihat Nona Mudanya seperti ini selama ia berkerja dengan Tuan Hadden dan Tuan Mudanya itu.


Jennifer yang tadinya tidak memiliki mood untuk berbicara apapun dan masih setia menatap kearah luar jendela itupun langsung mengalihkan tatapannya kearah Billy,dan juga menelisik wajah seriusnya Billy saat ini.


Lalu ia tersenyum senang,setidaknya disaat-saat dirinya membutuhkan sandaran dalam tentang apapun atau saat seperti ini,Billy akan berubah menjadi kakaknya untuk menghibur dirinya.


Lagi pula,ia memang sudah banyak kali pernah mengatakan pada Billy untuk menganggapnya sebagai adik kandung sendiri saja.Dan jika perlu atau ingin,Billy cukup memanggil namanya saja.


Saat ini,Billy telah berubah kesifat aslinya terhadapnya.Dan jujur,ia lebih menyukai Billy yang versi seperti ini,karena ia tidak memiliki kakak kandung wanita ataupun pria untuk tempatnya bersandar sedari ia kecil.


Ya,walaupun sebenarnya ia tidak akan memiliki kesulitan apapun dalam hidupnya karena ia telah memiliki Daddy yang sangat berkuasa dimanapun ia berada,dan Mommy dan adiknya yang juga sangat menyayanginya dan bisa menghiburnya.


Tapi tetap saja ia akan memerlukan saudara yang lebih dewasa dan mampu memberinya berbagai dukungan,hiburan dan juga semangat untuknya, dan seperti disaat-saat seperti ini.Jadi,ia tidak perlu sampai membuat keluarganya terlalu mengkhawatirkan dirinya nanti.


Dan satu lagi,ia masih ingat betul saat dulu ia stres karena terus disuruh belajar oleh Daddynya,tapi selalu ada Billy yang akan menghibur dan memberinya semangat dalam bentuk rasa perduli secara langsung,pesan singkat,ataupun telepon.


'Cih...Ia bahkan masih sempat tersenyum seperti itu,setelah berhasil membuat aku mengkhawatirkannya hingga berlebihan seperti ini...' batin Billy dengan berdecih kesal dan juga menggerutu kesal.


Tapi sejujurnya,ia bahkan langsung menghela napas lega karena ia merasa lega sekaligus senang, saat ia melihat senyuman senangnya Jennifer tersebut.

__ADS_1


"Ya,seperti yang kakak lihat..." jawab Jennifer dengan singkat dan nada santainya,sambil berusaha menyembunyikan semua rasa kecewanya dan sakit hatinya tadi.


Sedangkan Billy,iapun ikut tersenyum senang saat ia mendengar Jennifer yang mengikuti cara bicaranya itu dengan memanggilnya kakak,mereka berdua memang sudah biasa melakukan hal tersebut jika diperlukan disaat-saat yang seperti saat ini contohnya.


Lagi pula,sedari kecil dirinya memang sudah terlahir yatim piatu dan tidak ada siapapun yang bisa ia anggap atau ia sayangi sebagai saudara kandungnya sendiri ataupun tempat curhatnya disaat ia merasa lelah dengan perkerjaannya,selain keluarganya Jennifer.


Dan Jennifer jugalah yang selalu suka menghiburnya sekaligus menjadi tempat curhatnya,atau jika saat ia sedang mengingat atau memikirkan kembali kisah hidupnya yang lumayan menyedihkan itu.


"Apa kamu mengira,kalau aku bisa telepati begitu?" tanya Billy dengan nada dan wajah kesalnya,saat ia kembali mengingati jawabannya Jennifer barusan.


"Lebih baik,aku menjadi cenayang dari pada bisa bertelepati.Karena aku lebih suka mendengar dan melihat makhluk gaib yang secara terang-terangan akan menunjukkan semuanya padaku,dari pada aku harus mendengar suara hati yang bahkan pemiliknya sendiri tidak mau berbagi denganku saat ini..." lanjut Billy dengan nada candanya tapi juga terdengar menyindir dan wajah kesal yang masih terlihat,sambil melirik sekilas kearah wajahnya Jennifer yang malah tersenyum lucu dan sama sekali tidak merasa tersinggung dengan apa yang dikatakan olehnya barusan.


Jennifer bahkan tersenyum lucu sambil menggeleng-gelengkan kepalanya dengan malas, saat ia mendengar perkataan dari Biily yang menurutnya sangat konyol itu.


Mungkin saja,Billy akan melarikan diri terlebih dahulu,sebelum makhluk gaib tersebut akan menampakkan diri.Lagi pula,tidak semua makhluk gaib juga yang akan terang-terangan,yang seperti dikatakan oleh Billy barusan bukan.


