Tangisku Dan Bahagiaku Ada Dalam Rumahmu

Tangisku Dan Bahagiaku Ada Dalam Rumahmu
Afwan


__ADS_3

POV Maryam


"nur,,," aku menghampiri nurain dan langsung memeluknya dengan erat. kubiarkan dia hanyut dalam tangisnya terlebih dahulu. setelah dia sedikit tenang ku lepaskan pelukan dari nya dengan perlahan


"Iam,,, ana takut, ana malu sama orang tua ana, sama ibu pengasuh,,huu,,uu,," dia mulai bicara, aku hanya diam memberi dia celah agar leluasa untuk bercerita


"ana bingung Iam, anaharus bilang apa sama ibu pengasuh nanti malam kalo ditanya tentang ini, ana takut jika ana buka suara justru akan menimbulkan masalah baru, ana harus gimana Iam,,,huu,,uuu,," lanjut nya masih dengan diiringi tangisnya


"nur,, kalo boleh ana tau, sebenarnya pelanggaran apa yang sudah anti langgar?" aku beranikan diri untuk bertanya tentang kesalahannya, agar aku bisa mencarikan solusi yang mungkin bisa sedikit membantunya

__ADS_1


"ana,,, gak salah Iam, ana gak melakukan pelanggaran itu, ini salah paham huu..uuu,," air mata nya semakin deras mengalir, membuatku ikut semakin sedih melihatnya


"anti tenang dulu yah,, ceritakan lebih detail ke ana biar ana paham"


sesaat dia terdiam, kemudian menghapus air mata nya dan mencoba untuk menetralkan perasaannya dengan mengambil dan menghembuskan nafas dengan perlahan


"Iam,, anti inget waktu Gus Luthfi ngasih surat ke ana? setelah ana baca kemudian anti dan asyila juga baca, besok nya pas ana pulang dari poskestren surat nya udah ana buang ke tong sampah bersamaan kertas-kertas lainnya, tapi enggak tahu kenapa surat itu tiba-tiba bisa ada dilemari ana dan ustadzah Mila nemuin surat itu waktu razia. kemaren malem para ustadzah tanya-tanya soal itu ana bingung jawab nya harus gimana, kalo jujur ana takut justru malah buat masalah baru apalagi ini bersangkutan sama anak pengasuh, ana bingung Iam ana hrus gimana. ana juga takut kalo ana jujur mereka gak akan percaya sama ana, apalagi Gus hafidz sekarang gak ada disini" seketika hati ku gak karuan, ternyata nurain dipanggil gara-gara surat itu. surat yang ternyata dia buang tapi malah aku simpan kembali dilemari. astaghfirullah,, jadi sebenarnya ini juga salahku.


"anti kenapa Iam, ko anti yang minta maaf?" tanya nurain bingung

__ADS_1


"karna ana anti jadi harus dihukum, karna ana anti jadi gak bisa bela diri anti sendiri,,, Afwan nur,,,hiks,,"


"Iam,, jangan nangis donk, gak ada hubungannya sama anti ko ini jelas hanya kesalahpahaman aja"


"enggak nur, ana juga salah. waktu anti buang kertas itu, ana justru yang ambil kertas itu di tong sampah karna ana gak tau kalo kertas itu anti yang buang, waktu ana ngambil buku anti yang ketinggalan dikamar ana liat kertas itu di tong sampah ana pikir anti gak sengaja membuang kertas itu, jadi ana ambil lagi dan ana simpen di sela-sela buku anti nur. waktu itu ana mau ngasih tau soal itu tapi ana lupa,,, Afwan nur Afwan,,, huu..uu,,," aku semakin merasa bersalah pada nurain, ternyata semua ini berawal dari situ.


nurain hanya terdiam tanpa menjawab semua kata-kata ku. entah lah apa yang dia pikir kan, apa pun itu dia berhak marah pada ku karna aku memang salah, aku bodoh sudah menjerumuskan teman sendiri. dia yang seharusnya pokus belajar untuk ujian justru malah harus kehilangan konsentrasi nya karna harus mengahadapi masalah ini. bahkan saat aku sudah mengetahui nya pun sekarang, aku gak tahu harus bagaimana untuk membantu nya.


"nur,, anti boleh marah sama ana, anti boleh benci sama ana tapi demi Allah maafin ana nur, ana gak sengaja ana gak tahu huu..uu,," aku kembali meminta maaf, berharap nurain memaafkan ku, tapi nurain masih diam tanpa merespon kata-kata maaf ku.

__ADS_1


"Iam,, ana ke kamar dulu ya" dia hendak berdiri namun aku langsung memegang tangannya


"nur,, anti boleh marah sama ana, tapi ana mohon anti jangan diemin ana kaya gini, ana salah nur Afwan,," nurain hanya diam, dia berdiri dan meninggalkan ku seorang diri. aku pun tidak bisa mencegah atau memaksa nya untuk memaafkan ku. aku biarkan dia pergi, mungkin dia butuh waktu sendiri dulu. aku hanya bisa pasrah berharap nurain bisa memaafkan kesalahanku. Afwan nur,,,


__ADS_2