
POV Gus hafidz
"hafidz pernah berjanji, jika aku bisa menutup aurat ku dan belajar menjadi muslimah yang baik, maka hafidz akan menikahi ku"
mata saya membulat sempurna saat mendengar apa yang di katakan Yasmin dihadapan Babah dan umma
saya tidak menyangka bahwa dia akan mengatakan sesuatu yang tidak pernah saya ucapkan pada siapa pun, termasuk pada nya.
"nikah?"
tiba-tiba nurain muncul dari balik dinding
"iya, suami kamu berjanji akan menikahi ku saat kami masih sama-sama di Turki. dan kamu ingat kan kita pernah beberapa kali bertemu, bahkan waktu di restoran pun kita juga bertemu. kamu pikir itu kebetulan? tidak, itu bukan kebetulan. karna aku dan suami mu memang sudah berjanji untuk saling bertemu sebelumnya, setelah acara makan malam kalian selesai"
nurain langsung menatap ku dengan tatapan kekecewaan. dapat saya lihat jika mata nya mulai di penuhi dengan air mata, namun dia seolah menahan nya agar tidak keluar.
"enggak sayang, semua itu bohong. Abang gak pernah menjanjikan apa-apa pada siapapun termasuk dia, Abang juga tidak pernah punya hubungan apa-apa dengan dia"
"yah, terus saja kamu menyangkal nya hafidz. apa kamu juga akan menyangkal, jika kamu sendiri yang memberikan alamat rumah mu pada ku? dan apa kamu juga akan menyangkal bahwa kita bertemu waktu itu di restoran setelah kamu mengantarkan istri mu?"
"DIAM KAMU ! SAYA TIDAK PERNAH MENJANJIKAN APAPUN PADA KAMU, DAN SAYA JUGA TIDAK PERNAH ADA HUBUNGAN APAPUN DENGAN KAMU"
ini pertama kali nya saya berbicara dengan suara yang lantang apalagi dihadapan istri dan orangtua saya.
"sayang, kamu harus percaya sama Abang. semua ini fitnah"
"apa setelah nur tidur waktu itu Abang keluar dari apartemen?"
tanya Nurain dengan mata yang begitu menyiratkan kekecewaan kepada saya
"Abang keluar hanya untuk__"
"jawaban nya iya apa enggak?"
"iya Abang keluar, tapi Abang keluar untuk__"
__ADS_1
"apa saat Abang keluar, Abang bertemu dengan dia?"
sekali lagi, nurain memberikan pertanyaan yang jawaban nya seolah membenarkan apa yang di katakan Yasmin tentang saya dan dia.
"tapi Abang gak sengaja bertemu dengan dia"
"gak sengaja? terus kenapa Abang gak bilang sama nur kalau Abang keluar setelah nur tertidur? apa itu juga bukan kesengajaan?
"hafidz, apa yang dibicarakan oleh perempuan itu benar nak?"
kini umma yang bertanya
"enggak umma, hafidz gak pernah melakukan apa yang dikatakan oleh dia"
"lebih baik kita duduk dulu, kita bicarakan baik-baik agar semua nya jelas dan tidak ada salah faham di antara kita"
kata babah mencoba menenangkan keadaan yang hampir kacau.
"kamu duduk dulu ya sayang, jangan sampai emosi menguasai hati mu"
"Luthfi ke dalam dulu ya sama bibi, main sama teteh santri diluar"
"iya bah"
Lutfi pun menurut dan langsung pergi meninggalkan ruang tamu.
"sekarang coba kamu jelaskan pada Babah, siapa gadis ini dan kenapa dia bisa ke sini menemui kamu? apa sebelumnya terjadi sesuatu di antara kalian?"
saya pun menceritakan tentang siapa Yasmin, bagaimana awal pertemuan kita, dan dimana saja kita bertemu.
