Tangisku Dan Bahagiaku Ada Dalam Rumahmu

Tangisku Dan Bahagiaku Ada Dalam Rumahmu
Ketahuan


__ADS_3

"asslamulaiakum nur" tiba-tiba ku dengar suara ketukan pintu sambil mengucap salam dan memanggil namaku, pasti Maryam dan asyila kaya nya. aku bangun dari tempat tidur ku dan perlahan berjalan menuju pintu untuk membuka pintu yang tadi sempat ku kunci.


"waalaikumsalam" jawabku setelah pintu ku buka


"ko tumben dikunci?" tanya Maryam


"iya tadi abis ganti baju dulu takutnya ada yang masuk" jawabku sedikit berbohong


"ganti baju? bukannya baju nya juga baru ana bawa nih" asyila menyodorkan sebuah kantong yang berisi baju ganti ku, aku lupa kalo aku memang sempat meminta tolong pada asyila agar membawakan baju ganti dari lemariku, saat sebelum subuh mereka kembali ke asrama.


"eh, eumm iya maksudnya gak jadi karna ana lupa baju nya kan belum ada"


"oh gitu, tapi kaya nya ada bau-bau mencurigakan disini" kata Maryam sambil menyipitkan matanya dan menatap padaku


"laahhh,, curiga kenapa emang?" tanyaku pura-pura tak mengerti


"gak papa, kalo memang tidak merasa" lanjut Maryam. ah, dia memang selalu peka sama ekspresi wajahku, apalagi kalo aku sedang berbohong atau menutupi sesuatu dari nya.

__ADS_1


"apa sih emang Iam? ko anti bilang gitu sama nur?" tanya asyila


"ga apa-apa" tiba-tiba Maryam bangkit dan berjalan menuju ranjang tempat tidurku


"anti aneh ih" kataku pada Maryam yang sedang asyik duduk, celingukan melihat sekeliling ruangan seolah sedang menyelidiki sesuatu


"eummm ini apa yah" dia, Maryam tiba-tiba mengambil kertas yang aku simpan dibawah bantal tadi


"ah,,, Iam sini, itu bukan apa-apa ko hanya kertas" aku mencoba berdiri dan berusaha mengambil kertas yang dipegang Maryam


"ya udah terserah" kata ku kembali duduk dengan ekspresi cemberut karna sedikit kesal


"udah Iam kasih aja, mungkin nurain belum mau cerita ke kita" asyila menasehati Maryam agar memberikan kertasnya padaku


"iya deh iya, nih" Maryam pun memberikan kertas itu padaku


"eummm,,, ya udah deh kalian boleh tau isi nya apa" kata ku, tanpa mengambil kertas itu terlebih dahulu

__ADS_1


"beneran boleh?" tanya asyila meyakinkan


"iya boleh, asal jangan pada ngeledek ya apalagi sampe bocor ke yang lain" kataku mengingatkan


"iya pastinya insyaallah gak akan sampe bocor ke yang lain" kata Maryam meyakinkan, sebenarnya aku percaya pada sahabat-sahabatku mengenai segala hal, karena aku memang sudah kenal dan tau karakter mereka masing-masing dan keduanya insyaallah sangat bisa dipercaya. hanya saja aku sedikit malu kalo harus mereka baca isi surat itu. tapi ya sudah lah cepat atau lambat mereka pasti akan tahu.


"masyaallah ini beneran dari Gus hafidz nur?" tanya asyila dan Maryam setelah selesai membaca isi surat tersebut. mereka seolah tak percaya kalo itu memang tulisan Gus hafidz.


"tau deh, tapi yang jelas itu aku dapat dari Gus luthfi pas tadi ke sini"


"ih, gak nyangka lho ternyata Gus hafidz beneran ada rasa ke anti" kata asyila masih gak percaya


"kan bener kata ana juga, kalo Gus hafidz memang ada rasa ke anti. beda aja tatapan nya waktu dikelas memperhatikan anti"


"kalian itu kenapa sih? kan belum tentu lagian isi suratnya juga gak ada tuh bahas-bahas soal rasa" aku mencoba menyanggah pendapat mereka, karena jujur aku belum yakin soal apa yang sahabat-sahabatku katakan.


"aduh nur, gak harus disebut secara langsung juga orang bakal tau kali dari kalimatnya, ini tuh mengandung makna ke situ" asyila malah ikut membenarkan pendapat Maryam, tadi seolah gak percaya sekarang malah iku-ikutan lagi. malas sebenarnya bahas soal ini.

__ADS_1


__ADS_2