
eh,, itu Maryam nur" kata asyila menunjuk ke arah kursi dekat kolam ikan, saat kami berjalan hendak menuju aula untuk melanjutkan mencari keberadaan maryam
"lah,, iya itu dia lagi bengong sendirian" kata ku saat melihat Maryam yang duduk sendiri sambil menatap lurus ke arah kolam
"samperin yuk" kata asyila, dan kami pun langsung menghampiri Maryam.
"assalamualaikum" kataku dan asyila berbarengan dengan suara yang sengaja dikeraskan
"wa__wa'alaikumsalam" jawab asyila dengan terbata karena kaget
"ngelamun aja anti, ngapain disini neng sendirian nanti ada yang lewat baru nyaho lho. kita dari tadi nyari-nyari tau nya asyik disini" asyila duduk di samping Maryam sambil merangkul pundak nya
"iya Iam ngapain disini? masih pake seragam lagi, emang nya anti gak sholat duhur?" tanyaku
"enggak nur, lagi halangan" jawab Maryam sambil melirikku sekilas
"pasti belum makan yah?" tanya ku lagi, dan Maryam hanya menggelengkan kepala sebagai jawaban dari pertanyaan ku
"nih,,, kita bawain tadi dari dapur. Afwan yah kita makan nya duluan. soal nya pas tadi nyamper ke kamar anti, kata nya anti nya masih dikelas Iam. eh,,, pas disamperin ke kelas orang nya udah gak ada, sampe muterin pondok nyari orang yang kata nya masih dikelas tau nya nyangkut disini" kata asyila menjelaskan
"masa?? ya Allah,, jadi gak enak ana. lagian kalian lebay banget sampe muterin pondok buat nyari ana. emang nya kalian kira ana kabur gitu sampe dicariin segala. tapi ngomong-ngomong Syukron ya udah dibawain makanannya. ana jadi gak enak nih sama kalian" kata Maryam sambil tersenyum nyengir
"tumben gak enakan, biasa nya lurus-lurus aja tuh" kata ku dengan nada guyon, namun Maryam hanya merespon dengan senyum sambil mulai memasukan makanan ke dalam tubuhnya
"lapar Iam? Ampe segitunya makan" giliran asyila yang bertanya karna mungkin heran melihat Maryam yang makan dengan lahap nya, begitupun aku juga merasa heran
"hehe,,, laper kan nama nya juga" jawab Maryam
"aneh banget, tau laper kenapa bukannya ke dapur malah ke sini?" kata ku berkomentar. Maryam tidak menjawab dan masih asik dengan terus menyuapkan makanan ke dalam mulutnya. aku dan asyila pun tidak banyak bertanya lagi untuk membiarkan Maryam menghabiskan makanannya terlebih dahulu.
"Alhamdulillah,,, Syukron banget yah kalian emang selalu yang paling peduli" kata Maryam saat sudah selesai menghabiskan makanannya
"tapi kita gak bawa air minum lho Iam, lupa" kata ku yang baru sadar kalau Maryam harus minum setelah makan
"gak papa, di tas ana kaya nya masih ada sedikit" Maryam pun membuka tas nya, dan benar saja masih ada sisa air minum yang selalu dibawa nya jika pergi ke madrasah.
__ADS_1
"tapi ngomong-ngomong anti kenapa sih Iam, ko hari ini aneh banget" asyila mulai menanyakan hal sama yang ingin aku tanyakan pada Maryam
"aneh kenapa emang nya ana?"
"yah,, aneh lah gak biasa nya anti pulang gak bareng kita, gak biasanya ngisi soal ujian paling akhir selesai nya terus gak biasa nya juga anti pulang dari madrasah bukannya ke asrama ini malah keluyuran disini mentang-mentang gak ada kegiatan lagi" tanya asyila nyerocos, sedangkan aku hanya diam mendengar kan
"enggak aneh deh, kebetulan aja ana lagi pengen kaya gitu aja" jawaban Maryam yang menurutku kurang masuk akal. ku amati wajah Maryam dengan seksama, karna menurut instingku ada sesuatu yang disembunyikan Maryam dari ku dan asyila
"anti ko ngeliatin ana gitu sih nur?" tanya Maryam yang mungkin terintimidasi oleh tatapanku
"euummm,,, anti lagi gak bohong kan?" tanyaku penuh selidik
"bohong apa? emang iya ko kaya gitu alasannya"
"anti lagi gak menyembunyikan sesuatu kan dari kita?" tanya ku lagi memastikan, karna aku merasa ragu dengan jawaban Maryam. aku yakin ada sesuatu yang Maryam tutup-tutupi.
