Tangisku Dan Bahagiaku Ada Dalam Rumahmu

Tangisku Dan Bahagiaku Ada Dalam Rumahmu
Aku meminangnya


__ADS_3

POP Gus hafidz


melihat orang yang kita sayang kehilangan ibu yang amat dicintainya membuat saya merasakan sakit yang sama.


tangisnya begitu pilu, hingga saya tak sanggup untuk mendengar dan melihat nya.


'ana yakin anti wanita yang kuat nur, menangis lah jika itu bisa membuat perasaan mu lega. tapi ana berharap tangisan itu akan menjadi awal untuk kebahagiaan anti'


"assalamualaikum ummah, hafidz ingin memberi tahu kalau ibu nya nur meninggal dunia,,,, sepertinya hafidz mau ikut antar jenazah nya, sekalian mau ikut mensholatkan juga,,, iya umma,,, waalaikumsalam wr wb"


setelah memberitahu ummah tentang keadaan ibu nya nurain, saya memutuskan untuk pergi ke kantin memberitahukan kepada Abi dan Abang nya nurain yang memang sedang di kantin untuk membeli makanan.


~


"umma,, hafidz mau bicara sesuatu sama umma boleh?" tanya saya pada umma yang sedang pokus membuka halaman demi halaman dari kitab kuning yang di pegang nya


"tentu boleh,, hafidz mau bicara apa sama umma?"


"ini tentang___ nurain umma!" dengan memberanikan diri saya mencoba untuk mengutarakan apa yang ada dalam hati saya selama ini


umma tidak langsung menjawab, beliau melihat saya sekilas kemudian menyimpan kitab yang tadi dipegang nya.


"umma, hafidz___menyukai nurain dan ingin menjadikannya halal untuk hafidz" dengan berulang kali Saliva ini saya telan karna saking gugup nya mengatakan semua ini di hadapan umma, ibu yang telah melahirkan saya


"hmm,,, apa hafidz yakin?" tanya umma tiba-tiba yang membuat saya menatap tidak mengerti.


"maksud umma bukan meragukan hafidz, hanya saja umma pernah berada di masa kalian. masa dimana timbul perasaan suka dengan mudah nya, tanpa memikirkan bagaimana kedepannya. umma ingat betul saat dulu umma dan Babah mengatakan ingin menjodohkan hafidz dengan Aisyah. hafidz bilang ingin menikah nanti jika sudah menyelesaikan studi S2 hafidz. tapi sekarang wisuda S1 saja baru di depan mata tapi hafidz sudah ingin meminang seseorang. umma hanya tidak mau hafidz melakukan ini tanpa ada ihtiar kepada Allah"


umma mengelus kepala ini dengan lembut dan penuh kasih sayang.


"iya hafidz paham umma. dulu hafidz bicara seperti itu karna sebenarnya hafidz memang belum siap untuk menikah, apalagi dengan Aisyah yang sudah hafidz anggap keluarga sendiri. tapi untuk saat ini insyaallah hati hafidz sudah benar-benar siap dan mantap dengan pilihan hafidz. hafidz juga sudah melakukan sholat istikharah berulang kali tentang ini, dan hasil nya hati ini semakin kuat tanpa ragu bahwa nurain adalah pilihan hafidz"


"insyaallah kalau kamu benar-benar sudah yakin dengan keputusan mu maka umma akan mendukung mu, tapi apa hafidz sudah bicara juga sama Babah?"

__ADS_1


"belum, hafidz baru bicara sama umma karna hafidz juga ingin meminta pendapat umma. kira-kira apa Babah akan merestui keputusan hafidz untuk meminang nurain? sedang kan Babah sudah menjodohkan hafidz dengan Aisyah?"


"nak,,, jodoh itu rahasia Allah dan Babah pasti tahu itu. dulu memang Babah dan umma berniat menjodohkan hafidz tapi kami tidak memaksa. kalau memang hafidz mempunyai calon lain selama dia baik agama nya insyaallah Babah dan umma akan mendukung keputusan hafidz"


"Syukron umma, insyaallah nanti setelah Babah dari mesjid hafidz mau mengutarakan maksud hafidz pada Babah"


umma hanya tersenyum sambil mengangguk dan membelai kepala saya dengan lembut.


yah, begitu lah seorang ibu. selalu mendukung keputusan anak nya selama itu baik dan menasihati anak nya tak kala melakukan kesalahan. Syukron umma,,,


~


keesokan hari nya saya mencoba memberanikan diri untuk bicara pada bAbah soal nurain. dengan langkah yang maju mundur saya berusaha untuk menghampiri Babah yang sedang duduk di atas bangku sambil memberi makan pada ikan yang ada di kolam belakang rumah.


"kenapa fidz? sini duduk sama Babah" kata babah saat melihat saya yang tak jauh dari beliau


"ko kaya yang bingung gitu kenapa? ada yang mau dibicarakan sama Babah?"


beliau kembali fokus memberikan makanan kepada ikan. sedangkan saya masih terdiam di samping nya.


rasanya sulit sekali mengatakannya pada Babah, karna saya memang sangat segan pada beliau. sebenarnya beliau adalah ayah yang sangat hangat untuk di ajak bicara, bahkan jika sedang bersama Lutfhi atau Farah beliau selalu bercanda dan tertawa lepas.


namun entah kenapa jika saya berada di samping nya saya merasa segan dan lebih memilih untuk diam jika beliau sedang berbicara juga hanya menjawab seperlunya jika beliau bertanya.


