Tangisku Dan Bahagiaku Ada Dalam Rumahmu

Tangisku Dan Bahagiaku Ada Dalam Rumahmu
Kania dan makanan-nya


__ADS_3

"kita turun di sini saja Gus" kata ku saat kami akan memasuki gerbang pondok pesantren


"di depan rumah aja turun nya biar kalian gak perlu jalan, lumayan cukup jauh juga dari gerbang" kata nya tanpa menoleh ke arah kami


"di sini aja Gus gak papa kita jalan sedikit" kini Kania yang berbicara


"jangan, udah gak papa berhenti nya di dalem pondok aja insyaallah aman ya kan fidz? kan ada Gus nya di sini hee" giliran Gus Alif yang menjawab


dengan terpaksa aku dan Kania pun menuruti perkataan Gus hafidz dan Gus Alif untuk berhenti didalam pondok.


saat kami sampai, suasana pondok cukup sepi karna ini memang jam nya belajar masing-masing bagi para santri setelah melaksanakan jadwal kelas pengajian masing-masing.


"Syukron Gus udah ngasih tumpangan buat kami" Kania dan aku menundukkan kepala tanda pengucapan terimakasih kami


"ma'asyukri,,, kalian gak usah hawatir nanti ana yang bicara sama qismu amni tentang kalian yang pulang bareng ana"


"iya Gus, sekali lagi terimakasih. kami permisi dulu assalamualaikum" Kania menggandengku saat kami berjalan menuju asrama. sekilas aku melihat ke arah belakang, entah kenapa aku ingin melihat Gus hafidz sebelum masuk asrama, dan ternyata dia masih berdiri sambil melihat ke arah kami. aku pun langsung memalingkan pandangan ku kembali ke arah depan. 'jadi deg-degan gak karuan gini' aku memegang dada ku sendiri.


~


"masyaallah nur ko basah kuyup gini" asyila buru-buru menghampiri ku saat melihat ku masuk ke dalam kamar di antar Kania, padahal tadi aku sudah meminta Kania buat masuk ke kamar nya terlebih dahulu saat melewati kamar nya. tapi dia tidak mau dengan alasan takut aku tiba-tiba pingsan karna kedinginan. padahal kan jarah kamar kami gak sampe 100 CM hee


"iya,, tadi abis ada insiden yang panjang kalo diceritakan. mending sekarang anti bawa nurain ke dalam takutnya abis ini dia bukan cuma kedinginan tapi juga panas dingin karna abis dianter pujaan hati nya" kata Kania dengan nada meledek


"apaan sih can" aku menyenggol sikut nya


"siapa emang nya?" tanya asyila penasaran

__ADS_1


"yah,,, siapa lagi kalo bukan Gus hafidz hehe. udah yah ana permisi dulu mau ke kamar ana, langsung ganti baju nya nur biar gak demam. Ayuk syil, assalamualaikum" Kania pun berlalu meninggalkan ku dan asyila.


tak ada kata dari asyila setelah mendengar apa yang Kania katakan barusan.


"syil,,," aku memandang wajah asyila dengan lekat


"apa nur,,," kata asyila tanpa melihat ke arah ku. dia malah sibuk mencari mengambil handuk yang tergantung di balik lemari


"tadi,,, aku sama Kania maksudnya. gak sengaja ketemu sama Gus hafidz di jalan, maka nya kita ikut pulang sama Gus hafidz. tadi nya kita udah nolak tapi sepupunya Gus hafidz, Gus Alif memaksa kita buat ikut ditakutkan gak ada lagi angkot buat pulang. lagian Gus hafidz juga gak sendirian, dia bareng,,,"


"nur,,, udah anti gak perlu jelasin. ana gak papa ko, justru ana seneng anti sama Kania pulang dengan selamat karna tadi hujannya besar banget ana sama Maryam sampe hawatir anti masih belum pulang padahal hari udah mulai gelap" asyila menyentuh tanganku seolah meyakinkan ku bahwa dia benar-benar baik-baik saja


