Tahta Surya

Tahta Surya
Tamu


__ADS_3

Aku sedang ada urusan. Kembalilah ke kantor lebih dulu. Jika sampai jam pulang aku tidak kembali, pulanglah tepat waktu. Jangan lembur. Temuilah pacarmu. Ini perintah.


Hanna berjalan keluar dari warung sate tempatnya makan siang bersama Gina. Tidak bisa ia sembunyikan senyum diwajahnya. Isi pesan singkat yang masuk ke ponselnya membuat hatinya bahagia. Tidak bisa dipungkiri bisa pulang tepat waktu dan bisa merencanakan pertemuan dengan kekasih adalah hal yang membahagiakan.


Kesibukan membuat Hanna dan pacarnya sulit untuk berjumpa. Bahkan berada dalam satu tempat kerja pun tidak membuat dirinya dengan mudah bisa berduaan dengan pacarnya. Paling yang bisa ia lakukan hanya saling sapa. Untuk duduk berdua atau makan siang bersama menjadi hal yang sangat sulit. Apalagi sekarang ia adalah asisten pribadi dari salah satu orang penting di tempatnya bekerja, itu membuatnya jauh lebih sibuk dari sebelumnya. Dimana atasannya berada, disanalah ia harus ada. Tidak bisa sesuka hati menentukan jadwalnya sendiri karena ia tidak boleh berada jauh dari atasannya berada.


Saat memasuki mobil, Hanna sempat menulis pesan untuk pacarnya.


Aku akan pulang tepat waktu. Ayo kita makan martabak telur di tempat biasa.


Hanna mengulas senyum setelah pesan itu terkirim.


🌸🌸🌸


Gina masih di dalam mobil sambil menebak hal penting apa yang dimaksud oleh Surya. Apakah itu ada hubungannya dengan R-Company? Atau adakah hal lain. Gina mencoba menerka. Jika itu tentang R-Company, kenapa harus bertemu di luar? Kalau untuk hal penting yang lain, lalu apa?


Gina menuruni mobil Surya dan berjalan memasuki restoran. Ada banyak meja di dalam restoran milik sebuah hotel bintang lima di lantai dasar ini. Suasana restoran bergaya victorian itu tertata dengan sangat elegan. Surya memilih tempat ini pasti bukan tanpa alasan. Kata penting di awal kata pertemuan yang ia ucapkan pastilah mengandung arti penting baginya. Gina menuju ruang VIP restoran ini seperti yang sopir Surya katakan.


Saat membuka pintu Gina melihat Surya menoleh ke arahnya dan menyunggingkan senyum. Gina mendekati meja makan yang disana telah ada beberapa orang duduk memutari meja.


"Hai..." Sambut Surya saat Gina sudah ada di dekatnya lalu meraih jemarinya kemudian menggenggamnya lembut. Seketika Gina menjadi pusat perhatian di sana. Semua orang yang ada di meja makan menatap dirinya. Orang-orang yang tampak asing bagi Gina. Bukan hanya asing karena Gina tidak mengenal satupun dari mereka tapi juga wajah-wajah mereka bukan berasal dari negeri ini.


"She is my wife. Regina. I called her Gina." Surya memperkenalkan Gina pada semua orang di sana.


"Oh, she is so beautiful." Ujar satu-satunya wanita di meja itu. Sepertinya wanita itu berusia sedikit lebih tua dari mamanya. Gina memberikan senyum termanisnya untuk pujian yang wanita itu berikan.


"Thank you. Nice to meet you." Balas Gina ramah.

__ADS_1


Kemudian Surya menarik kursi di dekat Gina berdiri dan mempersilakan Gina untuk duduk. Gina agak canggung di suasana seperti ini. Ia terbiasa bertemu banyak orang. Tapi belum pernah bertemu dalam sebuah acara semi formal seperti ini. Gina memandang Surya memberi kode agar Surya menjelaskan siapa orang-orang yang bersamanya itu. Tapi Surya hanya menyunggingkan senyum dan melanjutkan percakapan dengan mereka dalam bahasa inggris yang baik dan fasih. Mendengar Surya berbicara dengan baik dan sangat menguasai suasana, membuat Gina tanpa sadar tidak berkedip memandangnya. Sampai akhirnya Surya menoleh kepadanya.


"Dia mulai menjadi istri saya beberapa hari ini." Ucap Surya tapi dalam bahasa inggris. Semua orang dimeja itu tertawa kecil.


"Ngomong-ngomong, selamat kepada kalian berdua. Semoga kebahagiaan selalu menyertai kalian." Ucap pria berjas rapi dengan rambut putih hampir memenuhi kepalanya.


"Semoga kalian segera dikaruniai seorang anak." Tambah wanita yang memujinya tadi. Pria dan wanita itu adalah suami istri. Gina tahu itu karena si pria tidak henti menggenggam jemari istrinya.


"Terima kasih." Jawab Surya dan Gina hampir bersamaan.


"Aku ingat saat menjadi pengantin baru seperti kalian." Ujar wanita yang akhirnya Gina ketahui sebagai istri dari Tuan Adskhan. Pria berkebangsaan Turki yang adalah seorang investor. Sebenarnya Tuan Adskhan ke negeri ini bukan untuk melakukan perjalanan bisnis tapi salah satu informan Surya mengetahui bahwa investor dari Turki itu sedang berlibur ke sini. Jadi Surya tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan sehingga melakukan pendekatan-pendekatan agar bisa memiliki waktu untuk bertemu dengannya.


