
POV Gus hafidz
malam ini saya sibuk merapikan barang yang hendak saya bawa pulang ke Indonesia untuk beberapa hari, karna ujian final baru selesai dan Alhamdulillah semua berjalan lancar. tinggal menunggu nilai keluar dan sebagainya telah itu saya selesai menyelesaikan S1 saya di Turki.
Derrrttt
Derrrttt
Suara ponsel saya bergetar, saya hentikan sementara beres-beres nya untuk melihat siapa yang menelpon, ternyata,,,
"assalamualaikum umma" salam saya pada umma di sebrang sana
"waalaikumsalam wr wb,,,gimana nak besok jadi ke Indonesia?" tanya umma di sana yang memang sudah mengetahui kalau besok saya akan pulang ke Indonesia.
"insyaallah umma, ini hafidz lagi beres-beres barang untuk keberangkatan besok" kata saya dengan semangat
"semangat betul kedengarannya" kata umma yang seolah tahu apa yang saya rasakan
"pasti lah umma, kan besok hafidz mau ketu sama Babah, umma, juga sama ade-ade hafidz"
"yakin hanya itu?" tanya umma yang lagi-lagi tahu alasan saya begitu semangat pulang ke Indonesia
"insyaallah" jawab saya sedikit malu
"baik lah nak kalau memang masih belum mau terbuka, umma tidak akan memaksa. tapi setelah nanti kamu di sini banyak yang ingin umma tanyakan pada hafidz"
"tentang apa umma?" tanya saya penasaran
"ada deh, umma gak mau ngasih tahu sekarang biar anak umma yang sulung ini penasaran. udah dulu ya assalamualaikum"
"tapi umma,,, waalaikumsalam" sambungan telpon pun terputus dan umma berhasil membuat saya penasaran. ah,,, bisa aja umma berbuat seperti itu. sebenarnya saya tahu jika umma hanya ingin membalas saya yang masih belum benar-benar terbuka tentang nurain terhadap beliau.
ngomong-ngomong, nurain anti sedang apa sekarang? besok saya kembali ke pondok, apa saya akan langsung melihat mu? ah,,, masyaallah sungguh rindu ini menyiksa hati saya.
~
pagi ini saya sudah siapkan semua nya, mulai dari koper yang hendak di bawa, apartment rapi dan di bersihkan, saya pun sudah mandi dan tinggal sarapan. setelah itu baru saya berangkat menuju bandara. bismillahirrahmanirrahim mudah-mudahan Allah lancarkan segala nya.
"lho,,Zul ko muka nya pucat banget?" tanya saya pada Zulham saat saya keluar dari apartemen, dan kebetulan apartemen nya bersebelahan dengan saya.
__ADS_1
"tolong saya fidz,,, perut saya sakit sekali" kata nya dengan posisi tangan memegang perutnya seperti menahan sakit
"biar saya antar ke rumah sakit saja ya Zul"
"enggak perlu, saya hanya butuh istirahat saja. tolong bukakan pintu apartemen saya ini password nya" kata nya dengan menyebut pin untuk membuka pintu nya, namun saya lihat sakit nya seperti parah karna muka nya semakin pucat
"kaya nya ini gak cukup hanya istirahat aja, biar saya anta ke rumah sakit saja"
"gak perlu fidz, beneran"
"udah gak usah bantah lagi, tunggu sebentar ya saya ambil kunci mobil dulu" kemudian dengan sedikit tergesa-gesa saya pun kembali kedalam untuk mengambil kunci mobil di yang berada di kamar saya
"sini, biar saya papah" akhirnya Zulham setuju untuk dibawa ke rumah sakit.
~
"gimana dok, kira-kira teman saya sakit apa?" tanya saya saat melihat dokter sudah keluar dari ruang pemeriksaan
"apa ada keluarga teman anda yang bisa datang ke sini? karna teman anda harus di operasi sekitar satu jam lagi dan saya membutuhkan persetujuan dari pihak keluarga"
"memang nya teman saya sakit apa dok?"
"teman anda terkena usus buntu, jadi dia merasakan sakit di bagian perut yang luar biasa"
"baiklah kalau begitu, anda bisa ikut ke ruangan saya sekarang"
~
jam 11.00 waktu bagian Turki, saya baru keluar dari rumah sakit setelah memastikan Zulham teman saya benar-benar baik-baik saja. Alhamdulillah operasi nya lancar dan saya juga sudah menghubungi keluarga nya yang ada di Indonesia.
saya duduk sebentar di atas kursi yang ada di luar, untuk sekedar memberi kabar pad keluarga di Indonesia bahwa hari ini saya tidak jadi berangkat.
