Tangisku Dan Bahagiaku Ada Dalam Rumahmu

Tangisku Dan Bahagiaku Ada Dalam Rumahmu
Malam Penuh Berkah


__ADS_3

POP Gus hafidz


saya di buat kaget saat membuka pintu kamar melihat nurain memakai lingerie transparan.


saya terkesima, napas ini seolah berhenti melihat nurain, istri ku seperti bidadari yang memiliki kecantikan paripurna. dia tampak sangat berbeda, cantik dan menggoda.


rambut nya yang hitam di biarkan tergerai begitu saja. sesekali melambai-lambai karna tertiup angin dari jendela yang masih terbuka.


kulitnya tampak putih bersinar dan wajah nya memancarkan kecantikan alami walaupun tanpa menggunakan make up sama sekali.


saya berjalan mendekati nya tanpa bisa berpaling dari menatap nya, begitupun nurain. dia menatap ku, namun dengan cepat mengambil handuk yang tergeletak untuk menutupi tubuh nya.


tingkahnya selalu menggemaskan bagi ku.


"tunggu ya, Abang mau bersih-bersih sebentar agar tubuh Abang setidak nya wangi seperti kamu"


kata saya sambil melepaskan handuk yang menutup tubuh nya.


selesai mandi saya langsung menghampiri nurain yang sedang duduk di tepi ranjang dengan masih menggunakan lingerie, membuat saya semakin tergoda dan ingin memeluk nya dengan erat.


saya mendekatkan wajah saya dengan wajah nya, yang membuat nurain reflek menutup mata nya.


saya tersenyum melihat tingkah nya yang menurut saya lucu. sungguh polos dan tulus.


"apa kamu sudah siap?"


bisik saya, tepat dihadapan wajah nya


nurain mengangguk pelan dengan tanpa membuka mata nya.


setelah yakin kalau nurain sudah siap, sejenak saya membacakan doa di atas kepala nya terlebih dahulu. kemudian dengan lembut mencium kening nya.


perlahan tangan ini mulai membelai wajahnya hingga ibu jari ini menyentuh bibir nya yang merah merona dan ini membuat saya tidak bisa menahan diri saya lagi.


dengan lembut saya pun mencium bibir istri saya. tak ada respon dari nya, dan saya paham karna ini adalah pertama kali bagi nya.


dengan lembut dan perlahan saya mencoba membawa nya pada kenikmatan dunia.


kini saya pun sudah mengungkung tubuh nurain. sejenak saya melihat wajah nya yang berada di bawah saya, dan dapat saya rasakan jika tubuh nurain sedikit gemetar ketakutan.


ku sentuh dagu nya, kemudian mengusap bibir merah nya dengan ibu jari lalu mengecup nya kembali dengan lembut dan penuh perasaan


nurain menerimanya dengan tubuh yang terasa menegang, Bahkan kedua tangan nya pun meremas seprei yang berada di bawah nya

__ADS_1


saya terus mengecup bibir istri saya, namun kali ini disertai tangan yang menjelajah setiap inci dari tubuh istri saya.


naluri kelelakian saya pun sudah tergulung birahi, membawa insting alami saya untuk memulai ritual pemenuhan nafkah batin untuk pertama kali nya


saya masih terhanyut menikmati ranumnya bibir istri saya, dengan tangan yang mulai aktif bergerilya, menyingkap dan mulai membuka pakaian yang di pakai oleh nurain.


nurain hanya terdiam pasrah, namun tidak dengan tubuhnya yang terasa mulai menegang tak karuan. walau begitu saya harus menyelesaikan semua ini karna hasrat yang sudah tak tertahankan.


saya pun mulai mencumbu istri saya dengan lembut dan pelan, saya ingin menikmati penyatuan ini dengan penuh perasaan dan penghayatan.


dan ini berhasil membuat nurain terbuai dan melupakan ketegangannya. kini tubuhnya melemas dengan membalas sesapan bibir ini yang sedari tadi menyicipi bibir nya yang manis.


nafas kami pun mulai tidak beraturan dengan tangan yang saling menyentuh dan membelai satu sama lain.


ini semakin membuat saya bergairah dan melanjutkan langkah selanjutnya karna kini nurain pun mulai menikmati nya. seiring dengan sentuhan yang semakin intens, saya pun mulai mendesakkan tubuh ini dengan tubuh nya.


akhirnya penyatuan ini terjadi, dan nurain memekik kecil dengan rintihan kesakitan disertai air mata yang mulai mengalir karna merasakan jika ada bagian dari dirinya yang terkoyak, membuat tangan nya meremas kuat punggung saya yang di peluk nya.


saya pun dengan segera menuntaskan hasrat ini, karna tak rela melihat bulir bening itu jatuh dari mata istri saya yang teramat saya cintai.


