Tangisku Dan Bahagiaku Ada Dalam Rumahmu

Tangisku Dan Bahagiaku Ada Dalam Rumahmu
Razia


__ADS_3

pembicaraanku dan Maryam hanya sampai situ saja, saat aku kembali ke kamar aku langsung ke kamar mandi untuk bersiap-siap pergi ke masjid melaksanakan sholat magrib berjamaah. setelah sholat berjamaah karena ini malam Minggu tak ada jadwal pengajian antar kelas, tapi diganti dengan membaca albarjanji bersama seluruh santri putra dan putri yang dibimbing oleh ustadz dan ustadzah. pembacaan albarjanji pun berjalan dengan khusu dan Hidmat. setelah selesai seperti biasa kami menyiapkan buku pelajaran kami masing-masing untuk mutholaah bersama dan itu berlangsung satu jam setengah dihitung dari jam delapan. setengah sepuluh kami semua bersiap untuk beristirahat bersama, namun rutinitas kami sebelum tidur ada yang ke kamar mandi dulu hanya untuk sekedar menggosok gigi dan mencuci muka, ada yang ke kantin sebentar, atau yang lainnya. yang terpenting setelah jam sepuluh malam tidak boleh ada yang keluar dari kamarnya masing-masing.


ku ganti pakaianku dengan pakaian tidur yang biasa aku pakai, kemudian aku gelar kasur lantai tepat didepan lemari ku karna tempat tidur kami sesuai posisi lemari masing-masing. ku lihat asyila sudah tertidur dengan posisi wajah yang ditutupi oleh selimut, entah lah dia benar-benar tertidur atau hanya ingin menyembunyikan dirinya. aku tidak bisa melihat dengan jelas karna posisi tidur kami terhalang oleh empat orang santri putri lainnya. tapi yang jelas sejak tadi sore dia seolah menghindari ku.

__ADS_1


waktu terus berjalan, satu persatu santri putri dikamarku mulai sibuk dengan mimpi-mimpi mereka, entahlah apa saja yang mereka impikan, tapi yang jelas mataku masih belum bisa diajak berdamai. aku membalikkan badanku ke kiri dan ke kanan, masih sama. mata ini tak bisa diajak kerjasama walau hanya sekedar memejamkan mata. entah lah apa yang mengganggu pikiranku tapi yang jelas hati ini gelisah tanpa sebab. ku putuskan untuk pergi ke kamar mandi sekedar mengambil air wudhu, mungkin akan sedikit lebih tenang, pikirku. ku ambil hijab coklatku yang tergantung dipintu lemari, aku melangkah menuju kamar mandi. namun tiba-tiba suara seseorang mengetuk pintu kamar ku. siapa malam-malam begini.


"assalamualaikum, ukhti tolong buka pintunya ini ustadzah Farida" kata nya sambil terus mengetuk pintu

__ADS_1


"waalaikumsalam wr wb, iya ustadzah sebentar" jawabku yang langsung membukakan pintu kamarku


satu persatu ku bangunkan semua santri putri yang masih lelap tertidur. setelah bangun kami semua diminta untuk keluar kamar, bukan hanya kamar ku tapi semua kamar santri putri. benar saja, ternyata ada razia Akbar yaitu razia yang sudah rutin dilakukan disini namun tak ada yang tahu kapan itu akan dilakukan. karna hanya ustadzah yang mengetahui, bahkan pengurus satri pun tidak diberitahu. karna sudah peraturan, razia Akbar hanya dilakukan oleh ustadzah yang sudah mengabdi, agar ketika ditemukan sesuatu yang dianggap melanggar peraturan pondok dapat dipercaya kebenarannya atau tidak disembunyikan satu sama lain. karna biasa nya kalo sesama anggota santri akan saling menutupi satu sama lain.

__ADS_1


"bagi yang pintu lemari nya dikunci, dimohon untuk menyimpan kunci nya diatas lemari masing-masing" lanjut ustadzah Farida yang ditemani oleh ustadzah Mila


di luar kami semua harap-harap cemas, karna takut ada sesuatu dilemari yang termasuk kategori melanggar peraturan pondok. tak terkecuali aku, tadi yang sibuk mengajak mata ini untuk bisa kerjasama, justru sekarang bukan hanya mata tapi perasaan ku juga sama. entah lah apa yang akan ustadzah temukan dilemari ku, walau pun sebenarnya tidak akan ada apa-apa hanya saja hati ini was-was takut ada yang terlupakan. begitupun yang lainnya sibuk dengan pikirannya masing-masing, gugup, takut bercampur jadi satu.

__ADS_1


__ADS_2