Tangisku Dan Bahagiaku Ada Dalam Rumahmu

Tangisku Dan Bahagiaku Ada Dalam Rumahmu
Wisuda Kelulusan


__ADS_3

hari yang di tunggu-tunggu kini telah tiba. Alhamdulillah aku pun sudah sembuh dari demam ku, walau pun masih ada sedikit pusingnya.


pondok pesantren yang biasa nya hanya ada lalu lalang santri putra dan putri, kini telah ramai karna kedatangan para orangtua wali yang menghadiri dan menyaksikan wisuda putra putri mereka khususnya kelas XII.


"gimana kabar nya putri ibu? ko kurusan yan sekarang?" kata ibu saat kami duduk di mobil sambil menunggu acara dimulai


"kaya nya udah mulai mikirin jodoh kaya nya tuh Bu" kata ayah meledekku


"apaan dih,, enggak lah belum waktu nya. nur masih pengen sama ibu sama ayah" aku memeluk ibu dengan manja


"mau sampe kapan manja sama ibu terus? sekarang udah mau delapan belas tahun Lo udah mau kuliah masa mau manja terus sama ibu sama ayah" kata ibu sambil mengusap kepalaku dengan lembut


"yah, pokok nya sampe tua nanti nur mau manja sama ibu sama ayah" aku masih kekeuh dengan perkataan ku dan semakin erat memeluk ibu


"ngomong-ngomong soal kuliah, gimana nur mau kuliah dimana mau ngambil jurusan apa?" tanya ayah dengan serius


"heemmm,,, nur juga belum tahu yah. kalau boleh nur mau mondok lagi tapi tanpa kuliah dulu gak papa? nur mau merasakan nikmatnya yang benar-benar mondok, khusyu mendalami dan memahami ilmu agama" kata ku masih dengan memeluk ibu


"tapi kan ilmu dunia juga kita perlu, buat menyeimbangi kehidupan kita di dunia sebelum kembali ke akhirat nak" kata ayah dengan nada lembut namun tegas.


yah,,, begitulah ayah, tegas tapi lembut jika berbicara. maka nya tidak ada yang berani membantah perkataan nya baik aku maupun Abang ku.

__ADS_1


"ibu___" aku menggelayut manja di tangan ibu. meminta ibu agar memberi pengertian kepada ayah untuk tidak membahas tentang kuliah dulu.


"ayah,,, soal itu nanti saja kita bicarakan dirumah. lagian anak nya mau wisuda dulu sekarang jangan di Bebani dulu sama hal-hal yang lain yah"


"iya deh, kalau ibu nya udah membela ayah bisa apa lagi" ayah menatap ke arah ku sambil seolah menyindir ku yang selalu mengadu dan meminta bantuan pada ibu. aku hanya tersenyum senang merasa menang karna di bela ibu. love you ibu hehe


"assalamualaikum wr wb,,, kepada seluruh tamu atau para wali santri yang hadir di pondok pesantren Al-Ihsan di mohon untuk segera memasuki aula, karna acara akan segera di mulai. terimakasih untuk perhatian nya wassalamu'alaikum wr wb" suara dari speaker pondok pesantren terdengar begitu jelas meminta para tamu untuk masuk ke dalam aula pertanda acara akan segera di mulai


"udah ada panggilan, udah sana kamu gabung sama Satri yang lain. ibu sama ayah mau masuk ke dalam" ibu melepas pelukanku dan merapikan hijab nya sebelum kami pun turun bersamaan dari mobil.


ibu dan ayah masuk ke dalam aula. sedang kan aku bergabung dalam barisan santri putri yang sudah mulai berdatangan dan merapikan diri dalam barisan.


acara di awali dengan pembukaan dari pembawa acara atau MC. jika biasanya setelah itu pembacaan ayat suci Al-Quran dan sholawat, namun disini beda. sebelum itu, maka kita akan menyaksikan tarian islami atau biasa disebut tarian upacara adat. yang mana tarian ini sebagai sambutan dan pengiring para santri putra dan putri kelas XII berjalan memasuki aula.


