Tahta Surya

Tahta Surya
Grand Opening


__ADS_3

Mobil Surya berjalan pelan sebelum akhirnya berbelok di sebuah pelataran homestore itu.


"Ya Tuhan, apa itu, Surya?" Gina memandang lurus ke depan dimana kerumunan orang itu memenuhi halaman parkir R-Store.


"Itulah kenapa pembukaan R-Store selalu membutuhkan persiapan yang matang, Nona."


"Kenapa mereka memadati halaman R-Store seperti ini? Bukankah R-Store baru akan dibuka jam 8?"


"Iya Nona, tapi tampaknya mereka sudah tidak sabar untuk berbelanja di R-Store."


"Benarkah? Apakah mereka seantusias itu dengan pembukaan R-Store disini?"


"Tidak hanya di sini, Nona. Disetiap pembukaan R-Store, pemandangan ini pasti terlihat."


"Wah... apakah sebegitu besar minat masyarakat pada produk R-Store?" Gina memandang keluar kaca mobil dengan penuh takjub.


"Benar, Nona."


"Tunggu dulu." Pandangan Gina tertuju pada sebuah spanduk bertuliskan diskon hingga 50%."


"Apakah itu yang menyebabkan mereka rela menunggu R-Store sampai buka?" Tunjuk Gina pada spanduk itu.


"Itu salah satunya, Nona."


"Ahh, kalau itu aku tidak heran."


"Tapi memang produk yang di jual di R-Store selalu paling diminati, Nona. Kualitasnya nyata terjamin dan menyediakan segala produk rumah tangga dengan lengkap. Beberapa tahun ini grafik penjualan R-Store selalu naik, Nona. Itu artinya masyarakat mempercayakan R-Store sebagai toko yang dapat memenuhi kebutuhan alat dapur mereka."


"Nada bicaramu benar-benar meyakinkan. Pantas saja kau selalu mendapatkan relasi dan investor yang tepat untuk R-Company. Kau pandai membuat narasi yang berisi rayuan."


"Rayuan? Bagian kalimat saya yang mana yang berisi rayuan, Nona?" Surya bingung.


"Ayo kita turun saja." Ajak Gina karena sejak mobil mereka terparkir, mereka masih berbincang didalamnya.


Surya mengikuti Gina turun dari dalam mobil. Seseorang menghampiri Surya.


"Selamat pagi, Pak. Kami sudah menunggu kedatangan Anda. Mari lewat sini." Ajak pria berpakaian security itu memandu jalan Surya dan Gina ke arah lain menjauhi pintu masuk R-Store dan menuju ke arah samping.


Mereka akhirnya memasuki R-Store dari pintu samping. Seseorang menyambut mereka.


"Selamat pagi, Pak Surya, Nona Gina." Pria itu menjabat tangan Surya dan Gina bergantian. Ia pasti adalah manajer di R-Store ini.


"Bagaimana? Apakah semua sudah siap?" Tanya Surya sambil mengedarkan pandangan ke sekeliling.


"Iya Pak, kami siap." Pria yang murah senyum itu penuh semangat.


"Baiklah, setelah ini mari kita buka acara pembukaan R-Store."


"Baik Pak."


Gina melihat ke sekelilingnya. Beberapa pegawai ada di sana. Ada yang sedang melakukan pengecekan ulang barang-barang di rak, ada yang mempersiapkan audio untuk memandu pembeli hari ini, di bagian kasir yang terdiri dari 3 tempat juga terlihat pegawai sedang sibuk di hadapan komputer. Dan saat Gina melihat ke arah salah satu kasir, ia melihat orang yang sangat ia kenal.


"Surya, aku ke sana sebentar." Surya mengangguk. Masih ada waktu untuk Gina berkeliling sehingga Surya memberinya izin.


Gina mendekati seseorang yang ia kenal itu.


"Lita..." Sapa Gina pada Lita yang sedang menunjukkan pada pegawai kasir tentang sistem informasi buatan Font.


"Hai... kau datang?" Lita tampak kaget dengan kehadiran Gina di situ.

__ADS_1


"Oh iya, aku lupa kalau kau sekarang pegawai R-Company, bukan pegawai Font lagi."


"Hmmm..." Gina memutar bola matanya malas dengan kelakar Lita.


"Kau tampak lebih menakjubkan sekarang. Seorang pewaris tunggal R-Company. Sangat keren." Puji Lita.


"Bisa saja kau ini." Gina menepuk pundak Lita.


"Setelah ini kau akan kemana?" Gina mengalihkan pembicaraan.


"Kembali ke Font. Memangnya mau kemana lagi."


"Jangan kembali ke Font dulu. Ayo kita ngopi dulu."


