Tangisku Dan Bahagiaku Ada Dalam Rumahmu

Tangisku Dan Bahagiaku Ada Dalam Rumahmu
Rindu Untuk Naura


__ADS_3

POV Aisyah


"mamah aisy,,,,naula mau di gendong mamah aisy"


aku yang saat ini tepat berada di belakang hafidz dan nurain, di kejutkan dengan suara Naura yang ingin di gendong oleh ku.


ku lihat tangan nurain hendak meraih tubuh Naura, namun gadis kecil itu terlanjur menunjuk ke arah ku untuk minta di gendong.


ku alih kan mata ini pada sosok yang menjadi ibu dari gadis kecil yang sekarang sudah ku anggap sebagai putri ku itu. nurain menatap ku dengan tatapan kebencian, dan ini berhasil membuat hati ku tertusuk. karna untuk pertama kali nya ku lihat sorot mata itu penuh dengan kemarahan.


aku mengerti, nurain pasti sangat tidak suka jika Naura lebih dekat dengan ku. ibu mana pun tidak akan rela jika putri nya lebih menganggap wanita lain seperti ibu nya.


namun apa daya ku, Naura sudah sangat dekat dengan ku, dan aku pun juga sangat menyayangi nya seperti putri ku sendiri.


"lepas Abi,,, Naula mau di gendong sama mamah aisy. naula kangen sama mamah aisy"


sekali lagi Naura merengek meminta di turunkan dari gendongan Abi nya, agar bisa berjalan menghampiri ku.


"nanti saja yah di gendong mamah aisy nya, karna Abi juga masih mau gendong Naura, umi juga sama, belum gendong Naura pagi ini"


kata Gus hafidz sambil melirik ku sekilas.


yah, aku harus tahu posisi ku. bagaimana pun aku bukan siapa-siapa dari anak itu. aku hanya orang yang di percaya untuk ikut membantu merawatnya selama ibu nya sakit, dan sekarang ibu nya sudah sehat kembali.


walaupun hati ini begitu berat, tapi mulai sekarang aku harus bisa menjaga jarak dengan Naura, putri ku.


"kita sarapan dulu yah, umi udah siapin makanan kesukaan Naura di meja makan, jadi sekarang kita meluncur ke sana,,,,ayoooo"


dengan setengah berlari Gus hafidz membawa Naura ke arah dapur. terdengar gelak tawa dari putri kecil itu, saat Abi nya membawa tubuh mungil nya berlari. seketika dia pun lupa keinginannya untuk di gendong oleh ku.


sedangkan nurain mengikuti mereka tanpa berkata apapun pada ku.


"KA aisy, ayuk kita sarapan bersama"


ajak Farah sambil menyentuh tangan ku


"enggak usah, KA aisy mau pamit pulang saja far"


tolak ku dengan halus


"jangan gitu lah, masa pulang dengan keadaan perut kosong. nanti kalau KA aisy di jalan salatri kumaha atuh, Farah yang di omelin nanti sama yayang beb nya"

__ADS_1


Farah seolah ingin menghibur ku dari perasaan tidak nyaman atas kejadian barusan.


"loh nak aisy mau kemana?"


tiba-tiba suara umma mengalihkan perhatian ku dan Farah bersamaan.


"ini loh umma, masa KA aisy mau pulang gitu aja. padahal belum sarapan"


Farah menjawab pertanyaan umma sebelum aku menjawab nya.


"gak bisa gitu dong, pokok nya putra-putri umma harus sarapan dulu sebelum pergi keluar ataupun sebelum melakukan aktivitas apa pun"


akhirnya aku pun memutuskan untuk ikut sarapan bersama, karna umma yang bersikukuh tidak mengijinkan ku pulang sebelum sarapan.


~~


"tumben pagi-pagi udah mampir ke rumah ku isy? ada apa? lagi berantem?"


baru juga sampai, Nilam sudah melontarkan banyak pertanyaan pada ku.


yah, setelah dari rumah hafidz aku memutuskan untuk mampir ke rumah Nilam. karna hari ini Nilam tidak ada praktek, dan di rumah nya juga aku sangat nyaman karna Nilam hanya tinggal dengan adik nya. jadi tidak terlalu ramai di sini.


"amar kemana lam?"


