
"jadi seperti itu penjelasan dari sifat wajib bagi para rasul. mudah-mudahan apa yang ibu sampaikan kalian paham dan mengamalkannya dikehidupan kalian. ibu juga berdoa buat kalian yang sebentar lagi Akan menghadapi ujian sekolah maupun pesantren Allah mudahkan dan lancarkan dalam segala nya, amin yaa Allah amin yaa robbal 'alamin. wayastahiilu fii haqqihim 'alaihimussholatu wassalam, wallohu'alam" (ibu menutup pengajian)
"allohummarhamnaa bil Qur'an,,,," dan kami membaca doa setelah belajar secara bersamaan. setelah ibu pengasuh masuk ke dalam, seperti biasa aku, Maryam, asyila, Asiyah dan Alifa selalu pulang paling Ahir karna kami berlima selalu menyempatkan untuk membereskan teras rumah ibu pengasuh yang barusan kami jadikan sebagai tempat mengaji, alasan kami melakukan itu tidak lebih hanya karna ingin mendapatkan berkah dari seorang guru. setelah selesai kami pun kembali ke asrama kami, namun saat hendak menutup pintu teras, tiba-tiba BI Nani memanggilku
"neng nurain, ibu manggil kata nya ke dalem dulu"
"oh,, iya BI mangga" jawabku sopan.
mereka berempat langsung menatapku dengan tatapan penuh tanda tanya, dan aku hanya merespon tatapan mereka denga mengangkat kedua bahuku.
"ya udah kalo gitu kita pergi duluan ya nur" kata Maryam
__ADS_1
"iya gak apa-apa kan ditinggal, lagian kan ditinggal bareng camer mah aman ko" Alifa menimpali
"husss,, udah yuk kita duluan aja, nanti ibu pengasuh denger lagi" tanpa aku jawab asyila sudah lebih dulu menanggapi, tapi kenapa ada yang beda ya dari tatapan nya seperti ada gurat kekecewaan pada wajahnya. ah,, mungkin asyila sedang ada masalah biar nanti aku tanyakan langsung. mereka pun pergi duluan, dan aku langsung masuk kerumah ibu pengasuh melalui pintu dapur. ku lihat BI Nani sedang asik menyetrika baju, beliau melihatku dan mengatakan bahwa ibu sudah menunggu diruang tamu, aku pun disuruh masuk ke dalam. ada rasa segan dan malu sebenarnya jika harus masuk apalagi yang manggil ibu, jujur hatiku deg-degan sekali.
"eh,, nur sini masuk" kata beliau mengajakku masuk disertai senyuman ramah yang begitu sejuk dipandang, aku hanya mengangguk dan membungkukkan sedikit punggungku saat melangkah masuk menghampiri ibu pengasuh. "sini duduk dikursi, jangan dibawah" lanjutnya saat melihatku duduk dibawah di atas karpet
"enggak apa-apa Bu disini aja" jawabku sopan
"ibu mau tanya, kira-kira setelah nurain lulus mau dilanjut kemana?"
"eumm,, masih belum tau Bu" jawabku sambil terus menunduk
__ADS_1
"mau nya nurain lanjut kemana?"
"mau nya kembali mondok memperdalam belajar kitab kuning, tapi ayah saya menginginkan saya lanjut kuliah"
"ohhh,,, iya iya. hafalan nya gimana?"
"insyaallah saya juga akan melanjutkan hafalan saya dipondok nanti?"
"kalo lanjut mondok disini gimana? nur juga bisa sambil kuliah disini jadi kemauan nur sama ayah nur bisa dilaksanakan insyaallah, tapi ibu gak maksa kalo nur mau mencari pengalaman dipondok yang lain. ibu hanya berharap semuanya yang terbaik buat nur walaupun sebenarnya ibu mau banget nur lanjut disini" kata nya lembut, aku bingung harus menjawab apa karna saking bahagianya mendengar pengakuan beliau terhadapku
"insyaallah Bu, nanti nur musyawarah dulu sama keluarga. makasih banget buat perhatian ibu kepada nur" tanpa kusadari air mataku mengalir dengan sendiri nya, aku terharu dan sangat tersentuh oleh perkataan beliau yang menginginkan aku untuk lanjut disini, karna itu berarti aku diharapkan disini oleh beliau. entah apa yang membuat beliau mengharapkan ku tapi yang pasti hati ini bahagia sekali bisa mendapat ajakan langsung dari beliau.
__ADS_1