Tangisku Dan Bahagiaku Ada Dalam Rumahmu

Tangisku Dan Bahagiaku Ada Dalam Rumahmu
SPESIAL DUA POV


__ADS_3

POP Gus Hafidz


semenjak nurain hamil, banyak perubahan yang terjadi pada nya. mulai dari sifat nya yang selalu ingin di samping saya, mood nya yang terkadang gampang berubah, porsi makan nya yang jadi lebih banyak, dan banyak lagi perubahan yang terjadi pada nya.


tapi saya senang selama itu bisa membuat nya bahagia. apalagi kata dokter Rini wanita hamil itu harus di usahakan untuk selalu bahagia, agar pikiran nya terbebas dari beban yang bisa membuat nya stres. karna itu akan berdampak pada pertumbuhan si cabang bayi.


seperti pagi tadi, nurain terus saja memeluk ku dan merengek untuk bisa ikut dengan saya. rasa nya tidak tega melihat nya seperti itu, tapi saya tidak mungkin membawa nya. karna perjalanan Bandung-Sukabumi cukup jauh, di tambah saya ke sini untuk pekerjaan. otomatis saya tidak akan sepenuhnya bisa memperhatikan nurain.


"assalamualaikum! hafidz masyaallah sudah lama kita tidak bertemu"


miss Reyan menyambut saya dengan begitu antusias dan ramah


"silahkan duduk, mau saya pesankan apa, untuk minuman atau makanannya"


"minuman aja Miss"


"baik lah, Miss nancy bisa pesankan minuman untuk tuan hafidz?"


"baik Miss"


"bagaimana kabar anda dan istri anda?"


"Alhamdulillah kami sehat wal'afiyat Miss. lalu bagaimana kabar Miss dan anak-anak?"


"Alhamdulillah, kami pun sehat semua hingga saat ini. saya kira anda akan datang dengan istri anda"


"tadi nya istri saya juga ingin ikut, hanya saja dia sedang hamil jadi saya tidak bisa membawa nya pergi jauh"


"subhanallah, selamat ya sebentar lagi Anda akan menjadi seorang ayah. saya ikut bahagia atas kehamilan istri anda"


"terimakasih atas perhatiannya Miss"


"kalau begitu nanti sebelum saya kembali ke Turki, kalau boleh saya ingin berkunjung menemui istri anda, apa boleh?"


"tentu saja Miss, dengan senang hati saya dan istri akan menyambut kedatangan anda"


untuk beberapa saat kami mengobrol mengenai berbagai macam strategi dan perencanaan untuk lebih memajukan perusahaan ke depan nya.


kali ini Miss reyan ingin membuat sebuah sanggar seni kecil, yang ingin di dirikan di daerah Bandung, sanggar itu beliau dirikan khusus untuk para santri yang memiliki bakat dalam seni lukis khususnya kaligrafi.


beliau berharap dengan begitu para santri bisa lebih mengembang kan bakat dan keahliannya untuk bekal di masa depan.


tentu saja saya sangat setuju dengan ide beliau. dan dengan semangat saya akan membantu mewujudkan nya sebisa mungkin.


"jadi seperti itu lah salah satu rencana kita ke depan nya. dan sekarang lebih baik kita langsung mensurvey tempat yang ingin kita kunjungi. agar bisa lebih mempersingkat waktu, karna saya hawatir konsentrasi anda akan terganggu jika lama-lama disini, karna terlalu rindu dengan istri dan calon bayi anda"


kata nya sambil tersenyum ramah


"Miss bisa saja"


jawab saya tak kalah ramah


~


sekitar pukul sebelas malam, kami baru selesai mengunjungi dua tempat yang berbeda.


"tuan hafidz, sebaik nya anda menginap di hotel besok baru kembali ke Bandung. sekretaris saya sudah memesankan satu kamar untuk anda"


kata Miss reyan saat kami tiba di depan sebuah hotel, tempat beliau dan sekretaris nya menginap

__ADS_1


"tidak Miss terimakasih, sepertinya saya harus pulang karna takut istri saya sudah menunggu"


"tapi, hujan nya begitu lebat. saya takut terjadi apa-apa dengan anda, apalagi anda menyetir sendirian tanpa di dampingi sopir. kalau anda mau sopir saya bisa mengantar anda pulang"


"seperti nya tidak perlu Miss, sekali lagi saya ucapkan terimakasih banyak atas perhatian anda. tapi saya tidak mau merepotkan Anda"


"baiklah kalau anda masih bersikeras ingin pulang sendirian. saya doakan anda selamat sampai tujuan. dan kalau anda tidak keberatan, setelah sampai rumah anda harus mengabari saya ataupun sekretaris saya, agar kami pun di sini bisa tenang jika sudah mendapat kabar anda selamat sampai rumah"


"insyaallah, pasti saya akan mengabari anda. kalau begitu saya permisi dulu. saya doakan urusan anda disini berjalan dengan lancar, dan saya tunggu kedatangan anda di Bandung"


setelah berpamitan pada Miss reyan, tanpa menunggu lama saya pun langsung mengemudikan mobil yang saya bawa menuju Bandung, tempat tinggal saya dan keluarga.


