
POV Gus hafidz
"assalamualaikum umma"
"waalaikumsalam wr wb, iya nak gimana kabar nya?" suara umma yang begitu lembut di sebrang sana. saya jadi kangen sama beliau
"Alhamdulillah hafidz baik-baik saja. umma sendiri gimana sehat?"
"Alhamdulillah, umma sekeluarga disini juga sehat. maaf ya umma baru bisa angkat telepon dari hafidz, karna tadi kebetulan ada kumpulan dulu bareng ustadzah dan sebagian satri putri" jelas nya, seolah tahu apa yang ingin saya tanyakan mengapa beliau baru menjawab panggilan dari saya.
"ko sebagian umma? memang nya ada apa, kalo boleh hafidz tahu" tanya saya penasaran, biasa nya kalo umma ingin menyampaikan sesuatu pasti dengan seluruh santri putri bukan sebagian. kecuali jika beliau sedang mengajar atau menasihati para santri putri yang melanggar peraturan pondok.
"hari ini banyak sekali santri putri dan putra yang melakukan pelanggaran pondok. jadi umma harus mengumpulkan mereka untuk dimintai keterangan mereka. dan umma juga mau menanyakan sesuatu sama kamu nak"
"soal apa umma?"
"eummm,,, apa hafidz menyukai nurain?"
DEG
saya keget bukan main, karna selama ini belum ada yang tahu tentang perasaan saya terhada dia. kenapa umma bisa menanyakan tentang itu, dari mana umma tahu tentang perasaan saya pada nurain.
"kenapa diam nak?" tanya nya lagi saat belum mendapatkan jawaban dari saya, karna saya sendiri bingung harus jawab apa. apa ini waktu yang tepat untuk saya mengatakan isi hati saya tentang nurain pada beliau?
"euummm,, itu umma hafidz,,,"
__ADS_1
"jangan gugup gitu, ini umma kamu fidz, kenapa harus di tutup-tutupi"
"bukan begitu umma, hanya saja,,"
"kamu penasaran dari mana umma tahu?"
"iya,,," jawab saya pelan
"dari tulisan kamu yang kamu kasih ke nurain"
"tulisan yang di kasih ke nurain umma?"
"iya nak, kamu kan yang nulis surat itu buat nurain? umma tahu betul dengan tulisan kamu"
"surat? maaf,,, hafidz belum ngerti maksud umma"
"maaf umma, tapi hafidz memang tidak memiliki hubungan apapun dengan nurain"
"lalu surat itu apa kalo kamu memang tidak memiliki hubungan dengan nurain? kenapa surat itu bisa ada pada nurain?"
"hafidz juga gak tahu umma, hafidz belum pernah menulis surat untuk nya"
"tapi nak itu jelas-jelas tulisan kamu, umma tahu betul"
saya bingung kenapa bisa ada surat dari saya di tangan nurain. seingat saya, belum pernah memberikannya sebuah surat, walau pun sebenarnya sudah berulang kali saya mencoba untuk menulisnya. tapi semuanya belum pernah saya berikan pada nurain. karna saya tidak ingin mengganggu belajar nya, walaupun sebenarnya hati ini sudah tidak sabar ingin segera meminangnya, mengatakan bahwa saya mencintainya.
__ADS_1
"fidz,,, sebaik nya kamu jujur sama umma nak. jangan ada yang ditutupi"
"iya umma, hafidz menyukai nurain, hafidz mencintainya. itu sudah cukup lama hafidz pendam. hafidz juga sering menulis surat untuk nya, tapi semua surat itu tidak pernah ada sampai pada nurain. karna hafidz tahu, itu bukan saat nya. bukan waktu nya untuk hafidz mengatakan semua nya. hafidz juga tidak mau mengganggu belajar nya. maka dari itu hafidz gak pernah memberikan surat yang hafidz tulis buat dia. demi Allah umma, hafidz bicara dengan sejujur-jujurnya" saya mencoba menjelaskan semua nya pada umma, dan mungkin ini saat nya saya memberitahu tentang perasaan saya pada nurain kepada umma.
"iya umma percaya nak, tapi umma juga bingung harus bagaimana. umma gak tega liat nurain di hukum dengan hukuman yang cukup berat"
"umma coba tanya ke nurain dari mana nurain dapat surat itu. jujur hafidz jadi merasa bersalah pada nurain"
"insyaallah nanti umma coba tanya lagi, mudah-mudahan nurain mau berkata jujur pada umma"
"iya umma makasih"
"kalo gitu umma tutup dulu ya telepon nya, kamu baik-baik disana ya nak. fokus belajar nya karna sebentar lagi kamu akan menyelesaikan pendidikan mu disitu"
"iya umma, insyaallah"
"ya udah umma tutup, assalamualaikum"
"waalaikumsalam wr wb"
saya langsung mencari buku yang biasa saya menyimpan tulisan-tulisan tentang hati saya pada nurain, tapi tidak ada. saya tidak menemukan nya. bodoh, kenapa saya baru ingat dengan buku itu setelah sekian lama saya kembali dari Indonesia. terakhir saya menulis dibuku itu waktu saya akan kembali ke sini, dan isi nya pun saya robek. apa mungkin kertas itu jatuh dan ditemukan oleh nurain? tapi kenapa bisa? bukan nya kertas itu saya tinggal di dalam kamar saya jadi mana mungkin nurain yang menemukannya, atau mungkin BI Nani yang menemukannya lalu memberikannya pada nurain?
ya Allah,,, kenapa saya begitu ceroboh. kalo iya kejadian nya seperti itu, maka saya berdosa pada nurain, dia yang tidak salah dan tidak tahu apapun harus dihukum karna ini. tapi kenapa dia tidak bilang saja kebenaran nya pada semua yang ada disitu. masyaallah nur,, jadi ini jawaban nya? kenapa saya bermimpi tentang anti yang menangis sendiri dibawah pohon?
maafkan saya nur karna sudah membuat anti dihukum, saya yakin saat ini anti pasti sedang bersedih, itu sebabnya hati ini gelisah mengingatmu, semoga anti tidak semakin membenci saya. karna jujur hal yang paling saya takutkan adalah bagaimana perasaan anti terhadap saya. apakah anti juga memiliki perasaan yang sama dengan saya, atau justru sebaliknya. tapi setelah saya mengetahui tentang ini, saya yakin saat ini anti sedang sangat membenci saya, walaupun sebenarnya yang paling saya hawatirkan saat ini adalah bagaimana keadaan anti sekarang.
__ADS_1
Afwan nur,,, maaf,,,