Tangisku Dan Bahagiaku Ada Dalam Rumahmu

Tangisku Dan Bahagiaku Ada Dalam Rumahmu
Hati Yang Gelisah


__ADS_3

POV Gus hafidz


"assalamualaikum, de kenapa ko duduk jongkok sendirian?" saya melihat seorang perempuan dengan hijab putih yang sedang duduk sendirian dibawah pohon sambil berjongkok memegangi lutut nya dengan menenggelamkan wajahnya pada kedua kakinya, kemudian saya sapa namun dia tidak bergeming. saya dekati dan saya sentuh pundak nya pelan. kemudian dia mengangkat kepalanya dan melihat ke arah saya dengan tatapan mata yang sedih seolah saya telah menyakitinya "de kamu kenapa? abis nangis ya? sama siapa?" dia tidak menjawab hanya menatap saya dengan tatapan yang semakin dalam


"Abang,,,Abang ja,,,"


"bang,,,,Abang,,,, bangun,,, bang bangun" ku rasakan seseorang seperti sedang menggoyangkan tubuh saya dan memanggil nama saya


"astaghfirullah,,,laa Haula wala quwwata Illa Billah" saya duduk dan langsung mengusap wajahku saat seseorang berhasil membuat saya terbangun. ah,, tenyata itu Arif sepupu saya yang kebetulan sudah tiga hari ini nginep disini karna kos sannya sedang direnovasi oleh pemiliknya.


"antum kenapa bang,,, tidur ko keringetan gitu" kata nya setelah kembali dari dapur dengan membawa segelas air putih "nih minum dulu" kemudian dia memberikan air putih itu pada saya


"gak papa hanya mimpi kurang baik aja" jawab saya dengan memandang lurus ke arah luar jendela


"kata nya kalo mimpi disiang bolong gini insyaallah cuma buah tidur bang, gak bakalan jadi kenyataan" jawab nya seolah sedang menghibur untuk menenangkan hati saya. kenapa mimpi saya seperti itu ya? apa ini pertanda kalo memang sedang terjadi sesuatu padanya? masyaallah,, hamba memohon ketenangan pada hati yang penuh dosa ini. jaga dia dari segala marabahaya, jauhkan dia dari segala pandangan buruk yang akan membuatnya celaka, amin.


"bang,,,ko malah ngelamun?" Arif menepuk pundak hingga saya tersadar dari lamunan yang menguasai pikiran saya.


"enggak,, enggak ngelamun ko"


"terus barusan apa kalo bukan ngelamun? Abang udah sholat duhur belum? tumben-tumbenan tidur siang, di sopa lagi gak biasa nya" tanya Arif heran

__ADS_1


"emang ini jam berapa?" saya langsung menanyakan jam tanpa menjawab pertanyaan nya satu persatu


"jam dua"


"innalilahi, ternyata ana tidur hampir tiga jam" saya langsung berdiri dan bergegas mengambil wudhu di kamar mandi, setelah itu saya ganti baju dan langsung melaksanakan sholat duhur di dalam kamar. karna tidak mungkin jika harus ke masjid terlebih dahulu takut waktu nya keburu habis.


"bang mau roti bakar?" tanya Arif saat saya sudah keluar dari kamar selesai melaksanakan sholat


"boleh, kebetulan laper" jawab saya sambil duduk di sopa dan Arif kembali berlalu menuju dapur


"kopi nya mau gak bang" tanya nya lagi dengan sedikit berteriak dari dalam dapur


"enggak usah, susu putih aja"


"Rif liat hp Abang gak"


"bukannya tadi lagi di cas di kamar Abang" Arif meletakan segelas susu di atas meja, dan saya kembali berdiri menuju kamar untuk mengambil hp yang tadi sebelum tidur memang sempat saya cas dulu dikamar.


"kalo boleh tahu tadi Abang memang nya mimpi apa?" Arif bertanya saat kami sudah duduk diatas meja makan berdua


"bukan apa-apa ko" jawab saya sambil teru fokus ke layar hp

__ADS_1


"oh,," dia kembali fokus pada roti bakar yang belum dimakannya.


{assalamualaikum ummah, gimana kabar nya di Bandung pada sehat?}


setelah saya kirim pesan via WA kepada ummah, barulah saya fokuskan perhatian saya pada Arif yang sedari tadi sedikit saya acuhkan


"gimana Rif? mau nyari kosan baru atau nunggu kosan lama anta selesai direnovasi? kalo Abang sih berharap Arif mau tinggal disini bareng Abang"


"eumm,,, kaya nya Arif mau nunggu kosan lama Arif di renov aja bang soalnya udah nyaman tinggal disitu, ibu sama bapak kos nya baik banget udah kaya orangtua Arif sendiri. apalagi kan mereka sama-sama orang Indonesia" kata nya sambil menyimpan gelas kopi yang ada ditangannya


"ohh,,, jadi tinggal sama Abang gak nyaman gitu?" saya mencoba mencairkan suasana dengan sedikit memberi candaan pada Arif sepupu saya. dia orang nya sedikit pendiam semenjak ibu nya meninggal atau lebih tepatnya bibi saya, karna ibu nya adalah adik dari Babah saya. jadi rasanya saya sedikit merasa bersalah karna seolah tidak bisa membuat dia nyaman tinggal dengan saya.


"ah,, enggak ko bang bukan begitu. Arif nyaman tinggal sama Abang hanya saja,,,"


"iya,,iya Abang paham ko. yang penting Arif betah Arif nyaman dan aman tinggal disitu"


"insyaallah bang" jawab nya disertai dengan senyuman


saya pun kembali fokus pada layar hp saya yang sedari tadi masih belum ada tanda-tanda balasan WA masuk dari ummah. mungkin saya coba WA pada no Farah aja


{assalamualaikum de, Abang WA ke no ummah tapi gak ada balasan. disana ummah sama Babah baik-baik aja kan?}

__ADS_1


Lima belas menit berlalu masih belum ada balasan, saya coba tlp tapi tidak ada yang angkat begitupun tlp rumah. masyaallah hati saya semakin tidak tenang. ada apa ini,,, mudah-mudahan engkau selalu melindungi keluarga hamba.


__ADS_2