
waktu menunjukan pkl 19.45 wib pengajian telah selesai dan kami langsung menunaikan sholat isya berjamaah. setelah selesai kami semua kembali ke asrama masing-masing, ada waktu 15 menit untuk kami siap-siap belajar pelajaran sekolah diasrama masing-masing. tapi walopun belajar nya masing-masing dan secara bebas tapi kami diawasi oleh ustadzah disetiap kamar nya. peraturan nya selama belajar atau mutolaah kami biasa kami menyebutnya, setiap santri harus menyimpan kitab atau buku yang akan ditelaah diluar lemari, tidak boleh ada mengobrol, tidak boleh mengantuk, dan tidak boleh membuka lemari sampai mutolaah selesai. jika ada yang melanggar maka setelah selesai mutholaah akan ada pemanggilan ke mahkamah amni untuk mendapat hukuman. bel berbunyi tanda mutholaah segera dimulai.
"alkalamu huwa lafdul murokkabu mufiidzu bilwadh'i waaqsamuhu tsalasatun Ismun wafi'lun waharfun jaa lilmakna,,," terdengar sebagian santri putri sedang menghafal bait kitab jurumiyah
"farrojulu man lagu ro'yun shooibun wayusaawiru,,," ada juga yang tengah menghafalkan bait kitab ta'lim muta'lim
sungguh pemandangan yang indah, yang tidak mungkin ditemukan diluaran sana. Alhamdulillah meski orangtua ku bukan lulusan pesantren tapi mereka memasukan ku kesebuah pesantren sehingga aku bisa lebih banyak belajar disini tidak hanya tentang agama, tapi banyak pelajaran yang aku dapat disini, tentang kemandirian, kekompakan, kepedulian dan masih banyak lagi.
pkl 21.00 wib bel kembali berbunyi tanda mutholaah sudah selesai dan para ustadzah kembali ke kamarnya masing-masing. ku lihat alisya sedang bersender didepan lemari nya, seperti ada yang dia pikirkan karna tatapan nya hanya tertuju pada satu arah. aku hendak menghampiri alisya tapi tiba-tiba sebuah panggilan memalingkan pandangan ku dari alisya
"ya kenapa Hafsah?" kata ku pada Hafsah yang tadi memanggil nama ku
"ka Nur ustadzah dini meminta antum buat ke kamarnya sebentar"
__ADS_1
"oh iya sebentar lagi ana kesana" aku kembali melihat alisya, dan masih dengan posisi sama. nanti aja mungkin aku tanyakan setelah kembali dari kamar ustadzah dini.
"ukhti nurain seminggu lagi sidang pertanggungjawaban pengurus, biasa nya waktu gak kerasa cepat berlalu ana mau minta anti buat melengkapi semua catatan tentang kegiatan santri putri dan absen seluruh santri putri, ana juga mau minta catatan pemasukan dan pengeluaran yang sudah digunakan untuk membeli buku, koran dan majalah-majalah islami" kata ustdzah dini setelah aku berada dikamar nya. beliau merupakan salah satu pembimbing kepengurusan khususnya bidang pendidikan yang kini aku emban amanah nya.
"iya unstdzah insyaallah secepat nya" jawabku ramah
"tiga hari lagi tolong berikan ke ana yah catatannya" lanjutnya
"ya udah itu aja, Syukron ya, Afwan udah ganggu waktunya" beliau kembali tersenyum
"gak papa unstdzah gak ganggu ko, kalo gitu ana permisi dulu assalamualaikum" aku pamit dari kamar ustadzah dini dan langsung kembali ke kamarku. aku lihat yang lain sudah gelar kasur masing-masing hendak tidur tapi asyila masih diposisi yang sama seperti tadi. aku langsung menghampirinya, karna aku dan asyila memang satu kamar.
"asyila" ku sentuh pelan bahunya agar dia tersadar dari lamunannya
__ADS_1
"eummm,, eh iya kenapa nur" dia seperti baru menyadari kehadiranku
"yang lain udah pada gelar kasur bersiap buat tidur, ko anti ana perhatiin dari tadi kaya yang lagi ngelamun"
"ah iya gak sadar kalo semuanya udah gelar kasur hee" dia tersenyum seolah dia sedang baik-baik saja. meski aku belum tahu ada apa tapi aku yakin dia sedang tidak baik-baik saja
"syil, ada masalah?" tanyaku pelan karna takut terdengar oleh yang lain
"enggak ko nur, kebetulan aja barusan ana lagi enak ngelamun" sanggahnya
"yakin?" aku masih berusaha untuk membuat nya agar mau berbagi denganku
"iya yakin ko, udah sekarang anti juga siap-siap buat tidur gih udah malam" dia kembali tersenyum, seolah memberikan keyakinan padaku bahwa dia benar-benar sedang baik.
__ADS_1