Tangisku Dan Bahagiaku Ada Dalam Rumahmu

Tangisku Dan Bahagiaku Ada Dalam Rumahmu
Namaku Dipanggil


__ADS_3

sepulang olah raga, Kami langsung melakukan piket bersih-bersih seluruh halaman dan bangunan pondok pesantren. ustadzah membagi para santri untuk ke dalam kelompok yang terdiri dari lima orang disetiap kelompok nya. setiap satu kelompok ada yang kebagian membersihkan rumah pengasuh, masjid, musholla, aula pondok, kamar disetiap asrama, halaman beserta kolam ikan dan masih banyak lagi.


"eh,,eh,,, ustadzah hening-hening aja ya?" kata Syakira yang kebetulan kebagian membersihkan halaman pondok denganku dan tiga orang lainnya.


"hening gimana maksudnya?" tanya Vina


"yaa kan semalam abis razia, biasa nya kan mulai senandung via speaker memanggil nama-nama yang dicintai" jawab Syakira dengan bahasa yang mendratisir alias lebay.

__ADS_1


"sssshhhhhtttt,,, kerja dulu nanti lanjut ngobrolnya" aku yang dari tadi sibuk menyapu daun yang berguguran akhirnya menengahi obrolan mereka agar kerjaan cepat selesai sebelum mereka fokus pada pembahasan yang mereka obrolkan.


"iya deh iya, nurut aja sama Caman pengasuh mah takut dipecat jadi santri" kata Syakira terkekeuh, dan aku hanya diam mengabaikan malas menanggapi.


selesai membersihkan seluruh pondok pesantren, semua santri putra dan putri mengantri untuk mengambil sarapan didapur yang terpisah, tak terkecuali aku. aku memilih untuk mengambil antrian paling akhir, perutku belum merasa lapar karna sudah sarapan bubur terlebih dahulu saat istirahat di carpriday tadi, aku duduk sejenak seorang diri diatas kursi yang terletak dibawah pohon besar dekat kolam ikan, ku hirup udara pagi ini dengan deru nafas yang penuh syukur atas nikmat Allah yang masih memberiku kehidupan hingga saat ini, ku pandangi setiap sudut halaman pondok yang asri dengan mata yang penuh rindu dan harapan. rindu karna sebentar lagi aku akan meninggalkan taman surga ini, harapan adalah semogaku pada Allah, jika suatu hari nanti aku masih diizinkan untuk tinggal di taman surga nya. karna sungguh, mungkin aku tidak akan mendapatkan suasana sedamai dan seindah ini jika aku sudah diluar sana. lagi-lagi do'a itu terpanjat, sebuah doa yang sederhana 'ya Rabb, pintaku sederhana jika kelak waktu nya tiba, maka pertemukan aku dan satukan aku dengan dia yang bisa memberikan suasana seperti ini, suasana yang teramat damai, menyejukkan hati. yang dipenuhi dengan lantunan asma mu dari suara setiap sudut rumah dan lingkunganku. aku mencintai suasana taman surga dunia-Mu, aku mencintai setiap senyum dari wajah yang mencintai-Mu, dan aku mencintai saat diriku selalu mengingat-Mu saat beriringan bersama orang-orang yang selalu menyebut asma-Mu dengan indah. dan aku akan selalu menginginkan seperti ini. aku mohon kabulkan keinginan sederhana ku ini ya Rabb, amin'.


memasuki sore hari, seperti biasa aku dan santri putri lainnya sudah siap untuk ke masjid melaksanakan sholat magrib bersama, rencananya ba'da sholat magrib yang biasanya diisi dengan pengajian kelas masing-masing namun malam ini akan diadakan istighosah atau doa bersama untuk kelas XII yang besok akan melaksanakan ujian.

__ADS_1


ba'da isya, istighosah selesai dan kami melaksanakan sholat isya berjamaah, setelah itu kami langsung ke asrama masing-masing untuk siap-siap melaksanakan pengajian disetiap kelasnya masing-masing, namun khusus kelas XII libur dan diganti dengan belajar munfarid untuk persiapan besok menghadapi ujian. aku sedang menyiap kan buku-buku yang hendak aku telaah malam ini, begitu pun teman-taman ku yang lain, sedangkan kelas X dan XI bersiap hendak pergi ke kelas pengajian mereka masing-masing. namun tiba-tiba ku dengar sebuah pengumuman dari speaker ustadzah berbunyi.


"assalamualaikum wr wb, mohon perhatiannya kepada seluruh santri putri untuk nama-nama yang dipanggil dimohon segera menghadap ruangan mahkamah amni yaitu ukhti Dewi, Yessi, asri, Salamah, Nadia, Nanda, Wulan, Dina, Selly, Adiba, Syakira dan terakhir ukhti,,, nurain"


DEG


aku langsung gemetar mendengar namaku dipanggil ke mahkamah amni. asyila, Widia, silmi, dan teman-temanku yang lain yang berada satu kamar denganku melihat ke arahku dengan tatapan penuh tanya seolah minta penjelasan ku. karna sebelumnya aku memang tidak pernah dipanggil ke ruangan itu karna aku tidak pernah melakukan pelanggaran yang berat dipondok ini. ah,,, ada apa ini, apa kesalahanku

__ADS_1


__ADS_2