Suami Tampanku Yang Sederhana

Suami Tampanku Yang Sederhana
Bab. 48


__ADS_3

"Sebenarnya kamu sedang mengkhawatirkan diriku atau hanya ingin mengejekku saja,hm?" tanya Sebastian dengan nada malasnya,tanpa mengalihkan pandangannya dari punggungnya Jennifer yang sudah mulai melambat.


"Habisnya sedari 1 tahun yang lalu,wajah kakak terus saja datar.Jadi aku pikir,mungkin saja wajah datar kakak ini sudah tidak akan merasakan apa-apa lagi.Apa lagi,hanya dengan tamparan kecil tadi saja" jawab wanita tersebut yang ternyata adalah Stella,adik perempuannya Sebastian.


"Dan aku sangat penasaran sama wanita cantik itu.Kak,apa kamu mau mengatakannya padaku,siapa wanita itu,wanita yang telah berhasil membuat kakak tidak bisa berbuat apa-apa seperti ini?" lanjut Stella lagi,dengan nada pelannya sambil menatap penasaran kearah punggung wanita cantik tersebut yang mulai menghentikan langkahnya.


Ia bisa merasakan dengan jelas,kalau wanita cantik tersebut pasti sangat mencintai kakaknya,terlihat jelas dari wajah patah hatinya yang disertai air mata kecewa sungguhan tersebut.Ia juga tersenyum senang didalam hatinya,sepertinya ia mulai menyukai wanita cantik tersebut.


Walaupun pertemuan mereka berdua saat ini sangat singkat,tapi ia bisa menilai dengan baik kalau wanita cantik tersebut wanita baik-baik,terlihat dari cara pakaian dressnya yang terlihat sopan.


Sedangkan Sebastian,ia sama sekali tidak berniat ingin menjawab pertanyaannya Stella,karena ia hanya sibuk menatap kearah Jennifer yang sudah berbalik badan kearah mereka berdua.


"Kakak?" Jennifer yang langkahnya mulai melambat tadipun langsung berbalik badan sambil bergumam pelan dengan wajah bingungnya,saat ia mendengar beberapa kali kata "kakak" yang keluar dari mulutnya wanita tersebut.


Berbeda dengan Jennifer dan Sebastian yang saling menatap untuk 2 menit lamanya setelah Jennifer menelisik sebentar kearah wanita tersebut,Stella malah hanya menampilkan senyum lucu diwajahnya,kecuali Billy yang mulai mengkhawatirkan ketentraman hidupnya.


"Billy..." panggil Jennifer dengan nada tegasnya,ia ingin meminta penjelasan dari Billy tentang hubungan sebenarnya Sebastian dan wanita tersebut,hingga mampu membuat Billy langsung sedikit tersentak kaget.


"Maafkan aku,Nona Muda" Billy segera meminta maaf dengan wajah khawatirnya saat ia langsung mengerti apa maksud dari Nona Mudanya barusan,sambil sedikit menunduk kearah Nona Mudanya yang masih menatap kearah Sebastian.


"Aku tidak menyuruhmu untuk minta maaf,Billy..." ucap Jennifer dengan nada kesalnya,sambil menatap tajam kearah Billy yang masih sedang menunduk disampingnya.


"Wanita itu adalah adik perempuannya Tuan Mu,, Sebastian,Nona Muda..." jawab Billy dengan cepat dan wajah pasrahnya,hampir saja ia salah menyebut.


"Lalu kenapa kamu tidak memberitahuku,ha? " tanya Jennifer dengan nada menggeram kesalnya,dan berusaha untuk menahan nada tingginya.


'Dan kamu telah berhasil membuat diriku sampai malu seperti ini......' lanjut Jennifer didalam hatinya,dengan terus merutuki Billy dengan segala umpatan kesalnya.


"Karena tadi,Nona Muda melarangku untuk ikut campur" jawab Billy dengan jujur dan juga sekalian mengingatkan Nona Mudanya tentang peringatan Nona Mudanya tadi,dan posisi kepala yang masih tetap sama.


Sedangkan Jennifer,ia langsung mendengkus kesal,saat ia mendengar pembelaan dirinya Billy,walaupun ada benarnya juga.