"Apa aku perlu membelikan kamu,sebuah kalung yang berharga milyaran rupiah? Supaya kamu tidak akan terus menatap keluar jendela,hm..." tanya Billy lagi,dengan wajah seriusnya tapi Jennifer sangat tahu kalau dirinya sedang bercanda.


"Cih...Apa sekarang kakak sedang menyombongkan diri,kak? Uang gaji milik kakak setiap bulannya bahkan tidak mampu melewati isi semua tabunganku...Apa lagi,aku hanya perlu membeli sebuah kalung yang berharga milyaran rupiah saja..." jawab Jennifer dengan nada dan wajah yang tersenyum sombong,ia langsung membalas kesombongannya Billy yang disengaja itu secara terang-terangan.


"Cih..." kali ini gantian Billy yang berdecih kesal, karena apa yang dikatakan oleh Jennifer barusan memang benar-benar kenyataan,tapi ia sama sekali tidak merasa tersinggung karena memang begitulah cara mereka berdua untuk saling mendukung.


"Ya,ya,kalau tentang itu aku memang mengaku kalah.Tapi jika tentang kekuatan, kamu masih kalah jauh dari diriku..." ucap Billy dengan nada sombongnya lagi,sambil tersenyum senang karena wajah malasnya Jennifer telah berubah menjadi kesal.


"Ya,ya,terserah apa katamu saja..." ucap Billy yang sudah malas ingin berdebat dengan Jennifer.


Lagi pula,tujuannya tadi hanya untuk bercanda,dan membantu Jennifer untuk mengurangi semua perasaan sedihnya Jennifer itu saja.


Sedangkan Jennifer,ia hanya langsung tertawa kecil,saat ia mendengar jawaban malasnya Billy tersebut.


"Atau,,,apa aku hanya perlu membelikan 1 mobil bunga mawar merah saja,untuk bisa kamu hiaskan dibalkon kamarmu nanti..." lanjut Billy lagi,ia kembali ingin menyogok Jennifer dengan hal kecil tersebut,supaya Jennifer ingin melepaskan semua perasaan galau itu padanya.


Karena Jennifer mampu membeli apapun yang ia inginkan,jadi mungkin saja,Jennifer akan tertarik dengan gombalan bunga tersebut.


"Ya,idenya kakaknya itu tidak buruk dan terdengar sangat manis.Tapi sayangnya,,," jawab Jennifer dengan nada senangnya,tapi ia menjeda perkataannya diakhir kalimatnya.


Sedangkan Billy,ia dengan senang hati bersabar untuk menunggu lanjutan dari Jennifer tersebut, sambil mengurangi laju mobilnya dan juga terus menelisik perubahan ekspresi wajahnya Jennifer saat ini.


"Tapi sayangnya...Pria yang aku harapkan,yang akan memberiku semua itu,bukan kakak..." lanjut Jennifer dengan nada pelannya dan wajah sedihnya,sambil mengalihkan tatapan sedih yang telah disertai kecewanya itu kearah keluar jendela kembali.


Rasanya ia merasa sangat malu,jika ia harus menunjukkan kelemahannya itu kepada Billy.Air matanya bahkan sudah bersiap-siap akan mengenang dibalik kelopak matanya saat ini.

__ADS_1


Sedangkan Billy,ia terus menelisik wajah sampingnya Jennifer tersebut selama beberapa menit,sambil menghentikan mobilnya dengan perlahan-lahan.


"Jika kamu tidak mampu menahannya,lebih baik kamu keluarkan saja.Menahannya,hanya akan membuat dirimu menjadi semakin menderita saja..." ucap Billy dengan nada pelan dan wajah seriusnya saat ia melihat ekspresi wajahnya Jennifer yang sangat mudah ia tebak itu,sambil melepaskan pelan safety belt miliknya tanpa mengalihkan tatapan menelisiknya kearah Jennifer.


Sedangkan Jennifer,ia terlihat sedang berusaha sebisa mungkin untuk menahan air matanya yang mulai mengenang itu,tapi nyatanya air matanya tidak berhasil ia tahan dan meluncur bebas dengan pelan begitu saja.


Lagi pula,perkataannya Billy barusan memang ada benarnya.Dirinya memang merasa lebih menderita lagi,akibat dirinya yang terus berusaha untuk menahan semua itu sendiri.


Billy yang memang sudah bersiap-siap tadi itupun langsung keluar dari mobil tersebut,dan melangkah lebar kearah pintu mobil penumpang dan masuk kedalam,setelah ia sudah selesai memberi isyarat diam kepada semua anak buahnya yang lainnya yang memang diperintahkan untuk melindungi Nona Muda mereka.


Sedangkan yang lainnya,mau tidak mau,tidak ada satupun dari mereka yang berani melaporkan apapun pada Tuan Muda mereka.Apa lagi saat mereka bisa menilai situasi yang ada dihadapan mereka semua itu dengan cepat,terbukti dari Tuan Billy mereka yang tiba-tiba saja menghentikan mobil saat jarak rumahnya hanya tinggal 5 menit saja.


