Tangisku Dan Bahagiaku Ada Dalam Rumahmu

Tangisku Dan Bahagiaku Ada Dalam Rumahmu
Secuil Nasihat Babah


__ADS_3

POP Gus hafidz


pagi tadi saya beranikan diri untuk menghubungi nurain setelah bertanya terlebih dahulu pada bibi apakah nurain hari ini sedang kebetulan ada di rumah. Alhamdulillah ternyata dia sedang ada di rumah bantu-bantu bibi seperti biasa nya. melalui telpon rumah saya menghubungi nya. tapi kata bi Nani dia tidak mau mengangkat telpon nya karna merasa sangat tidak sopan jika harus menerima telpon dari seseorang melalui rumah yang mana tidak ada ijin dari pemilik nya, apalagi rumah nya sedang kosong. hebat memang, itu lah salah satu sifat baik nya yang membuat saya semakin kagum terhadap nya.


tak sampai disitu saya mencoba mencari cara lain agar nurain bisa bicara dengan saya. yaa,, akhirnya saya menghubungi nya via ponsel BI Nani dan ini pun ide dari BI Nani sendiri. rasa nya hati ini mulai tidak karuan karna saking gugup nya hendak bicara dengan seseorang yang kita suka, apalagi orangnya sudah tahu bagaimana perasaan kita terhadap nya. subhaanallah,,, perasaan cinta yang kau ciptakan pada hati setiap manusia memang sangatlah indah.


setelah menunggu beberapa menit, akhirnya bibi bilang kalo nurain bersedia bicara dengan saya. bismillah,,, semoga dia memaafkan saya, semoga dia tidak marah apalagi benci terhadap saya.


dengan mengucap salam, saya mencoba membuka pembicaraan dengannya. tapi tak ada jawaban, saya panggil nama nya, dia masih diam. apakah teleponnya terputus? saya lihat ke arah layar ponsel saya, ternyata masih tersambung.


"nur,,,maaf" hanya kata itu yang bisa saya ucapkan, saat saya merasakan bahwa nurain benar-benar marah terhadap saya.


"nur,,, apa anti benar-benar marah kepada ana? maaf,, ana enggak tahu kalau itu akan,,," belum sempat saya menyelesaikan perkataan saya, tiba-tiba nurain langsung memotongnya dengan mengatakan bahwa dia tidak memiliki hak untuk marah terhadap saya, bahwa dengan saya menjadi anak dari pemilik pondok, saya bebas melakukan hal apapun sesuka hati saya, bahwa karna saya adalah seorang Gus maka apapun yang saya lakukan itu tidak akan membuat saya dihukum walaupun sudah melakukan pelanggaran pondok, tapi yang paling membuat hati saya sakit adalah ketika nurain mengatakan bahwa seharusnya pada saat Gus luthfi memberikan surat itu terhadap nya, harusnya dia langsung membuangnya tanpa harus membaca nya. sungguh hati saya sakit mendengar itu keluar dari bibir nya.


nur,,, sebegitu marah nya kah anti pada saya? sebegitu benci nya kah anti terhadap saya? sebegitu tidak berharga kah perasaan saya untuk anti?


tanpa terasa air mata ini keluar dengan sendiri nya. ini baru pertama kalinya saya merasakan perasaan yang begitu dalam pada seseorang, sehingga rasa nya perasaan ini begitu sakit mendengar orang yang saya cintai seolah begitu benci terhadap saya.

__ADS_1


Afwan nur,,, ini semua memang mutlak kesalahan saya. tapi saya tidak akan pernah menyerah dengan kemarahan anti terhadap saya. saya tidak akan putus asa dengan kebencian anti terhadap saya.


saya akan selalu berusaha agar anti bisa memaafkan saya, agar anti bisa menerima saya, dan,,, agar suatu hari nanti anti pun bisa mencintai saya.


~


Tok


Tok


Tok


"iya sebentar Abang keluar" saya ke kamar mandi sebentar untuk mencuci muka agar tidak terlihat habis menangis, bercermin sebentar memastikan agar wajah saya terlihat segar. setelah semuanya aman, saya langsung keluar kamar untuk menghampiri faqih di ruang tamu.