"Rasanya aku ingin sekali membunuhmu,kalau nanti aku memiliki kesempatan" gumam Jennifer dengan nada pelannya,


'Lain kali,aku pasti akan membuat mu tidak akan mampu untuk berbicara dan menjawabku lagi' batin Jennifer dengan wajah kesalnya,lalu ia segera berjalan mendekat kearah Sebastian dan adik perempuannya Sebastian yang baru saja ia ketahui itu,sambil mengelap sisa air mata yang masih ada dipipinya dengan pelan.

__ADS_1


"Hai,salam kenal,aku Jennifer.Bolehkah kita bersahabat?" tanya Jennifer dengan nada seriusnya dan wajah tersenyum ramahnya,setelah ia sudah sampai dihadapannya Sebastian dan juga wanita tersebut,sambil mengulurkan tangannya kearah wanita tersebut dan menahan semua rasa malunya karena semua yang telah ia lakukan tadi.


"Boleh,tentu saja boleh.Namaku Stella,senang bertemu denganmu..." jawab Stella dengan nada senangnya,sambil menerima uluran tangannya Jennifer.


"Aku juga senang bertemu denganmu.Aku harap,kamu mau memaafkan kesalahan tidak sengajaku yang tadi..." pinta Jennifer dengan wajah bersalahnya dan perasaan malunya,sambil menggaruk-garukkan pelan tengkuk lehernya yang tidak gatal,saat ia kembali mengingat tentang dorongan yang telah ia lakukan pada adik perempuannya Sebastian tadi.


"Tidak masalah.Kamu tenang saja,aku bisa mengerti kok,bagaimana rasanya melihat kekasih kita sedang membawa wanita lain.Lagi pula,cemburu itu hal yang wajar.Betul kan,kak?" jawab Stella dan sekalian bertanya pada kakaknya,dengan nada menggodanya dan tersenyum senang,sambil mengalihkam pandangannya dari Jennifer kearah wajah kakaknya yang masih datar.Tapi ia sangat tahu kalau kakaknya pasti sudah mulai merasa kesal saat ini,terlihat dari kakaknya yang tetap tidak mau menatap dan menjawab pertanyaan darinya.


"Terima kasih atas pengertian kamu,aku sangat senang mendengarnya.Dan kamu memang benar,aku paling tidak suka kalau melihat kekasihku sedang bergandengan mesra bersama wanita lain.Ya,,,kecuali kalau wanita itu adalah kamu..." ucap jennifer dengan wajah seriusnya yang bercampur perasaan malunya,dan dengan nada lambat diakhir kalimatnya sambil tersenyum malu.


'Kenapa aku bisa lupa kalau priaku ini memiliki seorang adik perempuan,dan aku juga baru tahu kalau adik perempuannya sangat manja' lanjut Jennifer dengan perasaan malunya,saat ia baru mengingat kembali tentang obrolannya bersama Sebastian pada 1 tahun yang lalu itu.


"Tenang saja,aku sangat mengerti tentang itu.Kakak,apa kamu mendengarnya dan mengerti? Lain kali kakak harus berpikir 2 kali,kalau ingin membawa wanita bersamamu.Aku takut,kalau rambut wanita itu akan ditarik habis-habisan oleh Jennifer" ucap Stella dengan nada candanya tanpa merasa tersinggung sedikitpun,begitu juga dengan Jennifer.


"Ya,kamu memang benar.Lain kali aku pasti akan melakukannya,jika wanita yang kakakmu bawa itu bukan kamu" ucap Jennifer dengan nada candanya juga dan wajah yang tertawa kecil,sambil menatap sebentar kearah Sebastian yang masih bertahan dengan wajah datar dan diamnya,hanya saja tatapan matanya tetap saja kearah dirinya.


"Dan sepertinya,aku harus memperingatimu tentang sesuatu,kalau kakakku masih memiliki wanita yang lainnya lagi,yang akan kakakku bawa keluar sekali-kali,dan dia juga tidak kalah cantiknya sama kita berdua..." ucap Stella dengan nada seriusnya,tapi wajahnya terlihat sedang tersenyum menggoda kearah Jennifer.


"Benarkah? Memangnya siapa wanita yang sedang kamu maksudkan itu?" tanya Jennifer dengan nada penasarannya,sambil menatap kesal kearah Sebastian,hatinya mulai merasa tidak nyaman terhadap peringatannya Stella barusan.


