Suami Tampanku Yang Sederhana

Suami Tampanku Yang Sederhana
Bab. 161


__ADS_3

Sedangkan Daddy,ia terus menatap marah kearah Sebastian yang telah terduduk diatas tanah dengan ekspresi wajah yang terlihat sedikit meringis sakit.


"Kamu masih berani bertanya,hm?" tanya Daddy dengan nada dan wajah marahnya,sambil berusaha mengontrol segala rasa marah dan rasa kesal yang telah ia tahan sedari semalam, saat ia baru saja mendengarnya langsung dari Billy,itupun harus dengan beberapa ancaman supaya Billy ingin buka mulut.


Sebastian yang tadi sempat terdudukpun,ia hanya mampu diam,berdiri kembali dan menatap pasrah bersalah kearah Daddy yang sedang dikuasai amarah saat ini.


"Apakah kamu sudah berubah menjadi orang bisu sekarang,hm?" tanya Daddy lagi,dengan nada marah dan wajah marah yang telah bercampur kesal,saat ia melihat Sebastian yang sama sekali tidak berniat ingin membela diri atau apapun.


"Dad,aku minta maaf atas semuanya..." ucap Sebastian dengan nada dan wajah bersalahnya,setelah ia selesai menghela napas berat dengan panjang.


"Cih... Sekarang kamu hanya bisa mengatakan maaf padaku..." ucap Daddy dengan nada dan wajah marah kesalnya,saat ia mendengar kalimat singkatnya Sebastian tersebut.

__ADS_1


Baru saja Daddy berniat ingin kembali memberi bogeman mentah kepada Sebastian,tapi tiba-tiba saja terdengar suara putrinya dari belakangnya, hingga berhasil mengurungkan niatnya barusan.


"Dad,apa yang sedang ingin Daddy lakukan pada suamiku?" tanya Jennifer dengan nada dan wajah penasaran dan sekaligus khawatir saat ia melihat sekilas tangannya Daddy yang terlihat terangkat barusan,sambil terus berjalan cepat kearah Daddy dan juga Sebastian.


Sedangkan Daddy,ia langsung menghela napas kesal beberapa kali.Inilah yang membuatnya tidak bisa terlalu banyak menghukum menantu brengseknya ini,karena sudah dipastikan kalau Jennifer akan membela Sebastian mati-matian nantinya.Apa lagi,putri sulungnya ini sedang hamil saat ini.


"Dad,apa yang telah Daddy lakukan pada susmiku? Kenapa wajahnya menjadi seperti ini?" tanya Jennifer dengan nada dan wajah kesalnya, saat ia sudah berada didekat antara kedua pria beda usia tersebut,dan ia bahkan bisa melihat kalau ada luka diwajah tampan suaminya ini.


Ternyata tebakannya tadi benar,makanya ia segera menghampir Sebastian,tapi nyatanya ia tetap terlambat karena kedua bibirnya Sebastian telah terluka saat ini.


"Dasar anak tidak tahu diri..." lanjut Daddy dengan nada pelan dan wajah kesalnya,lalu ia langsung berjalan pergi dari sana.

__ADS_1


"Honey,apa kamu tidak apa-apa?" tanya Jennifer dengan nada dan wajah khawatirnya,setelah ia selesai menatap kesal kearah punggung lebarnya Daddy selama beberapa detik.


"Aku tidak apa-apa,Sweety.Ini hanya luka kecil saja..." jawab Sebastian dengan nada dan wajah yang tersenyum bahagia,sambil mengenggam kedua tangannya Jennifer yang sedang menyentuh kedua sudut bibirnya.


Ternyata terasa begitu menyenangkan,saat dirinya mendapatkan perhatian dari wanita yang ia cintai seperti ini.


Mereka berduapun terus saling berdebat tentang luka yang didapatkan oleh Sebastian tersebut selama beberapa menit,lalu baru mereka masuk kedalam untuk mengobatinya.


Setelah beberapa bulan berlalu,Jenniferpun telah melahirkan seorang anak laki-laki. Sebastian bahkan semakin lama semakin mencintainya dan juga menyayanginya,tentu saja ia merasa sangat bahagia akan hal tersebut.


Dan Jennifer juga telah berhasil membuat Billy dan Stella menikah,hingga semuanyapun ikut hidup berbahagia seperti dirinya bersama Sebastian.

__ADS_1


(Maaf ya semuanya,karena telah membuat kalian kecewa...


Kesehatannya author lagi drop sekarang,jadi segera author tamatkan saja...author akan beristirahat terlebih dahulu semuanya.Selamat malam semuanya...😊🙏)


__ADS_2