"apaan sih nur, orang gak ada yang disembunyikan ko dari kalian" jawab Maryam dengan mengalihkan pandangannya dari ku
"oke lah kalo memang gak mau bilang sama kita, mungkin kita emang bukan orang yang bisa dipercaya nur maka nya yang kata nya sahabat kita ini gak mau terbuka sama kita" kini asyila yang berkomentar dengan mengatakan sesuatu yang aku yakin akan membuat Maryam mau terbuka kepada kami. bukan kami ingin tahu privasi nya atau ingin ikut campur terhadap Maryam, Hanya saja aku dan asyila mencoba untuk perhatian dan peduli jika Maryam sedang ada masalah, atau salah satu diantara kami ada yang memiliki masalah maka sikap Maryam pun akan sama seperti kami saat ini.
"nah gitu dong dari tadi bestie! ya udah sekarang cerita sama kita sebenarnya ada apa?" tanya ku pada Maryam, namun bukannya menjawab Maryam malah mengeluarkan sebuah buku dari tas nya, kemudian dia membuka buku itu lalu menyerahkannya kepada kami.
aku dan asyila saling pandang belum mengerti untuk apa buku itu diberikan kepada kami. tanpa bertanya lagi aku dan asyila mengambil buku itu dari tangan Maryam. dan,,,
"Iam ini dari siapa?" tanya ku dan asyila saat melihat sebuah kertas merah jambu sudah terbuka dibalik plastik sampul dalam buku Maryam
"ssstttt,,, jangan kencang-kencang nanti ada yang dengar. udah kalian baca aja, dan inget baca nya sambil megang buku aja biar kalo ada yang liat gak curiga" kata Maryam menjelaskan. yah,, kami paham maksud Maryam seperti itu agar tidak menimbulkan fitnah yang bisa mengakibatkan hukuman dan prasangka, seperti yang aku alami sebelumnya. aku dan asyila pun tak banyak bertanya lagi, dan fokus pada tulisan yang tersusun rapi dalam kertas merah jambu itu.
Surat Cinta untuk bidadari Taman syurga
Assalamualaikum wahai engkau yang dimuliakan Allah
salam silaturahmi dari ku hamba Allah yang selalu menanti hari ini dengan sabar
menunggu tiga bulan rasanya begitu lama, padahal ini tidak sebanding dengan penantian ku sebelum nya yang selalu meminta petunjuk kepada Allah agar memberiku petunjuk siapa yang akan jadi teman hidup ku
__ADS_1
setelah ku dapatkan jawaban itu melalui mimpi yang insyaallah adalah petunjuk dari Allah,
hati ini bukannya tenang namun justru sebaliknya
aku di uji kembali dengan penantian yang mengharuskan ku untuk lebih bersabar
insyaallah aku ikhlas menjalani nya
memang benar apa yang dikatakan bahwa untuk mendapatkan sesuatu yang bagus dan indah itu tidak mudah
diperlukan kesabaran dan kesungguhan untuk mendapatkannya
dalam surat pertama dan kedua yang aku tulis,
aku pernah mengatakan bahwa aku akan mendatangi mu dengan meminta mu langsung kepada kedua orangtua mu
tapi rasanya aku seolah egois karna tidak membiarkan mu tahu terlebih dahulu siapa aku
dan aku juga ingin meminta maaf, karna tulisan yang ku buat sebelumnya sudah banyak menimbulkan praduga,
untuk siapa dan dari siapa
maka saat ini aku ingin mengatakan bahwa surat ini aku tulis kan untuk bidadari yang tinggal dalam taman surga
untuk bidadari yang selalu tersenyum lembut pada setiap orang yang di jumpa, dan
untuk bidadari yang selalu ku tunggu dalam bahagia
salam kenal wahai engkau yang ku sebut bidadari taman surga, dan
salam silaturahmi wahai engkau yang bernama Maryam Azzulfa,,
dari ku
dari hamba Allah yang penuh dosa
__ADS_1