"Tentu saja,wanita itu adalah Ibu kami.Kakakku kadang-kadang suka mengantar Ibu kepasar sekali-kali" jawab Stella dengan tertawa kecil karena ia berhasil mengerjai Jennifer,sambil memeluk lengan kekarnya Sebastian dengan manja.


"Syukurlah,kamu ini,hampir saja membuat aku kembali merasa patah hati.Dan kalau tentang itu,kamu tenang saja,aku pasti akan terus mengingatnya" ucap Jennifer dengan wajah yang tersenyum lega,perasaan tidak nyamannya tadipun langsung menghilang tanpa jejak.


Sedangkan Sebastian dan Billy,mereka berdua hanya mampu menahan senyum bersama-sama didalam hati mereka saat mereka melihat wajah penasarannya Jennifer yang kembali ingin menjadi kacau seperti tadi.


"Maafkan aku,tapi aku tidak bisa tahan untuk tidak mengerjaimu.Baiklah,baiklah,sekarang aku ingin bertanya beberapa hal padamu.pertama,apakah kamu benar-benar kekasihnya kakakku? Bukan maksudku untuk meragukan perkataanmu,tapi hati kakakku ini keras seperti es,dan sulit untuk dicairkan oleh wanita manapun" tanya Stella dengan wajah tertawa kecilnya yang sudah mulai berubah menjadi penasaran,sambil menelisik wajahnya Jennifer yang malah menjadi malu.


Jennifer langsung menatap kearah wajah tampannya Sebastian yang masih saja datar dan terlihat tidak berniat ingin menyangkal pernyataan yang telah ia buat tadi.Dan paling tidak, itu saja sudah cukup untuk membuat dirinya merasa senang dan percaya diri.


"Sebenarnya aku bukan kekasihnya,tapi itu bukan berarti tidak akan menjadi kekasihnya,tapi hanya belum saja.Dan sebentar lagi, aku pasti akan menjadikan kakakmu sebagai kekasihku yang sesungguhnya" jawab Jennifer dengan wajah percaya dirinya,karena Stella adalah adiknya Sebastian,jadi ia tidak akan berbohong karena ia pikir kalau ia harus memulai hubungannya bersama Sebastian dengan diawali kejujuran.


'Dan aku yakin,kalau aku juga akan berhasil membuat Sebastian mengajakku untuk menikah.Lihat saja nanti...' lanjut Jennifer didalam hatinya,dengan wajah yakinnya dan perasaan senangnya,karena sekarang ia akan kembali melanjutkan jeratan cintanya yang belum sempurna dulu untuk pria pujaan hatinya ini.


"Sepertinya,aku memang harus mempercayaimu...Bolehkah aku memanggilmu kakak saja?" tanya Stella dengan nada senangnya,tanpa melepaskan pelukan dilengan kakaknya.

__ADS_1


Sedangkan Sebastian,ia hanya terus diam dengan berdiri santai saja.Tapi setidaknya ia bisa tersenyum lega didalam hatinya karena ia melihat kalau sudah tidak ada lagi jejak patah hati atau yang lainnya lagi diwajahnya.


"Tentu saja boleh,aku tidak akan keberatan sama sekali.Kalau aku boleh tahu,berapa umurmu sekarang?" jawab Jennifer dengan wajah yang tersenyum senang,ternyata adik perempuannya Sebastian juga ikut mendukungnya.Ia juga bertanya kembali,supaya mereka berdua memiliki bahan obrolan.


'Wanita tetap wanita,pasti seperti ini kalau sudah bertemu dengan sesamanya' batin Billy dengan wajah malasnya sambil melirik sekilas kearah Tuan Mudanya yang sudah mulai bosan,walau sekali-kali ia juga merasa terhibur,saat obrolan 2 wanita tersebut terdengar lucu.


"Ehm ehm ehm,bukankah tadi kamu mau pulang? Ayo,kita pulang sekarang..." ajak Sebastian dengan nada malasnya sambil berniat ingin berjalan pergi dari sana dengan menyeret paksa Stella,ia sudah merasa bosan karena sedari tadi ia terus mendengar obrolan 2 wanita tersebut yang sepertinya tidak akan ada habisnya.