{assalamualaikum umma,,, Afwan hafidz gak jadi ke Indonesia hari ini, karna harus ke rumah sakit,,}
Yardım Edin,,,
Tolong,,,
tiba-tiba saya mendengar suara seseorang meminta tolong, saya berlari mencoba mencari asal suara. dan benar tepat di depan rumah sakit ada seorang perempuan sedang berusaha mengeluarkan tangan nya yang terjepit oleh grill besi.
__ADS_1
"masyaallah, kenapa tangan anda bisa masuk ke dalam sini" tanya saya saat sudah berada di tepat di depannya
"handphone saya jatuh, dan saya mencoba untuk mengambil nya" kata dia menjelaskan sambil menunduk mencoba mengeluarkan tangannya
"bisa tolong saya untuk mengeluarkan tangan saya dari sini?" tanya nya sambil mengangkat wajahnya ke arah saya, sekilas saya terpana karna keindahan yang Allah karuniakan pada wajah nya.
"lebih baik saya hubungi tenaga ahli dulu agar mudah mengeluarkan tangan anda dan tangan anda juga tidak akan terluka"
"tidak perlu,, lebih baik anda tolong saja saya bagaimanapun cara nya. karna kalau harus menunggu tenaga ahli akan makan waktu lama dan saya sudah tidak kuat karna punggung saya sudah sangat pegal" kata nya dengan wajah mengiba
"baik lah saya akan coba" kemudian saya mencoba merenggangkan grill besi itu agar sedikit merenggang karna kebetulan besi nya sudah patah itulah kenapa tangannya bisa tersangkut
"Alhamdulillah, akhirnya tangan anda bisa keluar" kata saya saat berhasil mengeluarkan tangan nya
"terimakasih karna sudah membantu saya,,, oh iya nama saya Yasmin saya dari Indonesia" kata nya sambil mengulurkan tangan nya
"sama,, saya hafidz" dengan tanpa membalas uluran tangan nya
"oh,, maaf. ternyata anda seorang muslim yang taat" kata nya sambil menarik kembali tangannya
"tidak apa-apa,,, saya hanya mencoba saling menjaga saja. apa anda muslim?" tanya saya meyakinkan tentang agama nya, karna saya tidak melihat ada kalung salib melingkar di lehernya
"ya,, saya muslim. hanya saja,,," dia tidak melanjutkan perkataannya
"tidak apa-apa anda tidak perlu mengatakannya kepada saya,,, sepertinya tangan anda berdarah apakah perlu ke rumah sakit untuk di obati terlebih dahulu?" tanya saya saat melihat tangan nya sedikit sobek
"sepertinya begitu, tapi nanti biar saya sendiri saja"
"baik lah kalau begitu, saya permisi dulu. mudah-mudahan tangan nya cepat kembali sembuh. permisi assalamualaikum" saya pun berjalan meninggalkan nya
"tunggu,,," dia menghentikan langkah saya, dan saya pun kembali membalikkan badan saya
"apa,,,anda risih melihat saya?" tanya nya tiba-tiba
"maksud nya?"
"yah,, karna setau saya bukan kah seorang muslim harus menggunakan penutup di kepalanya?" saya tersenyum mendengar pertanyaan polos nya.
"mungkin maksud anda hijab?"
__ADS_1
"yah,, seperti itu maksud saya. maaf kalo saya lancang. tapi menurut saya dengan menggunakan hijab maka kecantikan perempuan tidak akan terlihat"
"justru menurut saya sebaliknya, dengan hijab seorang perempuan akan semakin terlihat cantik dan dengan niqob kecantikan perempuan akan semakin terpancar dan terjaga. mungkin itu yang bisa saya jawab untuk keraguan anda" kemudian saya berlalu meninggalkan perempuan yang bernama Yasmin tersebut. aneh,,, apa dia tidak diajarkan oleh orangtuanya, atau dia salah dalam bergaul. entahlah,, tapi jika dilihat dari perkataan nya dia orang yang baik dan juga polos. semoga Allah memberikan hidayah dalam pandangan nya tentang Islam.