Suami Tampanku Yang Sederhana

Suami Tampanku Yang Sederhana
Bab. 12


__ADS_3

"Kerja bagus" puji Jennifer dengan wajah yang tersenyum senang,sambil mengambil kotak merah kecil tersebut,lalu ia langsung membukanya dengan perlahan-lahan.


"Tante,ternyata tebakanku benar.Isi dalamnya cincin" lanjut Jennifer lagi dengan wajah yang terus tersenyum senang,sambil mengambil cincin tersebut dari tempatnya.


"Nona Muda,kau memang selalu pintar" puji Tante dengan wajah malasnya,karena tingkah konyol Nona Mudanya itu.Apa Nona Mudanya itu tidak tahu,kalau semua orang yang melihat kotak merah kecil tersebut,sudah di pastikan kalau hampir 100 % semua orang akan langsung bisa menebaknya dengan benar.


Sedangkan beberapa anak buahnya,mereka semua hanya mampu menahan senyum di balik wajah datar mereka.


"Kalau menurutku,harga cincin ini pasti hanya sekitar 30 jutaan.Tapi walaupun harganya agak murah,dengan permata kecil yang ada di tengah-tengahnya,membuat cincin tersebut terlihat sangat indah" ucap Jennifer dengan nada yakinnya dan wajah yang tersenyum kagum,sambil menelisik setiap sisi cincin tersebut.


"Sepertinya kali ini Nona Muda juga benar" timpal Tantenya dengan jujur dan kedua mata yang ikut menelisik cincin tersebut.


Kalau tentang ini, ia memang benar-benar serius dan juga jujur dalam memuji Nona Mudanya ini,karena pengetahuan tentang perhiasan adalah salah satu kemampuan Nona Mudanya,sedangkan dirinya hanya mengetahui lebih kurang saja.


"Apa Tante baru tahu,kalau aku memang selalu benar.Dan sepertinya tebakanku tadi juga benar kalau pria aneh itu memang sedang patah hati" ucap Jennifer dengan wajah yakinnya,sambil berjalan ke arah mobilnya tanpa berhenti menatap cincin yang ada di antara 2 jarinya itu.Bahkan tanpa sadar,ia memakaikan cincin tersebut ke jari manisnya dengan gerakan pelan.


"Nona Muda....." ucapan Tantenya langsung di sela oleh Jennifer sebelum Tantenya sempat berbicara panjang lebar seperti tadi lagi.


"Aku tahu Tante,Tante tenang saja,aku pasti akan mengembalikannya pada pria aneh itu" sela Jennifer dengan cepat karena ia sangat tahu apa kalimat selanjutnya yang akan di katakan oleh Tantenya itu,sambil sedikit mengangkat tangannya yang sudah ia sematkan cincin tadi ke depan wajahnya.


"Lihatlah Tante,cincin ini ternyata sangat pas di jariku dan juga terlihat sangat indah.Sepertinya aku akan menggantikan dengan uang saja pada pria aneh itu" lanjut Jennifer lagi,dengan wajah yang terus tersenyum senang sambil terus menatap cincin yang berada di jari manisnya itu.


"Jennifer" panggil Tantenya dengan nada kesalnya,sambil menuntun jalannya Nona Mudanya itu dengan pelan.

__ADS_1


"Oke,oke ,Tante,aku hanya bercanda saja.Tante jangan suka marah-marah,nanti wajah cantiknya Tante akan menghilang dan cepat tua" ucap Jennifer dengan nada cepat dan juga tersenyum lucu saat ia melihat wajah kesal Tantenya.


Beginilah kalau Tantenya itu sudah merasa sangat kesal dan otomatis akan menghilangkan sikap formalnya untuk beberapa puluh menit ke depan,dan Jennifer selalu menyukai wajah kesal Tantenya itu.


"Aku berjanji Tante,aku akan segera mengembalikannya pada pria aneh itu" lanjut Jennifer lagi,dengan wajah seriusnya sambil kembali menatap cincin tersebut lagi.


"Iya,iya,aku percaya padamu.Tapi kamu juga tidak perlu terus menatap cincin murah itu seperti itu,perhatikan juga jalan yang ada di depanmu" ucap Tantenya dengan nada menyindir dan wajah yang tersenyum kesal,sambil terus melangkah dengan kedua tangan yang sedang memegang tubuh dan juga tangan Nona Mudanya.


Ia juga terus menuntun langkah kaki Nona Mudanya ke jalan yang rata,takut-takut kalau Nona Mudanya itu akan kembali terjatuh karena kedua mata yang terus fokus pada cincin tersebut.


Ia juga heran bercampur kesal karena melihat sikap konyol Nona Mudanya yang baru pertama kali ia lihat ini.Bukannya apa,cincin atau perhiasan lain yang di belikan oleh Tuannya semuanya lebih bagus dan juga lebih mahal dari cincin tersebut,semuanya berharga fantastis,dan semuanya juga di atas harga 50 juta.


