
"eh,,, asyila mana ya ko ana gak liat?" tanyaku mencoba mengalihkan pembicaraan
"alaahhh,,,gak usah mengalihkan topik deh nur hihi" Widia semakin meledekku.
aku kembali mengenakan hijab yang tadi aku simpan dipintu lemari ku, tanpa menanggapi perkataan Widia.
"mau kemana nur, baru juga duduk kan belum beres interview nya" tanya Widia saat aku hendak berdiri
"ke ibu aja langsung biar afdol jawabannya" kataku sambil berlalu keluar kamar ku. asli jadi males ke kamar aku gara-gara Widia ngebahas itu, tadinya aku ingin tiduran santai sambil baca-baca buku atau novel gitu dikamar, ini malah dibuat kesel lagi. tadi dikolam duo kembar itu yang ganggu sekarang Widia, heumm.
ku putuskan untuk bersantai dikantin saja, sekalian beli minuman segar.
__ADS_1
saat ku naiki anak tangga menuju kantin ku lihat ada asyila bersama Kania sedang ngobrol dikursi pojok kantin, tanpa pikir panjang aku langsung menghampiri mereka.
"assalamualaikum man teman" aku memegang pundak mereka sambil tersenyum manis secara bergantian
"waalaikumsalam, waaahhh yang abis dipanggil camer ceria banget kayanya" kata Kania saat tahu yang datang menghampiri mereka adalah aku. dan,,, itu lagi yang di bahas, baru juga bebas sekarang harus menghadapinya lagi. huuff.
"apa sih camer-cameran, belum waktu nya" jawab ku malas.
"enggak syil, ana kenyang tadi abis makan sama ibu pengasuh dibawah" jawabku apa ada nya
"subhanallah, berarti ibu udah tau soal hubungan anti dan Gus hafidz?" tanya Kania antusias dengan setengah berteriak, dan itu membuat santri putri yang ada dikantin memandang ke arah kami.
__ADS_1
"anti apaan sih kalo ngomong itu di rem jangan di gas terus" bisikku pada Kania sambil menutup mulutnya dengan tanganku
"iya, iya maaf deh. abis ana gak nyangka lho anti udah sedekat itu dengan ibu pengasuh" kata Kania saat tanganku sudah terlepas dari mulutnya
"makan bareng, bukan berarti ke situ arah nya ya kan syil?" aku menjawabnya dengan mengalihkan pertanyaan meminta persetujuan dari asyila
"i-iya" jawabnya terbata seolah tidak terlalu memperhatikan pembicaraanku dan Kania. entahlah kenapa, aku perhatikan dari tadi seperti ada yang dipikirkan asyila.
"terus,,,,terus beliau ngomong apa aja ke anti?" tanya Kania lagi
"enggak ada yang penting-penting banget sih, beliau cuma nanya abis ini mau lanjut kemana, terus katanya lebih baik lanjut disini aja biar beliau bisa mantau ana juga, gak tau maksudnya apa dengan bilang begitu. tapi yang jelas ana bahagia banget bisa diperhatikan sama ibu pengasuh. dan dia juga bilang kalo Gus hafidz,,,,"
__ADS_1
"ana ke kamar dulu ya, kalian lanjutin ngobrol aja" tiba-tiba asyila memotong perkataan ku yang belum selesai, dia berdiri dan langsung meninggalkan meja kami tanpa menunggu jawaban kami. kenapa? ada apa lagi dengan Asyila? apa mungkin karna ayahnya lagi? aku hanya bisa terdiam memperhatikan asyila yang terus berjalan, begitupun Kania hanya terdiam tidak mengerti ada apa dengan Asyila yang meninggal kan kami begitu saja.