"ada jadwal kuliah kata nya, lagian kalau pun gak ada kuliah dia mah lebih sering diem di pondok dari pada disini nemenin aku kakak nya"


jawab Nilam sambil terus fokus pada novel yang di baca nya, tak lupa stoples kacang tanah menemani nya.


seperti itu lah kebiasaan Nilam sejak dulu, jika tidak ada pekerjaan dia akan sibuk bergelut dengan koleksi novel cinta nya yang hampir memenuhi rak buku dia.


dan asal kalian tahu, awal mula dia ambil jurusan dokter waktu kuliah pun, itu terinspirasi dari novel-novel cinta yang sering di baca nya.


aneh kan dia? tapi begitu lah Nilam ku si tomboy berkerudung yang hobi baca novel namun selalu ada saat oranglain membutuhkan.


"masih gak mau cerita?"


tanya nya tanpa lepas dari novel nya


"hhhnmmm,,, aku bingung lam"


aku, Aisyah mengambil bantal kursi dan merebahkan tubuhku dengan menghembuskan nafas berat seolah melepaskan beban yang ada dalam diri ini.

__ADS_1


"semalam aku menginap di rumah hafid"


"ko bisa? emang nya KA Alfan mengizinkan?"


lagi, Nilam berkata tanpa mengalihkan pandangan nya dari novel yang di baca nya


"apa mulai sekarang aku harus menjauhi Naura ya?"


tanya ku sambil melihat ke arah langit-langit rumah


"what? aku gak salah dengar kan? kenapa tiba-tiba isy? lagian aku tuh tahu banget gimana sayang nya kamu sama Naura, begitu pun sebaliknya. apa hafidz yang melarang lagi kaya waktu dulu?"


kini fokus Nilam sepenuhnya kepada ku dan aku hanya menggeleng kan kepala sebagai jawaban ku.


"isy serius deh aku nanya, kamu jawab nya yang bener dong. aku bela-belain berhenti dulu baca novel nya hanya buat dengerin cerita kamu ini"


akhirnya aku pun menceritakan semua kejadian yang terjadi di rumah hafidz tanpa ada yang terlewat kan, Nilam pun mendengarkan dengan seksama semua cerita ku.


"heemmm,,,kalau kaya gitu bingung juga sih isy"


kata Nilam setelah mendengar semua cerita ku hingga selesai.


"aku tuh bingung lam. dulu alasan ku sering berkunjung ke pondok karna orang tua ku dan orang tua hafidz sahabatan hingga kami juga begitu dekat, bahkan aku juga semakin sering ke sana saat aku merasakan perasaan yang lebih pada hafidz, dan sekarang alasanku sering ke sana itu karna aku begitu menyayangi Naura. awal nya memang karna rasa bersalah ku pada nurain dan hafidz sehingga aku ingin merawat anak itu, tapi sekarang aku udah bener-bener anggap Naura tuh kayak anak ku sendiri, kamu juga tahu itu kan lam?"


"kenapa gak coba kamu ajak bicara nurain secara baik-baik, hanya kalian berdua. aku yakin nurain akan mengerti dengan perasaan kamu terhadap Naura"


"aku gak berani lam, tadi saja saat nurain menatap ku seolah ada kebencian di sana, dan itu untuk pertama kali nya nurain menatap ku dengan tatapan seperti itu"


"aku juga bingung harus ngasih solusi apa sama kamu isy"


setelah cukup lama mengobral dengan Nilam, aku pun memutuskan untuk pulang ke rumah. walaupun belum mendapatkan solusi dari masalahku saat ini, tapi setidaknya hati ku sedikit lega setelah berbagi cerita dengan Nilam


~"~


hari berganti hari, aku masih setia dengan aktivitasku yakni praktek di pondok pesantren nya hafidz, tapi kali ini hanya untuk praktek tanpa ada berkunjung atau pun bermain dengan orang dalem (panggilan untuk tuan rumah).


sehabis praktek, aku langsung pulang tanpa pamit pada umma atau pun yang lainnya. untung jarak klinpon (klinik pondok) dan rumah hafidz tidak dekat, sehingga aku dengan mudah keluar masuk pondok tanpa harus bertemu Naura khususnya.


jika dengan hafidz, umma atau Farah kadang sesekali aku berpapasan. bahkan Farah sering sekali menanyakan kenapa aku sekarang tidak pernah mampir lagi ke rumah. dengan berbagai alasan aku mencoba memberikan pengertian kenapa aku sangat jarang sekali mampir ke rumah.


walaupun sebenarnya aku sangat merindukan Naura, sangaaaattt merindukannya.

__ADS_1


bahkan semenjak kejadian waktu itu, aku tak pernah melihat Naura bermain lagi di sekitar klinpon. mungkin sekarang dia sudah sangat senang bermain dengan ibu nya.


NAURA,,, MAMAH KANGEN SAMA NAK


__ADS_2