Tangisku Dan Bahagiaku Ada Dalam Rumahmu

Tangisku Dan Bahagiaku Ada Dalam Rumahmu
Kami menyangi mu ibu


__ADS_3

"baik lah kalo nur belum mau bicara ibu tidak memaksa,,,, ustadzah Nia boleh ibu lihat apa pelanggaran nya?" kemudian ibu mengalihkan perkataan nya pada ustadzah nia, lalu ustadzah Nia memberikan sebuah buku dan kertas yang mana itu adalah surat dari gus hafidz. ibu mulai membuka kertas itu, membaca dan mengamati dengan seksama setiap bait dalam surat itu. apakah ibu akan tahu bahwa tulisan dalam kertas itu adalah tulisan Gus hafidz yang tak lain adalah anak nya beliau? masyaallah,, kenapa engkau tempatkan aku dalam posisi yang serba salah seperti ini.


selesai membaca, ibu kembali melipat kertas tadi. tak ada kata, beliau hanya memandangku, itu aku lihat sekilas karna ingin tahu bagaimana reaksi beliau.

__ADS_1


"baik lah, sesuai peraturan pondok ini bagi siapapun yang melanggar maka harus siap mendapatkan sangsi dari apa yang diperbuat nya. itu sudah di sepakati dari kalian awal masuk ke pondok ini, baik dengan kalian sendiri maupun orang tua kalian. bukan begitu?"


kami semua menggangguk tanda setuju dengan perkataan beliau.

__ADS_1


"kami ikhlas dan ridho Bu" jawab kami serentak


"Alhamdulillah,,, untuk hukumannya biar ustadzah Mila nanti yang membacakan. ibu harap setelah ini tidak ada lagi pelanggaran yang dilakukan oleh santri putra maupun putri, khusunya kalian yang disini. ibu maklum, usia kalian adalah masa usia puber karna ibu juga pernah melewati usia itu. tapi bukan berarti kalian harus menuruti semua yang ada pada perkembangan diri kalian baik hati maupun pola pikir. jika baik untuk kalian dan syari'at pun tidak melarang, maka boleh kalian ikuti, kalian lakukan. tapi jika itu kurang baik, banyak madhorotnya sebaiknya kalian hindari, kalian jauhi agar selamat. nanti jika sudah waktu nya, insyaallah akan datang dengan sendiri nya, itu akan lebih bermakna dan mendatangkan barokah untuk kalian sendiri. kebanyakan ibu lihat pelanggaran yang kalian lakukan adalah tahabub dengan lawan jenis, jadi ibu mohon untuk kalian segera mengakhiri nya, nanti lah akan ada masa nya buat kalian. ini berlaku untuk kalian semua, kecuali jika memang kalian akan segera melangkah ke jenjang yang serius. itu pun lebih baik dengan cara ta'aruf melalui keluarga kalian secara langsung. agar apa? agar terhindar dari besar nya hawa nafsu. kalian harus takut dengan hawa nafsu kalian sendiri, karna perang yang paling sulit adalah memerangi hawa nafsu sendiri, ujian paling sulit adalah mengendalikan hawa nafsu kalian sendiri. sekali lagi dengan sangat ibu mohon, karna kalian masih berada disini, di pondok ini. kalian masih terikat dengan peraturan pondok maka mau tidak mau kalian harus mematuhi nya. kalo pun nanti kalian sudah diluar, karna sebentar lagi kelas XII akan lulus, ibu mohon untuk selalu mengamalkan semua kebaikan yang ada dipondok ini ada ataupun tidak adanya hukuman seperti disini. hiduplah kalian dengan aturan Allah, berjalan lah kalian dengan jalan Allah, agar kemanapun kalian pergi Allah selalu menjaga kalian, Allah memudahkan setiap urusan kalian, insyaallah kalian harus yakin itu. ibu sayang sama kalian, bagi ibu kalian adalah putri ibu walaupun tidak terlahir dari rahim ibu. karna itu ibu mau putri-putri ibu sukses, bahagia dunia maupun akhirat kelak" nasihat nya disertai air mata yang mulai terjatuh dari mata nya. ah,, sungguh aku sangat, amat merasa bersalah karna seolah sudah mengecewakan beliau.

__ADS_1


nasihat beliau selalu bijak dan mengandung makna yang dalam sehingga mampu menembus hati siapapun yang mendengar nya itu yang aku rasakan begitupun semua yang ada disini, hingga tidak terasa kami semua meneteskan air mata mendengar nasihat beliau, merasakan bagaiman tulus nya beliau menyayangi kami. maafkan kami ibu, karna belum bisa menjadi putri-putri yang baik bagi ibu tapi ketahuilah bahwa kami menyayangi mu, pun seperti kami menyayangi ibu kami sendiri,,,


__ADS_2