
POV Maryam
hari ini adalah hari Sabtu,, hari yang selalu ku tunggu-tunggu karena jadwal ibu pengasuh mengajar, aku suka sekali dengan cara beliau mengajar. lembut, ramah, mudah dipahami dan begitu ngena dihati karena kalo beliau mengajar selalu disertai dengan nasihat-nasihat yang baik, disertai kisah-kisah para nabi yang hikmah nya dapat kita ambil. pokoknya belajar sama beliau itu subhanallah banget. hati yang tadi nya panas atau sedih jika ada masalah, kalo sudah berhadapan dengan beliau dan mendengarkan pelajaran atau nasihat beliau insyaallah rasanya jadi adem. ngomong-ngomong soal ibu pengasuh, aku jadi teringat sama kisah nurain dan Gus hafidz yang masih belum ada kejelasan sampai saat ini, jujur saja aku sangat penasaran sebenarnya bagaimana kelanjutan kedepannya. seandainya Gus hafidz masih disini pasti kisah nya akan berlanjut bukan menggantung seperti sakarang. kalo kalian bertanya, apakah aku setuju jika Gus hafidz dengan nurain berjodo?? jawabannya 'YA' aku sangat setuju karna menurutku mereka itu serasi sama-sama pinter dalam bidang tertentu, sama-sama jutek padahal asli nya baik dan yang pasti kalo nurain berjodo dengan Gus hafidz dia akan mendapat mertua sebaik ibu dan ayah pengasuh. satu lagi kalo nurain berjodo sama Gus hafidz nanti aku dapat predikat sahabat mantu ibu pengasuh oleh teman-teman yang lain hehe kerenkan. aahhh,, aku jadi iri kalo gitu huhuhu,,,
"Iam, ayo kata nya mau nganter ke perpustakaan" tiba-tiba suara Selly mengagetkan pikiranku yang sedang berhalusinasi tentang predikat sahabat mantu pengasuh. ah,,, dia mah gak asik, ganggu aja.
"iya, iya ayo. bentar ana pake hijab dulu"
ku ambil hijab yang tergantung sembarang dipintu lemariku dan aku berjalan menyusul Selly yang sudah berjalan lebih dulu keluar. kemudian kami berjalan melewati setiap kamar dan para santri putri yang sedang asik dengan aktivitasnya masing-masing. ada yang lagi duduk santai dikursi depan kamar nya, ada yang lagi menghafal pelajarannya, ada yang lagi bersih-bersih halaman, dan ada pula yang sedang asik melamun sibuk dengan pikirannya. yah,, apapun itu bebas terserah masing-masing karna hari Sabtu setelah belajar bada duhur dengan ibu pengasuh semua santri putra dan putri bebas beraktivitas. ku sapa mereka dengan senyuman atau sekedar mengucap salam. ah,, ada asyila mending aku ajak dia juga ke perpustakaan. ku lambaikan tanganku disertai senyuman saat sudah berada lebih dekat dengan Asyila. tapi ko gak ada respon, apa asyila gak liat aku? aku perhatikan pandangannya lurus padaku masa iya dia gak liat aku.
"sel bentar ya, aku mau nyamperin asyila dulu gak lama ko" kata ku pada Selly
"oke, tapi jangan lama ya" katanya yang ku jawab hanya dengan anggukan
__ADS_1
"syila,,," kataku saat sudah dekat dengan nya, masih sama dia gak ada respon "syil,,,halo assalamualaikum syila" aku lambai-lambaikan tangan ku didepan matanya. ah,, sepertnya dia melamun, tapi ko ya parah banget sampe gak dengar panggilan ku yang tepat dihadapannya. "asyila putri ramdani" lanjutku sambil memukul pelan pundak nya
"iya eh-kenapa gus? ada apa?" jawabnya tergagap, mungkin kaget karna pukulanku yang menghancurkan lamunannya
"masyaallah anti ngelamunin apa sih bestie sampe ana panggil dari tadi gak nyaut-nyaut? pake gas Gus gas Gus segala, ini ana Maryam bukan Gus" tanyaku pada asyila
"eh- iya Afwan Iam ana kira,,,"
"anti kira Agus gitu? apa bagus? apa gusdur? anti ngelamunin siapa emangnya?" kataku memotong perkataan asyila dengan pertanyaan
"maksudnya?" aku kurang paham dengan apa yang asyila katakan barusan
"ah,, enggak. anti kenapa manggil ana?"
__ADS_1
"eumm,, itu ana sama Selly mau ke perpustakaan, anti mau ikut? dari pada bengong disini!"
"enggak kaya nya, sok aja anti sama Selly"
"yakin gak ikut?" tanyaku memastikan
"iya enggak, udah sana kasian tuh Selly udah nunggu anti. nanti keburu manyun lagi dia kan ambekan"
"ya udah kalo anti gak mau ikut, ana tinggal ya. awas hati-hati jangan ngelamun lagi bahaya"
"iya enggak. udah sana" katanya seolah mengusirku
"ya udah, ana pamit yah. assalamualaikum"
__ADS_1
"waalaikumsalam wr wb"
aku pun berlalu meninggalkan asyila, namun sepertinya ada yang aneh dari sifat nya. dia jadi sering melamun, apa ngelamunin tentang orangtua nya lagi? tapi setahu ku mamah nya sudah mulai membaik dan sekarang tinggal bersama pamannya. ah,,, entahlah biar nanti aku dan nurain tanya langsung pada asyila.