Tuan Adskhan bukanlah orang yang baru Surya kenal. Ia adalah incaran para pengusaha negeri ini jika mereka ingin mengembangkan bisnis hingga ke negara-negara di Eropa. Begitu pula dengan Surya yang sudah mengenal Tuan Adskhan dalam sebuah pertemuan perserikatan pengusaha se-Asia-Eropa pada tahun lalu saat menemani Pak Rangga. Sehingga dalam pertemuan kali ini Surya ingin bisa bekerja sama dengannya agar bisa mengembangkan R-Company hingga ke benua eropa karena selama ini produk homestore dari R-Company bisa merambah ke negara-negara di asia dan beberapa negara di timur tengah. Tepat setelah tergabung menjadi anggota perserikatan pengusaha seAsia-Eropa, misi Pak Rangga adalah melebarkan bisnisnya hingga ke negara eropa dan lebih luas lagi ke negara-negara di seluruh dunia dengan membangun realasi-relasi antar pengusaha di negara lain.


Kenapa Pak Rangga sangat yakin dengan usahanya? Karena peralatan rumah tangga adalah kebutuhan pokok setiap lapisan masyarakat. Tidak hanya sebatas peralatan dapur, R-Company juga memproduksi peralatan rumah yang lain. Mulai dari meja kursi, matras hingga asesoris rumah yang saat ini sedang trend untuk memperindah rumah. Lebih dari itu, hampir semua peralatan kebutuhan rumah disediakan oleh R-Company. Bahkan inventaris perkantoran pun diproduksi oleh R-Company dan di jual di homestore-homestore yang Pak Rangga beri nama R-Store. Dan untuk R-Store ini sudah menyebar di seluruh kota negeri ini. Tidak hanya kota besar tapi juga beberapa kota kecil yang memiliki potensi untuk R-Store berkembang. Sebegitu besarnya R-Company inilah yang membuat Pak Rangga harus membuat Gina sangat kompeten jika ingin menjadi pemiliknya.


"Kami sangat bahagia karena kami saling mencintai." Lanjut istri Tuan Adskhan.


"Kau tahu, aku merasa semakin banyak anak yang kami punya, Tuhan juga semakin melimpahi kami dengan rizki. Itu benar-benar seperti sebuah keajaiban." Tuan Adskhan tersenyum menanggapi cerita istrinya seolah mengiyakan pengalaman mereka.


"Jadi, karena kalian masih muda, punyalah anak yang banyak. Kehidupan kalian akan semakin diberkati dengan adanya anak-anak. Mereka akan membuat kalian belajar banyak hal dalam kehidupan ini."


"Baik Nyonya, kami berencana akan membuat 11 anak sekaligus agar kami bisa membuat tim kesatuan sepak bola." Ujar Surya yang membuat semua orang diruang itu tergelak. Gina memandang Surya dengan tawa yang dibuat sempurna. Padahal hatinya tidak terima Surya mengatakan itu. Menikah dengan Surya saja sudah membuatnya sesak, apalagi membayangkan memiliki anak darinya, Gina benar-benar tidak terima Surya mengatakan itu.


Acara makan siang itu adalah langkah awal Surya demi melakukan pendekatan kepada Tuan Adskhan. Dan Gina adalah pemeran pendukung yang akan ia libatkan juga. Surya berfikir agar bisa membuat istri Tuan Adskhan nyaman maka ia perlu menghadirkan sosok wanita juga untuk menemaninya. Dan Gina adalah orang yang tepat. Wawasan luas dan sifatnya yang supel bisa membuat istri Tuan Adskhan nyaman.


"Jadi, aku harus menemani Nyonya Adskhan?" Ujar Gina berbisik sambil berjalan mengikuti langkah Tuan Adskhan dan istrinya. Surya mengangguk sambil masih memandang lurus ke depan.

__ADS_1


"Yang benar saja. Kau pikir aku 'wanita penghibur'?" Gina melotot memandang Surya karena sejak tadi pria itu hanya berjalan lurus tidak membalas pandangannya sama sekali.


"Surya..." Gina menarik lengan Surya berharap ia memperhatikan apa yang Gina bicarakan. Suara Gina terdengar oleh orang-orang yang berjalan di depannya. Termasuk Tuan dan Nyonya Adskhan yang berhenti berjalan dan menoleh ke belakang.


Melihat hal itu, Gina reflek memeluk lengan Surya sambil bersikap manja.


"Aku ingin ke toilet. Bisa temani aku?" Suara Gina manis memandang Surya. Tuan Adskhan tersenyum melihat hal itu.


"Kami akan ke lokasi terlebih dulu. Anda bisa menyusul kemudian."


"Ahh, tidak Tuan kami hanya akan sebentar saja." Tolak Surya.


"Tidak apa-apa. Kami sudah bersama para pengawal Anda jadi kami merasa nyaman dan aman."


"Kalau begitu, baiklah, Tuan. Terima kasih." Surya menanggapi dengan sangat ramah.


Tuan Adskhan dan semua orang berjalan menuju mobil yang sudah disiapkan oleh Surya.


Gina menarik tangan Surya untuk berjalan ke suatu tempat yang agak sepi di lobi hotel itu.


"Kenapa kau mengajakku dalam acara ini? Apa sebagai kepala bagian divisi produksi aku juga bertugas menemani tamumu?" Gina kesal karena Surya tiba-tiba ingin dia menemaninya menemui tamu.


"Tidak Nona, bukan karena itu."


"Lalu apa? Sudah ku katakan padamu aku bukan orang yang pantas melakukannya. Aku Regina, pemilik dari pendiri R-Company dan sebentar lagi menggantikanmu sebagai presdir."


"Karena kehadiran Anda di sisi saya sangat penting."

__ADS_1


"Kenapa aku menjadi penting?"


"Karena Anda istri saya." Gina mengerjapkan matanya berkali-kali.


__ADS_2