"Boleh juga. Sudah lama kita tidak mengobrol." Lita cukup antusias.


"Apa aku panggil Sunday juga?"


"Boleh. Suruh dia ajak Faris juga. Aku merindukannya. Sudah lama aku tidak bertemu dengannya."


"Kau ini masih saja gila." Lita mengomel. Gina tertawa.


"Nona, acara akan dimulai." Tiba-tiba Surya sudah ada di samping Gina.


"Oh iya, baiklah." Gina meninggalkan Lita yang juga sempat menyapa Surya.


Lita melihat Gina dan Surya menuju pintu keluar R-Store untuk melakukan 'ritual' pembukaan.


"Aku rasa Pak Surya juga lumayan. Dia cukup tampan. Mereka terlihat baik bersama seperti itu." Gumam Lita.


"Tapi entahlah bagaimana selera Gina sebenarnya. Dia mendapatkan pria yang baik masih saja merasa kurang. Dasar wanita itu. Coba aku bisa memiliki pria seperti Pak Surya, aku berjanji seumur hidupku aku tidak akan mengharapkan pria lain." Komantar Lita masih memandang mereka berdua yang sekarang sudah berdiri di teras R-Store.


"Akhirnya, karena dukungan Bapak dan Ibu, R-Store ini di dirikan di sini untuk mempermudah jangkauan Bapak dan Ibu dalam pemenuhan kebutuhan akan alat-alat rumah tangga. Dan dengan ini R-Store kami buka untuk Anda semua." Kembali tepuk tangan terdengar. Gina juga ikut bertepuk tangan.


Kemudian Surya menerima gunting dari salah seorang pegawai R-Store untuk pengguntingan pita sebagai tanda R-Store mulai dibuka hari ini. Setelah pita digunting kembali terdengar tepuk tangan lagi. Lalu pintu R-Store pun dibuka. Saat melihat itu, semua pengunjung mulai berbondong-bondong memasuki R-Store secara bersamaan. Gina yang belum beranjak dari situ jadi kuwalahan menghadapi serbuan para pengunjung yang berebut mendapatkan pintu masuk. Ia tidak tahu harus pergi ke arah mana karena terlanjur dikerumuni oleh para pengunjung.


Tubuh Gina bahkan sampai terdorong mundur oleh desakan pengunjung yang berlawan arah dengan posisi berdirinya. Gina berusaha berjalan dan melepaskan diri dari kerumunan itu. Hingga akhirnya ada seseorang yang menarik tubuhnya dari belakang dan membaliknya lalu mendekapnya. Gina hafal aroma parfum itu. Aroma parfum khas pelet milik Surya. Gina mendongak untuk memastikan. Dan benar, itu adalah Surya yang saat ini memeluknya dan menjaga agar tubuhnya tetap seimbang.


Mendapatkan penyelamatan dari Surya, Gina sangat menikmati itu. Lengan kuat Surya benar-benar bisa menopang tubuhnya yang sekarang seperti berubah menjadi jeli. Ia merasa berdebar dan lemas dalam satu waktu sehingga ia pun membalas dekapan Surya. Kini debaran dadanya semakin bertambah kencang setiap detiknya. Tapi Gina membiarkan dirinya menikmati itu. Ia membiarkan Surya memeluknya dengan erat dan menjaga tubuhnya dari desakan pengunjung yang datang.


"Nona... " Suara Surya.


"Iya..." Jawab Gina masih membiarkan tubuhnya berada dalam dekapan Surya.


"Sudah selesai."


"Belum..." Jawab Gina.


"Maaf Nona, sudah tidak ramai lagi." Ucap Surya pelan.


"Apa?" Gina mulai membuka matanya dan melihat sekitarnya sudah sepi. Tidak ada satupun pengunjung yang berusaha mendorongnya lagi. Gina segera melepaskan pelukannya dan mundur menjauhi Surya beberapa langkah.


"Oh, ehhem... ku pikir masih banyak pengunjung. Aku tidak menyadarinya." Gina merapikan rambut dan juga kemejanya untuk menutupi kesalahtingkahannya akibat kekonyolan yang ia lakukan.


"Mari kita masuk Nona." Ajak Surya.


"Masuklah dulu, aku masih merasa gerah. Aku butuh udara segar."


"Baiklah, Nona. Saya masuk dulu."

__ADS_1


"Iya... iya... masuklah." Gina masih gugup.


Surya pun masuk. Ia sempat tersenyum melihat Gina yang mematung seperti itu.


"Dasar bodoh. Kenapa kau konyol sekali, Gina. Kau membalas pelukan Surya dan tidak mau melepaskannya. Memangnya kau wanita murahan?" Gina merutuk pada dirinya sendiri.


"Ahh, memalukan sekali." Gina memijit keningnya sendiri walaupun ia tidak sedang pening.


