
"ya kan kita sahabat jadi harus saling berbagi suka dan duka donk"
"so sweet banget sih syafina ku ini" tiba-tiba Maryam mencubit keras pipiku, hingga meninggal kan bekas merah dikedua pipiku
"aaawwww,,, apaan
sih gak lucu tau sakit " aku memegangi kedua pipiku dengan sedikit kesal pada Maryam, karna memang kadang dia kalo bercanda suka agak berlebihan tapi ya sudah lah ya manusia gak ada yang sempurna ada nyenengin nya ada nyebelin nya begitupun aku pasti tak luput dari kekurangan
"Alhamdulillah, baso nya sudah habis! ternyata makan semangkok berdua lebih nikmat ya nur"
"iya betul banget, tapi juga kurang kenyang jadi nya hehe"
__ADS_1
"ya udah sekarang mending kita jajan ice-cream yuk" Maryam berdiri dan menarik tanganku menuju penjual ice-cream yang kebetulan posisi penjualnya hampir dekat gerbang pesantren
"Iam anti beli ice-cream ana beli roti bakar ya mengpeng Deket perpustakaan jadi makan nya sambil baca-baca diperpus aja sekalian nunggu magrib" ajak ku pada Maryam
"ide yang bagus" kata nya sambil mengedipkan sebelah mata nya
setelah didalam perpustakaan kami langsung menyimpan makanan kami diatas meja dan kemudian mencari salah satu buku yang hendak dibaca. peraturan diperpustakaan pondokku boleh bawa makanan asal jangan membuang sampah sembarangan, dan pasti nya harus sambil membaca salah satu buku yang ada diperpustakaan walaupun yang dibaca itu buku novel, yang penting harus baca. kalo melanggar nanti akan ada takjiran atau hukuman yang dengan senang hati menanti sipelanggar.
"Iam ko Asyila belum Dateng juga ya ke sini" tiba-tiba aku teringat dengan Asyila, dia juga merupakan salah satu teman dekatku setelah Maryam
"enggak, terakhir kontekan dia bilang mau datang tepat waktu ke pesantren, aku sedikit cemas dengan keadaan asyila karna memang gak biasa nya dia telat pulang ke pesantren, terus ustadzah Silvi juga gak nanyain, biasa nya kan dia yang paling hobi nyari informasi para santri yang telat ke pesantren biar bisa dia hukum" lanjutku dengan suara pelan karna takut ada yang dengar dan mengadukannya pada beliau
__ADS_1
"hussstt, kalo ngomong nih gak dijaga. ya kan dia gitu karna dia pembimbing qismu amni jadi wajar donk dia yang ngurus soal itu. husnudzon aja dia sedang mengamalkan amanah nya dengan sungguh-sungguh"
"astaghfirullah ko aku jadi suudzon ya, suudzon berdasarkan fakta maksudnya hehe" kataku cengengesan. kami asik membaca novel sambil makan-makan dan becanda sesekali. tak terasa waktu sudah menunjukkan pkl 16.40 wib ini waktu nya kami harus sudah siap-siap kembali ke asrama untuk persiapan sholat magrib berjamaah. sebelum itu aku dan Maryam kembali menyimpan novel yang tadi kami baca terlebih dahulu.
"asyila" setelah didepan pintu perpustakaan aku melihat asyila dar kejauhan sedang berjalan memasuki gerbang pesantren, dia berjalan sendiri dengan membawa koper kecil. tanpa basi-basi aku langsung berlari menghampiri dan memeluknya "masyaallah ana kangen banget tau" lanjut ku sambil melepaskan pelukan dan gantian Maryam yang memeluknya
"sama ana juga kangen sama kalian" katanya sambil tersenyum ramah.
"baru tadi kita ngomongin kangen sama anti, Alhamdulillah sekarang udah liat langsung orang nya" kata Maryam yang tak kalah senang nya dengan ku. karna kami memang begitu dekat saperti saudara sendiri
"iya Afwan yah, gak ada kabar dulu sebelumnya sama kalian kalo ana bakalan telat ke pesantren soalnya ngedadak ada yang harus ana selesaikan dulu dirumah" jelasnya sambil mengajak kami lanjut berjalan
__ADS_1
"tapi anti gak sakitkan?" aku menghentikan langkahnya dan menatap lekat wajah nya
"enggak ko ana sehat Alhamdulillah" dia tersenyum lebar seolah memberikan tanda bahwa dia benar-benar sedang baik-baik saja