Tapi apa yang di lakukan oleh Nona Mudanya itu,bahkan wanita cantik itu sangat jarang memakainya kecuali di acara-acara tertentu saja.


Tapi saat ini,hanya melihat cincin yang berharga sekitar 30 juta saja,Nona Mudanya sampai kegirangan seperti itu.


"Baiklah,baiklah,Tante.Aku akan mendengarkanmu" jawab Jennifer dengan wajah yang tersenyum lucu saat ia mendengar nada menyindir Tantenya barusan,lalu iapun segera menghentikan tingkah konyolnya.


Ia juga melepaskan cincin tersebut dari jari manisnya dengan perasaan tidak rela,walaupun ia mampu membeli apapun dengan kekayaan yang Daddynya miliki.Tapi ia selalu menyukai hal-hal yang sederhana tapi terlihat indah di matanya,contohnya seperti cincin ini.


'Sayang,tenang saja ya.Kalau kamu sama aku berjodoh,kamu pasti akan mampu berada di jari manisku ini' batin Jennifer dengan asal tapi ekspresi yang di penuhi keyakinan di wajahnya karena hanya sekali melihat saja ia sudah sangat menyukainya,lalu ia segera menyimpan kotak cincin tersebut ke dalam saku jaket yang sedang ia pakai saat ini.


"Aku sudah berada di sini selama seminggu lebih...Tante,apakah kamu tahu? Kalau aku sangat merindukan wajah kesalmu ini..." ucap Jennifer dengan nada candanya,sambil terus berjalan pelan dengan sebelah kakinya yang sedikit pincang tapi untung saja tidak begitu parah.

__ADS_1


"Dasar anak nakal" ucap Tantenya dengan wajah yang semakin kesal,tanpa menatap Jennifer.


Jenniferpun langsung tertawa kecil,sedangkan beberapa anak buahnya itu hanya mampu menahan tawa dan senyum mereka saat mereka semua melihat tingkah lucu putri majikan mereka dan pembantu tersebut.Dan sedari dulu,sebelum Nona Muda mereka berangkat kuliah,mereka semua sudah terbiasa melihat permandangan seperti ini,dan itu salah satu hiburan untuk mereka semua.


Hanya saja beberapa tahun kebelakang ini,Nona Muda mereka berada di Australia untuk melanjutkan kuliah atas perintah Daddynya.Dan baru saja sekitar seminggu yang lalu Nona Mudanya itu pulang ke kota ini kembali,itupun hanya pulang untuk beberapa minggu saja karena sedang ingin mengurus beberapa urusan.


"Tante,apa wajah aku tidak cantik?" tanya Jennifer dengan wajah penasarannya sambil terus menatap ke arah cermin kecil yang baru saja ia keluarkan barusan, setelah mereka sudah berada di dalam mobil.


"Siapa yang berani mengatakan kamu tidak cantik,hm?... Tentu saja kamu cantik,sangat cantik" jawab Tantenya dengan nada pelan dan wajah herannya,sambil menatap ke arah Nona Mudanya yang masih sibuk sama cermin kecilnya itu.


"Tapi kenapa pria aneh itu seperti tidak tertarik sama aku,Tante? Bahkan aku tidak pernah melihat wajah tersenyumnya sama sekali.Apa aura kecantikanku sudah mengurang,Tante?" tanya Jennifer dengan nada kesalnya, sambil terus menelisik setiap inci wajah mulusnya.


'Bukan pria itu yang aneh,tapi kamu yang aneh' batin Tantenya dengan wajah yang sedang menahan kesal di balik senyumannya,saat ia baru mengerti kenapa Nona Mudanya tiba-tiba saja menjadi tidak percaya diri.


Sejak kapan,Nona Mudanya ini menjadi tidak percaya diri dan perduli sama tanggapan orang lain tentang wajahnya,padahal dulu selalu saja cuek.Ya,sepertinya sejak bertemu sama pria aneh tersebut ketika di Butik hari itu.


"Mungkin saja kedua mata pria itu sedang bermasalah,Nona Muda" timpal pak supir tersebut dengan jujur dan wajah yang tersenyum,ia juga ingin sekalian menyenangkan Nona Mudanya dengan pujiannya.


'Pria tua ini juga sama saja' batin Tantenya dengan wajah pasrahnya.


"Paman benar,kedua matanya pria itu memang sedang bermasalah.Benar kan Tante?" ucap Jennifer dengan wajah yang tersenyum senang dan juga bertanya pada Tantenya,sambil menyimpan kembali cermin kecilnya itu.


"Iya benar,kalian berdua memang benar" jawab Tante dengan wajah yang tersenyum paksa,sambil menatap kesal ke arah pak supir tersebut yang sedang tersenyum lucu ke arahnya.

__ADS_1


Lalu ia langsung mengalihkan wajah tersenyum paksanya ke arah wajah Nona Mudanya yang sedang tersenyum penuh percaya diri kembali.


__ADS_2