Tangisku Dan Bahagiaku Ada Dalam Rumahmu

Tangisku Dan Bahagiaku Ada Dalam Rumahmu
Kenapa dan Kenapa


__ADS_3

"ana,,, ana,,, gak tau ustadzah kesalahan ana apa" aku menunduk dengan jatuh nya air mata yang tidak bisa ku tahan lagi.


"baik lah, kalo anti juga gak mau ngaku,, coba anti lihat ke sini,,, barang kali anti sekarang ingat apa kesalahan anti?" ustadzah nurul menunjukan sebuah kertas pada ku, aku melihatnya dengan berusaha mengingat-ingat kertas apa itu.


"kenapa diam? masih gak ngerasa juga? oke ana bacain dalem nya.Bismillahirrahmanirrahim,

__ADS_1


assalamualaikum wr wb


hallo nur,,,


sebenarnya bingung ana mau nulis apa disini, karna terlalu banyak yang ingin ana sampaikan dan ana tanyakan ke anti. tapi sepertinya ini bukan waktu yang tepat untuk ana menyampaikan semuanya," ustadzah Nurul membacakan bait isi dari kertas itu. masyaallah,,,ternyata itu surat yang dari Gus hafidz waktu itu, kenapa bisa ada dilemari ku padahal surat itu sudah aku buang bersamaan pulang nya aku dari poskestren. tapi aku tidak bisa menyanggahnya karna surat itu memang ditemukan dalam lemariku, dan aku juga tidak mungkin mengatakan jika surat itu diberikan oleh Gus Luthfi dan tidak berbalas dariku. karna jika aku mengatakan nya secara tidak langsung aku seolah telah mempermalukan Gus hafidz padahal beliau adalah putra dari guruku yang harus ku jaga nama baiknya, apalagi disini adalah pondoknya mereka tidak mungkin percaya begitu saja jika surat itu dari Gus hafidz. yaa Allah gimana ini??

__ADS_1


"jangan nangis sekarang karna air mata kalian gak ada faidah nya, harusnya kalian berfikir sebelum melakukan kesalahan fatal yang bisa membuat rugi diri kalian sendiri. apalagi kelas XII yang besok bakalan menghadapi ujian, bukannya memberikan conto yang baik buat adik-adik kelas kalian, bukannya fokus sama belajar kalian, ini malah membuat malu dan conto yang tidak baik buat yang lainnya"


sungguh aku tertampar dengan perkataan ustadzah Mila, aku malu sekali pada teman dan adik kelasku terutama ibu pengasuh, pasti beliau tahu tentang ini dan setelah ini pasti kami akan dipanggil langsung oleh beliau, aku harus jawab apa kalau nanti beliau nanya soal ini. tapi aku juga gak mau buat orang tuaku malu karna ini. masyaallah,,,


Pkl 23.00 wib kami baru selesai diintrogasi dan dinasehati, ini masih belum selesai, karna masih ada hukuman yang harus kami jalani esok hari setelah menghadap ibu pengasuh secara langsung. kami akan ditanyai lagi untuk memastikan bahwa kami benar-benar mengakui kesalahan kami, setelah itu baru lah hukuman untuk kami akan ditentukan. jika pelanggaran nya berat hukumannya pasti berat, mulai dicambuk dikaki dan tangan, hafalah surat-surat panjang, bersih-bersih lingkungan pondok pesantren, memakai kerudung atau baju pelanggaran, hingga dikeluarkan langsung dari pondok dan sekolah secara sepihak, itu bagi mereka yang sudah melakukan pelanggaran berat lebih dari dua kali secara berturut-turut. meski aku yakin aku tidak akan sampai dikeluarkan dari pondok ini, tapi tetap aku takut menghadapi esok hari.

__ADS_1


aku masih menangis didepan lemariku dengan ditemani oleh teman-temanku yang mencoba untuk menemaniku, mereka bertanya tentang apa kesalahanku hingga dipanggil kesana. namun aku hanya bisa diam dalam basah nya air mata yang terus mengalir, aku tidak bisa mengatakan pada teman-teman ku tentang pelanggaran apa yang aku lakukan.


kenapa Gus,,,kenapa harus nulis surat itu untukku? kenapa harus aku?


__ADS_2