"kamu mau bicarakan soal nurain sama Babah?" tanya nya tiba-tiba yang membuat ku sedikit takut dan hanya bisa menganggukkan kepala sebagai jawaban.


"umma sudah cerita semua nya sama babah___fidz kamu tahu, dari kecil kamu adalah anak yang pendiam. jika ada masalah kamu selalu menutupi nya dari Babah dan umma. bahkan jika kamu menginginkan sesuatu selalu kamu berusaha dengan sendiri tanpa mau merepotkan siapa pun. dari kecil kamu sangat sulit di dekati oleh siapa pun. kecuali umma dan Aisyah. melihat kedekatan kamu dengan Aisyah, Babah semakin yakin untuk menjodohkan kalian di masa yang akan datang. apalagi ayah nya Aisyah adalah sahabat Babah dari zaman kami belum menikah. Babah pikir kamu menyukai Aisyah, tapi ternyata Babah salah kamu justru menyukai seseorang yang tidak pernah Babah sangka. maaf jika selama ini Babah tidak bisa menjadi ayah yang baik buat kamu. Babah tidak bisa mendekati putra Babah sendiri, sampai Babah tidak tahu bagaimana perasaan anak Babah. tidak tahu apa kesukaan anak Babah"


tanpa saya duga air mata Babah mulai keluar saat beliau sedang berbicara panjang lebar kepada saya.


"bukan begitu bah, hafidz tidak bermaksud menyakiti hati Abah dengan bercerita kepada umma terlebih dahulu. hafidz hanya meminta pendapat umma mengenai keinginan hafidz sebelum menyampaikannya kepada Babah, karna hafidz tahu Babah sangat menginginkan hafidz berjodoh dengan Aisyah dan hafidz juga takut kalau Babah akan kecewa dengan keputusan hafidz"


"tidak nak, Babah tidak kecewa pada apa yang kamu inginkan. Babah berniat menjodohkan mu dengan aisyah itu semata-mata karna Babah menyangka kalau kamu mencintai Aisyah. tapi setelah umma menceritakan semua kepada Babah, maka Babah juga akan mendukung keinginan mu. bahkan kalau perlu besok kita akan datang ke rumah nya untuk melamar, bagaimana menurutmu?"

__ADS_1


"subhanallah Syukron bah__ Syukron ! hafidz bahagia mendengar nya jika Babah dan umma ternyata merestui niat hafidz. tapi bagaimana dengan paman Yusuf bah?"


"kamu jangan khawatirkan soal itu biar Babah nanti yang akan berbicara pada nya. insyaallah beliau orang yang Sholeh dan pasti mau mengerti soal ini"


~


keesokan hari nya tanpa memberitahukan keluarga besar terlebih dahulu. saya, umma dan Babah berangkat ke rumah nurain.


"assalamualaikum"


"waalaikumsalam wr wb"


"masyaallah pak kiai, Bu nyai, silahkan masuk"


ayah nurain menyambut kedatangan kami dengan ramah, walaupun keadaan rumah masih dalam keadaan berkabung setelah kepergian ibu nya nurain.


kami duduk di atas kursi, dan tak lama kemudian datang nurain dan temannya menyambut kedatangan kami.


'masyaallah nur,,, rasanya hati ini tidak rela melihat mata mu yang sembab karna tangisan yang tiada henti-hentinya'


saya kembali menunduk setelah sekilas menatap wajah nya yang tersenyum namun masih menyisakan kesedihan yang amat dalam


"maaf lho pak kiai, rumah nya tidak senyaman rumah kiai apalagi ini masih dalam suasana berkabung"


kata ayah nurain membuka pembicaraan.


"tidak apa-apa ko pak, malah kami ingin meminta maaf karna bertamu malam-malam tanpa bilang terlebih dahulu" kata babah dengan sopan


"tidak apa-apa pak kiai, malah saya sangat senangi dikunjungi oleh pak kiai. tapi kalau boleh saya bertanya kira-kira ada hal penting apa sampai-sampai pak kiai, Bu nyai dan den Gus datang ke rumah saya malam-malam begini?"


"gini lho pak, sebenarnya kedatangan kami ke sini bermaksud mengantarkan anak kami yang ingin menyampaikan niat nya langsung kepada putri bapak di hadapan bapak dan keluarga. silahkan nak sebaiknya kamu yang menyampaikannya secara langsung"


Babah mengalihkan perkataannya kepada saya.

__ADS_1


"bismillahirrahmanirrahim,,, sebenarnya kedatangan saya dan kedua orang tua saya ke sini yaitu___ saya ingin___ meminang dan menghitbah putri bapak yang bernama syafina shidqya nurain"


masyaallah ternyata tidak mudah mengatakannya apalagi langsung di hadapan ayah nya nurain. rasa nya lidah tenggorokan ini mendadak kering dan lidah ini sulit untuk mengatakan nya. begini lah ternyata rasa nya deg-degan saat ingin melamar seorang wanita yang kita cintai.


__ADS_2