"Tunggu,tunggu dulu kak...Moodku sudah membaik sekarang,jadi kita lanjutkan saja berbelanjanya.Atau kita langsung pergi makan siang saja,bagaimana? Kebetulan sekarang sudah tengah hari,dan sudah waktunya kita makan siang,kak..." jawab Stella dengan cepat,panjang lebar, dan mengabaikan tatapan tajam dari kakaknya,sambil menahan langkah kaki kakaknya yang baru saja mau melangkah itu.


Lagi pula,ia masih belum puas mengobrol bersama calon kakak iparnya tersebut,dan ia masih ingin melanjutkannya


"Apa aku boleh bergabung bersama kalian?" tanya Jennifer dengan cepat sebelum Sebastian sempat menjawab pertanyaannya Stella,sambil berjalan mendekat kearah sampingnya Sebastian,dan ia langsung memeluk lembut lengan kekarnya Sebastian yang belum bertuan tersebut tanpa izin dari Sebastian sedikitpun.


Sedangkan Sebastian,ia langsung menatap kesal kearah wajah tersenyum manisnya Jennifer yang terlihat sengaja menggoda dirinya.


"Umurku baru 20 tahun,kak.Dan kakak tidak perlu bertanya padaku lagi,karena aku tidak akan tega untuk mengusirmu,kak.Ayo,kita makan siang bersama-sama" jawab Stella dengan nada candanya dan wajah tersenyum senangnya,sambil menarik lengan kakaknya dengan kuat dan dibantu oleh Jennifer,karena pertahanan kakaknya terasa sangat kuat.


Sebastian yang akhirnya hanya bisa pasrah saja itupun terpaksa mengikuti langkah kedua pasang kakinya kedua wanita tersebut.


Dan juga langsung diikuti Billy dari belakang mereka ber 3,dengan wajah yang terus tersenyum lucu,karena Tuan Mudanya ditarik oleh 2 wanita sekaligus tapi Tuan Mudanya malah semakin tidak mampu melakukan apapun dan hanya pasrah saja,tidak seperti sikap Tuan Mudanya yang sebelum-sebelumnya.


'Padahal sudah 1 tahun berlalu,tapi sikapnya Jennifer tetap saja terlihat b*d*h.masih tetap menyebalkan dan juga tidak tahu malu' gumam Sebastian dengan pelan,


Disalah satu Cafe yang ada didalam Mall tersebut,Sebastian,Jennifer,Stella dan Billy,mereka ber 4 sedang melahap pelan makan siang yang telah mereka pesan tadi,sambil saling mengobrol tentang banyak hal.Mereka ber 4 bahkan duduk dengan posisi Sebastian bersama Jennifer yang berhadapan dengan Billy bersama Stella.


Stellapun mulai menceritakan banyak hal tentang Sebastian dan yang lainnya,terutama tentang perubahan sikapnya Sebastian selama 1 tahun penuh ini.


Sedangkan Jennifer,ia sibuk menceritakan awal dari ia bertemu dengan Sebastian hingga saat ini,hanya saja ia melewatkan tentang c**m*n mereka berdua pada 1 tahun yang lalu itu


Sedangkan Billy,berbeda dengan ia yang hanya terus melahap makan siangnya sambil menahan senyumnya kalau saja obrolan 2 wanita tersebut terdengar lucu.


Tapi Tuan Mudanya malah terus saja menampilkan wajah khasnya,dan ia rasa,mungkin saja Tuan Mudanya sedang menahan kesal,karena obrolan 2 wanita tersebut hampir 90 % hanya berisi tentang Tuan Mudanya saja.


"Rasanya perutku sudah sangat kenyang sekali saat ini.Kakak,apa kamu juga merasa kenyang?" tanya Stella dengan nada senangnya,karena siang ini ia kembali melahap banyak makanan dan bersama dengan calon kakak iparnya yang cantik ini.

__ADS_1


"Aku juga sudah kenyang,apa kamu memang selalu makan siang sebanyak ini? Ternyata kamu kuat makan juga,ya" jawab Jennifer dan sekalian bertanya,sambil menatap piringnya dan 2 piring miliknya Stella yang sama-sama habis tidak bersisa.


"Ya,kalau saat aku makan bersama kakak Bastian saja.Karena jika bersama Ayah dan Ibu,mereka berdua pasti akan mengomeliku terlebih dahulu dari pada membantuku" jawab Stella dengan wajah yang tersenyum cenges-ngesan,sambil meminum jus lemonnya dengan pelan.


__ADS_2