sebenarnya tubuh ini sangat lelah, tapi saya terlalu rindu dengan istri dan calon bayi kami.


hujan begitu lebat, sehingga mau tidak mau saya harus menyetir dengan pelan. karna jalanan terlalu licin, dan air pun sedikit nya menghalangi penglihatan dari balik kaca mobil.


rasa kantuk dan lapar maka saya putuskan untuk mencari warung di pinggir jalan, untuk beristirahat sejenak sembari menunggu hujan nya sedikit reda.


setelah menemukan warung yang dicari, saya pun dengan segera memelankan laju kendaraan hendak parkir. namun tiba-tiba dari arah belakang, sebuah mobil menghantam mobil saya hingga mobil saya terdorong dan melaju dengan sembarang dan,,,


DUG


mobil saya menghantam sebuah pohon besar yang ada di depan.


masih dalam keadaan setengah sadar, saya rasakan darah yang mulai mengalir di kening saya, hingga akhirnya saya pun,,,


"Allah,,"


\=\=\=\=


POV Nurain


aku terbangun dari tidur ku dengan keringat yang mengalir di tubuh dan kening ku.


'astaghfirullah, aku berlindung dari segala keburukan mimpi buruk ku' batinku.


berulang kali ku usap wajah ku, karna mimpi tadi masih terbayang di hadapan mata ku.


ini pertama kali nya aku bermimpi seperti itu, apalagi di saat suami ku sedang tidak di sisiku, sehingga membuat ku semakin di Landa rasa gelisah dan hawatir yang berlebihan.


'lebih baik aku ambil air wudhu, agar hati ku lebih tenang'


setelah selesai aku pun langsung melaksanakan sholat Sunnah, dan meminta kepada Allah untuk keselamatan suami ku yang kini sedang dalam perjalan yang cukup jauh.


"nak, kamu doakan Abi mu selamat ya. sampai kita bisa berkumpul lagi. sebenarnya hati umi sangat gelisah, karna Abi mu masih belum pulang, padahal ini udah hampir mau subuh"


aku nurain, bicara pada bayi yang masih ada dalam perut ku.


"assalamualaikum, nak"


ku dengar suara ketukan dari pintu kamar ku, saat aku baru selesai melaksanakan sholat duha. dengan segera aku pun membuka nya


"sarapan dulu yuk sayang, umma udah masakin makanan sehat buat kamu dan cucu umma"


kata umma sambil mengelus perut ku yang memang sudah membuncit


"umma, Abang ada ngabarin umma gak?"


"eumm,, enggak. memang nya hafidz gak ngabarin nur?"

__ADS_1


"terakhir bang hafidz bilang kalau Abang bakalan sampai sekitar jam 4 subuh paling telat. tapi ini udah pagi Abang masih belum nyampe juga, nur coba hubungin tapi gak di angkat-angkat umma"


aku yang dari tadi menahan air mata karna sangat gelisah akhirnya keluar juga di depan mertua yang sudah ku anggap sebagai ibu ku


"kamu jangan nangis dong sayang, insyaallah hafidz baik-baik aja. mungkin urusan nya belum beres"


umma mencoba menghiburku dengan memberikan pelukan hangat nya agar aku sedikit tenang. namun aku bisa lihat ada kekhawatiran dari raut wajah umma.


"neng ada telpon"


kata BI Nani yang datang dengan tiba-tiba


"dari siapa bi?"


"dari__dari__"


"dari siapa bi?"


kini umma yang bertanya


"dari__rumah sakit"


mendengar kata itu aku langsung melangkah dengan cepat menuju ruang tengah, dimana telpon rumah disimpan.


"assalamualaikum,,,iya saya istri nya, ini dari siapa?,,,a__a__apa__astagfirullah"


tubuh ku seketika lemas dan tak bisa berdiri. untuk ada BI Nani yang berdiri di belakang ku dan dengan segera langsung menahan tubuhku yang hampir terjatuh ke lantai, karna saking lemas nya mendengar bahwa suami ku mengalami kecelakaan.


"nak,,, sayang kamu kenapa? istighfar sayang istighfar ada umma di sini"


umma yang berdiri tidak jauh pun langsung memelukku dengan air mata yang mulai membasahi pipi nya yang putih bersih.


aku masih belum bisa berkata apa-apa, hanya bisa terduduk lemah dengan kesadaran yang hampir mau hilang.


yaa Allah, apa ini jawaban dari mimpi buruk ku semalam


apa ini akhir kebersamaan antara aku dan suami ku


yaa Allah, aku masih belum siap jika harus berpisah dengan suami ku


apalagi anak ku belum bertemu dengan ayah nya


yaa Allah, dengan segala kerendahan hati hamba mu yang penuh dosa ini


selamatkan lah suami ku,


kembalikan ia pada ku,


aku masih membutuhkan bimbingan nya


aku masih membutuhkan genggaman tangannya


jagalah suami ku,


sehatkan suamiku,


panjang kan umur suami ku,


Amin

__ADS_1


__ADS_2