Tangisku Dan Bahagiaku Ada Dalam Rumahmu

Tangisku Dan Bahagiaku Ada Dalam Rumahmu
curi-curi pandang


__ADS_3

"sabar ya syila, anti tau kan Allah tidak mungkin menguji umat nya diluar kemampuannya. allah sedang sangat mencintai mu hingga DIA mengujimu denga masalah seberat ini karna Allah tahu anti mampu, ana yakin insyaallah pasti ada hikmah yang besar dibalik semua ini asal kita mau bersabar. ana tahu katasabar itu mudah diucapkan dan sangat sulit dijalankan tapi kalo kita mau mencoba insyaallah Allah akan mempermudah" aku semakin erat memeluk asyila, mencoba membuatnya agar lebih tegar meski jujur hatiku pun ikut hancur mendengar semua yang dia katakan


" ana tahu anti kuat, anti sahabat kita yang paling sabar" Maryam pun menyusul memeluk asyila dengan air mata yang terus mengalir


setelah melihat asyila tenang kami mencoba membuat nya tertidur agar hati nya tidak terlalu larut dalam kesedihannya, Alhamdulillah dia bisa tertidur dengan mudah, kami pun kembali ke kelas karna waktu istirahat sudah hampir habis.


"ana masih gak nyangka kalo ayah nya bisa Setega itu" kataku saat kami masih berjalan menuju kelas

__ADS_1


"ana juga sama, tapi sebisa mungkin kita harus bisa menghibur asyila dan selalu ada buat nya agar dia merasa tidak sendiri menghadapi ujian ini kita harus bisa membuat nya merasa semua akan baik-baik saja" kata Maryam, dan kami pun telah sampai didalam kelas tepat setelah bel masuk istirahat kembali.


"assalamualaikum wr wb" ku dengar seseorang masuk dengan mengucapkan salam saat kami sudah siap untuk mulai belajar, kamipun menjawab serentak tanpa ku alihkan pandanganku pada asal suara. pelajaran berlangsung selama satu jam setengah namun tidak satu pun yang aku tangkap dari materi yang ustadz sampaikan hari ini, entahlah aku jadi tidak bisa konsentrasi belajar setelah tahu semua masalah yang asyila hadapi. fikiranku masih terlalu fokus pada asyila. aku hawatir akan keadaan nya, aku takut masalah itu akan membuat nya sakit semakin parah, karna semenjak dia kembali ke sini ku perhatikan dia selalu murung, selalu melamun bahkan tak jarang aku melihat mata nya merah seperti tidak henti-hentinya menangis. aku tahu ini tidak mudah bahkan mungkin jika aku diposisinya aku tidak mungkin bisa setegar dan sesabar dia. tapi sungguh semua ini berhasil membuat pikiranku kalut. bingung harus bagaimana, ingin rasa nya membantu asyila menyelesaikan masalahnya, tapi dengan cara apa. hhhhh yaa Allah engkau yang maha membolak-balikkan hati manusia engkau yang maha mempunyai solusi atas setiap masalah yang dihadapi hambamu mudahkan lah asyila temanku untuk melalui semua ujianmu. amin.


pkl 13.15 wib pelajaran disekolah berakhir semua santri kembali ke asrama nya masing-masing. namun tidak dengan santri putra yang diharuskan untuk langsung ke mesjid melakukan sholat duhur berjamaah. sedang santri putri diperbolehkan untuk pulang ke asrama dan melaksanakan sholat duhur berjamaah dimushola yang dikhususkan untuk Santi putri.


"kenapa? ko tiba-tiba bilang gitu, udah mulai temakan gosip gak bermutu itu?" aku mencoba santai menjawab pernyataan Maryam

__ADS_1


"bukan ko bukan karna itu. cuma tadi pas pelajaran beliau berlangsung mata nya seolah terus memperhatikan anti lho, curi-curi pandang gitu" jelasnya seolah tahu isi hatiku yang penasaran kenapa dia bisa beranggapan seperti itu.


"ko??,,, emang tadi Gus hafidz yang ngajar?" aku sedikit kaget karna jujur selama pelajaran aku sangat sangat tidak konsentrasi sampai tidak memperhatikan siapa yang mengajar


"masyaallah,,, satu jam setengah lho Gus hafidz dikelas dan anti gak nyadar sama sekali? ngelamun apa sih sampe segitunya" Maryam malah balik bertanya saat mendengar perkataan ku


"asyila Iam" jawabku pelan

__ADS_1


"heeeuuumm, kalo itu ana juga sama kepikiran tapi kita jangan ikut larut dalam masalah itu justru kita harus bisa membuatnya lebih tegar, kalo kita ikutan sedih asyila pasti akan lebih sedih. doakan saja biar semua masalah nya bisa cepet selesai."


__ADS_2