"maaf kan abang sayang"


kata saya sambil memeluk nya dari belakang. nurain hanya menggeleng tanpa berbalik melihat ke arah saya.


"nur maafin Abang kan?"


"sayang,, apa Abang terlalu kasar barusan?"


kini kami saling berhadapan dengan masih posisi tiduran di atas bantal.


lagi-lagi nurain menggeleng dengan air mata yang masih mengalir dari sudut mata nya yang bening.


"terus kenapa masih menangis? apa masih sakit?"


"perih"


kata nya dengan pelan dan gemetar. langsung tubuh ini memeluk tubuh nya yang polos.


"maafin Abang yah, karna sudah membuat nur menangis karna kesakitan. tapi tenang aja, kata orang sakit nya gak akan lam ko nanti juga ilang sendiri. Abang janji setelah ini nur tidak akan merasakan sakit jika di sentuh Abang hee"


dengan cepat nurain mencubit perut saya saat mendengar apa yang saya katakan barusan.


"terimakasih sayang, karna sudah hadir di hidup Abang dan membuat Abang merasa berharga dengan selalu menjaga aurat mu hingga Abang menjadi laki-laki pertama dan satu-satunya yang melihat dan menyentuh tubuh mu. do'akan Abang agar bisa selalu membuat mu bahagia istri ku"

__ADS_1


kata saya dengan kembali mengecup bibir nya, lalu beralih mengecup l**** nya yang putih.


"Abang,,, masih perih"


kata nya dengan menahan wajah saya yang ingin kembali berbuat nakal.


"becanda sayang, lagian Abang juga masih lemes, tenaga nya belum sepenuhnya terkumpul hehe,,, ya udah sekarang kita tidur ya istirahat biar besok bangunnya fresh"


nurain mengangguk, dan saya kembali menarik tubuhnya untuk tidur di pelukan saya sepanjang malam ini.


~


"sayang bangun yuk udah azan subuh"


saya mengelus pipi nurain dengan lembut untuk membangunkan nya


"iya bang" dengan polos nya nurain bangun dan langsung berjalan menuju kamar mandi


saya tersenyum melihat nya yang berjalan dengan setengah sadar, Bahkan dia berjalan dengan tanpa menggunakan apapun di tubuh nya.


'sungguh polos dan lugu nya istri ku'


"abaaanngg,,,"


tiba-tiba suara teriakan nurain dari kamar mandi membuat saya langsung berlari menghampiri nya dan langsung masuk ke dalam kamar mandi


"kamu kenapa sayang"


tanya ku saat melihat nurain yang bersembunyi di balik tirai kamar mandi


"Abang ko gak ngasih tahu tadi, kalau nur belum pake baju pas jalan ke kamar mandi"


"lah,, mau ngasih tahu gimana. orang kamu langsung jalan sendiri ke kamar mandi pas Abang bangunkan"


jawab saya disertai tawa kecil karna tingkah nya yang lagi-lagi menurut saya itu sangat lucu.


nurain hanya cemberut mendengar jawaban saya yang mungkin membuat nya malu dan kesal.


"iya deh Abang minta maaf ya sayang, jangan cemberut gitu dong sama suami gak baik tahu. sekarang Abang ambilkan handuk buat kamu yah"


saya pun keluar dari kamar mandi dan langsung mengambilkan handuk untuk diberikan pada istri tercinta.


kami pun sholat subuh berjamaah di apartemen. selesai sholat kami sempat kan untuk berdzikir kemudian dilanjutkan dengan berdo'a bersama.

__ADS_1


memohon ampun atas segala dosa kami, meminta kebahagian dan kerukunan untuk rumah tangga kami. dan yang paling utama meminta agar diberikan turunan yang Sholeh dan Sholehah.


yang dapat mengamalkan seluruh ajaran agama dalam hidup nya, serta dapat menjadi syari'at bagi kami mendapat ridho-Nya sebagai orangtua nya. karna anak Sholeh dan Sholehah akan membawa orangtuanya menuju surga, insyaallah, amin


__ADS_2