Dan juga tatapan tegas yang bercampur serius,yang telah ditunjukkan oleh Tuan Billy pada mereka semua barusan.Jadi,mereka semuapun memilih untuk menuruti perintah dari Tuan Billy mereka saja.


Didalam mobil,setelah Billy sudah duduk disampingnya Jennifer dengan baik,iapun menggeleng-gelengkan pelan kepalanya saat ia melihat wajahnya Jennifer yang telah dibasahi sedikit air mata itu terlihat agak malu.


"Apa kamu tidak memerlukan bahu yang cukup besar ini,hm?" tanya Billy dengan nada lembut dan wajah yang tersenyum tulus kearah Jennifer yang sedang sibuk menghapus air mata yang masih belum deras itu,sambil merentangkan kedua tangannya dengan sedikit lebar kearah Jennifer.


Jennifer yang saat ini memang sangat memerlukan bahu besar itupun, langsung menghamburkan wajah basah dan malunya itu kedadanya Billy,tanpa berbicara apapun ataupun menunggu lebih lama lagi.


Dada keras miliknya Billy yang hampir sama kekar dan sempurnanya dengan miliknya Sebastian, hanya saja bentuk tubuh depan miliknya Sebastian lebih sempurna dari pada miliknya Billy,tapi hal tersebut sama sekali tidak akan mempengaruhi rasa nyaman yang telah diberikan oleh Billy padanya saat ini.


Billypun langsung menepuk-nepuk pelan punggung atasnya Jennifer,sambil terus menghela napas berat dengan panjang.Ia paling tidak suka melihat orang-orang yang ia sayangi sampai terluka,ataupun hanya sekedar menangis seperti ini. Kecuali,nangis mereka itu karena rasa bahagia.


'Kenapa pria datar egois itu malah berubah menjadi bod*h,disaat-saat penting seperti ini.Mau sampai kapan ia terus menyampingkan perasaannya,dan menyia-nyiakan Jennifer...' batin Billy dengan panjang lebar dan perasaan kesalnya,tanpa menghentikan tepukan pelannya pada punggungnya Jennifer yang telah bergetar,dan semakin lama semakin kuat.


Apa lagi,saat ia mendengar suara tangisannya Jennifer yang sedikit tertahan karena wajah basahnya Jennifer berada dibalik dada kekarnya itu.


Hingga mampu membuat hatinya ikut merasakan kesal sekaligus sakit,tapi nyatanya ia sendiri masih bingung harus melakukan apa terhadap Tuan Muda keras kepalanya itu,untuk membalas semua rasa sakitnya Jennifer tersebut.


'Semua ini,gara-gara wanita j*l*ng itu...' batin Billy lagi,saat ia memikirkan tentang penyebab utama Tuan Mudanya menjadi keras kepala seperti itu,karena Siska.


Untung saja,wanita jal*ng yang ia maksudkan barusan,telah berada ditempat yang tepat. Hidupnya Siska bahkan lebih menyedihkan dari pada seorang pelacur,karena hanya dijadikan sebagai pelampiasan nafsu suaminya saja,dan juga selalu ditindas oleh istri-istri tua dari suaminya itu.


'Tapi pria datar itu juga tidak perlu sebod*h ini juga,bukan? Kenapa aku bisa memiliki Tuan Muda yang cerdas dalam hal apapun,tapi malah bod*h dalam masalah yang seperti ini...' batin Billy lagi,dengan wajah kesalnya.


Ia tidak habis pikir dengan jalan pikiran Tuan Mudanya,bahkan tadi Tuan Mudanya masih sempat sibuk memikirkan perkerjaannya.Padahal dirinya yang sama sekali tidak memiliki pengalaman tentang cintapun,ia masih memiliki perasaan untuk bisa menghargai seorang wanita.


Ya,tapi tentu saja,hanya terhadap orang terdekatnya saja.Tapi setidaknya,ia masih bisa mepnghargai wanita.Apa lagi dalam kasus Tuan mudanya itu,Jennifer adalah istrinya.


Lihatlah,bahkan kemeja kerjanya itu telah menjadi basah saat ini,karena Jennifer yang terus menangis tersedu-sedu dibalik kemejanya itu.

__ADS_1


Tapi ia sama sekali tidak mempermasalahkannya, karena memang hal itulah yang ia inginkan sedari awal tadi.


Iapun membiarkannya tanpa berniat ingin menegur ataupun mencoba untuk menghentikan tangisannya Jennifer tersebut,sampai Jennifer selesai melepaskan semua rasa sakit hatinya tersebut.Jadi dengan begitu,setelah ini Jennifer pasti akan bisa merasakan lebih baik lagi,dari pada yang tadi.


__ADS_2