"Baiklah, aku harus masuk. Mataharinya panas sekali." Gina masuk ke dalam R-Store.


Di dalam R-Store banyak sekali pengunjung yang memborong. Hampir semua troli yang mereka bawa penuh dengan barang-barang belanjaan. Bahkan ada yang sampai membawa dua troli sekaligus. Gina menebak itu pastilah para reseller. Karena R-Store juga menyediakan harga khusus bagi para reseller yang akan menjual kembali barang pembelian mereka.


Gina tidak menemukan Surya di dalam R-Store. Entah dimana dia sekarang berada tapi itu menguntungkan baginya yang belum ingin bertemu Surya. Ia masih cukup malu kepada Surya karena kelakuan konyolnya tadi.


"Oh iya, Lita. Dimana dia sekarang?" Gumam Gina pada dirinya sendiri.


"Baiklah, mana ponselku?" Gina merogoh tasnya mencari ponsel untuk menghubungi Lita.


"Ini dia ponselku." Gina menemukan ponselnya dan mencari nama Lita di daftar kontak lalu meneleponnya.


"Lita, kau dimana? Oh baiklah, jangan kemana-mana, aku akan ke situ." Gina berjalan menuju ke tempat yang Lita sebutkan. Lita mengatakan sedang berada di ruang staf memeriksa sistem informasi kepegawaian disana.


Gina membuka pintu ruang staf. Beberapa orang menoleh padanya termasuk Surya karena suara pintu yang ia buka. Ternyata Surya ada di sana. Gina masih agak gugup bertemu Surya. Apalagi kalau Surya sedang memandangnya seperti itu.


Aku sedang menghindarinya tapi malah bertemu disini. Ahh, sial sekali. Batin Gina sambil berjalan menuju ke tempat Lita memeriksa sistem informasi di sebuah komputer yang sedang dihadapi oleh seorang karyawan.


"Bagus, sudah bisa dioperasikan." Ujar Lita sambil melepaskan jari-jarinya dari mouse yang semula ia pegang.


Gina sudah mendekat sekarang. Surya menyambutnya dengan senyuman. Lita juga mengangkat wajahnya dari layar komputer dan menyapanya. Pimpinan R-Store dan staf yang sedang menghadapi komputer yang diperiksa Lita juga memberinya senyum.


"Sudah selesai, Ta?" Gina berbasa basi untuk menghindari tatapan Surya.


"Sudah."Jawab Lita kepada Gina sambil memasukkan ponsel ke dalam tasnya.


"Semua sistem informasi sudah terinstal dengan baik. Jika ada kendala apapun silakan hubungi customer service kami. Ini nomor yang bisa dihubungi." Gina memberikan selembar kertas pada pegawai itu.


"Terima kasih." Jawab pegawai.


"Baiklah, semua sudah selesai. Kami mohon pamit lebih dulu." Ujar Surya kepada Pimpinan R-Store.


"Tapi Pak, akan ada pesta kecil-kecilan untuk pembukaan R-Store selepas tutup nanti. Jadi kami berharap Anda bisa bergabung bersama kami."


"Terima kasih banyak, Pak. Tapi kami masih ada urusan sehingga harus pergi sekarang dan tidak bisa bergabung."


"Oh baiklah kalau begitu. Terima kasih atas kedatangan Pak Surya dan Nona Gina pagi ini."


"Kami berharap Anda dan semua staf pegawai bisa menjaga R-Store dengan baik sehingga bisa terus berkembang."


"Pasti, Pak. Kami pasti akan bekerja keras untuk perkembangan R-Store."


"Terima kasih. Kami harus pamit." Surya menjabat tangan pimpinan R-Store. Gina juga turut bersalaman. Melihat itu Lita pun pamit undur diri karena pekerjaannya memang sudah selesai.


"Lita, seperti janji kita tadi, ayo kita ngopi dulu." Gina berjalan di samping Lita. Surya berjalan di sebelah Gina yang lain. Lita memandang Gina mengangguk.


"Surya, sebentar lagi adalah jam makan siang. Aku akan pergi dengan Lita. Aku kembali ke R-Company setelah makan siang."


"Baik, Nona."


"Oke, aku pergi dulu." Mereka sudah sampai pintu keluar. Gina menggandeng Lita untuk menuju ke tempat mobilnya terparkir. Surya memandang Gina yang berjalan menjauhinya. Lalu Surya tersenyum lagi. Entahlah, ia selalu tidak bisa menahan bibirnya untuk tertarik ke atas setiap melihat tingkah Gina. Tiba-tiba dadanya menghangat. Ada yang menggelitik hatinya. Sebuah perasaan bahagia.

__ADS_1


__ADS_2