"ya udah sekarang anti ganti baju dulu, abis itu minum obat tolak angin atau madu biar gak masuk angin ya. ana mau ke luar dulu mau ke kantin belia air anget kebetulan air galon di kamar ini abis belum di isi lagi"


"syil,,"


~


esok hari nya aku bangun saat mendengar adzan subuh berkumandang. kepala ku sedikit pusing, dan ku lihat sudah tak ada orang di dalam kamar. mungkin semua nya sudah pergi ke masjid untuk melaksanakan sholat subuh berjamaah. aku berdiri hendak pergi ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu, tapi rasanya kepalaku semakin sakit.


"ukhti nur mau ke kamar mandi?"


"iya lail"


"ya udah biar Laila Anter ya, kebetulan Laila lagi gak sholat"


"gak usah gak papa ana bisa sendiri ko"

__ADS_1


"gak papa biar Laila Anter aja, tadi ukhti Widia sama sama ukhti asyila meminta Laila buat nganter ukhti ke kamar mandi kalau sudah bangun"


"ko gak ada yang bangunin ana tadi buat sholat berjamaah" tanya ku penasaran setelah mendengar penjelasan Laila adik kelasku


"iya,, sengaja gak di bangunin. soal nya kata ukti Widia ka nur demam jadi sholat nya disini saja"


iya aku memang merasakan tubuh ku sedikit demam, mungkin karna hujan-hujanan yang membuat ku basah kuyup sepanjang jalan menuju ke sini. aku pun ke kamar mandi dengan di papah oleh Laila karna kepala ku yang benar-benar sakit.


"nur,, makan bubur dulu yah, abis itu minum obat" asyila memberikan semangkok bubur dan Paracetamol kepada ku


"assalamualaikum,,, ijin masuk ya mau ketemu nurain" ku dengar suara Kania di ambang pintu kamar ku


"udah ana tebak, pasti bakalan demam kan. nih ana bawain bubur, obat, vitamin sama ini" Kania meletakan satu kantong kresek yang cukup besar berisi roti, susu, buah-buahan dan makanan lainnya.


"yaa Allah Kania perhatian banget sih sama temen, nanti kalo ana sakit harus sama yah diperlakukan seperti Kania" kata Widia sambil berjalan menghampiri kami


"haha,, keburu bubar kita nya" kata Kania sambil tertawa renyah


"eh,, ini kan bubur nya mang oseng yang di sebrang jalan. ko anti bisa beli ini? kan gak boleh keluar pondok" kata Widia saat membuka kotak bubur yang Kania bawa


"iya-itu-anu-tadi nitip sama BI Nani pas lagi bersih-bersih di rumah ibu. kebetulan BI Nani mau beli bubur ke depan buat ibu dan keluarganya gitu" jawab Kania menjelaskan.


namun aku sedikit aneh karna kania seperti kebingungan saat mau menjawab pertanyaan Widia.


"wisss,,, Kania lagi banyak uang nih kaya nya sampe beli makanan sebanyak ini, obat sama vitamin juga lengkap. kaya abis dari apotek aja can" lagi-lagi Widia bertanya pada Kania setelah melihat apa saja yang di bawa Kania untuk ku


"ihh,, anti kepo banget sih. udah gak usah nanyain ana beli ini dimana. pokoknya ini halal dan di berikan khusus untuk nurain dengan ikhlas seikhlas-ikhlas nya pokok nya. udah nur makan dulu bubur nya abis itu obat dan vitamin nya oke" Kania memberikan bubur yang di bawa nya kepada ku

__ADS_1


asyila hanya diam tanpa kata, tak ada pertanyaan keluar dari lisannya. entah apa yang sedang di pikirannya. tapi aku sendiri memang sibuk dengan pikiran ku tentang Kania dan makanan yang di bawa nya. apa bener ini semua dari nya? ko aku merasa ada yang aneh sama Kania? heemmm


__ADS_2