"ada yang kamu lupakan hafidz dari cerita pertemuan malam itu"
semua mata tertuju pada Yasmin saat dia bilang ada cerita yang ku lupakan saat itu.
"kamu lupa, jika malam itu sebelum kamu kembali ke apartemen kamu memeluk ku dan mengatakan agar aku bisa merubah penampilan ku agar kamu bisa bersama ku. kamu lupa itu.
__ADS_1
"tapi yasmin itu tidak di sengaja kamu tahu itu kan. dan mengenai ucapan ku waktu itu bukan tentang aku, tapi__"
"tapi apa bang? tapi Abang malu mengakui semua nya di hadapan umma dan Babah? tapi Abang khilaf melakukan semua itu pada nya? kalau memang Abang kembali ke restoran waktu itu hanya ingin mengambil dompet yang ketinggalan, kenapa Abang tidak cerita kalau Abang bertemu lagi dengan dia, bahkan Abang juga sempat memeluk nya sebelum Abang kembali ke apartemen. kenapa bang? Abang takut nur salah paham? atau Abang justru takut kalau hubungan Abang diketahui oleh nur?"
ini pertama kali nya nurain menatap saya dengan tatapan penuh keraguan, air mata nya terus mengalir dan itu berhasil membuat saya sangat merasa bersalah.
"baik lah, aku tidak ingin membuat suasana semakin kacau. aku sudah datang ke sini dengan baik-baik dan aku harap kamu sebagai laki-laki muslim yang baik, sebaik nya kamu tepati janji mu dan kamu bicarakan dengan istri mu secara baik-baik"
setelah bersalaman pada umma, Yasmin langsung melangkah pergi meninggalkan kekacauan dan kesalahpahaman yang ia buat.
~
"sayang, Abang mohon kita bicarakan ini baik-baik yah. kamu jangan menangis lagi, Abang bisa jelasin semua nya. kamu keluar dulu dari kamar mandi, biar kita bisa bicara"
kemudian nurain membuka kamar mandi yang sempat di kunci nya dari dalam.
"sayang, Abang mau minta maaf jika Abang tidak menceritakan kejadian malam itu. karna Abang pikir itu bukan kesengajaan dan Abang enggak mau itu membuat kamu salah paham terhadap Abang"
"nur gak tahu, siapa yang bohong dan siapa yang jujur. tapi satu yang nur tahu, saat ini nur sangat merasa kecewa pada Abang. mungkin jika waktu itu Abang mau cerita langsung, hati nur tidak akan sekecewa sekarang, dan nur akan sepenuhnya percaya sama Abang"
yah, saya memang salah karna tidak bilang pada nurain saat saya harus keluar untuk kembali ke restoran itu, dan saya juga salah karna tidak menceritakan kejadian waktu itu.
saya pikir itu hanya kejadian tanpa di sengaja, dan saya juga tidak akan bertemu lagi dengan Yasmin.
tapi ternyata saya salah, Yasmin malah sengaja datang ke sini dengan mengatakan semua cerita bohong nya di hadapan keluarga saya.
beberapa kali saya bertemu dengan nya, dan ternyata itu memberikan kesan lebih bagi Yasmin.
saya tahu Yasmin memiliki perasaan lebih pada saya, dia pernah mengatakan nya secara langsung, dua hari sebelum saya kembali ke sini.
tapi saya menolak nya saat itu juga, dan saya mencoba memberikan pengertian padanya bahwa saya bukan lah jodoh nya dan dia bisa mendapatkan laki-laki yang baik suatu hari nanti, karna dia perempuan yang baik.
saya pikir dia mengerti dengan penolakan saya, saya pikir dia wanita yang baik, tapi ternyata saya salah.
Yasmin bukan perempuan yang bisa dimengerti, dengan dia datang ke sini membuat kesalahpahaman diantara saya dan nurain.
__ADS_1
bahkan umma dan Babah pun memberikan raut kekecewaan terhadap saya, walau pun mereka tidak mengatakan nya secara langsung.