"assalamualaikum" kata faqih berdiri dari duduk nya dan langsung menghampiri saya seraya memeluk erat saya


"waalaikumsalam wr wb" jawab saya sembari membalas pelukannya.

__ADS_1


itu lah kebiasaan kami, setiap bertemu selalu mengucap salam sambil berpelukan. tapi ini dilakukannya hanya kepada yang mahrom nya saja, bukan seperti tradisi barat yang melakukan nya pada siapapun baik laki-laki terhadap wanita ataupun sebaliknya.


"bagaimana nih dengan persiapan ujian mid dan final semester nya untuk bulan depan apakah ente udah siap fidz?" tanya faqih saat kami sudah kembali duduk di atas Sopa.


"kenapa emang? tumben-tumbenan nanya itu" jawab saya santai, karna biasa nya kalo faqih sudah bertanya tentang hal itu pasti ada mau nya. bukan saya suudzon tapi ini sudah menjadi hukum adat buat dia.


"enggak,,, ya kan di kelas semua orang udah pada tahu nih siapa yang paling rajin mencatat kalo dosen lagi ngejelasin mata kuliah. nah,,, ana dapet Ilham buat nyamperin orangnya langsung buat minjem catatan nya gitu, kali aja kan kalo ana belajar dari catatan ya bisa dapet nilai yang bagus juga gitu atau seenggak nya lulus gitu dari ujiannya hehe"


"udah ana duga siasat ente dari dulu"


disini saya ingin menjelaskan salah satu sistem perkuliahan di Turki yaitu tidak ada nya tugas dan sripsi di akhir semester perkuliahan seperti di Indonesia.


perkuliahan di Turki hampir meniadakan tugas di setiap perkuliahannya, baik itu tugas harian maupun tugas di akhir semester, hal ini berlaku hampir di seluruh kampus yang ada di Turki. Tapi jangan senang dulu, ada beberapa kampus dengan beberapa jurusan yang mewajibkan tugas akhir, hanya saja jumlahnya tidak terlalu banyak.


Sekalipun hampir tanpa tugas, tidak berarti pelajar di Turki boleh bermalas-malasan, Ujian mid dan final semester akan sama susahnya dengan ujian di manapun juga. Banyak sekali para pelajar yang mengejar nilai memuaskan sehingga porsi belajarnya pun menjadi sangat serius bahkan mungkin gila-gilaan sebelum ujian.


jadi, ada baiknya kita mempersiapkan diri dengan memahami pelajaran saat dosen menerangkan sehingga akan cukup siap dengan persiapan ujian mid dan final nantinya. dan ini adalah ujian yang akan saya lewati sebentar lagi. semoga Allah mudahkan, Allah lancarkan untuk saya dan teman-teman saya lainnya dalam ujian ini. amin

__ADS_1


"boleh, tapi ingat jangan sampai hilang seperti sebelum-sebelumnya" kata saya memberi peringatan pada faqih yang sudah menghilangkan beberapa buku catatan saya yang dia pinjam sebelumnya. bukan apa-apa hanya saja saya tidak suka jika ada buku catatan ataupun kitab saya yang hilang, karna itu akan berdampak pada ilmu yang kita dapat selama ini.


Babah selalu bilang pada saya, manfaat atau tidak nya ilmu kita, barokah atau tidak nya ilmu kita, maka hal pertama yang harus kita perhatikan adalah sejauh mana kita bisa menjaga kitab ataupun buku-buku catatan selama kita belajar di tempat kita belajar saat kita kembali ke rumah atau ke tempat asal kita. artinya apa? yaitu kita jangan sampai menghilangkan kitab-kitab yang pernah kita pelajari dan buku-buku yang kita jadikan catatan atas apa yang kita pelajari. karna suatu hari nanti kita akan membutuhkannya kembali, sekedar melihat catatan ataupun kembali mengingatkan sesuatu ilmu yang kita seolah lupa kelanjutannya. insyaallah,,,


__ADS_2