setelah semua masuk dan duduk rapi diatas kursi yang telah di sediakan, barulah acara demi acara dilaksanakan. hingga pada puncak nya, yakni pembacaan para wisudawan dan wisudawati untuk naik ke atas panggung setelah nama nya dipanggil.


namun sebelum itu akan di umumkan terlebih dahulu siapa yang menjadi raja dan ratu (biasa kami memanggilnya) atau yang disebut sebagai juara umum dari hasil ujian selama satu bulan ini.


"masyaallah, tidak terasa putra-putri kita sudah menuntaskan perjalanan mereka dalam mencari ilmu di pondok tercinta ini. kurang lebih satu bulan lama nya mereka berjuang menghadapi ujian baik lisan maupun tulisan sebelum mereka sampai pada titik ini, alhamdulillah. maka dari itu kami selaku pengajar dan pembimbing mereka ingin rasa nya memberikan penghargaan atas usaha mereka. sebenarnya semua nya sama tak ada yang lebih pintar atau pun kurang pintar yah istilahnya. hanya saja ini adalah perwakilan sebagai penerima penghargaan atas usaha semua nya. siapa yang menjadi wakilnya? yakni putra dan putri kita yang nilai nya lebih sedikit mungkin yah dari teman-temannya sehingga mereka inilah yang menjadi wakil dari teman-temannya untuk menerima penghargaan itu. bukan begitu ibu dan bapak serta ade-ade yang saya hormati?"


kami semua menggangguk dan menjawab "ya" dengan serempak. kira-kira siapa yah yang akan jadi ratu nya? sebenarnya aku udah bisa menebak, kalau yang akan jadi raja nya pasti nya Agam karna dari tahun ke tahun selalu dia yang unggul dalam pelajaran dikalangan Satri putra. dan untuk santri putri? sudah tidak di ragukan lagi pasti Maryam. aku menebak-nebak sendiri dalam hati.

__ADS_1


"baiklah, tanpa mengurangi rasa hormat saya panggilkan kepada saudara Muhammad Agam Abdillah untuk naik ke atas panggung menerima penghargaan sebagai santri teladan dengan prestasi nilai tertinggi dari kalangan santri putra"


semua orang yang ada di aula serentak bertepuk tangan, dan orang yang dipanggil pun berjalan naik ke atas panggung dengan Hidmat.


benarkan dugaanku. bahwa Agam memang selalu unggul dari yang lainnya.


"jika raja nya sudah dipanggil dan berdiri di depan, rasanya ada yang kurang yah jika ratu nya tidak ada di samping nya" kata MC saat Agam sudah berdiri tegak di atas panggung


"langsung saja, dengan tanpa mengurangi rasa hormat juga. saya panggilkan atas nama_____ syafina shidqya nurain untuk naik ke atas panggung menerima penghargaan sebagai santri teladan dengan prestasi nilai tertinggi dari kalangan santri putri"


sontak semua mata santri putri khususnya melihat ke arah ku. apa aku tidak salah dengar? kenapa aku?


"nur,,, itu dipanggil. buruan anti ke depan" Syakira yang duduk di sebelah ku menyadarkan ku saat aku masih diam terpaku, karna aku masih tidak menyangka bahwa nama ku yang di panggil. ini tidak salah kan?


"masyaallah nur,,, gak nyangka. selamat ya"


"selamat ya nur"


ucap teman-teman ku dengan senyum mengembang dari mulut mereka tak kala aku melangkah melintas di depan mereka satu-persatu.


subhanallah aku masih tidak menyangka, bahwa aku bisa mendapatkan penghargaan yang begitu berharga sebelum meninggalkan pondok ini. subhanallah,,,

__ADS_1


__ADS_2