Tangisku Dan Bahagiaku Ada Dalam Rumahmu

Tangisku Dan Bahagiaku Ada Dalam Rumahmu
Berpelukkaaaannnn


__ADS_3

pagi ini, rasa nya kaki ku sedikit kaku dan nyeri karna efek pukulan rotan semalam. tapi setidaknya hati ku tenang tidak seperti kemarin, ini semua karna ibu pengasuh yang semalam memberiku nasihat yang begitu menyentuh. tak hanya itu, ku lihat dari sorot mata nya seperti tak ada keraguan terhadapku walau beliau tidak menyinggung perihal surat yang dari Gus hafidz, tapi aku tahu beliau memaklumi mengapa aku tidak menjawab secara jujur dihadapan ustadzah dan santriwati lainnya. dan aku juga yakin beliau pasti tahu siapa penulis dari surat itu. sebenarnya aku malu, saat beliau membuka dan membaca isi surat itu tapi apa boleh buat semua sudah terlanjur.


"assalamualaikum" ku dengar seseorang mengucap salam di ambang pintu kamar ku


"waalaikumsalam wr wb" jawabku dan yang lainnya yang ada dikamar ku


"eh,, Iam sini masuk" kata Widia pada Maryam yang hanya mematung di dekat pintu.


aku tahu itu Maryam, karna suara nya sudah tak asing bagi ku. ku lihat sekilas dia menatap ku kemudian menatap Widia.


"udah masuk aja sini, mau ketemu nurain kan? atau asyila? kalo asyila masih dikamar mandi, tapi kalo nurain,,,, tuh lagi beresin buku di depan lemari nya" kata Widia sambil melirik ku sekilas. sebenarnya aku bukan tidak peduli terhadap kedatangan Maryam, hanya saja aku,,,,


"nur,," Maryam mendekati ku dengan wajah yang sedikit ragu


"iya Iam,,, kenapa" jawab ku sambil tersenyum dan menatap nya sekilas lalu kembali memasukkan buku dan kitab ke dalam lemari ku.


"boleh ana bicara sebentar?" tanya nya lagi masih dengan mimik wajah yang ragu, mungkin dia takut kalo aku akan mangabaikannya seperti kemarin

__ADS_1


"bicara aja Iam, ana dengar ko" jawab ku masih sibuk dengan buku dan kitab ku


"tapi enggak disini, di halaman belakang kamar boleh?"


aku menatap nya sebentar, kemudian menganggukan kepalaku tanda setuju atas permintaannya. setelah aku memakai hijab, kami pun berjalan keluar menuju halaman belakang kamar, karna hari ini ujian kelas XII jadwal nya siang jadi kami memiliki waktu senggang sebentar.


"nur,,, anti masih marah sama ana?" tanya nya saat kami sudah sama-sama duduk di atas kursi yang memang sudah biasa ada di atas rumput belakang kamar kami. aku diam, tidak langsung menjawab pertanyaan nya.


"nur,,, Afwan. ana gak bermaksud buat anti dihukum. ana bener-bener gak tahu kalo surat itu sudah anti buang. maaf juga ana gak bilang sama anti kalo surat itu ana yang simpen kembali" lanjut nya lagi. aku masih diam sambil terus menatap lurus ke depan.


"nur,,, kalo perlu biar ana yang bilang sama ustadzah dan ibu pengasuh kalo anti memang gak salah, ini hanya kesalahpahaman. ana mau ko bersaksi buat itu" Maryam mulai meneteskan air mata nya saat melihat ku seolah tak ada respon apapun terhadap apa yang dikatakannya


"jadi, anti udah gak marah sama ana nur?" tanya Maryam memastikan


"insyaallah enggak" jawabku pasti disertai senyuman untuk meyakinkannya


"Alhamdulillah,,, Syukron ya nur" Maryam langsung memeluk ku dengan girang nya.

__ADS_1


"iya,,iya,, udah ah jangan peluk-peluk lebay jadi nya" guyon ku sambil melepaskan pelukannya.


"biarin,,, kalo lebay bukan kita nama nya" Maryam kembali memelukku


"dihh,, kita? anti aja keles bukan ana hihi"


kami pun tertawa bersama seperti biasa nya, tak ada lagi amarah, tak ada lagi Saling diam, semua sudah selesai mengenai kesalahpahaman antara aku dan Maryam. begitu lah kami tidak pernah saling marah lebih dari satu hari, malah itu mungkin paling lama karna biasa nya kalo kami mempunyai masalah atau ada kesalahpahaman pasti selesai dan baikan saat itu juga, tapi kali ini sepertinya agak sedikit lebay maka nya agak butuh sedikit waktu untuk kami saling memaafkan hehe


"ya udah,, kita sarapan yuk? pasti anti belum sarapan" kata Maryam yang sudah tahu kebiasaan ku menunda-nunda waktu sarapan


"ko tahu ana belum sarapan?" tanya ku balik


"tahu lah, itu kan kabiasaan anti kalo gak diajak sarapan duluan mana mau idep sendiri. lagian dari tadi ana nungguin anti di dapur buat sarapan tau nya malah gak nongol-nongol"


"so sweet banget sih sampe perhatian kaya gitu ke ana hehe" aku mencolek dagu Maryam untuk menggoda nya


"apaan dih,, colek colek gitu. geli ihh,,, ana masih normal tahu"

__ADS_1


"haha,,, kirain"


aku memang paling senang menggoda Maryam dengan mencolek dagu nya, karna aku tahu dia paling tidak suka jika ada yang melakukan hal seperti itu terhadap nya termasuk aku, kata nya geli-geli gimana gitu. tapi justru aku malah suka melakukannya hanya untuk sekedar menjahilinya. kejam juga ya aku,,, hihihi


__ADS_2