
Senin pagi, ku putuskan untuk puasa Sunnah, jadi aku bisa lebih awal pergi ke madrasah untuk bisa belajar atau sekedar membaca sekilas, pelajaran yang hari ini hendak di ujiankan. karna semalaman mata ini tak bisa berhenti menangis hingga aku tidak sempat untuk belajar. tapi pagi ini setidaknya perasaan ku bisa sedikit lebih tenang, walaupun sebenarnya mata ini sedikit ngantuk karna waktu tidur yang sedikit.
"nur,,,tunggu" Maryam memanggilku saat aku lewat didepan kamar nya
"bareng ya, ana juga mau ke kelas pagi-pagi" kata nya dengan menggandeng pundak ku. aku hanya mengangguk sambil tersenyum tanda setuju.
"anti gak papa kan nur?" maryam menatap ku dengan tatapan hawatir, mungkin karna dia melihat mataku yang sedikit bengkak pagi ini
"ana gak papa ko Iam" jawabku simpel dengan senyuman untuk meyakinkan bahwa aku baik-baik saja.
__ADS_1
"kalo boleh ana tau anti ngelakuin kesalahan apa nur?" Maryam menanyakan hal yang sama seperti temanku yang lainnya.
"Iam,,, ana mau baca-baca dulu sebelum bel ujian dimulai boleh?" aku enggan membahas tentang itu yang hanya membuat ku marah pada diri sendiri. memang benar, tidak ada yang tahu tentang pelanggaran apa yang telah aku dan yang lainnya lakukan kecuali orang-orang yang ada dalam mahkamah tadi malam. toh nanti juga mereka akan tahu saat kami sudah dihukum secara bersamaan.
Maryam hanya diam mengangguk, dan mengerti bahwa aku tidak ingin membahas hal itu dulu.
pkl 08.30 wib bel berbunyi, kami semua duduk pada bangku yang telah ditentukan no ujiannya masing-masing. selama ujian aku kurang konsentrasi karna masih kepikiran hukuman apa yang nanti aku terima, ditambah tubuhku yang kurang fit karna semalaman tidak bisa tidur. tapi bismillah,,, mudah-mudahan aku bisa menyelesaikan ujian ini sampai akhir.
adzan duhur berkumandang, semua santri putra dan putri sudah mulai bubar dari kelas nya masing-masing. santri putri sholat berjamaah di musholla sedangkan santri putra dimasjid Jami pesantren. selesai sholat, semua kembali ke kamar nya masing-masing. jika adek-adek kelasku masuk madrasah atau sekolah, sedangkan kelas XII kembali fokus belajar masing-masing untuk persiapan hari selanjutnya. karna kalau lagi ujian kelas XII, kelas X dan XI akan pindah jadwal masuk menjadi siang setelah ujian kelas XII selesai. siang ini aku memilih belajar di musholla agar lebih khusu karna suasananya sepi dan sejuk. namun sebelum memulai belajar pelajaran untuk esok, aku memilih untuk tadarus lebih dulu. ayat yang ku baca kali ini adalah QS al-hasyr. ku baca ayat demi ayat dengan penuh Hidmat. ku coba pahami setiap makna yang terkandung di setiap ayatnya hingga sampai pada ayat 18
__ADS_1
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
aku terdiam, menangis merenungi setiap dosa yang ada pada diri, merenungi setiap nikmat yang kulewati tanpa syukur, merenungi setiap nafas yang ku hembuskan hanya untuk kesenangan dunia, merenungi setiap tawa ku yang seolah lupa esok mungkin aku akan menangis, seperti saat inj. yaa ALLAH,, mungkin ini adalah teguran untuk ku yang terlalu asik dengan duniaku. teguran ini begitu kecil, tapi mampu membuat perasaanku berubah menjadi ketakutan yang begitu besar.
ku lanjutkan membaca pada ayat berikut nya :
وَلَا تَكُونُوا۟ كَٱلَّذِينَ نَسُوا۟ ٱللَّهَ فَأَنسَىٰهُمْ أَنفُسَهُمْ ۚ أُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْفَٰسِقُونَ
pada ayat ini, aku semakin hanyut dalam pelukan air mata yang semakin deras mengalir dipipiku. yaa Rabb,, aku kemarin begitu lupa pada niat awalku, kewajiban ku disini untuk mencari ilmu, aku kemarin begitu asik dengan sanjungan dari teman-temanku, meski mulut ku menolak kala teman-temanku membicarakan dia, tapi hati ini seolah menikmati setiap ledekan dan sanjungan dari mereka. aku seolah sombong karna menjadi seseorang yang diharapkan oleh dia padahal mungkin itu hanya peringatan bagi ku untuk lebih bisa benar-benar belajar sebelum aku meninggalkan pondok ini. ampuni ku ya Allah,,, maafkan Ade Bu,,,ayah.
__ADS_1